
Dessy pergi menemui dennis di kantor seorang diri. Dia tidak bisa tinggal diam dengan apa yang dennis lakukan pada yumna.
" Jaga sikap mu. " Lontarnya menatap tajam.
" Kenapa ? Apa dia masih menangis ?? "
" Dia sudah bukan siapa-siapa kamu lagi, kita bisa lho laporkan ini ke polisi. " Ancam Dessy serius.
" Laporin aja. aku gak takut. kalian pikir bisa melawanku ?? "
" Yumna sudah mendapatkan banyak kesulitan, Jadi tolong jangan kamu tambah lagi penderitaan nya. "
"Jangan berbicara seolah aku ini tersangka , aku juga sama seperti yumna. aku korban.. jadi apa salahnya kalo aku ingin memperbaiki semuanya ?? "
" Perbaiki apa ? kamu tau bagaimana yumna kan, dia tidak mungkin balik sama kamu. "
" Kenapa engga. sekarang dia masih kesal dengan ibuku. perlahan pasti akan membaik. "
" Terserah, Aku peringatkan.. jauhi dia, kalo engga kamu akan menyesal. "
" Menyesal ? siapa kamu sampai bicara seperti ini? sepertinya kamu lupa siapa yang pernah menolongmu dalam kesusahan waktu dulu ? kacang lupa kulitnya, pribahasa itu cocok untuk mu. Jangan datang untuk mendapatkan kesulitan. aku bisa melakukan apapun padamu. perlu kamu ingat yumna akan tetap menjadi milikku. "
" Sikap mu memang selalu seperti ini. baik, lakukan apa pun yang kamu mau. tapi ingat satu hal yumna adalah wanita yang cukup keras kepala, tidak mudah bagimu mendapatkan nya kembali. "
" Aku tau. terimakasih sudah mengingat kan. kamu boleh pergi, karena aku punya banyak pekerjaan . " Usirnya halus.
Dessy mendengus lumayan kesal sembari beranjak dan menarik tas segera berjalan menuju pintu.
" Dasar menyebalkan. " Gerutunya sembari memakai kacamata hitam .
1 Jam berlalu Dessy mengumpulkan bodyguard " Poto pria ini , ingat wajahnya Baik-baik, Kalian tidak boleh membiarkan dia menemui yumna. dia berbahaya. " Pinta Dessy kepada mereka.
" Baik non. " Jawab singkat salah satu dari mereka.
" Kalian boleh tunggu di luar. "
Dessy segera menaiki anak tangga menemui yumna yang sedang menimang banyu setelah sarapan .
" Morning. bagaimana keadaan mu ?? " Tanya Dessy segera duduk di sofa.
" Lumayan. "
" Kamu gak usah khawatir , Aku udah siapkan 2 bodyguard yang badannya besar dan jago bela diri. setelah ini dennis tidak akan menemui atau menyentuhmu lagi. "
" Thanks ya des. kalo gak ada kamu, aku gak tau deh. "
" Kamu kan artisku, sumber uangku. akan ku jaga semua kenyamanan mu. "
Yumna mendelik mendengar ocehan Dessy " Apa masih sakit ?? " Tanya Dessy membuat yumna agak bingung.
" Sakit apa ? "
" Bibirmu. aku yakin dia menghabisi mu dengan brutal. " ledek Dessy kembali .
Kedua tanganku juga sakit, Dia sungguh-sungguh melecehkan ku. " Ujarnya penuh dendam .
" Kita bisa membuat dennis di penjara tanpa melibatkan media. aku punya pengacara yang bagus.
" Aku Tau seperti apa dia. dia licin seperti ular . "
" Hmmm.. sebenarnya aku juga kurang yakin soal ini. "
" Kenapa kamu jadi gentar ? "
" Seperti yang kamu bilang, seperti apa pria itu . tadi sebelum aku kesini, aku menemuinya di kantor. aku memperingatkan dia .. bukannya merasa takut, dia malah balik menantang ku. "
__ADS_1
" Apa katanya ?? "
" Dia tidak akan menyerah, Dia tidak takut kalo kita lapor polisi. dengan enaknya dia tersenyum sambil bilang, kalian kira bisa melawanku ?? aku jadi gak percaya diri deh. "
" Engga. kita bisa kok lawan mas dennis. tapi tanpa membawa polisi . "
" Terus gimana ?? "
" Aku belum tau. ".
" Bagaimana kalo kamu mencoba untuk dekat dengan seorang pria ? kamu buat semua media kalo kamu membuka hati untuk pria yang baru. dengan begitu dennis akan kalah telak ?? "
" Aku belum siap membuka hati des. "
" Heuh.. gini aja deh , kita cari orang yang mau pura-pura jadi pacar kamu ?? "
" Itu namanya melakukan kebohongan publik, kalo ketahuan kan hancur karirku. " Timpal yumna.
" Main nya yang cantik dong. banyak kok artis yang buat sensasi demi terus eksis. "
" Aku gak yakin. "
" Kalo kamu gak mau pura-pura, Ya udah beneran aja. banyak kok yang mau sama kamu. kamu tinggal pilih aja. masa gak ada yang kepincut satu pun , mereka semua keren lho Na. "
" Mulai deh kamu des. bukan masalah keren atau engga nya , ini soal perasaan. "
" Kalo kamu kayak gini terus gimana dennis gak berpikir kalo kamu gak bisa move on dari dia, gak ada satu berita pun yang kamu benarkan soal gosip di luaran sana tentang kedekatan kamu dengan pria . "
" Ya emang gak bener, Semua media selalu sangkut pautkan aku sama lawan main ku di film. masa aku bilang iya ?? " Cecarnya tak terima.
