
Yumna menuju ke rumah paman dengan supir , Ketika dalam perjalanan dia masih memikirkan ucapan Nadia .
Berat baginya untuk menerima dan melupakan kesalahan Dennis , Matanya sayu penuh kerisauan .
Tiba-tiba saja mobil yang ia kendarai dihadang oleh mobil lainnya.
Pak Danang pun spontan menarik rem dengan kaget ..Yumna hampir terjeduk mengenai badan kursi depan .
” Ada apa pak ?” Tanyanya cemas .
Belum sempat menjawab , Pak Danang mengambil Handphone dan memasukkannya ke dalam bajunya .
Pak Danang sadar jika sekarang dia dalam bahaya .
ada 3 Orang keluar dari mobil dan mencoba mendekati mobil Yumna ..
” Keluar .” Suruhnya mengetuk pintu kaca mobil .
” Ada apa pak ? Jangan keluar , Ayo kita pergi saja .”
” Percuma Non ..Non bisa mengendarai mobil ? Saya akan mengatasi mereka , nanti Non pergi ya .” Lontar pak Danang .
” Aku tidak bisa menyetir pak ..Apa mereka perampok ? Bagaimana ini .”
Pak Danang keluar dari mobil , Melihat suasana jalan yang sepi membuat mereka tidak bisa meminta pertolongan siapapun .
” Pindah , Lebih baik kita bekerja sama dengan kami , Kalau tidak nyawamu melayang .” Ancam 1 orang itu .
” Tolong jangan melukai Nona , Aku mohon .” Pinta pak Danang .
” Tidak , Ikuti saja kemauan kami ..Sekarang pindah ke samping ,, Biar aku yang menyetir . Jangan mencoba berteriak , Sebab pistol di tanganku takkan segan mengenai kepala mu .” Ancam nya lagi membuat pak Danang semakin takut .
Disaat mereka sibuk mengancam pak Danang ,Yumna mengirimi pesan wa kepada Nadia .
Yumna tak sempat mencari nomer Dennis untuk mengirimkan pesan karena di Handphone nya nomer Nadia adalah nomer terakhir yang ia hubungi .
Tiba-tiba satu orang dari mereka membuka pintu mobil dan merampas handphone Yumna .
” Maaf ya non ..” Lontar satu orang dari mereka sambil mematikan Handphone lalu mengantongi nya .
” Kalian mau apa ? Jangan macam-macam ?? ” pangkas Yumna memelototi preman tersebut .
” Ikut saja dengan kami ?” Lontarnya pelan .
” Aku tidak mau , Pergi sana . kembali kan Handphone ku .” Teriak Yumna .
__ADS_1
Preman tersebut membiusnya dengan saputangan yang sudah dia siapkan .
Akhirnya Yumna pinsan tak sadarkan diri seketika ,
Pak Danang semakin panik dibuatnya .
” Tolong jangan lukai Nona , Saya mohon .” Pintanya lagi sambil memohon .
” Saya kan sudah bilang ikuti saja kemauan kami , Kalau tidak kami akan melakukan kekerasan ,, sekarang duduk ke samping .” Ancam nya lagi .
Mau tak mau pak Danang mengikuti nya dan berjalan menuju kursi duduk disebelah supir .
kemudian mereka membawa Yumna dan pak Danang ke sebuah bangunan tua yang jauh dari jalan raya .
25 menit kemudian ,Yumna tersadar dari biusan nya .Dia kaget melihat tangan nya diikat dan mulutnya di sumpel lakban . Dia juga melihat pak Danang di posisi agak berjarak 1meter dengan tempat nya berada , dia sedang duduk terpaku dengan tangan diikat dan mulut di sumpel lakban .
Dia sadar jika dia sedang diculik , Air matanya mulai berkaca-kaca .Yumna mulai takut akan keadaan itu .
” Nenek , Ibu .. tolong aku ..aku takut .” Rintihan batinnya .
Kemudian pak Danang melihat Yumna dan menganggukkan kepalanya .
Entah sebuah pertanda apa , Yumna bingung dengan anggukan pak Danang .
Ketika mereka saling ingin menyampaikan sesuatu lewat mata .. Tiba-tiba terdengar suara Orang-orang di balik pintu sedang bicara .
