YUMNA

YUMNA
Kisah 30


__ADS_3

💚💚💚


Kini Yumna perlahan lahan sudah mulai pemulihan akan kondisi tubuhnya.


Putra masih bersikap professional sebagai dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan , pengevaluasi keadaan Yumna istilahnya spesial karena Yumna adalah istrinya.


" pagi Bu Yumna..." sapa suster perawat yang datang pagi itu untuk melakukan pemeriksaan visite keadaan Yumna yang mana perawat tersebut datang bersama dokter Putra yang notabenenya juga suaminya.


Tatapan Yumna lalu terfokus kepada Putra dan Putrapun terlihat salah tingkah.


" wallaikumsallam wr wb..." balas Yumna membalas sapaan perawat tersebut.


" oiya maaf Ibu, Assalamualaikum Ibu " kata Perawat sambil tersenyum.


" ga apa apa Sus " jawab Yumna.


" Ibu pagi ini dokter ingin memeriksa luka bekas operasi jahitan Ibu " kata perawat tersebut sambil meminta ijin ke Yumna untuk membuka baju Yumna.


" maaf...saya hanya ingin di liat oleh sesama wanita " jawab Yumna pelan.


Suster perawat semakin heran dengan kata kata Yumna karena bukankah mereka adalah suami istti tapi knp mereka seperti gak saling kenal.


" tapi dokter yang akan mengecek langsung Ibu " jawab perawat tersebut bingung cara menjelaskannya.


Putra sangat paham kata kata Yumna, sepertinya Yumna masih marah dengan dirinya.


" Suster... gak apa kalo ibu Yumna mau begitu silakan suster cek , biar saya menunggu hasilnya di luar " jawab dokter Putra yang segera keluar dari kamar Yumna.


Perawat segera memeriksa luka operasi SC Yumna perlahan lahan dan di dapatkan hasilnya baik, luka kering dan melaporkan hasilmya ke dokter Putra di ruangannya dokter.


Kini Yumna sudah pindah ke ruangannya VIP yang luas dan Yumna di temani orang tuanya Putra, Dicki dan Putra.

__ADS_1


Sikap Yumna terhadap Putra sangat dingin, bahkan untuk menyapapun Yumna tidak mau.


Malam ini... seluruh keluarga berkumpul di kamar Yumna yang cukup luas , Yumna sambil menggendong putranya yang dia beri nama Muhammad Rizki Putra Wijaya nama yang mengandung arti kebaikan dan gelar Wijaya yang di dapat dari keluarga Mami Papi Putra.


Anak lelaki Yumna semakin hari semakin bertambah berat badannya dan di perbolehkan untuk tinggal di luar inkubator sehingga Rizki ( panggilan Yumma ke putranya ) sekarang istirahat bersama Yumna se kamar.


Seperti malam ini Yumna hanya tidur berdua dengan putranya yang cakep , imut dan lucuuu.


Ternyata diam diam Putra melihat cctv rekaman di kamar Yumna, semua gerakan yang Yumna lakukan di pantau Putra.


Putra melihat Yumna sangat terampil dalam merawat putranya, walau dengan langkah perlahan lahan sambil menahan rasa sakitnya dia tetap melakukannya sendiri dalam merawat putra kecilnya yang ganteng ( seperti Nabi Yusuf ... Aamiin ).


Malam itu jarum jam menunjukkan pukul 01.30 , tanpa sengaja dokter Putra lewat depan kamar Yumna dan Putra mendengar tangisan bayi dari dalam kamar Yumna ( tangisan bayi itu ya bayinnya Putra juga 😁😁).


Putra lalu masuk ke dalam kamar Yumna dan melihat Yumna sedang tertidur pulas sementara bayinya sedang menangis pelan dan gelisah seperti haus atau popoknya basah.


Putra lalu pelan pelan mengambil bayi Yumna yang tertidur di dalam box sebelah bed ( ranjang ) Yumna.


" ngapain kesini Mas ? " tanya Yumna yang tanpa Putra sadari Yumna sudah cukup lama terbangun dari tidur lelahnya dan mendengarkan semua ocehan Putra ke bayinya , dan diam diam Yumna mengeluarkan air mata di balik bantalnya.


