YUMNA

YUMNA
Episode 229


__ADS_3

Keesokan harinya Sinta menemui yumna di rumah.


" Bagaimana kandungan kamu ? "


" Alhamdulillah mbak sehat. mbak apa kabar ? "


" Baik. kamu sendiri ?? aku udah dengar soal natan. mbak seneng dengernya sin ."


" Semoga keputusan aku gak salah ya mbak. "


" Engga dong sin. kamu udah ngambil keputusan yang tepat. "


" Iya mbak. oya aku mau liat banyu dong "


" Oke. yuk ke kamar.." Yumna menaiki tangga menuju kamar banyu.


1 Jam berlalu, Dennis mendapatkan kabar dari pengacara bahwa Rinjani kabur dari lapas.


Hal itu seketika membuat nya agak cemas, dia segera menghubungi natan di rumah.


" Tutup gerbang dan pintu sebaik mungkin. jaga yumna dan bayiku. " Pinta dennis seraya berlari menuju ke mobil.


Berita tersebut juga terdengar oleh ayah dan paman, Mereka segera menghubungi nomer dennis.


Mereka takut jika rinjani datang ke rumah menyakiti yumna lagi seperti dulu.


Sementara yumna tak membawa ponselnya, Dia asik berjibaku dengan sinta dan banyu di kamar.


Sementara natan mengarahkan semua security untuk bersiaga di depan rumah.


Tak butuh waktu lama, Rinjani datang dengan pistol ditangannya. Dia menembak kaca di lantai dua.


Natan langsung segera keluar untuk menyergap jani.


Kegaduhan itu membuat semua orang ketakutan.


Yumna segera memeluk banyu dan mencari tau apa yang telah terjadi lewat sela-sela jendela kamarnya.


" Tolong jangan asal menembak. anda akan di hukum lebih berat dari sebelumnya. " Ujar natan amat Hati-hati.


" Yumna !!! Keluar, Atau aku akan tembak semua orang-orang mu. " Teriak jani diluar gerbang sembari menodongkan pistol kepada natan.


Yumna jelas sangat takut jika ancamannya tak main-main.


Dia segera memberikan banyu kepada sinta dan memintanya untuk tetap berada di atas.


" Mbak mau kemana ? " Tanya sinta panik..


" Aku harus bicara padanya.. aku takut dia nekat lagi. "


" Jangan mbak. bahaya !!! " larang sinta.


" Kalo aku gak temui dia, Natan bisa di tembak. Udah kamu tenang aja.. aku akan coba membujuk. "


Yumna segera menuruni anak tangga dan pergi keluar seorang diri, Sementara itu bibi sibuk menelepon polisi dan mengabari dennis.


" Kamu nyari aku ? " Tanyanya santai menghadapi jani., Sementara natan tampak ketar-ketir karena yumna malah keluar.


" Bagus. buka dong gerbangnya.. aku ini tamu. ' Pinta jani masih dengan posisi menodongkan pistol kepada natan.


" Buka !! " Pinta yumna kepada natan.


".Tapi non .. "


Yumna menganggukkan kepala supaya natan mendengar nya.


Natan membuka kan kunci gerbang dan melihat area sekitar.


" Bagus. Gimana hidup kamu sekarang na ? Lebih bahagia kah setelah aku mendapat hukuman yang berat ? "


" Jangan bertele-tele. apa maksud dari kedatangan mu ini ? " Tanya yumna


" Kamu buru-buru amat sih. kamu udah denger gak kalo ayahku bunuh diri karena bangkrut setelah suamimu tidak mengampuninya. dia tarik semua saham perusahaan ayahku. "

__ADS_1


" Aku gak tau, tapi yang menyebabkan suamiku melakukan itu jelas ada sebabnya . Itu semua karena ulahmu. " Ujarnya.


" Kamu Hati-hati kalo ngomong. kamu gak liat pistol di tanganku ? atau kamu gak percaya ya kalo aku mampu menembak mu ?? "


" Lakukan. tapi jangan salah sasaran.." Pintanya mulai cemas.


Natan tergesa-gesa saat ia hendak menyergap . Dia terus memikirkan cara untuk menghadapi jani.


" Kamu bahagia menikmati semuanya, Rasanya tidak adil untukku. Makanya aku nekat datang untuk memberi mu sedikit keadilan. "


" Harusnya kamu sadar dengan apa yang telah menimpamu. bukannya semakin tidak karuan. "


" Jangan ceramah. kamu tidak tau kepedihan ku selama ini. "


" Harusnya kamu datang pada suamimu. kenapa kamu malah kesini ? "


" Kamu tenang aja, Setelah aku menyelesaikan urusan ku denganmu. aku juga akan datang ke rumah mantan suamiku. "


" Lalu apa ? lakukan apa yang mau kamu lakukan. membunuhku ?? "


" Nona ?? " Lontar natan tidak percaya.


