
Waktu menunjukkan pukul 8 malam , Yumna masih terlihat risau dengan apa yang terjadi kepada Natan . Dia berpikir untuk memberi tau Sinta .
Yumna segera meraih hp dan mencari kontak Sinta .
” Hari ini Mbak dapat kabar kalo Natan berada di penjara . dia tertangkap tangan sedang membeli sabu di klub kota malang . sin , Dia begitu tersiksa karenamu . dia pria baik , dia begitu tertekan sehingga dia berpikir untuk menggunakan sabu . tetaplah dengan pendirian mu jika kamu tidak perduli dengan nya . ” Tulis Yumna
" Sayang . kamu ngapain ? ngasih tau Sinta ?? ” Tanya Dennis penasaran .
" Dia harus tau . ”
" Sayang !! ”
" Jadi gimana ? kamu udah kasih tau pengacara ?? ”
" Udah . kamu gak perlu mikirin itu ya . semua akan baik-baik saja . ”
" Hmmm .. bantulah Natan sebisa mu . ”
Dennis menyentuh pipi sang istri yang begitu tampak kesedihan .
” Aku tak suka wajahmu yang murung . Apa wajahmu seperti ini saat kita putus ? pandangan matamu sangat teduh sayang ?.”
" Kenapa jadi kesana ? perlukah kita membahasnya ?? ” Ujarnya sembari beranjak merapikan bantal .
" Aku ingin tau apa kamu pernah menangisi ku dulu saat kita putus ? Dan apa yang kamu lakukan saat merindukan aku ?? ”
Yumna tersenyum melihat tingkah Dennis yang begitu penasaran .
" Kita sudah menikah . kenapa kita harus membahas yang dulu-dulu . ”
" Oh jangan-jangan kamu enggak pernah menangisi ku ya ? apa aku saja yang merindukan mu ?? Tentu saja , Saat aku memikirkan mu , Kamu sibuk dengan pacar barumu .. mana ada waktu buat kamu merindukan ku ?? ” Ujarnya sembari menarik selimut dan tidur memunggungi .
Yumna hanya menggeleng kepala melihat sang suami yang cemberut untuk hal yang sepele .
” Tidak ada hari yang terlewat buatku untuk tidak qmerindukanmu Mas .. jangan mengira yang enggak-enggak . Aku kan sudah bilang , Cintaku untuk mu lebih besar daripada perasaan mu kepadaku titik . ”
Dennis terperanjat tidak terima dengan ucapan Yumna barusan .
” Apa ? cintaku lebih besar . tarik kembali ucapan mu !!! ” Hardiknya melotot , Sementara Yumna hanya tertawa kecil menghadapi sang suami .
” Malah ketawa . ”
” Enggak mau . ”
Dennis memeluknya kembali , Yumna berhasil merubah Susana hati Dennis yang sempat kecewa .
” Pelan-pelan . awas kena bayi mu .. ” Ujarnya .
Kemudian disaat bersamaan Sinta mengirimkan pesan kepada Yumna .
" Berikan aku alamat kantor polisi nya . Dennis pasti tau kan Mbak ?? ” Tulis Sinta yang segera di baca Yumna .
” Sinta meminta alamat kantor polisi dimana Natan di tahan . kamu tau mas ? ”
" Dia masih peduli ? ”
” Mas ..”.
Dennis segera mengambil handphone dan mengirimkan alamat kantor polisi kepada Sinta .
" Sudah . apa dia kan kesana ? ”
" Biarlah . mereka harus bicara kan ?? Ayo kita tidur .. " Ajak Yumna sembari berbaring .
" Aku mau ambil minum dulu , Kamu duluan aja . ” Kata Dennis sembari beranjak .
" Aku ambilkan mas ?? ” Kata Yumna menawarkan .
" Enggak usah . kamu tidur aja .. aku juga gak tega liatnya . besok pagi aku temenin kamu jalan-jalan ya . ”
" Kamu kan mesti ke kantor . ”
__ADS_1
" Gak apa-apa .. aku mau temenin kamu biar lahirannya lancar .. jadi mesti banyak jalan-jalan . "
" Ya udah mas . ”
Dennis keluar dari kamar dan segera ke dapur untuk mengganti galon isi ulang untuk di kamarnya .
