
Diki lalu shalat dan menangis sedih memohon kepada sang Pencipta, kepada Allah memohon untuk Yumna , kebaikan, kesadaran Yumna.
Di ruangan Yumna ... di saat tim dokter sudah berdiskusi sama keluarga bahwa proses SC harus segera di lakukan dan tiba tiba jemari Yumna bergerak pelan dan perlahan cepat.
dokter... pasien ada respon .... kata perawat memanggil dokter Putra dan rekannya.
lakukan pemantauan segera ... kata dokter Putra segera melakukan pemeriksaan.
baaanggg.... abanggg.... rintih Yumna pelan
Dan berkali kali Yumna memanggil Abang dan abang yang di maksud adalah Diki.
Na.... Yumna.... ayoo bangun... panggil Putra pelam sambil memegang jemari Yumna.
Baaannggg..... Abanggg......bangggg.... rintih Yumna pelan tapi sering menyebut nama ini.
Sementar di luat ruangan kedua orang tua Putra melihat aktifitas yang tidak biasa masuk ke ruangan Yumna.
" maaf suster ada apa ya kenapa rame sekali di ruangan anak kami ?" tanya Papi kepada suster yang lewat.
" ada pasien koma dan sekarang sadar " jawab suster buru buru.
Papi heran dan bertanya dalam hati kata kata suster tersebut.
Pasien koma ?? dan sekarang sadar ? di ICU hanya Yumna pasien yang koma .. kata Papi dalam hati dan bertanya tanya
__ADS_1
Cukup lama Papi termenung sendiri dalam kebingungannya hingga tanpa sadar Diki sudah berada di sebelah Papi.
" sejak kapan Diki di sini ? kok Om gak tau... " tanya Papi tersadar.
" barusan kok Om " jawab Diki pelan.
Saat mereka ngobrol tiba tiba suster membuka pintu ruangan dan memanggil nama Diki.
tuan Diki apakah ada disini yang bernama tuan Diki ? ... panggil Suster tersebut
ssaaaayaaa Diki jawab Diki pelan.
Silahkan ikut saya tuan , pasien memanggil anda kata Suster
Diki mendekati Yumna pelan , tanpa terasa air mata Diki keluar mendekati Yumna yang terpasang peralatan medis.
Baaaaanngggg..... kata Yumna merintih pelan
yaaaa dek... abang di sini... kata Diki pelan mendekati Yumna dan memberikan senyum terbaik ke Yumna mencoba menahan air matanya keluar.
jangan tinggalinnn adekkk .. kata Yumna pelan
Diki hanya membalas dengan anggukan dan senyuman sambil menahab air matanya tidak keluar.
Dari kejauhan ternyata Putra diam diam memperhatikan Yumna dan Diki , terlihat dekat dan sangat dekat seperti sepasang kekasih dan jujur ada rasa cemburu di hati Putra melihat kedekatan mereka berdua.
__ADS_1
...----------------...
💙💙💙💙
Beberapa jam setelah Yumna sadar , keadaan Yumna benar benar di pantau Putra
Alhamdulillah bayi Yumna lahir laki laki yang sehat dengan BB 2150 kg / PB 48 cm dan sehat, menangis kuat.
Tetapi karena BB bayi Yumna lahir dengan berat badan kurang dari normal sesuai ketentuannya yaitu minimal 2500 gram maka bayi Yumna harus masuk.ke ruang Perinatal Care.
Baby boy ini masuk ke dalam ruangan yang namanya Inkubator karena harus menyesuaikan dengan suhu seperti di dalam perut ibundanya tapi Baby Boy selalu menangis kuat berbeda dengan baby sebelahnya.
Setelah melahirkan , kondisi Yumna semakin drop dan kritis dan masih dalam pemantauan dokter banyak.
"maaf bayi nyonya Yumna siapa yang akan mengadzani ?" tanya perawat di ruang persalinan beberapa menit setelah bayi lahir.
Di ruangan itu ada orang tua Putra, Putra dan Diki dan mereka pun saling menatap satu sama lain, cukup lama mereka terdiam hingga akhirnya....
" saya !!! saya yang akan mengadzaninya karena ini adalah putra saya !!" kata Putra dengan lantang dan keras
" hhh maaf ini putra dokter Putra ???" tanya perawat sedikit kaget mendengarnya.
Putra lalu melepas sarung tangannya dan mendekati bayi mereka lalu mengadzani putranya di telinganya bayi.
Seluruh isi ruangan kaget nelihat pemandangan ini termasuk perawat yang jaga malam ini karena setahu mereka dokter mereka belum menikah dan Putra termasuk idola para perawat putri yang jomblo dengan sifat cool Putra membuatnya semakin di sukai para perawat putri di Rumah Sakif tersebut.
__ADS_1