
Yumna menelepon Paman lewat Videocall , Dia memberi tau Paman tentang keputusan Dennis .
" Apa ?? Emang harus ya Na ? Tanya Paman .
” Nyebelin kan Paman . Masa dikasih pilihan kayak gitu . ”
” Gak apa-apa ajak aja . " Kata Bibi membuat mereka terdiam .
” Yumna . Nanti di telepon lagi ya . Assalamualaikum . ” Kata Paman lalu menutup telepon .
” Ibu gak salah bilang gitu ke Yumna ? Ayah curiga .. Jangan-jangan ibu punya niat yang enggak-enggak ya ? Bu .. Ayah gak suka ya . ”
” Biarin dia ikut . Biar dia liat bagaimana putri kita sudah bahagia dengan pilihan kita . ” Jawaban ibu .
” Bu .. ”
” Dia harus tau , Kalo dia tidak lebih baik dari Nak Kenan . Pasti sekarang Sinta sudah mencintai Nak Kenan . ”
" Dan ibu ingin lihat Natan semua itu dengan puas ? ”
” Ya .. Aku masih ingat apa yang telah dia lakukan pada putri kita. Bagaimana dia mempermainkan Sinta dan menyakiti nya .. Dia harus membayar mahal atas apa yang dia lakukan . ” Cecar ibu penuh kebencian.
” Sinta sudah mengikuti kemauan kamu Bu . Mereka sudah berpisah .. Apa tidak cukup ? Natan mungkin pernah sangat bersalah , Tapi semua orang pasti bisa berubah . ”
” Pembelaan ayah tidak akan pernah merubah apapun . Jadi lebih baik ayah gak usah bicara seolah dia sudah berubah . Ibu benci dia sampai ibu mati . ”
" Bu !! ” Bentak Paman .
” Aku benci dia dengan seluruh hatiku .. ” Kata ibu sembari pergi meninggalkan suaminya .
1 Jam kemudian , Yumna meminta Juna datang ke rumah .
" Kenapa Mbak ? ”
" Kamu udah sibuk sekarang ? Pemotretan sana sini . ”
” Alhamdulillah Mbak . Ini aja aku lagi di tawarin main film Mbak . Mau gak jadi manager aku ? Aku pusing banget Belum ada yang handel . ”
” Dih .. Suamiku gak bakal izinin . Kamu belum dapat manager juga ?? Oya .. Gimana kalo Dessy ?? Dia lagi butuh kerjaan lho Jun . ”
" Ogah . Males aku sama dia . ” Tolaknya .
" Kenapa ?? ”
" Orang lagi galau gitu disuruh jadi manager . Dia punya pengalaman apa coba ?? ”
" Ya gak apa-apa sih . di coba dulu .. Itung-itung kamu nolongin dia Jun ..Kasian . ”
" Gak mau Mbak .. Gak usah maksa . ”
” Percuma aku minta kamu kesini , Ternyata gak bisa bantu . ”
” Minta bantuan yang lain kek Mbak . Jangan itu lah .. Aku males urusan sama dia sumpah . ”
" Kamu gitu sih Jun . Masa gak mau nolong orang yang lagi kesusahan . ”..
" Mbak kan tau .. Pacarnya pernah nyerang aku .. Ntar kalo aku kasih dia kerjaan , Malah tambah gila pacarnya . ”..
” Kamu kan Cowok . Gak bisa apa lawan .. Cemen banget . ”
" Buset dibilang Cemen . bukan gitu Mbak .. Aku males aja urusan sama mereka . ”
" Jadi kamu gak bisa bantu nih ?? ”
" Yang lain kek . ”
__ADS_1
" Ya udah deh sana kamu balik , Jangan kontek-kontek aku lagi . Hubungan kita putus . ”
" Ya elah Mbak kapan mulainya udah putus aja . serius deh jangan minta itu lah .. ”
” Kasian Dessy .. Kamu kan tau apa yang baru dia alami . Seenggaknya coba kasi kesempatan dulu . Kalo gak cocok gak apa-apa . ”
Juna terdiam mendengar permintaan Yumna yang terasa sulit baginya .
Tiba-tiba Dennis keluar dari ruangan kerjanya dan melotot melihat Juna sudah duduk bersama istrinya .
” Siapa yang undang bocil ini kesini ? ” Katanya sembari berjalan menunjuk kepada Juna .
” Aku yang minta Juna kesini Mas . Gak usah rese deh .. Sini duduk . ” Pinta Yumna .
” Mau ngapain sih sayang ?? ”
” Ini lho Mas aku minta Juna buat terima Dessy jadi manager dia . Masa dia gak mau . ”
Dennis tersenyum puas mendengar ucapan Yumna , Sementara Juna terlihat cemberut .
” Iya sih cocok kali Dessy jadi manager .” Ledek Dennis .
" Ini kan suami Mbak punya banyak perusahaan , Kenapa gak bisa gitu kasi dia posisi bagian apa kek di kantor . ”
” Aku udah tanya staf nya semua .. Tapi memang lagi gak ada Jun . Ayolah Jun .. Mbak minta tolong jarang-jarang lho . ”
” Iya jarang .. Sekali nya minta tolong bikin sesek dada . ”
” Jadi beneran gak mau nih ? ”
” Iya nanti aku coba . Emang Mbak tuh paling bisa . ”
“ Kalo urusan udah beres , Balik gih . ” Usir Dennis tanpa basa-basi .
