
Natan menggendong Yumna menuju Ruangan nya ,
Kerisauan masih tampak jelas .Yumna berharap jika Rendy mau mendengarkan nya dan tidak berniat menemui Paman .
Setibanya di ruangan tersebut , Yumna duduk di ranjang pasien dan mengelus sikut .
" Terima kasih untuk pertolongan mu ..Kenapa kamu masih ada disini ? Bukankah tadi kamu sudah pergi ?”
” Non aku ..Aku sudah memikirkan tawaran tuan untuk menjadi supir Non , Apa tawarannya masih berlaku ? ”
" Apa ? Kenapa kamu berubah pikiran ? ”
” Aku sadar , Aku masih butuh pekerjaan ini .”
Mendengar Alasan Natan ,Yumna menyadari jika Natan masih ingin menemui Sinta .
” Natan , Apa kamu tidak berpikir bagaimana jika Sinta mengetahui semua kebohongan ini .. Dia akan mengira jika kamu memperalat nya ? ”
” Tuan saja bisa menghadapinya non .. saya sadar jika saya tidak bisa lari lagi .”
” Maksudmu , Kamu ingin kembali pada Sinta ? ”
” Tidak mungkin Non Sinta mau kembali pada saya Non .. Saya hanya ingin memperbaiki hubungan baikku dengan nya .”
” Oh baiklah .”
Yumna masih ingin berpikir positif padanya ,Meski ia merasa jika Natan masih sangat mencintai Sinta .
Dia memutuskan untuk tidak menanyainya lagi , Ia tak mau membuat Natan tak enak hati .
Sementara Itu Dennis gelisah karena Yumna masih belum kembali sedari tadi .
Jihan dan Diana juga bingung mengapa Yumna lama sekali .
” Kemana perginya , Apa dia tidur kali ya .” Lontar Dennis sambil mengotak Atik Handphone .
” Nis , Tadi Yumna cerita soal ulahmu kepada Paman Yumna .. Nis , Dia sedih sekali .. Mau sampai kapan kamu mau buat Yumna menangis ? ” Lontar Jihan kepadanya .
” Aku tak punya pilihan lain waktu itu .. Yumna mudah sekali menerima pria lain . Jika aku tidak melakukan itu mungkin sekarang dia sudah menikahi pria lain . Aku kesal dan putus asa .. ”
” Kamu tergila-gila padanya tapi kalo sudah dapat selalu membuat nya kecewa . heran banget .. kasian kan Yumna korban perasaan terus . ” Lontar Jihan lagi .
” Iya ah bawel udah kayak bokap gue aja .” Jawabannya .
” Yau Udah aku mau nyari Yumna di kamarnya .” Lontarnya sambil beranjak dan pergi .
” Han aku ikut ." Sahut Diana .
Mereka berdua pun meninggalkan Dennis seorang diri dan menuju Ruangan Yumna .
Setibanya disana , Diana dan Jihan mendapati Natan ,Raka dan Aditya di ruangan Yumna sedang membantu Yumna membersihkan luka yang baru saja dia dapatkan paska jatuh mengejar Rendy .
” Kalian disini ? ” Tanya Diana .
Raka dan Aditya kaget melihat kedatangan mereka , Tapi mereka bersikap seolah biasa saja .
__ADS_1
” Tadi dia jatuh , Dan kami hanya membantu nya untuk mengambilkan obat dan peralatan lainnya untuk membersihkan lukanya ." Jawab Aditya panjang lebar seolah ingin mereka tidak salah paham tentang keberadaan nya di ruangan Yumna .
Melihat gelagat keduanya ,Diana dan Jihan malah tersenyum bukannya cemburu .
” Apa ? Kenapa tersenyum ? ” Lontar Raka .
” Tidak Mas , Ya udah santai aja sih .” Kata Jihan lagi .
” Kenapa kamu bisa jatuh Na ? Ya ampun pasti sakit kan ? Aku kan sudah bilang biar aku mengantarmu ..jadi gini kan .” Kata Diana cemas .
” Gak Apa-apa kok , Cuman agak lecet .” Pangkas Yumna masih bisa tersenyum kepada mereka .
” Sini aku bantu .”
Saat mereka bahu-membahu membantu Yumna , Tiba-tiba seseorang datang membuka pintu .
Dennis datang di ruangan Yumna ,Dia kaget melihat pemandangan itu .
” Mas ..kok udah bangun ? " Tanya Yumna khawatir .
” Ada apa ini ? Apa kalian sedang Reuni ? Sayang kamu mengundang mereka kemari ? " Ketusnya sambil menatap kedua laki-laki yang sangat dia benci .
