
Yumna keluar dari rumah ibu tanpa pamit, dia segera menghubungi pak danang untuk menjemput nya.
30 menit kemudian, yumna meminta pak danang untuk mengantarnya ke makam nenek.
Dia jadi ingat nenek setelah mendengar perdebatan denis dan ayahnya.
" Pak danang tunggu disini saja. " pinta yumna.
" Baik non. "
Yumna segera berjalan menyusuri area makam seorang diri.
Saat ia hampir sampai, yumna melihat denis sedang menabur bunga di makam nenek.
Wajahnya yang sedang sedih nampak begitu jelas. Yumna menghentikan langkah nya untuk kembali maju.
Dengan cepat dia memutar langkah kakinya segera meninggalkan area tersebut.
Namun saat denis melihat yumna, Dia buru-buru berdiri dan berlari padanya.
" Yumna . " Panggil nya tak sabar.
Yumna menghela nafas karena dia terlihat oleh nya. namun dia terus berjalan tanpa menoleh lagi, dia takut melihat kesedihan di wajah mantan suami nya.
" Yumna. " panggil nya lagi sembari menarik tangan.
" Kenapa mas ? " Tanyanya tak melihat wajah denis.
" Kamu disini ? kamu kangen sama nenek ya ? "
" Iya. "
" Lalu kenapa kamu balik lagi begitu melihatku di sana. "
" Aku tidak mau mengganggu mu, nanti aku datang lagi saat kamu selesai. "
" Ayo kita sama-sama tengok nenek." Katanya penuh tatapan.
" Tidak usah. kamu kembali saja. aku mau menunggu kamu hingga selesai. "
" Sayang.. apa kamu begitu tidak mau melihat ku ? apa aku sangat menjijikkan ?? jangan hukum aku dengan kebencian ini.. aku tidak punya siapa pun. " Ujarnya kecewa
" Kalau begitu ayo kita berteman saja. aku tidak ingin ini semakin berlarut mas. "
" Teman ? "
" Jangan terluka gara-gara aku. hidup masih panjang. "
Denis menghela nafas mendengar permintaan darinya. " Tidak ada mantan yang menjadi teman yumna. " Katanya mengalihkan pandangan.
Sekali lagi denis menarik pandangan nya dari yumna, ia sadar bersikap tulus dan bersedih tidak akan menghasilkan apapun .
" Aku tidak mau. " Katanya lalu segera berjalan meninggalkan .
Yumna tak ingin memperpanjang pembicaraan . dia segera kembali menuju ke makam nenek dengan bunga di tangannya.
Sementara itu denis mengusir pak danang di parkiran untuk pulang .
" Nona minta saya menunggu disini tuan. " kata pak danang.
" Aku akan mengantarnya, tidak usah khawatir. pak danang pulang saja. "
" Tidak tuan, saya tidak berani. nona pasti akan marah kalau tau saya pergi. "
" Yumna itu bukan majikan pak danang. pak danang lupa kenapa sekarang berada di rumah Yumna ? " Tegurnya tak habis pikir.
" Tuan tolong biarkan saya disini. saya tidak mungkin membiarkan nona bersama anda. non Dessy juga akan sangat marah pada saya. "
" Dessy ? dia itu bukan siapa-siapa, kenapa harus takut padanya. "
" Tapi tuan. "
" Ini adalah kesempatan ku untuk berdua dengan yumna. jadi jangan mempersulit ku. bisa kan ?? "
" Tuan, nona sudah banyak membantu saya. biarkan saya membantu nona, nona akan kebingungan nanti kalo saya tinggal. terlebih saya yakin kalau nona pasti akan menolak tuan. " Katanya beralasan.
" Apa ? jadi sekarang pak danang mencoba untuk tidak taat perintah ku ? "
" Bukan begitu tuan. "
__ADS_1
" Pergilah atau saya tidak akan memiliki kesabaran untuk mengatakan yang sebenarnya pada yumna. pak danang jangan memaksa saya bisa kan ? "
" Tuan. "
" Sanggup tidak jika nanti yumna mengetahui semuanya ? kalau saya sih udah biasa di benci yumna. " Tuturnya berusaha menakuti.
Pak danang merasa terpojok dengan ucapan denis , dia memutuskan untuk pergi seperti kemauan denis.
" Saya harus beri alasan apa pada nona ? "
" Bilang saja ada urusan keluarga. "
" Tuan. "
Pak danang pun segera pergi dengan terpaksa, sementara denis kesal dengan sikap pak danang yang selalu membantahnya.