” Menurutku , Bagaimana jika kita serahkan jasad istrinya ke depan pintu rumahnya ?” Lontar salah satu preman .
” Itu terlalu berbahaya , Satpam di rumah nya berjejer , Bisa-bisa kita ketahuan .” Jawab salah satu preman .
” Tapi itu ide yang bagus , Kenapa kita tidak menaruh peti istrinya di depan gerbangnya saja ?”
” Jangan bos , Mereka orang kaya , cctv-nya pasti dimana-mana .. Polisi bisa melacak kita.” Jawab preman yang lain .
” Kan tinggal menutup wajah . tenang saja polisi tidak akan pernah bisa menemukan kita .” Lontar Bos Mereka percaya diri .
Mendengar semua itu, Membuat Yumna semakin menangis dan ketakutan .
Pak Danang melihat Yumna semakin down .
” Aku tak bisa duduk berdiam diri seperti ini ..Aku harus bisa mengirimkan pesan kepada tuan Dennis . ” Gumam nya dalam hati .
Pak Danang mencari cara supaya bisa membuka ikatan ditangannya . Dia menemukan sebuah kaca dan berusaha meraih nya ,Yumna memperhatikan pak Danang yang sedang mengesot .
pelan namun pasti pak Danang berhasil meraih dan membuka ikatan ditangannya .
__ADS_1
Dengan cepat dia mengambil Handphone yang tadi dia sembunyikan di dalam bajunya .
Pak Danang mengirimkan lokasi kepada nomer telpon Dennis .
” Non jangan khawatir , Tuan Dennis pasti datang . Sekarang saya akan membuka ikatan nya ." Lintar pak Danang sambil berusaha membuka ikatan tersebut .
Belum sempat terbuka salah satu preman datang , Tak segan dia memukul punggung badan pak Danang dengan sebuah balok kayu .
” Brakkk ..”
Yumna terkejut dengan hal tersebut ..Dengan mulut yang masih di sumpel dia berteriak sebisanya menyaksikan pak Danang yang jatuh dan tak sadarkan diri .
” Main-main dengan ku ..Rasakan saja .” Lontar si preman .
” Ada apa ? " Tanya bos dan preman yang lain masuk kedalam ruangan tempat Yumna disekap .
” Dia berhasil mengirimkan lokasi kepada Dennis bos , Saya lupa tadi tidak mengambil Handphone nya .”
” Gawat , Terus bagaimana ?”
” Tenang saja , Menurut ku akan lebih mengasyikkan jika dia datang kesini dan menyaksikan kematian istrinya langsung dengan kedua mata nya ..kita harus menyambut nya .” Lontar Bos sambil tertawa .
Kemudian dia menghampiri Yumna yang sedang menangis tiada henti .
” Aku menyayangkan kenapa kamu yang harus menjadi istrinya , Kamu terlalu cantik . Kamu harus menjadi korban Karena dia sangat mencintai mu . Sepertinya kamu ingin bicara .” Lontar bosnya sambil membuka lakban dari mulut Yumna .
” Apa salah suamiku , Kenapa kalian lakukan ini ?”
” Tanyakan saja pada suamimu ,, Nanti jika dia datang tanyalah padanya ya ..”
” Kalau kamu ingin membunuh ku ,bunuh saja sekarang .. Kenapa kamu menunggu suamiku ?” teriak Yumna.
” Tunggulah ,Kamu harus mengucapkan salam perpisahan kepada nya ..Jadi terburu-buru seperti ini .”
" Tapi bos ,Bagaiman jika suaminya datang dengan polisi .”
" Kalian takut dengan polisi? Aku tidak perduli meski harus dipenjara asal dendamku terbalas kan ..Dia harus kehilangan istrinya . Itu setimpal .”
" Tapi bos , Kita gak mau balik ke penjara lagi .”
” Badan doang gede ..udah diem ..Mending Lu pada nyiapin peti mati sana ." Suruhnya sambil berlalu pergi .
” Duh kacau si bos... Gimana kalo suaminya benar-benar bawa polisi ? ”
" Setahuku jika kita ditangkap , Kita bakal dihukum mati karena kasus nya berat , kasus pembunuhan berencana .”
__ADS_1
” Wah lu nakutin aja .”
" Serius gue tau .” Lontar para preman tersebut sambil kembali mengikat tangan Yumna .