" Kamu minggir Tan. "


Dennis segera tiba di rumah, Dia mendapati istrinya sedang di todong sebuah pistol.


Begitupula dengan ayah , Setelah keluar dari mobil . keduanya segera berlari berupaya menghampiri yumna.


" Kendalikan dirimu. Jani.. jangan gegabah. " Pinta dennis setengah berteriak.


" Wah. akhirnya kamu tiba nis. bagus deh.. kamu ingin menyaksikan kematian istrimu ya. ucapkan selamat tinggal padanya. waktunya tidak lama lagi. ".. Lontar Jani menakuti.


" Hukuman mu akan semakin berat kalo kamu melakukan itu. " ujar ayah dengan nafas ngos-ngosan.


Jani hanya tersenyum mendengar beberapa kata dari mereka.


" Aku tidak perduli dengan sisa hidupku. aku hanya ingin dia tiada, " Ujarnya lagi.


Dennis memberi isyarat agar natan melindungi yumna.


Suara tembakan itu membuat Dennis semakin panik " Ayah !!! " Teriaknya.


Dennis tak memikirkan apapun lagi Dia segera berlari menghampiri ayah yang sedikit lagi tak sadarkan diri.


Jani memalingkan pistol tersebut dan melepaskan satu tembakan lagi.


Dia kembali menembak Dennis di bagian perut.


" Mas Dennis !!! " Teriak yumna.


Natan segera melumpuhkan jani yang sudah tidak terkendali. Kemudian natan merampas pistol dari tangan jani.


" Matilah kalian. " Cecar jani puas.


Yumna meraih tangan sang suami dengan air mata yang sudah tidak bisa lagi terbendung." Mass... tidak !!! " Teriak yumna.


2 Jam berlalu, Dennis dan ayah sedang di tangani dokter.


Ibu menangis sejadinya setelah dokter memberitahu nya jika suami dan putranya tengah kritis.


Sementara yumna hanya terdiam di sudut kursi, pandangan nya kabur dan tak mampu untuk berdiri.


" Yumna. " Panggil paman dan bibi yang baru saja tiba.


" Ujian apa lagi ini nak ?? " Ujar bibi yang segera memeluk yumna.


Sementara yumna tak merespon mereka, Dia hanya terpaku menatap sang suami yang tak sadarkan diri.


.


Sementara itu natan selesai memberi kesaksiannya kepada polisi, Dia datang ke rumah sakit.


" Nona.. "

__ADS_1


" Apa yang akan kamu lakukan sekarang ? perlukah suami dan putraku melindungi mu seperti ini yumna ?? bagaimana kamu akan hidup sekarang ? " Cecar ibu mertua menyalahkan Yumna.


" Bu. ini bukan salah yumna." Bela paman.


" Kalo bukan karena Yumna, Lalu kenapa wanita itu datang untuk menembakkannya ? Yang harus di tembak itu kamu.. bukan putra dan suamiku. " Cecar ibu lagu semakin tak karuan.


" Sabarlah bu. ini musibah.. Suami dan putra anda pasti akan kembali sembuh. ".. Ujar bibi.


" Kalo sembuh, bagaimana kalo mereka tiada ? ibu tidak akan bisa menerima mu lagi. ini bukan yang pertama kalinya Dennis terluka karena kamu.. "..


Yumna sama sekali tak menjawab makian dari ibu mertua, Dia tidak bisa merasakan apapun. Telinga dan nafasnya terasa tertutup rapat.


" Kamu dengar ibu ?? " Cecarnya lagi sembari menyentuh kedua bahu yumna amat kasar.


Sementara itu natan dan paman segera menghentikan ibu Dennis. Dia membawa yumna keluar dari ruangan .


" Ayo nak.. kita pulang. " Kata paman sembari memapah.


" Aku mau disini dengan suamiku. dia kan mencari ku jika aku tidak disini. paman dan bibi pulang saja. ".


" Yumna, Ibu mertua mu sedang kacau. lebih baik kamu tidak usah dekat-dekat dulu. "


" Iya Yumna, Nanti natan akan mengabari kita jika Dennis dan ayahnya sudah siuman. kamu pulang dulu .. "


Yumna sudah tak lagi menjawab, Dia mulai pasrah di bawa paman dan bibi .


2 Hari kemudian, Ayah sudah sadar sementara Dennis masih belum melewati masa kritisnya.


Yumna datang untuk menjenguk namun sikap ibu agak berbeda padanya..


Ibu membawa yumna ke kantin rumah sakit untuk bicara berdua .


