
Keesokan harinya, yumna menyelesaikan sesi pemotretan film terbarunya. dia belum sempat menjenguk Juna di sel lagi.
Belum lagi dia ada undangan wawancara di sebuah Tv swasta. Meski sangat sibuk, yumna terus memantau perkembangan dari polisi mengenai pencarian roni.
" Fokus dulu ke urusan kamu na. " Tegur Dessy.
" Iya, tapi kasian juna. berita di media malah terus-terusan nyudutin dia. "
" Abaikan aja, mereka tau apa ? bisanya cuma menilai dan mencaci. "
" Aku juga belum jenguk dia lagi, schedule hari ini penuh banget. "
" Kamu tenang aja, orang tuanya juga pulang ke Jakarta buat ngurusin dia, tadi Raka sama orang tuanya ikut jenguk. mereka akan membantu Juna. "
" Aku bingung, kok apes banget ya si juna. kalo orang itu gak ketemu gimana coba. "
" Yakin aja. Kita semua berdo'a dan usaha kan. "
" Iya.. Alloh gak tidur kok. "
" Ya udah gih kamu di panggil. "
Yumna segera melanjutkan pemotretan dan mengikuti arahan Photograper.
1 Jam berlalu, Dessy pamit untuk menjenguk juna ke kantor polisi. sementara yumna tak bisa ikut menemaninya di karena kan pekerjaan hari ini tak bisa di tinggal kan.
Saat sesi wawancara break iklan, Yumna mendapatkan pesan dari dennis. Awalnya ia tak ingin membaca pesan darinya, namun karena dennis terus mengirimkan pesan berkali-kali, dia merasa jengkel.
" Aku bisa bantu mencari orang itu dengan hitungan menit. datang jika kamu perlu bantuanku. tapi, sebelum kamu datang.. ada harga yang harus kamu tebus. " Tulis chat dennis.
" Kamu pikir aku butuh bantuan mu ? seenaknya saja. " Omel yumna lalu segera menghapus pesan.
Saat yumna menaruh hp ke tas, Tiba-tiba dia melihat Dessy sudah balik dari kantor polisi.
Matanya sembap seperti sudah menangis, Yumna beranjak dari duduknya dan menghampiri sang manajer.
" Ada apa ? " Tanya nya khawatir.
" Nanti kita bahas di rumah. kamu selesai kan dulu. disini banyak orang. "
" Apa sih, aku gak tenang deh kalo kayak gini. gak bakalan fokus kerja liat wajah kamu yang semrawut gini. "
" Juna di bawa ke klinik karena di keroyok napi di sel. Kondisi nya sangat memprihatinkan.. aku gak tega sama dia Na. " Ujarnya pelan sembari berkaca-kaca.
" Ya ampun. kenapa bisa di keroyok sih ?? "
" Aku juga gak tau, polisi belum kasih aku jenguk. Yumna, aku ingin cari si roni ke Amerika.. aku gak bisa diam di sini menunggu kabar dari polisi. "
__ADS_1
" Kamu mau nyari kemana ? Amerika itu luas lho. biarin polisi melakukan tugasnya. "
" Na, polisi itu banyak urusannya. jadi mereka tidak terlalu mengutamakan kasus juna. kita gak bisa kayak gini terus. "
" Ini kan baru 1 hari, kuncinya kita sabar dan berdoa . "
" Aku tau, tapi aku gak bisa liat dia terus menunggu kepastian. kamu bolehin aku kan buat pergi ke Amerika ? "
" Bukan itu masalahnya. Kamu mau nyari kemana, sedangkan kita tidak punya jejak apapun soal orang itu. "
" Selama kita berusaha, pasti ada jalannya. "
Tiba-tiba yumna di panggil seseorang untuk kembali wawancara.
" Kamu tunggu aku ya. "
Dessy mengangguk dan keluar dari lokasi, Dia mencoba berpikir untuk mencari ide lain.
" Aku harus apa ya Alloh, beri aku petunjuk. " Gumamnya sembari menatap layar ponsel.
20 menit berlalu, yumna memutuskan untuk menjenguk juna di klinik kantor polisi bersama Dessy.
