
Yumna tiba di rumah, Dia melihat denis sudah berdiri di depan gerbang rumah nya bersama natan.
" Ngapain coba itu orang. " Keluh Dessy .
Pak satpam segera membuka kan garasi kemudian denis ingin mengikutinya ke dalam, namun pak satpam segera menutup garasi. Tak habis pikir dia menerobos pak satpam dan menghampiri mobil yumna.
Yumna keluar dari mobil dan di dorong Dessy dengan kursi roda.
" Aku mau ngomong. kasih aku waktu. " Pinta denis sedih melihat keadaan yumna.
Para bodyguard segera menyandera denis, Yumna sangat kaget dengan sikap mantannya. " Kamu mau apa lagi mas ? " Ujarnya lirih.
" Kenapa tidak membalas pesanku ? kamu jangan berpikir apa yang ku lakukan untuk menyulitkan mu. " Katanya serius.
" Aku lelah, lebih baik pergi lah. " Kata yumna meminta Dessy terus mendorong.
" Sayang !! aku tidak pernah ingin nyakitin kamu. aku mohon kasih aku kesempatan untuk bicara. kamu gak boleh berpikir untuk putus asa karena aku. " Teriak denis dengan posisi di pegangi bodyguard .
" Lepaskan. kenapa kalian terus menghadang ku ??? " cecar denis kesal sembari menatap kepergian yumna yang semakin menjauh darinya .
" Pergilah, atau kami gunakan cara kekerasan. " Lontar salah satu bodyguard.
Denis di lempar ke luar gerbang begitu saja oleh mereka, kemudian natan segera menangkap denis dengan sigap.
" Kita tidak bisa menerobos masuk. tuan harus sabar. jangan pake emosi. " bujuk natan.
" Aku harus bicara padanya. aku tidak mau dia salah paham. "
" Sekarang nona sangat marah. kita beri waktu untuk nona. kita pulang dulu ya. "
" Engga bisa. ini gak bisa di tunda. "
" Kita pikirkan caranya tuan. ayo saya bantu. " kata natan sembari memapah denis ke mobil.
Denis begitu sedih dan gelisah, dia takut yumna semakin jauh darinya.
Sementara itu yumna di antar Dessy hingga ke kamar. " Sekarang kamu istirahat. jangan pikirkan yang lain. "
" Iya. "
" Aku mau ke apartemen sebentar, ngambil beberapa pakaian . aku tinggal ya. " Kata Dessy lalu segera meninggalkan yumna.
Lalu yumna memastikan jika Dessy sudah pergi dengan mobilnya, yumna memanggil semua bodyguard ke ruang tengah.
Yumna menanyai mereka soal denis yang babak belur.
" Apa kalian memukulinya ? " Tanyanya cemas.
" Tidak non, kami tidak memukulinya. " Jawab salah satu dari mereka.
" Kalau bukan mereka, lalu siapa yang sudah menghajar mas denis? " Batinnya penasaran.
" Nanti kalo orang itu datang lagi atau bertemu kita dimana pun, usaha kan jangan memukulinya ya. soal nya dia berbahaya.. tergores sedikit saja dia akan melapor polisi. aku tidak mau kalian berurusan dengan nya. " Pinta yumna beralasan.
" Baik non. "
" Ya sudah kalian boleh pergi. "
" Iya non. "
Mereka segera pergi meninggalkan yumna seorang diri, Tiba-tiba pak danang segera menghampiri yumna.
__ADS_1
" Non. " Sapanya.
" Eh pak danang. ada apa pak ? "
" Tadi saya dengar non, sedikit informasi saja buat non.. yang memukuli tuan adalah mas Rendy, aditya dan raka . " kata pak danang seolah tau kekhawatiran yumna.
" Oh gitu ya pak. saya sih gak perduli ya pak. saya cuman beri tau orang-orang saya supaya gak usah berurusan dengan mas denis. pak danang kan tau, mas denis itu selalu membawa pistol kemana-mana. saya tidak mau sesuatu terjadi pada mereka. " jelas yumna supaya pak danang tak mengira jika dia masih perduli pada denis.
" Oh gitu ya non. saya cuma memberitahu apa yang saya tau kok non. tidak punya maksud lain. kalau begitu saya permisi. "
Pak danang segera pergi meninggalkan yumna sendiri.
" Lagian siapa yang masih perduli, Dia mau babak belur atau apa juga bukan urusan ku . " lontar nya sebal.
Di taman belakang bibi memberitahu natan soal keinginan ibu denis. " Apa? masa bisa gitu. nyonya kayak gak tau anak nya gimana. tuan akan marah kalau kita mengkhianati nya. " Lontar natan heran.
" Makanya itu, kami semua bingung. gak mungkin tuan gak akan mengetahui semuanya. kamu cara ide geh mas natan. " kata bibi mengeluh.
