YUMNA

YUMNA
Episode 240


__ADS_3

Keesokan harinya Yumna membuat bubur tim untuk banyu, Dia sangat semangat karena hari ini dia libur dari kegiatan.


Saat suster menyiapkan peralatan untuk mandi banyu tiba-tiba bibi datang.


" Non, Di depan ada pak Dennis . " Kata bibi membuat yumna berhenti .


" Sepagi ini ? apa gak salah. banyu aja belum mandi . " Lontarnya lalu segera pergi menemui sang mantan.


Setibanya di ruang depan, Dennis sedang memangku banyu.


" Kamu kesini mas ? " Tanyanya lalu segera duduk.


" Iya. aku kangen sama banyu. " Dan kamu sayang!! Potong batinnya sembari memandang wajah yumna.


" Ini Masih pagi lho. kamu gak ke kantor ?? "


" Mau. aku boleh kan kesini setiap hari kapanpun aku mau Untuk tengok banyu ?? " Pintanya.


" Iya. boleh mas .. "


" Kamu belum rapi, Kamu gak ada pemotretan atau apa ?? "


" Hari ini aku libur. " Yumna menatap dennis lain dari biasanya, Dia merasa jika dennis sudah menerima kenyataan.


" Kenapa ? kamu kok liatin aku kayak gitu ?! " Tegurnya seolah tau jika yumna memperhatikan.


" Aku seneng kayaknya kamu udah ikhlas terima keadaan kita, Kamu udah dewasa banget ya mas.." puji yumna tersenyum.


" Hmmm. aku berusaha melakukannya. aku gak mau hubungan kita hancur karena hal ini, Terlebih kita punya banyu. "


" Syukurlah. tapi, Aku mau tanya sesuatu sama kamu boleh ? sebenarnya ini bukan ranah aku tanya ini ke kamu mas. "


" Bilang aja. "


" Pak danang, Kemarin beliau ada telepon aku. katanya dia di pecat ya ? kalo kamu gak keberatan boleh aku tau kenapa kenapa ?? " Tanyanya tergesa-gesa.


" Sebenarnya aku gak butuh supir banyak-banyak. buat apa ? kamu juga gak ada lagi di rumah. sekarang kita sudah seperti ini kan.."


" Mas !! " Lontarnya kehabisan kata.


" Kalo aku gak punya banyu, Aku udah gak tau lagi harus apa. kamu udah tinggalin aku.. "


" Kan aku udah bilang. meskipun kita berpisah, banyu tidak akan pernah kekurangan kasih sayang dari kita mas. "


" Tetap aja Na, Buatku tetap tidak sempurna. sampai hari ini pun aku dan ibu belum saling bicara. apa aku tidak berhak marah ?? walaupun dia Ibuku, Apa dia berhak mengendalikan ku ?? "


" Mas. "


" Setiap pagi aku rindu melihat kamu ada di kamar kita, membuat sarapan setiap hari , menyiapkan baju kerja. Mengomeliku setiap detik . setiap sudut ruangan di rumah semuanya mengingat kan aku denganmu. Jadi kalo kamu bilang aku sudah dewasa karena menerima semua ini kamu salah. aku hanya mencoba melakukan nya ,.Dan itu baru 10 % . "


" Aku tau semua gak mudah, Tapi aku yakin kamu bisa mengahadapi ini semua. kamu akan mendapatkan wanita yang tepat. " Tutur nya sembari menyentuh lembut tangan Dennis.


" Lalu kamu sendiri ? apa kamu mau membuka hati suatu hari nanti untuk pria lain ?? "


" Aku belum kepikiran sampai sana. sekarang prioritas ku hanyalah banyu. "


" Aku melihat beberapa gosip jika banyak pria yang ingin dekat sama kamu. apa itu benar ?? " Tanya nya lagi.


" Siapa aku sampai disukai banyak pria ? itu hanya gosip murahan. "


" Aku menonton beberapa wawancara . sekarang kamu menjadi dambaan banyak orang. "..