20 menit berlalu Yumna selesai ziarah ke makam nenek . Dia menuju area parkiran, dengan segera denis menghampiri nya yang sedang celingukan mencari mobil.
" Sayang. " Sapanya mengagetkan.
" Kamu belum pulang mas ? "
" Belum, aku lagi nunggu kamu. "
" Mau apa ? oya kemana pak danang ? tadi aku beliau parkir disini . "
" Pak danang udah pulang. katanya ada urusan mendadak. jadi aku inisiatif buat antar kamu pulang. "
" O gitu. gak usah mas.. aku mau pesan taxi aja. kamu duluan saja. " tolak nya halus.
" Kenapa, aku bisa antar kamu kok. "
" Ga usah , aku mau jalan ke depan kan jalan raya . pasti aku dapat taxi. " Katanya terburu-buru ingin menghindari.
Denis tak mau melepaskan nya begitu saja.
" Sayang kenapa sih kamu tolak aku terus ? maksud aku kan baik pengen antar kamu . "
Yumna semakin mempercepat langkah kakinya, dia tak lagi menjawab ucapan denis.
Saat mereka saling beradu argumen, Tiba-tiba candra datang dengan mobilnya.
Tanpa keberatan candra segera pergi ke sana dengan cepat.
" Yumna . " Panggil candra keluar dari mobil.
" Mas. kamu disini ?? "
" Iya, kebetulan sekali. kamu mau pulang ? ayo aku antar. " ajak candra menatap denis amat sinis.
" Gak usah, yumna biar ku antar. " kata denis memegangi tangan yumna.
" Mas denis, aku ada urusan sama mas candra. jadi lebih baik aku bareng dia aja. "
" Kamu jangan melibatkan dia, kamu tidak mau kan kalo dia menemui kesulitan. " Bisik denis penuh dengan ancaman.
Yumna menghela nafas yang dalam mendengar ucapan darinya, meski tak terdengar oleh candra. candra tau benar jika denis sedang mengancam yumna.
" Apapun yang dia katakan, tolong jangan di dengar kan ." Kata candra gemas.
Merasa dia sudah keterlaluan, Denis mulai maju satu langkah padanya " Apa tujuan mu ? kalau kamu ingin mendekati yumna. aku beri saran mundur saja. "
" Kenapa anda takut ? " tantang candra.
" Mas sudah, aku akan menumpang mobil mas denis. kami perlu bicara berdua. " Kata yumna lalu segera pergi ke mobil denis.
" Saya peringatkan, jangan terlalu jauh berharap padanya. saya pastikan anda tidak akan dapat apapun. " ujarnya pada candra lalu pergi ke mobilnya.
Candra tidak habis pikir mengapa yumna memilih pulang bersama denis yang jelas-jelas jahat padanya .
Denis masuk mobil dan segera mengemudi " Berhenti mengancam ku ini dan itu. kamu harus tau batasan. " ujar yumna amat muak.
" Kamu takut ? "
" Mas, kamu capek gak sih ? "
" Capek sih. tapi kamu juga tidak kunjung mau terima. "
" Kamu pikir sebulan ini aku menguatkan diri untuk tidak bertemu banyu kenapa ?? karena aku memang tidak mau kita lagi. "
__ADS_1
" Terserah, telinga ku sudah kebal dengan kata-katamu . "
" Apa kamu perlu bukti ? bilang sama aku , aku harus apa supaya kamu percaya ?? "
" Percaya apa ?! "
" Kalau aku udah gak cinta sama kamu, aku udah gak mau sama kamu !!!! "
Denis menarik rem dengan mendadak setelah mendengar ucapan yumna .
" Katakan lebih meyakinkan. matamu mengatakan lain. "
" Banyu adalah hidupku, tapi karena kamu memberiku syarat untuk menemui nya, aku memilih untuk tidak bertemu banyu . kamu pikir apa ? itu karena perasaan ku sudah tidak ada buat kamu. "
Saat mereka saling bertatapan, seseorang mengetuk kaca mobil dari luar.
Juna datang bersama orang-orang suruhannya untuk memberi Denis pelajaran. Setelah candra tidak berhasil membawa yumna, dia segera menelepon juna tadi
" Keluar. " Kata juna tak sabar.
Denis segera keluar tak gentar mengahadapi.
" Mau apa lo. " Katanya saat keluar.