" Yumna mengerti dengan kemarahan ibu.. tapi jangan meminta yumna lebih bu. suamiku menaruhkan nyawanya untukku, Apa pantas jika aku menggugat cerai padanya yang bahkan sampai sekarang belum sadar ? yumna terima kebencian atau makian dari ibu. tapi tolong maafkan aku, Aku engga bisa. " Ujarnya.


" Maafin ibu yumna, Ibu hanya tak mau jika Dennis terus berada dalam bahaya hanya karena melindungi mu. hancur sekali perasaan ku sebagai ibunya.. berkali-kali dia dalam bahaya . "..


" Lalu ibu mengira aku tak hancur ? Jika aku bisa memilih , lebih baik aku saja yang tertembak dan tak sadarkan diri. "


" Ibu tau kamu wanita yang baik, Tapi terlalu banyak kerumitan dalam dirimu yumna. banyak yang menginginkan mu dan membencimu.. hasilnya Dennis selalu kena dampaknya. "..


" Jadi ibu berpikir bahwa aku beban untuk mas Dennis ?? Apa ibu tidak melihat air mata ku yang sudah tidak sanggup untuk keluar lagi ?? apa ibu melihatku baik-baik saja sekarang ?? "


" Maafin ibu sayang, Kamu akan memahaminya jika banyu terluka !!! " Ujarnya sembari terisak.


" Tolong bunuh aku saja bu. ambil nafas dan nyawa ini daripada aku harus melakukan itu. " Ujarnya dengan nada suara gemetar.


" Dia putraku satu-satunya, Aku tak sanggup melihat nya jika terus selalu menaruhkan nyawa untuk kamu atau siapapun. "


" Jika ibu berada dalam posisiku, Apa ibu akan meninggalkan ayah saat dia kritis? Berikan sedikit nurani ibu, Beri hukuman yang lain untukku. " Pinta yumna dengan tatapan penuh keputus asaan.


" Ibu tidak sedang menghukum mu nak , Aku hanya seorang ibu yang hancur melihat putranya terus terluka. ibu janji akan menjamin hidupmu sampai kapanpun. ibu tidak akan melepas tanggungjawab untuk menafkahi mu. tapi kumohon lepaskan putraku.. jangan kamu siksa dia. " Jelas ibu mertua di sela-sela tangisannya.


" Aku tidak percaya jika ibu akan meminta ini padaku. Ibu membuat ku merasa bahwa aku penyakit yang mematikan untuk suamiku. Aku tidak akan menceraikan suamiku dengan atau tanpa izin ibu. selain karena aku mencintai putra ibu, Dia adalah hidupku. ibu pikir mudah bagiku menaruh perasaan dan membuangnya begitu saja?? kenapa ibu tidak mengambil pisau dan membunuhku saja?? itu akan lebih baik untukku. " Jelasnya lalu segera beranjak dan pergi meninggalkan ibu mertua.


Sepanjang perjalanan menuju ke ruangan dennis, air matanya tiada henti mengalir.


Tiba-tiba dia melihat jihan dan diana beserta suami mereka sedang menanyakan ruangan dennis pada resepsionis.


" Yumna. " Panggil jihan menghentikan pandangan lalu segera berlari memeluk perempuan itu.


Begitu pula dengan diana, Dia merangkul yumna yang sedang sesegukan di pelukan jihan.


" Dennis akan baik-baik saja. kamu sabar ya na. " ujar jihan .


Yumna tak bisa mengatakan apapun kepada mereka, dia masih memikirkan permintaan ibu mertua yang terasa menguliti dirinya.


1 Jam berlalu, Diana dan jihan pamit untuk pulang.


Yumna hanya terpaku menatap dennis yang belum ada perubahan .


" Bangunlah mas, ibumu ingin kita berpisah. apa kamu tak kasihan padaku?? jangan terus menutup matamu.. bangkitlah untuk putramu, untuk pernikahan kita. aku takut mas.. aku tidak bisa menghadapi semua ini. " Batin nya .


" Ya Alloh, Mengapa engkau memberiku ujian yang menghantam asa. gugurkan bahagiaku.. jika kau ambil dia , apa lagi yang bisa aku lakukan untuk hidup ini. sembuhkan suamiku, Aku bisa menukar nya dengan apa pun. termasuk nyawaku sendiri. "

__ADS_1


Sementara itu ibu datang dan mendengar rintihan demi rintihan menantunya. Dia begitu sedih harus melakukan itu pada yumna, Namun ibu dennis berpikir bahwa rinjani dan orang-orang yang membenci yumna akan datang lagi kelak suatu hari nanti untuk kembali menyerang dan melukai yumna, Dan dennis pasti tidak akan tinggal diam, dia akan selalu melindungi yumna meski dirinya yang akan terluka lagi.


__ADS_2