YUMNA

YUMNA
Episode 86


__ADS_3

Yumna menuju ke rumah paman dengan supir , Ketika dalam perjalanan dia masih memikirkan ucapan Nadia .


Berat baginya untuk menerima dan melupakan kesalahan Dennis , Matanya sayu penuh kerisauan .


Tiba-tiba saja mobil yang ia kendarai dihadang oleh mobil lainnya.


Pak Danang pun spontan menarik rem dengan kaget ..Yumna hampir terjeduk mengenai badan kursi depan .


” Ada apa pak ?” Tanyanya cemas .


Belum sempat menjawab , Pak Danang mengambil Handphone dan memasukkannya ke dalam bajunya .


Pak Danang sadar jika sekarang dia dalam bahaya .


ada 3 Orang keluar dari mobil dan mencoba mendekati mobil Yumna ..


” Keluar .” Suruhnya mengetuk pintu kaca mobil .


” Ada apa pak ? Jangan keluar , Ayo kita pergi saja .”


” Percuma Non ..Non bisa mengendarai mobil ? Saya akan mengatasi mereka , nanti Non pergi ya .” Lontar pak Danang .


” Aku tidak bisa menyetir pak ..Apa mereka perampok ? Bagaimana ini .”


Pak Danang keluar dari mobil , Melihat suasana jalan yang sepi membuat mereka tidak bisa meminta pertolongan siapapun .


” Pindah , Lebih baik kita bekerja sama dengan kami , Kalau tidak nyawamu melayang .” Ancam 1 orang itu .


” Tolong jangan melukai Nona , Aku mohon .” Pinta pak Danang .


” Tidak , Ikuti saja kemauan kami ..Sekarang pindah ke samping ,, Biar aku yang menyetir . Jangan mencoba berteriak , Sebab pistol di tanganku takkan segan mengenai kepala mu .” Ancam nya lagi membuat pak Danang semakin takut .


Disaat mereka sibuk mengancam pak Danang ,Yumna mengirimi pesan wa kepada Nadia .


Yumna tak sempat mencari nomer Dennis untuk mengirimkan pesan karena di Handphone nya nomer Nadia adalah nomer terakhir yang ia hubungi .


Tiba-tiba satu orang dari mereka membuka pintu mobil dan merampas handphone Yumna .


” Maaf ya non ..” Lontar satu orang dari mereka sambil mematikan Handphone lalu mengantongi nya .


” Kalian mau apa ? Jangan macam-macam ?? ” pangkas Yumna memelototi preman tersebut .


” Ikut saja dengan kami ?” Lontarnya pelan .


” Aku tidak mau , Pergi sana . kembali kan Handphone ku .” Teriak Yumna .

__ADS_1


Preman tersebut membiusnya dengan saputangan yang sudah dia siapkan .


Akhirnya Yumna pinsan tak sadarkan diri seketika ,


Pak Danang semakin panik dibuatnya .


” Tolong jangan lukai Nona , Saya mohon .” Pintanya lagi sambil memohon .


” Saya kan sudah bilang ikuti saja kemauan kami , Kalau tidak kami akan melakukan kekerasan ,, sekarang duduk ke samping .” Ancam nya lagi .


Mau tak mau pak Danang mengikuti nya dan berjalan menuju kursi duduk disebelah supir .


kemudian mereka membawa Yumna dan pak Danang ke sebuah bangunan tua yang jauh dari jalan raya .


25 menit kemudian ,Yumna tersadar dari biusan nya .Dia kaget melihat tangan nya diikat dan mulutnya di sumpel lakban . Dia juga melihat pak Danang di posisi agak berjarak 1meter dengan tempat nya berada , dia sedang duduk terpaku dengan tangan diikat dan mulut di sumpel lakban .


Dia sadar jika dia sedang diculik , Air matanya mulai berkaca-kaca .Yumna mulai takut akan keadaan itu .


” Nenek , Ibu .. tolong aku ..aku takut .” Rintihan batinnya .


Kemudian pak Danang melihat Yumna dan menganggukkan kepalanya .


Entah sebuah pertanda apa , Yumna bingung dengan anggukan pak Danang .


Ketika mereka saling ingin menyampaikan sesuatu lewat mata .. Tiba-tiba terdengar suara Orang-orang di balik pintu sedang bicara .