Anak buah juna segera mengeroyok Denis setelah juna memberi kode pada mereka.
Meski Denis melawan, dia tidak bisa melawan 5 orang sekaligus sendirian. Sementara itu yumna keluar dari mobil dan berusaha menghentikan perkelahian.
Namun juna segera memegangi tangan yumna sembari menyaksikan tontonan yang sudah lama dia tunggu-tunggu.
" Juna, hentikan gak ?? "
" Sekali-kali dia harus di hajar mbak, biar gak kurang ajar. " Katanya sembari tertawa.
" Brakkkk bruuugggghhh... " Pukulan demi pukulan mendarat di perut dan wajah denis.
" Habisin. "
Denis sudah tak bisa lagi melawan, dia terus teringat ucapan yumna tadi di mobil. dia hanya memandangi yumna yang terus berontak pada juna.
" Sudah. cukup.. " Suruh juna puas mendapati Denis terkulai lemah di tanah.
Sementara yumna tak tega padanya, namun juna tak membiarkan yumna untuk membantunya.
" Ayo kita pulang. " Kata juna menarik yumna.
" Lepaskan. plakkk !!! " Tamparan itu mendarat di pipi juna.
" Jangan keterlaluan. "
" Dia atau aku yang keterlaluan ? dia ancam mbak habis-habisan. aku udah muak sama dia. kenapa sekarang Mbak terus membelanya. " Teriak juna tidak terima.
" Apa mbak pernah meminta bantuanmu ? sesakit apapun mbak sudah telan sendiri. kamu tidak perlu ikut campur, apalagi membayar preman untuk menyerang. kamu tau kamu bisa kena masalah ?? mbak udah peringatkan untuk tidak berurusan dengan mas Denis ?? "
" Mbak, aku hanya kesal padanya memperlakukan mbak kayak gini. dia gak bisa melakukan apapun semaunya . mbak berhak punya pilihan sendiri. " Katanya berkaca-kaca.
" Apapun itu jalan keluar nya bukan kekerasan. apa bedanya kamu sama mas Denis ? sekarang kamu pulang dan biarin mbak. "
Yumna berjalan menolong Denis yang sudah tersungkur penuh luka di tanah namun masih sadar dan mendengar dengan jelas.
Yumna membopong nya ke mobil dan melebarkan jok mobil agar Denis bisa menyenderkan kepala nya.
Melihat hal itu, juna sangat marah dan membanting pintu mobil lalu segera pergi.
" Kenapa masih memperdulikan ku padahal 15 menit yang lalu kamu bilang sudah tidak mencintai ku ? " Katanya menahan rasa sakit.
" Menolong seseorang bukan berarti masih cinta. jangan terus salah paham dengan sikap ku. Sakit kan terus di tonjok orang, kamu masih gak mau berhenti ? " Katanya sembari mengoleskan salep di wajah denis.
" Rasa sakit nya kalah parah dengan hatiku. luka di wajahku tidak seberapa, esok lusa pun pasti sembuh, tapi hati dan perasaan ku ? mereka berdua tidak sembuh meski memakan waktu 10 tahun. kalaupun aku menangis, itu bukan karena luka di wajahku yumna. tapi, seluruh hatiku sudah tidak tertolong lagi." Katanya membuat yumna berderai air mata.
" Kalau kamu sungguh mencintai ku,maka buktikan. lepaskan aku mas.. biarkan aku dengan pilihan ku, cinta itu bukan sekedar pengorbanan atau rasa sakit, tapi pembuktian. aku perlu bukti mu. "
" Jadi kamu ingin aku membuktikan dengan melepaskan ?? apa sebesar itu kesungguhan mu untuk membuangku ? kamu tidak perlu aku dan banyu ? "
Yumna tak sanggup melihat wajah denis yang semakin sedih " Baik. akan ku buktikan, akan ku penuhi. aku tidak percaya kalo kamu sungguh tidak ingin memperjuangkan banyu . apa yang salah dariku , sampai sejauh ini kamu tidak menginginkan aku ? "
" Lukamu sudah selesai aku obati, aku akan mengantar mu pulang. " Katanya segera menyetir tak sanggup melihat wajah denis lagi.
Denis hanya terdiam penuh kebingungan, dia merasa tak percaya segitunya yumna tak ingin kembali padanya. bahkan taruhannya adalah dia tidak akan bisa bertemu banyu seumur hidupnya.
__ADS_1