" Terpaksa pasang sendiri . gak ada Natan semuanya repot . ” Omelnya sembari membuka laci dapur untuk mengambil tisu basah untuk membersihkan bagian pangkal galon .
Tiba-tiba Dennis melihat potongan kartu ucapan yang jelas terdapat kata-kata . Kartu tersebut adalah kartu dari Rendy beberapa waktu yang lalu yang telah Yumna buang . namun malah terselip di laci meja dalam keadaan sepotong .
” Saya tetap cinta kamu Na . " Kata-kata yang tercantum di kartu tersebut.
Dennis meradang membaca kartu dan segera pergi menemui Yumna . Tiba-tiba Dennis melihat bibi yang sedang merapikan sofa .
Dia menghampiri bibi untuk menanyakan hal itu .
” Bi . ” Sapanya.
" Tuan .. tuan butuh apa ? ”
” Saya menemukan ini di dapur . bibi tau kartu ucapan ini ?? " Tanyanya membuat bibi tersengal untuk menjawab .
" Itu .. ”
" Ini membuat saya kepikiran . jelas kartu ucapan ini untuk istriku ? jelaskan kalo bibi tau sesuatu ?? ” Lontarnya sembari mengintimidasi bibi dengan pandangan nya .
Bibi terlihat lebih pucat karena pertanyaan Dennis, Dennis semakin yakin jika bibi mengetahui sesuatu .
” Itu punya bibi kok tuan . mungkin tulisannya terpotong . ” Sangkal bibi jelas membuat Dennis tau jika dirinya sedang berbohong .
” Jangan bohong lah bi. saya tau ekspresi bibi kalo lagi bohong . atau jangan-jangan .. bunga yang kemarin adalah bunga yang di tujukan untuk Yumna ?? ”
” Itu .. Itu bunga dari pacar bibi tuan .. kan udah tau . " Sangkalnya lagi .
Dennis tidak menggubrisnya , Dia langsung menunju ke kamar untuk menanyakan langsung kepada Yumna .
Wajah Dennis tampak serius , Dia sudah tidak terkendali .
" Sayang .." Panggilnya .
" Ada apa mas ?? ”
” Aku temukan ini di laci dapur . " Lontarnya sembari menyodorkan kartu ucapan tersebut .
Yumna terkejut melihat hal itu , Nafasnya mulai tersengal memikirkan alasan yang akan dia berikan kepada Dennis .
" Apa ini sayang ? potongan kartu ucapan ?? ” Tanyanya berusaha mengalihkan pertanyaan .
" Ya . dari siapa ? ”
” Apanya ? Kamu ngomong apa sih sayang ?? aku gak ngerti . ”
" Aku udah tanya bibi tadi .. dan dia udah jelasin semuanya . ” Ucap Dennis memancing Yumna agar mau buka suara .
" Aku udah temui mas Rendy .. kami udah bicara kok . ” Tuturnya gemetar .
" Rendy ? jadi kartu ucapan ini dari baj*Ngan itu .”
" Mas .. sini aku jelasin . jangan marah dulu .. sebenarnya , Aku udah atasi masalah ini .. aku ... aku udah minta dia untuk .. berhenti .. ” Jelas Yumna terpotong-potong .
" Berhenti mengejar kamu . jadi dia masih nekat ?? " Katanya lalu beranjak .
Sementara Yumna semakin panik dengan apa yang akan di lakukan Dennis . wajahnya jelas sangat marah .
" Mas mau apa ?? ”
" Apa lagi selain pergi menemui pria itu . dan menghabisinya . ”
" Mas .. enggak mas .. Jangan aneh-aneh . aku udah selesai kan ini . ayolah mas .. jangan di besar-besarkan . " Pinta Yumna namun sama sekali tidak di gubris .
Dennis keluar kamar dan mengambil kunci mobil , Sementara Yumna mengambil hp dan menulis chat kepada Diana dan Jihan untuk meminta pertolongan .
__ADS_1
Yumna takut Dennis berbuat yang tidak-tidak kepada Rendy dengan kondisi amarah yang tidak terkontrol .
Kemudian Yumna mengetuk pintu kamar supir agar bisa mengantar dirinya .
20 menit berlalu , Dennis menerobos garasi rumah Rendy . Dia menabrak mobil Rendy yang terparkir di depan rumah .