Sementara itu Raka dan Aditya memilih untuk keluar , Mereka enggan bermasalah dengan Dennis yang posesif dan arogan .
” Aku tunggu di luar .” Lontar Aditya di susul Raka .
” Dan Lo juga Ngapain disini ? ” Tanya nya kepada Natan .
” Natan setuju untuk menjadi supir ku Mas , Bukannya itu mau mu ? ” Jawab Yumna mendahului Natan .
” Mas sini duduk , Kenapa Mas sudah bangun sih ? Kan kamu masih lemes .” Lontar nya lagi khawatir .
” Kalo gitu saya keluar dulu ya Non ,Tuan .. Permisi .” Kata Natan sambil berlalu pergi .
” Jawab pertanyaan ku , Kenapa ada mantan kekasih mu disini ? Aku sebel ? ” Ketusnya lagi .
Dennis duduk di sofa dan Melihat sebuket bunga di kursi tersebut .
” Ya ampun , Siapa yang mengirimkan Bunga pada Istriku ? Katakan siapa diantara mereka yang berani membawa bunga untuk mu ? ” Tanyanya lagi bak kebakaran jenggot .
” Mas ..Udahlah , Gak usah berlebihan .”
” Sayang apa salahnya menjawab pertanyaan ku ..Apa itu sulit ? ”
” Masalah nya kamu tuh cemburuan dan berlebihan .”
” Sayang jawab ..Aku gak mau ah kalo kamu gak mau jawab .” Lontar nya lagi .
” Mas kita sudah baikan masa mau marahan lagi .”
" Aku janji gak akan marah kok .. Diantara mereka siapa yang mengirim bunga. Justru aku kesal kalo kamu gak Jujur .”
” Janji ya jangan Marah ." kata Yumna.
Diana dan Jihan hanya melihat perdebatan diantara mereka sambil tersenyum .
__ADS_1
Mereka masih tak habis pikir dengan kelakuan Dennis yang masih cemburuan .
” Mas Rendy .” Kata Yumna simpel sambil mendengus kan Nafasnya .
” Apa ? ” Teriaknya .
” Kamu mau marah , Kamu barusan janji lho gak akan marah ." Lontar Yumna .
Dennis geram dan hanya mengepalkan tangannya ,Tapi dia tidak bisa berbuat apapun karena Yumna .
” Dia tadi datang kesini .”
” Ya ampun , Mereka semua datang menjenguk mu ? Raka , Aditya dan Rendy ..Apa tidak ada wanita lain di dunia ini ..Aku kesel .”
” Mas , kan Aku bilang apa ..Kamu pasti marah kalo tau .. Makanya jangan suka maksa deh kalo aku gak pengen ngasih tau kamu .”
” Ya kesel lah ..Masa kamu gak ngerti .”
” Udahlah Mas , Berhenti cemburu gitu .. Tanganku sakit nih ..Tanya kek kenapa , Bukan sibuk mikirin mereka .. Mereka udah move on .. ”
” Kalo udah move on ngapain masih nemuin kamu ?”
” Aku dan mereka sudah menjadi teman kok .. iyakan Han , Di ? ” Lontar Yumna sambil melihat ke arah Diana dan Jihan untuk meyakinkan Dennis .
” Gak tau deh ,Kalo mas Raka udah move on atau belum dari kamu Na .” Lontar Jihan .
” Kalo Aditya sih udah setengah nya kali ya , Belum seratus persen .” Lontar Diana .
Yumna speechless mendengar jawaban yang seharusnya mereka kompak meyakinkan Dennis .
Dennis malah tambah uring-uringan mendengar Jawaban dari mereka .
” Kan ..” Gerutu nya .
Yumna memelototi mereka berdua , Dia tampak kesal .
” Diana , Jihan !!!! ”
Diana dan Jihan tersenyum melihat tingkah Yumna yang seperti ingin mencabik-cabik mereka berdua .
Dennis membuang bunga ke tong sampah dan kembali duduk .
” Jangan bukakan pintu untuk mereka , Kenapasih .” Pintanya masih dengan wajah yang cemberut .
” Lain kali aku tidak akan membukakan pintu untuk mereka , Masalah nya adalah aku bahkan tidak membukakan pintu kok .. Mereka datang dan masuk begitu saja ..masa iya aku harus mengusirnya ?”
” Kenapa tidak .. aku tidak suka mereka ..atau pria manapun .”
” Kamu gak malu sama Diana dan Jihan ..Udah tua masih saja bersikap kayak gitu ih .”
” Kalian ngapain sih masih disini ? ”
Diana dan Jihan keluar tanpa mengatakan apapun .
” Dasar .”
__ADS_1