
Pagi itu Yumna membersihkan kaca jendela di rumah .
Dennis keluar dari kamar dan mendapati istrinya sedang naik ke bangku sedang meraih sela-sela sudut kaca di atas .
Dennis berteriak dan berlari menghampiri istrinya itu .
" Sayanggg !!!! ” Teriaknya membuat yang lain berdatangan .
” Apa sih Mas . Aku kaget ?? " Lontar Yumna kesal .
" Turun gak .. Turun . ” Lontar Dennis dan menarik badan istri nya itu .
Bibi dan yang lain hanya menganga menyaksikan siaran langsung di depan tersebut .
” Ini kamu ngapain naik-naik bangku . Kalo jatuh gimana ? ” Teriak nya .
” Apa sih , Aku kan punya perasaan . Masa jatuh segala . ”
" Kamu jangan lupa di perut ada bayiku . ” Kata Dennis meringis dan kesal .
” Aku gak pernah lupa kok Mas . Santai aja sih Mas .. gak bakal jatuh . ”
” Jangan ngomong kayak gitu . Pokoknya aku gak mau ya liat kamu naik-naik kayak tadi . ”
” Sayang tadi aku cuman mau bersihin kaca doang , Salahnya dimana ? ”
" Bibi biarin istriku naik-naik bangku ? ” Cecar Dennis pada bibi .
" Maaf tuan , Bibi gak tau kalo non naik bangku dan membersihkan kaca . ” Jawab bibi cemas .
" Sayang , Siapa yang nyuruh kamu melakukan hal yang kayak tadi ? " Tanya Dennis mulai serius .
” Enggak ada yang nyuruh . Sayang jangan suka membesar-besarkan masalah . ” Lontarnya lalu berlalu pergi ke dapur .
Dennis dibuat melotot dengan kelakuan Yumna yang tampak santai karena perilaku nya .
" Udah ah aku mau masak . Jangan ngikutin aku . ” Usirnya .
” Maksud kamu apa naik-naik kayak tadi . Jantung aku mau copot lho sayang . ”
” Mas .. Tadi aku cuma naik bentaran .. Bibi kan badannya gemuk pasti gak bisa naik bangku . Ya udah sih kan aku gak apa-apa juga kok . ”
” Kamu kok gitu sih . Kamu gak perduli sama bayi kita ? Kalo kamu jatuh gimana coba ? ”
" Iya lain kali aku gak akan naik-naik lagi janji . ”
" Enggak masalahnya enggak sesimpel itu sayang . Kamu gak tau gimana khawatir nya aku . ”
" Iya Mas Maaf .. Aku kira kamu gak bakal bangun lebih awal . Ini kan hari Minggu kenapa kamu udah bangun . ”
__ADS_1
" Oh jadi kamu kira aku bakal bangun siang Karena ini weekend ? Terus kamu nyuri-nyuri kesempatan buat naik ke bangku . Kamu keterlaluan . Jangan-jangan kalo aku di kantor kamu suka aneh-aneh ya ? ”
" Enggak kok mas . Suudzon deh . Aku kan gak apa-apa , Aku juga udah minta maaf .. Kenapa sih kamu suka rewel ? ”
" Kamu bisa kan nyuruh orang lain Yumna ? " Teriak Dennis kesal .
Yumna terdiam mendengar suaminya yang sepertinya memang sangat serius sedang marah kepadanya kali ini .
” Bibi . " Panggil Dennis agak berteriak .
Bibi pun menghampiri .
” Kenapa bibi biarkan kaca dirumahku kotor ? Ini tugas bibi kan , Kenapa bibi sampe kecolongan seperti ini .. Apa jangan-jangan istriku melakukan hal yang lainnya jika aku tidak di rumah . Kalo istriku bisa naik ke atas bangku untuk mengelap kaca , Lalu untuk apa bibi berada disini ? " Lontar Dennis marah .
” Maaf tuan saya benar-benar menyesal . ”
" Saya tidak butuh maaf . Kalo bibi merasa tidak sanggup bekerja di rumah ini , Bibi bisa berhenti . ” Kata Dennis lalu berlalu pergi meninggalkan mereka .
Yumna kembali merasa bersalah pada bibi .
" Bi .. ” Yumna memutuskan untuk mengikuti suaminya ke kamar .
Dia datang membuka pintu . Dia kesal kepada Dennis .
” Apa wanita hamil hanya boleh ongkang-ongkang kaki ? Apa menurutmu wanita hamil lemah ? Kenapa kamu suka sekali membesarkan masalah ? Pergi minta maaf kepada bibi sekarang . ” Lontar Yumna marah .
" Kalo aku gak mau kamu mau apa ? Aku gak perduli ya meskipun kamu gak mau ngomong sama aku atau apa pun . ” Cecar Dennis menaikkan nada bicaranya .
