
Yumna pergi ke rumah pamannya , Dia terlihat membawa beberapa bingkisan .
" Dimana Nayla bi ?"
" Di kamarnya .." Jawab bibinya .
" Yumna , Duduk sini . Paman mau bicara ." Pinta paman.
" Ada apa ?"
" Paman dengar Nak Rendy di rumah sakit , Kamu tau apa yang terjadi dengan nya ?"
" Mas Dennis memukulinya ."
" Apa ? Tapi kenapa ?" Tanya paman penasaran .
"Mas Rendy memintaku untuk pergi dengannya , Dia melihat saat Mas Rendy menarik tanganku .Dia tidak terima dan memukulinya ."
" Ya ampun , terus gimana ? Yumna ,Maafin paman ya Nak ..Pasti kamu bertahan dengan Dennis gara-gara paman ?"
" Awalnya memang seperti itu , Paman mungkin akan kaget mendengar penjelasan ku ini . Sebenarnya Aku dan Mas Dennis dulu sebelum Aku memutuskan untuk bekerja di bandung , Kami punya hubungan ."
" Apa ?" Lontar bibi dan paman kaget .
" Maksud kamu apa Na ?"
" Aku dan Dennis berpacaran ..Nenek sangat ingin aku menikahi Mas Dennis bahkan saat Nenek sebelum nenek wafat . Dia berpesan kepada mas Dennis untuk menikahi ku meski Nenek tiada ."
" Kenapa kamu baru cerita sekarang ? "
" Aku ingin melupakan Mas Dennis , Kami sudah berpisah . Itulah sebabnya mengapa aku ingin membeli rumah di bandung dan menetap disana ?"
" Maksud kamu Dennis adalah Orang yang sudah menyakiti kamu Na ? Dia alasan kamu bersikeras ingin pergi dari Jakarta ? "
" Lalu mengapa semua menjadi seperti ini ? Paman malah membuat kalian menikah ..Yumna , Apa yang harus paman lakukan ?"
" Paman tidak usah khawatir , Hubungan ku dengan Mas Dennis sudah kembali baik ..Aku sudah menerimanya sepenuh hatiku ."
" Apa ? Lalu bagaimana dengan Rendy ?"
" Untuk hubunganku dengan Mas Rendy , Sudah tidak ada lagi hal yang bisa kami lakukan . Aku memutuskan hubungan kami . "
" Lalu mengapa Dennis malah ingin menikahi Sinta ? Apa dia tidak tau jika Sinta sepupumu ?"
" Itulah yang membuatku bingung . Apa dia tau jika Sinta adalah sepupuku , Apa mungkin ini hanya kebetulan . Tapi paman tidak usah memikirkan hal itu ."
" Paman rasa ini hanyalah kebetulan . Paman dan bibimu sampai detik ini masih merasa bersalah kepadamu Na , Mungkin perasaan bersalah ini akan hadir juga jika Sinta menikahi Dennis ."
" Paman dan bibi tidak perlu khawatir . "
" Jika Dennis menyakitimu bicaralah kepada paman , Paman lebih baik kehilangan semuanya daripada mengorbankan mu ."
" Aku akan mengatakan semuanya kepada paman apapun itu ..Jadi berhentilah mencemaskan ku , Itu tidak baik untuk kesehatan paman dan bibi ."
" Mbak ku Anggit telah mendidik mu dengan baik Nak , Hingga kamu memiliki hati yang baik . Entah dengan apa paman membalas mu ." Lontar paman berkaca-kaca .
" Jangan kan membantu keluarga , bukankah sesama manusia harus saling membantu .Apalagi Paman adalah keluargaku satu-satunya yang aku miliki di dunia ini . Tanpa paman aku mungkin seorang diri ."
Paman malah tambah menangis mendengar ucapan Yumna .
Sementara dibalik Dinding dari tadi Sinta mendengar pembicaraan mereka .Dia terharu mendengar semu ucapan Yumna . Sinta pergi ke kamarnya dengan Air mata yang hampir jatuh .
__ADS_1
" Paman , Aku ingin bertemu Nayla ..Aku permisi ya ."
" Pergilah Nak ."
Yumna pergi ke kamar Nayla .Setibanya di kamar .Dia melihat Nayla sedang mengusap rambut kakaknya yang sedang berbaring di tempat tidur .Yumna bersembunyi di balik dinding mendengarkan pembicaraan mereka .
"Siapa yang membuat kakak menangis seperti ini ? Katakan pada Nay , Biar aku yang memberinya pelajaran ." Kata Nayla kepada kakaknya .
" Tidak ada yang melukai kakak , Justru kakak yang sudah melukai seseorang Nay ."
" Kak menyakiti orang itu tidak baik , Dosa .Apa yang kakak lakukan padanya ?" Kata Nayla bak orang dewasa .