__ADS_1


" Aku tidak melihat media manapun. aku juga tidak aktif dalam media sosial. Semuanya ada dalam kendali Dessy . "


Dennis terdiam mendengar penjelasan yumna yang seolah tak tertarik dengan apapun.


" Jadi Dessy yang selalu mengunggah semua hal tentang kamu. "


" Dia sangat menghargai fans. dia tidak mau dikira kalo aku sombong. dia sangat baik. "


" Lalu kenapa kamu tidak sendiri saja yang aktif menggunakan akun mu sendiri ? "


" Aku tidak tertarik. aku hanya ingin bekerja dan mempunyai tabungan untuk masa depan. itu saja. "..


" Oya ? lalu sampai kapan ? "


" Seperti yang aku bilang, nanti kalo dirasa tabungan ku sudah cukup. aku akan berhenti dan membangun usaha kecil-kecilan seperti toko kue atau apapun. aku bisa berjualan pakaian, kata Dessy.. aku bisa menjadi modelnya untuk baju yang aku jual nanti. dia kira aku sangat menarik. "


" Ya tentu saja. tapi sejauh ini aku melihat kamu membatasi diri untuk berpakaian dan mengambil tawaran film. apa aku boleh bertanya, kenapa ?? kenapa kamu menolak beradegan mesra dengan lawan main ? dan semua pakaian yang kamu kenakan tidak pernah seperti artis yang lain ?? "


" Karena kamu tidak menyukainya. " jawabnya dalam diam.


" Maaf kalo aku lancang. "


" Aku mengambil tawaran film saat aku menjadi istri kamu. aku hanya ingin menjaga batasanku sebagai istri. "


" Tapi sekarang kamu masih menggunakan nya padahal kita sudah bercerai . apa kamu masih menjaga perasaan ku. kamu tau benar jika aku tak suka semua itu. "


" Aku sudah melakukannya untuk melakukannya untuk diriku sendiri. " Ujarnya berbohong agar tak membuat Dennis baper lagi.


" Oya ? " lontarnya memandang yumna agak tersenyum, Dennis percaya diri jika tidak ada yang bisa menggantikan posisinya di hati yumna.


Dia harus bermain cantik untuk membuat nya kembali, Melihat sikap yumna yang berusaha menolaknya Dennis semakin memutar otak untuk mendapatkan nya lagi.


" Apa boleh ? "


" Kenapa engga , Ayo sini.." Ajaknya segera beranjak.


1 Jam berlalu, Dennis pamit untuk pulang setelah melihat banyu sarapan dan mandi, Saat dia berjalan menuju ke luar tiba-tiba dia melihat Dessy datang dengan mobilnya.


Dessy melihat Dennis amat bingung, Betapa tidak sepagi ini mantan suami sang artis keluar dari rumahnya sementara di depan garasi terdapat beberapa wartawan yang ingin mewawancarai yumna.


" Hai. " Sapa Dessy .


Dennis hanya diam menatap mantan temannya itu.


" Tatapan mu membuat ku takut. "


" Gimana engga, Kamu yang membuat istriku terjun ke dunia menyebalkan itu. "


" Mantan istri. dia harus hidup meski bercerai darimu. aku gak sangka kalau dia begitu berbakat. " Lontarnya tak merasa berdosa.


" Aku menyesal pernah bekerjasama denganmu. pertemuan kamu dan yumna malah melebar seperti ini. "


" Oh Dennis, Kamu harus terima semua ini dong. kamu dan yumna itu adalah penolong ku.. aku mencintai kalian berdua. " Pekiknya lagi.


Dennis berjalan tanpa menjawab lagi , dia begitu tak suka pada Dessy meski mereka pernah berteman.


Lalu Dessy segera masuk melabrak sang artis , Dia mempercepat langkah kaki dengan wajah yang lumayan seram.


10 menit berlalu, Dessy menghampiri yumna di ruang tengah yang sedang merapikan bunga.


" Dennis ngapain kesini ? " Tanyanya serius.