Kegaduhan itu membuat Rendy keluar dan mencari tau apa yang terjadi . Rendy terkejut saat mengetahui bagian belakang mobilnya sudah penyok .. kemudian Dennis keluar dari mobil .
Tanpa menunggu lama , Dennis melayangkan pukulan di wajah Rendy .
" A*nj*Ng . Harusnya dari dulu .. , gue abisin lo aja .” Cecar Dennis sembari terus memukuli Rendy .
Begitu pula Rendy juga berusaha melawan Dennis , Tapi kemarahan Dennis kali ini tidak bisa terkontrol . dia memukuli Rendy semakin membabi buta .
Tiba-tiba Yumna datang dengan supir , Begitu pula Raka dan Aditya datang bersamaan dengan mobil mereka masing-masing .
Lagi-lagi Jihan dan Diana mengirim mereka untuk membantu Yumna , meski mereka begitu enggan melakukan , tapi Aditya dan Raka tidak bisa menolak .
Mereka segera memisahkan keduanya .. Sementara Yumna berteriak menghentikan sang suami yang sudah berubah seperti monster .
" Gak usah ikut campur .. lepas !!! " Hardik Dennis kepada raka .
Begitu juga dengan Rendy yang berontak melepaskan diri dari Aditya .
Dia begitu berapi-api ingin menyerang Dennis , dia tidak terima dengan perlakuan Dennis .
" Lo masih kecintaan sama bini gue !!! " Teriak Dennis kepada Rendy .
" Kalo iya kenapa ? sayang banget Yumna punya suami kayak Lo .. " Timpal Rendy membuat Dennis kembali geram .
Dennis memukul kepala Raka agar dia melepaskan dirinya . Dan kembali menyerang Rendy .
Aditya malah kesal dengan sikap kekanak-kanakan Dennis , Dia meninju perut Dennis sangat keras hingga membuatnya terkapar .
" Bisa gak Lo ngomong baik-baik ? Lo gak kasian sama Yumna .. !!! " Cecar Adit .
Adit kembali ingin memukul Dennis , Namun Yumna menghadang dirinya .
" Jangan .. Cukup . cukup .. ngerti gak ? dan kamu mas .
kenapa kamu gak dengerin aku .. semua udah aku jelaskan .. kenapa kamu gak mau dengar !! " Cecar Yumna kesal dengan sang suami .
" Minggir Yumna .. biar sekalian aku abisin suami kamu .. ! ” Teriak Rendy yang terus berontak .
” Kamu bohong sama aku .. Kenapa kamu gak bilang kalo dia berusaha untuk kembali mengejar kamu lagi .. kamu malah tutupin ini dari aku !! ” Katanya tidak terima .
" Aku gak mau masalah nya semakin melebar mas . aku tau reaksi kamu kalo aku kasih tau soal ini .. makanya aku memilih untuk selesaikan ini sendiri . aku udah ngomong sama mas Rendy .. dia udah ngerti . tapi kenapa kamu gak mau dengar penjelasan aku dulu ?? "
" Pokoknya aku gak terima !! aku mau abisin dia malam ini juga . aku yakin dia pasti akan kembali melakukannya lagi ..” Cecar Dennis Terus berupaya melepaskan diri dari Raka .
Yumna sangat stres dengan keadaan itu , tiba-tiba perutnya berkontraksi .
" Aw !! " Teriaknya meringis .
Melihat itu , Aditya dan Rendy reflek memegang tangan Yumna .
" Kamu kenapa Na ???.” Tanya Adit khawatir .
" Kamu baik-baik aja ?? ” Susul Rendy lebih mengkhawatirkanya ..
Sementara Raka hanya diam melihat reaksi mereka berdua yang masih care dengan Yumna .
Dennis apa lagi , Dia sangat gusar karena sikap mereka kepada istrinya .
Namun melihat Yumna kesakitan , Dennis memilih untuk mengenyampingkan egonya dulu .
" Sayang .. kamu kenapa ? "
" Sakit Mas .." Yumna melihat cairan yang mengalir di kakinya ,
" Kayaknya aku mau melahirkan deh mas .." Ujarnya membuat mereka berempat terkejut .
__ADS_1
" Apa ?? masa sih ?? Kan HPL nya masih 2 Minggu lagi . ” Kata Dennis bingung .
" Jangan banyak tanya kenapa ? gimana ini .. Ayo ke rumah sakit ..” Cecar Aditya kepada Dennis