YUMNA

YUMNA
Episode 175


__ADS_3

Pagi itu Yumna menyiapkan kopi untuk suaminya .


” Nih kopi nya .. ”


” Makasih . kita jalan yuk . Mumpung lagi libur .. ” Ajak Dennis .


” Mau kemana Mas ? Kamu gak capek apa .. Kalo libur mesti nya kamu istirahat . Besok kamu kembali ngantor . ”


” Iya sih . Tapi gak apa-apa lah .. Kita jalan sebentar . ”


" Aku lagi gak mood . ”


" Kenapa ? Mikirin Dessy ? ”


" Enggak . Ini Mas tadi jam 2 pagi aku kebangun haus , Pengen minum . Air di kamar kita kosong .. Terus aku pergi ke dapur , Waktu aku ambil minum .. Aku liat Natan lagi duduk di taman belakang . Terus aku samperin .. Aku tanya dia lagi ngapain malem-malem gini . Kamu tau gak sih Mas , Wajah Natan tuh bikin aku khawatir . Dia bilang , Dia mimpi Sinta menjerit minta tolong . Mas ... Aku pernah cerita kan sama kamu , Aku juga pernah mimpi Sinta minta tolong ? Bukan cuman aku doang , Bibi juga mimpi kayak gitu . kalo ini cuman kebetulan gak mungkin sampe kita bertiga mengalami mimpi itu . Aku jadi parno tau Mas . ” Lontarnya .


" Itu lagi .. kamu punya nomer Sinta . Tinggal telepon aja . ”


" Udah Mas . Tapi dia bilang dia sehat . ”


" Kamu , Bibi , Dan Natan terlalu merindukan dia , Makanya kalian jadi parno gini . Percaya deh dia gak apa-apa . ”


" Ya semoga aja kayak gitu ya Mas . ”


" Emang kamu pikir si Kenan berani ngelukai Perempuan yang dia cintai ? Enggak lah sayang . .”


” Ya . Kenan sangat cinta ya Mas sama dia . Yang bikin aku heran .. Kenapa Hp yang aku kirim rusak . Hasilnya malah bikin aku gak bisa Videocall kan . ”


" Masa sampe sekarang Hp dia gak bisa Videocall ? Emang suaminya gak nge beliin apa ? ”


" Tau deh . Kenan gak punya duit kali . ”


" Hahaha . Kamu lucu deh . ”


” Kenapa lucu ? ”


” Ya kali dia gak punya duit . Udah sayang kamu itu lagi hamil . Gak boleh banyak pikiran , jangan mikirin Sinta , Dessy , Nadia , Atau semua orang lain yang bermasalah deh . Mereka itu sudah pada dewasa .. Aku gak mau ya bayiku kenapa-kenapa . ” Pinta Dennis agak mengancam seperti biasa .


Yumna mulai tersenyum , Dia sadar jika suaminya amat perduli padanya .


Hampir setiap hari mereka bertengkar dan bertentangan hanya karena Yumna agak Naif .


Menurut Dennis , Dia tidak perlu bersikap berlebihan kepada semua orang hanya karena dirinya baik .


Seringkali seseorang selalu memanfaatkan kebaikan seseorang , Itu menurut Dennis .


Pria yang selalu komplain karena hal-hal sepele itu kini semakin gencar mengingat kan istrinya untuk lebih memikirkan dirinya sendiri ketimbang ikut pusing dengan semua permasalahan temannya yang cukup melelahkan .

__ADS_1


Sementara Yumna , Dia tetap perempuan yang berhati emas . Dia mencemaskan keadaan semua orang . Meskipun kadang dia bersikap agak keras dan realistis , Tapi tidak membuatnya melepaskan tangan dan pelukan buat mereka .


Contohnya seperti Dessy , Dia kesal dan sebal padanya . Tapi masih saja ingin perduli .


Padahal Dennis tidak terlalu besar ikut andil untuk membantu temannya itu . meskipun dia memberikan izin untuk apartemen , Itu hanya keterpaksaan baginya . Dia tidak ingin melihat perempuan lain tinggal atau menetap di rumahnya yang telah dia bangun khusus untuk wanita yang kini menjadi istri .


Dennis juga agak tak perduli jika Dessy tak punya uang , Lain dengan istrinya yang sanggup memberinya uang .


Padahal dengan susah payah dia menyimpan uang , Tapi melihat Dessy terpuruk habis-habisan , Jiwanya tak tenang . Dia gelisah hanya karena seseorang mengalami kesulitan .. Bayangkan jika dia punya teman lebih dari 20 .. Mungkin Dennis akan kelimpungan .


Ya Yumna tetaplah Yumna .. Meski keras kepala bagi suaminya .. Dia tetap nomer 1 di hatinya .


” Mas Di kantor kamu gak ada lowongan pekerjaan ? Dessy harus kerja kasian dia . ” Ujar istrinya .


Dennis kembali mendengus mendengar ucapan istrinya yang saban hari ngurusin Dessy, Dessy dan Dessy .


