YUMNA

YUMNA
Kisah 16


__ADS_3

Kehamilan Yumna masuk 25 minggu, perut Yumna mulai terlihat membesar.


Bagaimana kabar Yumna, bik ? Ibunda Putra menelpon Bik Inah diam diam.


Ya... Bik Inah di utus bekerja di rumah anak dan menantunya karena Mami melihat anaknya ada sandiwara yang sedang di mainkan.


Keadaan nona Yumna baik , Bu... hanya sering dapat omelan keras dari Den Putra kasihan nona, Bu... Nona hanya diam dan menangis di kamarnya jawab bik Inah.


Keterlaluan Putra !!!! dugaanku berarti benar kalo dia berbohong menunjukkan sayang sama Yumna. Baik bik tolong bertahan jaga menantu dan cucuku...kabarin apapun yang terjadi kata Ibunda Putra di seberang melalui telponnya.


Siap Bu ... kata bik Inah menutup telpon.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Sementara di luar... Putra ternyata diam diam berhubungan dengan Cindi lagi ya mantan yang dulu Putra tinggalin.


Entah gimana caranya Cindi bisa menemukan Putra lagi dan menghasut Putra dengan mengatakan bahwa sahabatnya menyukai istrinya yaitu Yumna.


Putra dan Cindi sering bertemu di luar rumah terutama saat Putra kuliah.


" bibik... Na ijin dulu ya keluar mau periksa kandungan di Bidan " pamit Yumna ke bik Inah


" non... bibik temani ya..." kata bik Inah


" gak usah bik , saya bisa kok sendiri " jawab Yumna


Bik Inah merasa ada sesuatu yang gak enak srhingga bik Inah memaksa untuk ikut mendampingi Yumna periksa.


Karena bik Inah memaksa akhirnya Yumna mengijinkan bik Inah ikut menemaninya periksa kehamilan di Bidan praktek swasta terdekat.


Selamat sore Bu Yumna , ada yang bisa saya bantu ... sapa Bidan dengan ramah


Sore bu bidan, saya hanya mau kontrol bulanan kehamilan saya ... jawab Yumna.


Akhirnya Bidan tersebut melakukan pemeriksaan selama 20 menit.


Bu Yumna alhamdulillah keadaan bayi ibu baik dan sehat ini terdengar dari detak jantungnya yang selalu aktif tapi.... kondisi Bu Yumna tidak baik tekanan darah ibu tinggi dan ini masuk resiko tinggi kehamilan yang namanya Pre - Eklampsia yaitu tekanan darah ibu naik di kehamilan Trimester 2 dan sebelumnya sudah ketahuan. Saran saya, ibu harus segera menemui dokter kandungan ya Ibu untuk konsul ini.... bidan menjelaskan semua hasilnya kepada Yumna


Dampak terburuknya apa Bu ? ... Yumna bertanya


Kematian Ibu dan janin ... jawab bu Bidan.


Diam diam bik Inah merekam pembicaraan Yumna dan Bidan tersebut.


Setelah selesai pemeriksaan Yumna dan bik Inah kembali ke rumah dengan menggunakan taksi.


" bik... bisa saya memohon sama bibik ? " tanya Yumna pelan di dalam taksi

__ADS_1


" iya nona katakan " jawab bik Inah


" bik kalo sampe terjadi sesuatu hal terburuk sama saya, saya titip bayi saya ini ya bik ... saya akan titip bayi saya ini sama bik Inah dan Mami " kata Yumna pelan sambil menahan air matanya πŸ₯ΊπŸ₯Ί


" husst nona gak boleh ngomong ini, pamali kalo kats orang tua " kata bik Inah menahan air matanya yang hampir jatuh.


Yumna lalu memeluk bik Inah dengan kuat.


" Na rindu alm Mamah, bik.... rindu sekali... Na pingin merawat bayi Na sampe besar agar dia tidak seperti Na yang tidak merasakan kehangatan Mamah" kata Yumna menangis di pelukan bik Inah


πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ˜’😒😒😭


" Non harus kuat untuk bayi nona ya... Almh Mamah pun pasti melihat nona saat ini dan dia bangga karena walau sudah tidak ada di.dunia ini tapi putrinya berhasil menjadi wanita sholehah dan nona beruntung mendapatkan mertua seperti Ibu (mertua) yang sangat sayang Nona..." kata bik Inah.


