
💙💙💙
Di ponpes ... Keluarga Adi Wijaya sudah memberi tahu niatannya kepada pemilik yayasan untuk meminang Yumna.
Malam ini keluarga Adi Wijaya akan bertemu Yumna untuk membicarakan perjodohan ini.
" Assalamualaikum... " sapa Pak Wijaya malam ini datang ber 3 dengan istri dan putra mereka
" Walaikumsallam wr wb masuklah mari Pak Wijaya, Ibu dan nak... " jawab Abah ramah.
Keluarga Adi Wijaya lalu masuk dan ngobrol bersama Abah dan Umi
" Gini... tujuan kami kemari karena kami ingin meminang anak didik asuh Bapak yang bernama Yumna " kata Papi Putra memulai pembicaraan.
" terima kasih kedatangan keluarga Pak Wijaya kami terima dengan senang hati tapi keputusan ada di tangan Yumna langsung. Bagaimana kalo kita langsung menanyakannya langsung ke Yumna?" kata Abah.
Keluarga Wijaya mengganggukkan kepala artinya setuju.
10 menit kemudian Yumna datang dengan menggunakan gamis berwarna biru muda di padu jilbab yang besar sewarna senada.
Yumna datang dengan sopan dan duduk di dekat Uminya.
Abah menjelaskan sama Yumna tujuan kedatangan keluarga Wijaya ke Yumna
" sekarang semua keputusan berada didirimu nak Yumna , bagaimana ?" tanya Abah
Yumna lalu melirik ke arah Umi, memandang keluarga Adi Wijaya dan tidak luput Putra yang akan bersanding dengannya
__ADS_1
" Yumna mengikuti kata Umi dan Abah karena surga Yumna berada di bawah Abah dan Umi setelah Ayah Ibu tiada " kata Yumna berusaha menahan tangisnya
Abah, Umi dan keluarga Adi Wijaya saling berbicara sementara Yumna hanya diam tertunduk diam dan Putra memandang ke arah Yumna
Pantes Mami sangat menginginkan dia bersanding denganku karena mirip Mami banget tapi aku tidak menyukaimu, lihat saja apa yang akan ku lakukan padamu gerutu Putra dalam hatinya.
" baiklah Abah akan mengambil keputusan... Pak Wijaya kami terima pinangan ini dan kami mohon jaga baik baik Yumna, beliau bukan hanya anak asuh didik kami tapi sudah kami anggap anak kami sendiri " kata Abah pelan menahan tangisannya.
" Alhamdulillah " kata Bpk Ibu Putra berseru pelan.
Malam itu di putuskan bahwa pernikahan akan segera di lakukan tanpa melalui proses panjang.
Di tempat lain.... Negara Turki...
Hasan kaget mendengar dari orang tuanya kalo Yumna sudah di lamar keluarga Adi Wijaya, yahh Hasan paham keluarga Adi Wijaya karena keluarga ini sudah lama menjadi donatur di tempat Abahnya.
Semoga kamu berbahagia dek... kakak akan selalu mendoakanmu kata Hasan setelah menerima telpon dari Uminya.
" mau kemana nak ?" tanya Umi
" Umi... Yumna mau ke makam Bpk Ibu, bolehkah ?" kata Yumna pelan
" boleh nak... kirim doa buat Bpk Ibu ya nak dan nak kalo kamu sebenarnya ingin menolak pinangan keluarga Wijaya gpp nak katakanlah jangan paksa hatimu " kata Umi mendekati Yumna dan membelai kepala Yumna
Yumna langsung memeluk Umi dan menangis di pelukan Umi
" hickss.. hikcs...Yumna tidak tau Umi, semua Yumna pasrahkan pada Allah, jika menurut Umi Abah baik berarti baik buat Yumna dan Yumna terima Umi " kata Yumna menangis di pelukan Uminya
__ADS_1
💙💙💙
Sementara di Rumah Sakit Putra menceritakan hasil keputusannya dengan sahabatnya Diki
" bagus brooo...gue yakin ini yang terbaik buat eloo, walau gue belum liat calon istri elu tapi dari cerita elu gue yakin dia amanah dan solehah dan pilihan Mami looo pas banget tuh... elu yang play boy dapat jodoh solehah subhanaAllah bisa menuntun elu ke surga Allah tuh " kata Diki
" sialan loe.. gue belum mau mati " kata Putra singkat
" enak aja pikiran elu mati, sadar dosa loe belum loe cicil sama Allah " kata Diki
" aahh ngomong sama loe bikin gue nambah panas kepala " kata Putra
" nahh itu dia... setan masih banyak di kepala loee hahahhahaha.... oiya lalu Cindi sudah elu putusin ?" kata Diki
" putus ? gak lah... dia semangat gue " jawab Putra
" maksud loe ?? eloo mau duain itu cewek ? astaga naga hati hati tindakan elo Tra...bahaya ni" kata Diki sambil geleng geleng kepala.
Malam ini Putra janjian dinner sama Cindi dan sekalian ada yang Putra mau bicarakan dengan Cindi
" Cin...aku akan menikah dengan wanita pilihan Mami, aku gak tau kenapa Mami melarang hubungan kita " kata Putra
" sayang... kamu tega sama aku, setelah apa yang selama ini kita lakukan.. aku sudah menyerahkan semuanya padamu " kata Cindi menahan tangisnya
Putra lalu menggenggam tangan Cindi agar dia tenang
" Cindi tenang...gini ini hanya untuk menyenangkan Mami, hatiku tetap untukmu, aku tetap kembali padamu " kata Putra
__ADS_1
" kamu serius... berarti pernikahanmu sandiwara kan ?" tanya Cindi
" begitulah..." jawab Putra yang lalu memeluk Cindi.