” Disuruh kesini belum minum belum apa udah di usir . Heran sama suami Mbak ini .. Dimana sih Mbak dapat . Kenapa gak ada sopan santun nya sama sekali . " Cecar Juna kesal .
” Semua itu wajar sayang . Semua pria itu melihat wajahmu dengan terkesima . Tentu saja aku gak suka . ”
” Lebay banget . ” Timpal Juna sengit .
” Lo mau balik atau gue seret ? Lain kali Lo gak usah datang kesini atau telepon Yumna lagi . Gue gak suka . ” Lontarnya .
” Bodo amat , Mau suka atau enggak .. Yang penting Mbak Yumna gak keberatan . ya kan Mbak ?? ”
Yumna tersenyum melihat perdebatan diantara mereka .
” Jangan senyum gitu dong Mbak . Kan manis banget .. Aku gak bisa move on . ” Goda Juna membuat Dennis melempar bantal sofa ke wajah Bocil itu.
” Bruggg !!!
” Kamu nih apa sih Mas . ”
” Sakit Mbak . ”
Dennis merampas tangan Yumna yang hendak menyentuh wajah Juna .
” Apa sih . Gak boleh .. Enak aja .. Lo mau balik atau gue abisin . ” Ancamnya lagi .
” Takut amat sih gue ambil bini Lo . ” Gerutu Juna sembari beranjak .
” Mas . ”
” Aku pamit ya Mbak . Lain kali kalo ada ni orang jangan minta ketemu . Percuma bakal kacau .. Kan kita gak bisa ngapa-ngapain . ” Lontarnya sembari ngacir .
” Juna !!! " Teriak Yumna .
__ADS_1
” Kan .. Liat dia tuh gak bisa di baikkin .. ”
” Sayang .. Juna kan emang gitu . Kita mesti baik-baikkin dia supaya mau bantuin Dessy . ”
” Dessy lagi .. Males . Kapan kamu mau mikirin aku . ”
" Jangan marah . Kamu mau apalagi coba ?? Aku tergila-gila sama kamu .. Bocil kayak Juna mah gak sepadan sama kamu .. kamu baik gini , lucu , ganteng , Uangnya banyak , Aku tuh heran kamu kurang nya apa sih ? ” Katanya sembari menepuk kening .
" Gombal .. ”
” Ambekan , Nyebelin , plus cemburuan . paket komplit .. Dimana aku nyari yang kayak kamu .. ”
” Ngeri lah kalo kamu udah kayak gini . ”
” Orang lain kalo di gombalin senyum-senyum , Ini malah bilang ngeri . Udah ah aku mau nyari makan .. Laper . ”
Yumna pergi ke dapur untuk membuat makanan , Saat dia tiba , Yumna melihat Natan sedang membilas gelas bekas kopi ya .
” Tan .. ”
” Iya Non ...”
" Aku mau ngomong , Aku tunggu di sana ya . ”
Natan menaruh gelas dan segera menarik lap tangan untuk mengeringkan tangan nya .
Dengan segera dia menghampiri Yumna yang sudah menunggu di kursi belakang .
” Iya Non . ”
" Gini Tan , Gimana ya ngomong nya .. ”
" Ada apa Non ? Jangan sungkan . ”
” Bibi dan paman mau ke Malang ke rumah Sinta Minggu depan . ” Katanya berhati-hati .
Wajah Natan seketika berubah mendengar ucapan Yumna yang baru sepotong dari apa yang hendak dia sampaikan .
” Lalu ?? ”
” Aku ingin ikut kesana .. Tapi . ” Bicaranya terhenti seolah dia ragu untuk menyampaikan hal itu .
” Kenapa non ?? ” Tanyanya lagi semakin penasaran , Ditambah dengan wajah Yumna yang seperti ragu mengatakan hal itu padanya .
” Mas Dennis enggak kasih izin untuk aku ikut kesana kalo ...”
Lagi-lagi bicaranya terputus , Sekali lagi Natan semakin penasaran dibuatnya .
Yumna memandang wajah Natan yang menurut nya memang sudah memerah .
” Mas Dennis ingin kamu ikut juga . Dia gak percaya kalo aku cuma pergi dengan bibi . Kamu mau gak ??
” Oh .. I itu .. Iya .. Tugas saya kan jaga non .. Jadi non gak perlu tanya saya mau atau enggak . Saya akan pergi kemanapun sesuai perintah pak Dennis dan Non .. ”
” Natan .. Maksudku adalah , Apa kamu gak apa-apa melihat Sinta dan Kenan ?? Aku gak mau membuat luka di hati kamu lagi . ”
” Non tidak pernah melukai saya , begitu pun dengan non Sinta . Justru sebaliknya , Sayalah yang melukai kalian .Tolong jangan memikirkan saya non . ”
” Tan .. ”
Yumna merasa bersalah karena dia harus mengatakan dan meminta hal itu darinya ..
Meski tidak tega , Yumna terpaksa melakukan nya karena dia begitu ingin bertemu dengan Sinta .
” Maaf Tan .. Aku tau Meski kamu bilang seperti itu .. Pasti rasanya menyakitkan saat kamu bilang enggak apa-apa . ” Batinnya sembari menatap wajah supirnya .
__ADS_1
Sementara Natan tampak berusaha tegar dihadapan Yumna , Dia memilih untuk menundukkan kepalanya dan sesekali tersenyum .