” Menurutku , Bagaimana jika kita serahkan jasad istrinya ke depan pintu rumahnya ?” Lontar salah satu preman .


” Itu terlalu berbahaya , Satpam di rumah nya berjejer , Bisa-bisa kita ketahuan .” Jawab salah satu preman .


” Tapi itu ide yang bagus , Kenapa kita tidak menaruh peti istrinya di depan gerbangnya saja ?”


” Jangan bos , Mereka orang kaya , cctv-nya pasti dimana-mana .. Polisi bisa melacak kita.” Jawab preman yang lain .


” Kan tinggal menutup wajah . tenang saja polisi tidak akan pernah bisa menemukan kita .” Lontar Bos Mereka percaya diri .


Mendengar semua itu, Membuat Yumna semakin menangis dan ketakutan .


Pak Danang melihat Yumna semakin down .


” Aku tak bisa duduk berdiam diri seperti ini ..Aku harus bisa mengirimkan pesan kepada tuan Dennis . ” Gumam nya dalam hati .


Pak Danang mencari cara supaya bisa membuka ikatan ditangannya . Dia menemukan sebuah kaca dan berusaha meraih nya ,Yumna memperhatikan pak Danang yang sedang mengesot .


pelan namun pasti pak Danang berhasil meraih dan membuka ikatan ditangannya .

__ADS_1


Dengan cepat dia mengambil Handphone yang tadi dia sembunyikan di dalam bajunya .


Pak Danang mengirimkan lokasi kepada nomer telpon Dennis .


” Non jangan khawatir , Tuan Dennis pasti datang . Sekarang saya akan membuka ikatan nya ." Lintar pak Danang sambil berusaha membuka ikatan tersebut .


Belum sempat terbuka salah satu preman datang , Tak segan dia memukul punggung badan pak Danang dengan sebuah balok kayu .


” Brakkk ..”


Yumna terkejut dengan hal tersebut ..Dengan mulut yang masih di sumpel dia berteriak sebisanya menyaksikan pak Danang yang jatuh dan tak sadarkan diri .


” Main-main dengan ku ..Rasakan saja .” Lontar si preman .


” Ada apa ? " Tanya bos dan preman yang lain masuk kedalam ruangan tempat Yumna disekap .


” Dia berhasil mengirimkan lokasi kepada Dennis bos , Saya lupa tadi tidak mengambil Handphone nya .”


” Gawat , Terus bagaimana ?”


” Tenang saja , Menurut ku akan lebih mengasyikkan jika dia datang kesini dan menyaksikan kematian istrinya langsung dengan kedua mata nya ..kita harus menyambut nya .” Lontar Bos sambil tertawa .


Kemudian dia menghampiri Yumna yang sedang menangis tiada henti .


” Aku menyayangkan kenapa kamu yang harus menjadi istrinya , Kamu terlalu cantik . Kamu harus menjadi korban Karena dia sangat mencintai mu . Sepertinya kamu ingin bicara .” Lontar bosnya sambil membuka lakban dari mulut Yumna .


” Apa salah suamiku , Kenapa kalian lakukan ini ?”


” Tanyakan saja pada suamimu ,, Nanti jika dia datang tanyalah padanya ya ..”


” Kalau kamu ingin membunuh ku ,bunuh saja sekarang .. Kenapa kamu menunggu suamiku ?” teriak Yumna.


” Tunggulah ,Kamu harus mengucapkan salam perpisahan kepada nya ..Jadi terburu-buru seperti ini .”


" Tapi bos ,Bagaiman jika suaminya datang dengan polisi .”


" Kalian takut dengan polisi? Aku tidak perduli meski harus dipenjara asal dendamku terbalas kan ..Dia harus kehilangan istrinya . Itu setimpal .”


" Tapi bos , Kita gak mau balik ke penjara lagi .”


” Badan doang gede ..udah diem ..Mending Lu pada nyiapin peti mati sana ." Suruhnya sambil berlalu pergi .


” Duh kacau si bos... Gimana kalo suaminya benar-benar bawa polisi ? ”


" Setahuku jika kita ditangkap , Kita bakal dihukum mati karena kasus nya berat , kasus pembunuhan berencana .”

__ADS_1


” Wah lu nakutin aja .”


" Serius gue tau .” Lontar para preman tersebut sambil kembali mengikat tangan Yumna .


__ADS_2