" Kakak ingin meminta maaf tapi dia tidak mau memaafkan kakak karena kesalahan kakak terlalu sulit untuk di maafkan ."
" Siapa dia ? Nay akan bicara padanya ?"
" Apa yang akan Nay lakukan padanya ?"
" Hanya memberitahunya jika tidak memaafkan kesalahan orang lain itu dosa . Dia harus sadar ..Allah saja maha pengampun , mengapa dia hanya seorang manusia saja tidak mengampuni kesalahan seseorang ." Lontar nya polos membuat Yumna dan Sinta tersenyum .
"Nay ." Sapa Yumna keluar dari persembunyian nya .
" Mbak kok disini ?" Kata Nayla tersenyum.
" Mbak mau ajak Nayla jalan-jalan mau gak ..Kita pergi ke kebun binatang yuk ?"
" Mau Mbak ..Asik ."
" Ya udah Ayo kita berangkat ."
" Kak Sinta mau ikut ?" Ajak nya .
" Ikutlah jika kamu mau ." Lontar Yumna pelan .
" Tidak usah ..Kalian pergi saja ."
" Baiklah Nay ayo kita pergi berdua .Kita tidak perlu memaksa seseorang ." Lontar Yumna .
Nayla dan Yumna pergi ke sebuah kebun binatang bersama supir .
Setibanya di sana , Nayla tidak sabar untuk masuk .
" Ayo pak , Nayla sepertinya tidak sabar ." Ajak Yumna kepada pak Anto .
" Iya non , Saya beli karcis buat masuk .."
Mereka pun masuk dan Nayla berlari mendekati kandang rusa ..Dia tak bisa berhenti tersenyum .
Nayla berlari menghampiri semua binatang disana.
" Ya ampun dia besar sekali .." Lontarnya .
" Nayla senang ? Ayo kita melihat gajah .." Yumna begitu bahagia melihat Nayla .
1Jam berlalu , Yumna dan Nayla duduk memperhatikan kelinci .
" Nanti kita kesini lagi ya Mbak ." Pintanya .
" Oke ..Kapanpun Nayla mau , Mbak siap "
" Ayo kita photo dulu ..eh disana ada ular Mbak ..Aku ingin lihat , Ayo ke sana ?" Yumna dan Nayla pergi mendekati kandang ular .
__ADS_1
" Jangan terlalu dekat Nay , disini saja ."
" Ularnya besar dan warnanya sangat cantik ya Mbak ."
" Iya sayang , Hati-hati disini saja ."
Tiba-tiba pawangnya mengeluarkan ular dan memberikannya kepada Nayla .
" Sebaiknya tidak perlu di keluarkan mas ..Biar saja dia di kandangnya ." Suruh Yumna .
" Ular ini tidak berbisa Non , Jadi tidak apa-apa ."
" Tetap saja dia berbahaya ..Nay sini jangan jauh-jauh dari Mbak ." Lontarnya sambil menarik Nayla .
Saat Yumna menarik Nayla , Ular dalam tangan si pawang mengigit tangan Yumna .
" Aw .." Teriaknya .
" Non gak apa-apa ?" Tanya si pawang , Lalu memasukkan Ular itu ke kandang nya lagi .
" Apa ini tidak apa-apa?" Tanya nya cemas .
" Insya allah tidak apa-apa non ..Dia tidak berbisa ."
" Tapi tetap saja aku takut ..Nay kita pulang ya ."
" Non Yumna di gigit ular ?" Tanya Pak Anto cemas.
" Iya pak ..Tapi tidak apa-apa kok .Ularnya tidak berbisa ."
" Ayo kita ke klinik untuk memastikan tangan Non gak apa-apa ?" Ajak pak Anto .
" Gitu ya ? Ya sudah ayo ."
Yumna dan Nayla bergegas menuju klinik terdekat untuk memeriksakan tangan Yumna .
" Apa tangan Mbak tidak sakit ?"
" Tidak sayang , Seperti di gigit semut saja ."
" Kenapa ularnya nakal , Kenapa dia mengigit tangan Mbak ?"
" Ularnya mungkin laper kali ya ." Jawab Yumna sambil bercanda .
Sesampai nya di klinik .
Yumna langsung diperiksa oleh dokter di dalam .
Pak Anto menunggunya di luar dengan cemas ,
" Makasih ya Dok ." Lontarnya sambil keluar dari ruangan Dokter .
" Ayo Nay , Kita pulang ."
" Non gimana ?" Tanya pak Anto .
" Tidak Apa-apa kok pak , Dokter sudah memeriksanya ."
" Syukurlah ."
" Ya udah Pak kita antar Nayla pulang dulu ." Ajak Yumna .
__ADS_1