" oohh mmm maaf tadi gak sengaja lewat dan ku dengar ada suara tangisan bayi ternyata dari sini... maafin aku... aku gak ingin mengganggu istirahatnu Na" jawab Putra pelan dan kaku sambil menggendong baby boy.


Putra lalu berniat ingin meletakkan bayinya ke box kembali tapi saat hendak beranjak tiba tiba bayi Yumna menangis lagi, dan ini ke 3x nya seakan akan ingin memberitahu bahwa si bayi tidak ingin pisah dari Ayahnya.


" sudah gpp silakan kalo mau menemaninya, asal tidak merepotkan anda saja Pak dokter " kata Yumna pelan sambil cuek dan kembali istirahat dengan membelakangi Putra.


Putra terdiam...kaget dengan kata kata Yumna yang mengijinkannya berada bersama bayinya dan tidak seperti biasanya Yumna yang tidak mau menyapa / menegurnya / bertegur sapa.


" terima kasih Na " jawab Putra pelan.


Dan Yumna hanya diam tak menjawab kata kata doktet Putra.

__ADS_1


💚💚💚💚


Siang itu di kamar Yumna berkumpul orang tua Putra , Dicki karena akan membicarakan kemana Yumna akan segera pulang.


Orang tua Putra menginginkan Yumna dan bayinya kembali ke rumah mereka tapi belum ada jawaban dari Yumna.


Yumna hanya menatap lama ke arah Dicki tanpa mengeluarkan suara.


Dicki lalu mendekati Yumna seakan tahu isi hati dan isi pikiran Yumna, gadis kecil kepang kudanyanya ini


" sebaiknya Adek ikut Mami ya... bukan apa apa, tapi sekarang kondisimu sedang pemulihan dek dan ada Rizki bayimu yang butuh kamu, kalo kamu melakukan semuanya sendiri gak akan sanggup, kesehatanmu lebih penting...kalo adek sehat, adek bisa full memberi perhatian sama Rizki, apa lagi ada Mami yang sangat sayang kamu, Abang gak bisa setiap saat memantaumu dek karena Abang ada rencana melanjutkan sekolah di luar negeri tapi tenang Abang akan selalu menghubungimu , kamu tetap adek abang yang mungil, kucu, imut...gadis kecilku kepang kuda yang cantik " kata Dicki berusaha tersenyum di depan Yumna walau aslinya batinnya menangis dengan kata katanya ini.


Yumna lalu menangis di pelukan Dicki


" tenang...ntar kalo Putra bandel biar Mami Papi yang jewer dia ya " kata Dicki membuat suasana hening kesedihan menjadi tawa.


Akhirnya Yumna menerima tawaran ibu mertuanya untuk kembali ke rumah mertuanya setelah bujuk rayu dari Dicki.


Di saat Yumna sedang membereskan barang barangnya untuk persiapan pulang hari itu juga, di luar ruangan Yumna ada Papi, Dicki dan Putra yang saling terdiam.


Dicki lqlu mendekati Putra dan memberi ancaman buat Putra.


" sekali lagi elu buat dia mengeluarkan air mata, gue gak akan segan segan untuk membunuhmu dan aku akan bawa dia beserta anakmu jauh dari jangkauanmu, paham !!!!!! " kata Dicki menahan emosinya


Putra hanya diam dan dia tidak membalas amarah Dicki kepadanya karena Putra sudah banyak penjelasan dari orang tuanya tentang hubungan antara Dicki dan Yumna di mana mereka punya hubungan kekerabatan dari keturunan keluarga besarnya di Sumatra Utara.


Dicki lalu mendekati Papi Putra dan menjabat tangan Papi


" Dicki titip Yumna , Om... Dicki tidak bisa memantau dia karena saya sudah putuskan untuk ambil pendidikan spesialis di luar negeri, dia adek kecil saya , Om..." kata Dicki berusaha menahan tangisannya.


Papi Putra segera memeluk Dicki

__ADS_1


" kami akan menjaganya sebaik mungkin nak... " kata Papi pelan menahan sedih harunya.


__ADS_2