" Tapi nona juga kasihan bi. saya gak tega, kalau dipikir-pikir tuan sangat keterlaluan . "
" Iya sih tapi gimana dong? "
" Untuk sementara kita ikuti nyonya dulu, toh kalau ketahuan nyonya bersedia tanggung jawab . "
" Tapi tuan akan sangat marah kalau nanti dia tau. "
" Pasti marah, tapi kita lakukan untuk nona saja. nona sangat terpukul bi, dia hampir bunuh diri karena kehilangan banyu. "
" Apa?? ya Alloh. "
" Saya gak tega tapi tidak bisa melakukan apapun untuk nona. sementara tuan tetap pada pendirian nya untuk melanjutkan semua ini. kita lakukan saja seperti perintah nyonya. nanti kalau tuan sudah ke kantor, saya akan bicara pada semua orang. "
Keesokan harinya yumna bertekad untuk sembuh, dia tidak mau diam di rumah beristirahat. dia tak sabar ingin bertemu banyu.
Dia mengirim chat pada sus rini tentang keberadaan denis .
" Kenapa mas denis belum berangkat juga. apa dia malas-malasan ke kantor gara-gara ada banyu di rumah. " lontarnya setelah mendapat pesan dari sus rini.
Kemudian Dessy datang " Kamu yakin mau pemotretan ? kan masih sakit. "
" Sehat kok. tenang. " katanya sembari membalas pesan dari seseorang.
" Kamu lagi chat siapa? "
" Sus rini, aku lagi tanya dia soal mas denis. dia belum berangkat ke kantor tau gak sih. "
" Gak sabar ya pengen ketemu banyu. "
" Iya. Kenapa ya mas denis tega banget sama aku. "
" Tega karena dia tau banyu adalah kunci kelemahanmu. dia manusia yang egois, tidak berperasaan. "
Tiba-tiba sus rini mengirim chat pada yumna soal denis yang sudah berangkat ke kantor.
" Aku mau bertemu banyu sebentar sebelum ke pemotretan ya. boleh bentar aja. " Pinta yumna.
" Boleh, jangan lama ya. "
" Oke . "
Yumna segera merapikan pakaian dan bersemangat untuk pergi ke rumah denis. dia tersenyum amat bahagia.
__ADS_1
" Banyu, sayang.. mami datang nak. " Lontar nya tak sabar.
Sementara itu, denis malah belok ke rumah yumna daripada segera ke kantor. dia masih penasaran ingin menemui yumna.
Meski di tolak denis tak ingin mundur, Tiba-tiba pak danang menghampiri nya di depan gerbang.
" Tuan ngapain disini. saya kan sudah bilang nona baik-baik saja. "
" Aku ingin menemui nya. "
" Nona mau pergi bekerja, Saya akan mengantar nya sekarang. "
" Dia sudah mau bekerja. apa dia sudah sehat. kemarin kan dia baru pulang dari rumah sakit. " Katanya heran.
Tiba-tiba yumna dan Dessy keluar dari rumah dan mendapati mereka sedang saling bicara di kejauhan .
" Mas denis? dia kok disini? "
" Buset tuh orang. gak ada kapok-kapoknya. kamu tunggu disini . " Timpal Dessy sembari berjalan menghadang denis.
" Kamu ngapain disini? percuma nis, yumna gak mau ketemu sama kamu. " Hardik Dessy sebal.
" Sayang. " Teriaknya melambaikan tangan pada yumna dari kejauhan.
" Aku mau ngomong, kesini sebentar. " Pintanya.
Yumna segera mengacuhkan denis dan segera masuk ke dalam mobil.
Sakit hati di hatinya begitu dalam kali ini,
" Sayang aku mohon. " Katanya lagi begitu sedih.
" Ya udah lah nis. move on dong sampai kapan kamu mau kayak gini. "
" Diem kamu des, kamu kenapa biarin yumna bekerja hari ini , dia kan lagi sakit. atau jangan-jangan kamu paksa yumna buat bekerja. "
" Bukan urusan kamu deh nis. kamu gak usah ikut campur soal yumna lagi. karna apa? karna kamu cuma bisa nyakitin dia doang. sekarang mending kamu pergi dari sini.. dan gak usah kesini lagi. " Cecar Dessy amat murka.
" Diem kamu, aku bersumpah kalau aku sudah mendapatkan yumna kembali. aku akan membuangmu dari hidupnya. "
" Gak usah mimpi. ayo pak danang kita jalan. kasian yumna lama menunggu. " Lontar Dessy segera meninggalkan denis.
Denis semakin tidak karuan tak bisa menemui yumna, karena Dessy memperketat keamanan rumah. denis tak bisa menyelinap masuk seperti biasanya.
Sementara natan hanya bisa duduk di mobil menyaksikan bosnya yang tampak gelisah.
Saat mobil yumna keluar, denis segera mengejar dan mengetuk pintu kaca mobil sembari memanggil yumna " Sayang !!! aku pengen ngomong sama kamu. berhenti sebentar . " Teriaknya yang sama sekali tak di gubris.
" Yumna !!! "
Mobil yumna berlalu darinya begitu saja, denis tampak lebih sedih dengan sikap yumna yang diam seribu bahasa.
" Kamu mau apa lagi mas. jangan membuat ku menjadi serba salah. " Batin yumna menatap kaca spion.
" Kita tunda dulu soal kamu yang mau mengunjungi banyu ya. takutnya denis ngikutin kita dari belakang. " kata Dessy.
" Apa? sayang sekali. padahal aku udah kangen banget des. "
" Jangan ambil resiko. nanti kalo pemotretan udah selesai kita mampir kesana ya. "
" Ya deh. "
__ADS_1