Saat tiba mereka mendapati juna sedang tersenyum dengan wajah yang babak belur.
" Mbak !! " sapanya.
" Apa yang kamu lakukan sampai di hajar habis-habisan kayak gini ? " Tanyanya cemas.
" Gak papa gimana coba, muka kamu ancur juna. "
" Serius gak papa mbak. gak usah khawatir.. "
" Terus sekarang gimana, kenapa polisi belum kasih info soal si roni itu ?? "
" Ya elah mbak baru semalem aku di sel, masa polisi udah dapetin tuh orang aja. polisi butuh waktu 1 sampai 3 bulan buat nyari orang. "
" Terus kamu mau menetap dengan ikhlas disini selama itu ? baru satu hari di sel sudah habis-habisan di pukuli. apa jadinya kalo stay sampe 3 bulan ?? " cecar Dessy kesal.
" Paling tinggal nama hahhaa !!!! " Timpal juna spontan membuat Dessy menamparnya dengan keras.
" Plakkkk !!!! "
" Apa ini waktu nya untuk bercanda ? apa kamu happy melihat kami semua khawatir. kenapa kamu sesantai ini padahal kamu belum tentu bisa keluar dari sini. lalu bagaimana dengan masa depanmu ?? karir hancur, apa yang tersisa. "
" Aktris mu bukan hanya aku. mbak yumna bekerja setiap hari. bayaran nya pun 50 % lebih besar dariku. jadi jangan takut miskin. "
" Apa di matamu aku hanya perduli uangmu ? "
__ADS_1
" Dess, jaga emosimu. kenapa kamu bicara kayak gitu sama juna. "
" Seperti yang kamu dengar, bisa-bisanya tertawa padahal apa yang dia hadapi ini sedang menghancurkan seluruh hidupnya. dia sudah dewasa, tapi apa dia punya otak ? "
" Dess.. cukup ! kamu tunggu di luar. aku mau ngomong sama juna. "
Dessy langsung pergi tanpa menoleh lagi pada juna.
" Maafin dia ya jun, sebenarnya dia sangat care sama kamu. tapi kamu malah pecicilan kayak gitu. dia stres banget sama masalah kamu.. dia gak mau kamu mendapatkan tuduhan ini dengan waktu yang lama. "
" Santai aja mbak. aku paham dia kok. "
" Terus coba cerita sama mbak kenapa kamu bisa di pukuli kayak gini. "
" Hehe. "
" Juna !! "
" Sepele mbak, mereka minta di pijitin satu-satu sama aku. aku mana bisa ? mentang-mentang aku baru , langsung di tindas. "
" Ya Alloh. jadi karena kamu gak mau, ini hasilnya. "
" Iya. tapi mbak gak usah khawatir, aku ga papa. sumpah !!! " Ujarnya tersenyum agar yumna tak sedih.
" Bocah ini. kalo tidak punya kekuatan, menurut saja. sayang kan wajahmu yang tampan nyaris hilang begini. "
Juna tertawa lepas mendengar ucapan yumna.
Beberapa menit berlalu, Dessy mengantar yumna pulang. Setibanya di rumah " Kamu gak masuk dulu des ? "
" Gak deh Na. aku langsung aja. "
" Jangan terlalu khawatir sama dia. kamu juga jangan terlalu galak sama juna. "
Dessy hanya diam mendengar yumna bicara " Kamu suka dia ?? makanya kamu emosional kayak gini . " lontarnya membuat Dessy melotot.
" Apa sih Na ?? kalo ngomong . " cecarnya tak terima.
" Oh jadi kamu belum menyadari, Yang aku tangkap sih kamu emang ada rasa sama juna. terima gak terima itu kenyataan nya. "
" Yumna !! "
" Kita kenal bukan baru kemarin sore, kalo masih mau menyangkal silahkan. "
" Gila kamu ya, bisa-bisanya mikir kayak gitu. "
" Oke, aku turun dulu. semoga kamu sadar ya. " Tutur yumna kemudian keluar dari mobil.
__ADS_1
Dessy langsung tancab gas dan pergi.
Yumna hanya menghela nafas melihat kelakuan manajernya. " Hari ini melelahkan. "