" Terus untuk mencegah dennis, kamu mau apa ?? "
" Pikirin kamu aja sana. " Ujarnya lagi.
" Dih, giliran di kasih solusi malah gak mau .. sekarang seenaknya bilang pikirin aku.. kamu tuh mau nya apa sih yumna ."
Suasana hatinya semakin tak karuan setelah dennis tiada henti mengirimkan pesan padanya . Yumna memilih membiarkan ponsel nya di dalam tas yang tiada henti berdering.
" Siapa sih ? Hp mu riweuh banget ? Omel Dessy di samping sembari terlelap.
" Fans. " Jawabnya singkat.
" Fans yang mana yang mengetahui nomor telepon mu ? Semua fans club mu ada di tanganku. kapan kamu menyapa mereka ?? " Ujarnya lagi membuat yumna mendelik .
" Kamu kenapa sih nyebelin banget ?? udah tau aku lagi gak karuan karena mas dennis. kenapa kamu tambah-tambahin. "
" Aku jengkel lah sama kamu. di kasi solusi apapun gak mau. dennis itu berbahaya, kalo kita gak punya strategi. jelas kita bakal kalah. "
" Ya masa kamu mau aku pacaran boongan sih ? gak baik tau bohongin media buat kepentingan pribadi. " Ujar yumna menyentuh hati pak danang yang sedang fokus menyetir sembari mendengarkan percakapan mereka.
" ya Alloh non, saya malu sekali. saya merasa jadi musuh dalam selimut . "
" Terserah. jadi orang itu gak usah terlalu bae. di manfaatin orang tau rasa. " Cecar Dessy.
" Siapa yang mau manfaatin. orang yang dekat dengan ku aja orang baik semua. " Jelas yumna semakin membuat pak danang tak karuan.
" Termasuk aku ya. " Puji Dessy menunjuk diri sendiri.
" Walah, seneng menyanjung diri . "
" Haha emang iya kok. buktinya kamu selalu bilang kalo gak ada kamu des, aku gak tau !! " Sanjungnya.
" Iya iya.. kamu sih T O P B G T. puas ???"
Dessy tersenyum mendengar pujian dari yumna.
__ADS_1
" Ngomong-ngomong bocah itu kapan balik sih. liburan sama kerja banyak liburannya. "
" Biarin deh dia mah. nanti kita sikat kalo balik. "
1 Jam berlalu Yumna sedang mengikuti arahan pak sutradara , Tiba-tiba seorang pria menghampiri Dessy yang sedang duduk bersama crew film tersebut.
" Hai. " Sapa si pria membuat Dessy menganga tak terkontrol.
" Hai " Sapanya balik menjabat tangan si pria.
Tiba-tiba salah satu crew menyapanya amat ramah. " Wah, pak candra ke lokasi? tumben pak ?? "
" Iya. pengen liat langsung proses syutingnya. "
Dessy cukup bingung dengan keramahan crew tersebut, betapa tidak. rupanya dia adalah pemilik rumah produksi sekaligus produser yang menangani film yang di garap yumna sekarang.
" Pak candra ini produser film ini kan ? " Tanya Dessy penasaran.
" Iya. kenalin saya candra. " Ujarnya sembari mengulurkan tangan.
" Dessy. "
" Kalo tidak salah, anda manager Yumna ya ? kalo boleh saya ingin berkenalan dengannya ? "
" Tentu boleh pak. " Timpalnya lagi sembari tak henti tersenyum memandangi pria di hadapannya itu .
" Kalo begitu ayo kita duduk, Sembari menunggu yumna selesai. "
" Boleh pak. "
" Candra aja. jangan ada pake pak.. saya rasa kita seumuran. "
" Jangan pak, kesannya tidak sopan. "
" Engga papa kok des. panggil nama lebih enak. "
" Ah.. Mas saja ya ?? " ujar Dessy bersemangat .
" Boleh. "
Mereka pun duduk berdua di bawah tenda sembari berbincang.
" Ngomong-ngomong, apa saya boleh minta nomor telepon yumna ? "
Dessy tertegun mendengar permintaan candra, tapi dia langsung memberikannya tanpa berbelit-belit tidak seperti yang lain.
" Ini mas. "
" Kenapa langsung berikan ? setau saya, sulit katanya meminta nomor telepon yumna pada managernya. ternyata gak bener ?? "
" Mas candra dengar dari mana ?? "
" Banyak orang yang berspekulasi seperti itu, mereka bilang kalo anda sangat pelit untuk urusan nomor telepon artis mu. "
" Haha.. saya hanya tidak ingin yumna kesulitan dengan beragam chat. dia mempunyai bayi, akan sulit baginya memegangi ponsel apalagi membalas chat dari mereka. "
" Gitu rupanya. tapi thanks ya.. kamu mau memberi nomornya. "
" Santai mas. saya yakin anda tidak akan menyulitkan yumna. "
" Kenapa anda merasa begitu. "
" Aura mas meyakinkan bahwa anda orang baik . "
Percakapan mereka semakin melebar membicarakan yumna.
__ADS_1
Dari jauh yumna memperhatikan jika managernya sedang kegenitan pada pria di sampingnya.