__ADS_1


" Tengok banyu lah. "


" Tengok banyu atau tengok kamu ? di depan ada wartawan kalo Dennis keluar dan menyapa mereka bagaimana ? mereka bisa membuat berita yang engga-engga. "


" Berita apa ? terus kamu mau aku larang mas Dennis kesini ?? gak adil dong des, dia itu papi nya. "


" Ya oke. tapi kamu kasih jadwal tertentu lah sama Dennis. masa pagi-pagi udah nongkrong dimari. orang lain pikir dia sudah menginap di sini. "..


" Gak usah berlebihan. Mas Dennis tuh udah sangat baik tau gak. dia sama sekali gak mengungkit permasalahan kami. jadi gak etis kalo aku perlakuan dia kayak gitu. "


" Yumna, kamu sadar gak sih. Dennis itu lagi mencari cara untuk balik sama kamu ? aku tau kayak apa dia, dia gak mungkin Terima begitu aja. "


" Des !!! gak usah melebar kemana-mana. mas Dennis dan aku hanya sebatas mantan. "


" Kamu yakin ? sorot matanya tidak menggambarkan seperti itu. aku malah melihat ambisi. "


" Gak usah ngawur. pagi-pagi datang ke rumah orang malah ngajak ribut. "


" Yumna aku serius. "


" Aku udah bahas panjang lebar semuanya dengan mas Dennis. kami memusatkan untuk merawat banyu bersama. itu aja. "


" Kamu jangan lupa perlakuan ibunya , aku gak mau kamu baper lagi kalo sering ketemu kayak gini. "


" Duh des, aku harus ngomong sama kamu gimana sih supaya paham. "


" Kamu yakin kalo Dennis gak lagi berusaha untuk mengejar kamu lagi. "


" Iya. "


" Pantes kalo dulu kamu mudah banget di kelabui. Kamu gak belajar sampe sekarang. "


" Ni orang minta di sambelin mulutnya. bahas yang lain bisa gak ?? "


" Kamu bakal nyesel karena udah gak percaya sama aku. "


" Terserah !! "


" Atau Jangan-jangan, kamu yang kesenangan ya. kamu gak bisa move on ?? "


" Maksud ?! " lontarnya sinis.


" Itu yang bikin kamu gak mau buka hati untuk siapapun ? Dennis sudah pulih dan kembali ke jakarta. jadi kamu inginkan dia lagi.. kamu lupa bagaimana ibunya ?? "


" Seumur hidupku aku tidak akan lupa. siapa yang menghancurkan rumah tangga ku. jadi jangan bicara seolah aku bodoh. kamu ingin aku menjauhi mas Dennis dan menolak kedatangan nya untuk menemui putranya ?? apa salah dia ? sehingga aku begitu tidak berperasaan ?? des, Aku meyakinkan mas Dennis setiap kami bertemu. meski dia tidak menjawab , Dia mau mendengar ku. jadi stop berasumsi yang engga-engga soal aku dan mas Dennis. dia ayah dari putraku.. kenapa kamu gak paham. "


" Aku cuma gak mau kamu terus di salah pahami ibunya. seperti katamu, dia terus mengirim kan Chat untuk mejauh darinya. kamu paham keperdulian ku ?? " Timpalnya serius.


" Meskipun ibu terus melukaiku.. apa aku harus memisahkan ayah dari putranya ? aku tidak mau banyu kehilangan sosok ayahnya. aku tidak perduli kalau pun ibu mengirimkan chat 100 kali padaku. aku tidak mampu menolak mas Dennis untuk menemui banyu kesini. "


" Kamu yakin gak akan balik padanya ? kalau begitu kasih aku bukti. "


" Bukti apa ?? "


" Beri kesempatan seseorang untuk mendekati mu. "


" Belum waktunya. aku akan memikirkan nya nanti. "


Dessy hanya diam mendengar ucapan yumna, dia khawatir jika Dennis kembali membuat yumna dalam masalah dengan ibunya.


Sementara itu Dennis mendengar semua ucapan mereka di balik dinding. Dennis kembali ke dalam setelah tau jika kunci mobilnya ketinggalan.

__ADS_1


__ADS_2