" iya bik Mami sangat baik, subhanaAllah beruntung Na berada di tengah keluarga Adi Wijaya " jawab Yumna


Sesampainya mereka di rumah, Yumna segera menuju kamarnya untuk beristirahat karena dia merasakan pusing di kepala.


Sementara bik Inah segera melaporkan hasil hari ini ke Ibunda Putra termasuk mengirim rekaman suara Bidan yang sudah menyarankan Yumna untuk di rujuk ke RS.


Astagfirullohh Ya Allah. 😒😒...menantuku sangat kuat, baik bik terima kasih infonya... saya akan atur agar Yumna segera mendapat perawatan dokter terbaik kata Ibunda Putra di sebersng suara telponnya.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Walau sekarang perlakuan suaminya berbeda tapi Yumna tetap melayani kebutuhan makanan dan minuman buat suaminya.


" Mas... permisi mau anter minuman hangat " kata Yumna di ujung pintu kamar suaminya.


" hhhmm.... " jawab Putra singkat.


Yumna lalu meletakkan gelas dan piring kecil yang berisi teh hangat dan pisang goreng buat menemani suaminya belajar.


Malam itu Diki sahabat suaminya datang ke rumah Putra di Yogya.


" wahhhh ada angin apa ni eloo nemuin gue , kangen ya sama gue " goda Putra


" cuihhh najiss !! gini gini gue masih doyan kaum Hawa, gue normal lah..." jawab Diki


" hahahaha kirain elu udah lupa sama kaum Hawa " kata Putra tertawa bahagia


" sialan loo !!!!!" jawab Diki


" ok ok...lalu ada acara apa elu kemari ?" tanya Putra


" gue ada seminar besok pagi selama 2 hari... kali aja elu mau nawarin gue tempat tinggal sementara kan lumayan ngirit gue..." jawab Diki


" ooohh pasti dong, apa sih yang tidak buat sahabat gue ini ... gue buatin tenda dulu ya di halaman belakang " jawab Putra

__ADS_1


πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


" kok repot pake tenda brooo, pake payung aja gue udah bersyukur kok " jawab Diki


🀣🀣🀣🀣🀣


Saat mereka sedang asik ngobrol tiba tiba Yumns datang untuk membawakan minuman.


" silahkan di minum..." kata Yumna kepada Diki


" hhh ya ya terima kasih " jawab Diki pelan.


Yumna segera berjalan menuju ke dalam rumah setelah mengantarkan minuman


" brooo...serius itu gadis solehah itu dan dia tek dung ( menggambarkan perutnya yang membesar ) itu elu kan yang berbuat ? hhmm maksud gue...elu sudah sadar kan... Alhamdulillah " kata Diki heran tapi bahagia


" ya anak gue lah !!! gila loe gue kan normal, tapi... gue belum siap Dik menerima kehadiran bayi itu, gue belum bisa mencintain Yumna " jawab Putra


" gilaaa loooee... melakukan berani, setelah jadi eluuu kabur , gilaaa !!! buang pikiran kotor elu " kata Diki kaget dengan pengakuan sahabatnya.


Saat sedang ngobrol dengan Diki tiba tiba hape Putra berdering dan Putrapun menerima di depan Diki , selama Putra menelpon kadang kadang Putra melirik ke arah Diki.


Diki


" siapa yang nelpon eloo ? sepertinya familiar banget "


Putra


" iyalah... elo kenal juga"


Diki


" jangan elo bilang itu mak lampir ya...Cindi ??? "


Putra


" tepat "


Diki


" gilaaa sejak kapan kalian deket lagi hah ??? "


Cukup lama Diki dan Putra terdiam karena melihat Yumna datang membawakan makanan buat mereka.


" Na... selama 2 hari Diki akan tidur di rumah jadi tolong siapkan kamar buat dia ya biar gak bawel ni anak " kata Putra


" baik Mas... " jawab Yumna.

__ADS_1


Setelah Yumna berlalu dari pandangan mereka Diki memasang wajah gak enak dengan Putra.


Beberapa menit kemudian Yumna datang dan memberitahu kalo kamar buat Diki sudah siap dan kamar buat Diki berada di lantai atas bersebelahan dengan kamar Putra.


__ADS_2