” Cewek kayak dia mau kerja apa ? Dia itu desain interior . Mau kerja di kantor aku bagian apa coba ? Dia kan kerja sendiri .. dia sanggup membiayai dirinya . Dia pergi ke luar negeri kemarin . ”


" Sayang , sekarang dia pengangguran . Ya bagian apa kek . Kamu gak ada hati yang tergerak mau tolong temanmu . Dia temanmu lho mas bukan temen ku .. kamu mesti ingat itu ya .. Camkan . Heran.. acuh banget deh . ”


" Tuh kamu sukanya gitu . Selalu sibuk ngurusin hidup orang . Sayang , Tuhan kasih semua orang pikiran dan otak .. Masa iya aku mesti mikirin orang lain . ”


" Jangan salah ya , Maksud aku .. Kita kan mampu untuk membantu kenapa enggak kita coba . Kenapa kamu begitu berat membantu sesama padahal kamu punya segalanya . ”


" Segalanya apa ? ”


" Kita bahas nanti ya say . Please kita ngomongin tentang kita aja yuk .. Aku enggak mau bahas mereka dan masalah mereka Mulu . Kerjaan aku di kantor banyak , Masa aku libur di suruh ikut pusing dengan masalah orang lain . ”


" Bukan gitu Masku sayang .. Dessy harus punya uang untuk bertahan hidup . ”


" Iya nanti aku pikirin . ”


Istrinya tersenyum mendengar jawaban dari nya .


” Manisnya . ” Lontar Dennis lagi .


” Aku jadi rindu Nenek . Aku ingat waktu almarhum berupaya melunakkan hatiku saat aku membenci Jihan.”


" Aku juga . Nenek adalah pahlawanku .. Dia tau hatiku dan selalu ada di pihak ku . ”


” Kalo waktu dapat di putar kembali Mas .. Ketika nenek masih dengan kita .. Aku mau dengar dia dan berhenti bertengkar . Setiap hari dia meracuni pikiran ku dan menjelek-jelekkan pacarku Raka . Ibu selalu mengingatkan nya agar nenek berhenti berbuat onar . Ibu selalu jadi penengah di antara kami . Tidak perduli berapa kali kami bertengkar dalam 1 hari , Namun hidup terasa bahagia . Aku benci sekali dengar ocehan nenek .. Dia suka sekali membandingkan kamu dengan Raka . Setiap aku mau pergi untuk makan atau nonton .. Dia selalu berupaya menghancurkan niat kami untuk pergi . Tapi pacarku sangat memahami perilaku nenek .. Saat Raka datang menjemput , Nenek selalu memasang wajah judes . Dia bahkan tidak mempersilahkan Raka masuk atau memberinya teh . ”


" Sayang . ”


” Sebenarnya apa yang udah kamu kasih pada nenek ? Kenapa dia begitu menyukaimu ?? ”


" Hatiku yang tulus . Nenek tau itu . ”

__ADS_1


" Raka juga tulus Mas . Dia menerima ku meski aku bukan apa-apa . . ”


” Lalu aku ? Apa perasaanku dari dulu bersyarat ?? Jauh sebelum Raka , Aku menerimamu dengan seluruh hatiku . ”


" Kan kita jadi bahas masa lalu yang membuat aku merasa sudah terlalu melukaimu . padahal apa yang kamu lakukan udah sebanding dengan luka saat kamu tidak mempercayai ku . Aditya .. Kamu tuduh aku sama dia . Itu amat menyakitkan sayang . ”


” Iya itu 1 kesalahan aku . ” Jawabnya lemas .


” Satu ? Salah kamu banyak sayang .. ”


" Sayang .. Ah kamu ..”


" Hehehe .. kok sekarang kamu gak marah sih kalo aku bahas Raka ?? ”


" Ngapain ? Rugi .. Masa lalu ini .. ”


” Udah yakin ya .. ”


" Tentang ?? ”


” Kalo aku udah move on . ”


” Iyalah .. Masa curiga terus . Lagian rugi banget masa pria kayak aku di sia-siakan sih sayang . ”


” Iya sih . Tapi waktu di sekolah dulu .. Banyak deh yang suka kamu . ”


” Gak ada deh perasaan . ”


” Beuh .. Masa kamu gak tau . Habis kamu jutek banget sih Mas .. Muka di tekuk Mulu gak ada senyum-senyumnya heran . Kan perempuan jadi gak ada yang berani . ”


" Gimana gak di tekuk Mulu , Kamu gak pernah mikirin perasaan ku . ”


” Ku rugi banget , Cewek-cewek di sekolah kita kan dulu cantik-cantik ..”


" Apasih . Gak usah mulai . ”


” Kalo bucin kira-kira dong Mas .. Jangan gila . ”


” Ni orang minta di cium sampe gak di kasih Nafas apa ya ..”


” Aku tuh seneng aja kalo mojokkin kamu soal itu hehehe ..”


" Buset .. Hobi ya . Seneng ?? ”


” Abis aku gak ada kerjaan selain ngeledekin kamu soal kita dulu . ”


" Gak apa-apa lanjutkan .. yang penting bumil seneng . ”

__ADS_1


Yumna cekikikan mendengar suaminya yang sudah pasrah .


__ADS_2