” Kamu selalu perduli dengan perasaan semua orang Yumna . Tapi kamu gak pernah mikirin perasaan aku sedikitpun .. Kamu gak tau gimana shocknya aku saat aku membuka pintu kamar dengan mata yang masih mengantuk mendapatkan kamu lagi membahayakan bayi kita . Kalo cuma kaca yang kotor , Kenapa kamu harus melakukan nya sendiri ? Apa kamu tidak bisa meminta tolong orang dirumah ? Kamu keterlaluan . ” Cecar Dennis .
” Kamu pikir aku akan membunuh anakku ? Kenapa kamu selalu marah untuk masalah yang sepele ? Kalo aku jatuh dan mati pantas kalo kamu semarah ini , Tapi kenyataannya aku gak apa-apa kan ? ”
” Sekarang kamu mengatakan hal yang lainnya yang lebih menyakitkan . Yumna , Aku selalu ngalah sama kamu , tapi kenapa kamu menilai ku berlebihan Hanya karena aku marah memperdulikan kamu ? ” cecar Dennis lagi .
Dennis meraih sepatu olahraga dan pergi meninggalkan Yumna , Dia tak menoleh lagi saat dia pergi .
Yumna hanya diam saja mendapatkan suaminya tak menghiraukannya lagi .
" Aku hanya mengelap kaca dan dia harus mengomeliku seperti itu . ” Gerutunya lalu pergi menemui bibi di dapur .
” Bi . ”
" Iya non . ”
” Tolong jangan dimasukkan ke dalam hati ya . ”
" Bibi tau kok non . Tuan marah karena dia takut nona kenapa-napa . Kenapa non nekat membersihkan kaca sendiri ? Itu bahaya buat kandungan non . ”
" Maaf ya bi , Habis tanganku gatal aja bi . Aku juga punya perasaan kok ..gak mungkin sampe jatuh . ”
__ADS_1
" Kalo gitu non minta maaf sam tuan ya . Jangan balik marah , Kasihan . Marah-marah tidak baik buat bayi . ”
”Ah dianya aja lagi pergi jogging . ”
” Mana Mas Dennis belum bantuin paman lagi , Kalo dia gak jadi bantu paman gara-gara aku gimana ? Ishh kalo kaya gini aku jadi gak tenang . ” Batin Yumna .
1 Jam sudah berlalu , Yumna mencari siasat untuk berbaikan dengan suaminya .
Dia memasak sarapan untuk Dennis . Dia juga mandi dan berdandan untuk merayu suaminya itu .
Yumna menunggu Dennis di teras depan ,Dia mondar-mandir tak karuan sembari celingukan ke arah gerbang .
Tiba-tiba pintu gerbang terbuka dan dia melihat Dennis masuk .
Wajahnya tersenyum ketika suaminya semakin dekat ke arahnya .
Saat dia pas dihadapan nya , Dennis berlalu tanpa memperdulikan istrinya kali ini . Dia melewati nya dan pergi menuju kamar .
Yumna merasa sedih karena sudah di acuhkan suaminya . Tak putus asa , Dia mengikuti Dennis ke kamar .
” Mas .. Iya aku minta maaf . Jangan ngambek lagi dong . ” Lontarnya sembari duduk mendekati .
Dennis tak menjawab , Dia membuka sepatu dan segera meraih handuk .
Dennis masuk kamar mandi masih dengan kemarahan nya .
” Dia beneran marah . Ya ampun gimana ini .. Aku takut dia cabut ucapannya kemarin yang mau bantu paman . ” Keluhnya sembari mengacak-acak rambut .
” Kenapa juga aku gak sabar ngadepin dia .. Aku yang pusing sendiri kan sekarang . ”
Yumna kembali ke luar kamar , Dia duduk di sofa dengan wajah yang masih cemberut .
10 menit kemudian , Dennis keluar dari kamar , Dia berupaya mencari keberadaan istrinya .
" Nona ke luar rumah 5 menit yang lalu tuan . ” Kata bibi tiba-tiba seolah tau jika dia sedang mencarinya .
" Aku gak nyari dia bi . " Katanya berdusta .
” Nona bilang mau jalan-jalan ke depan , Nyari udara segar . ”
” Aku gak tanya dia bi . ” Jelas Dennis kesal .
” Kasian nona , Dia kan sedang hamil .. Jangan di ajakin berantem dong tuan . ”
" Yang mulai kan dia . biar dia sadar . ” Katanya sembari mengambil piring bersedia untuk sarapan .
" Nona juga belum sarapan tuan . Dia pergi tanpa memakan apapun . ” Kata bibi lagi membuat Dennis mendengus kesal .
” Bibi maunya apa ? aku susul dia dan minta maaf ? Jelas-jelas dia yang salah . ”
__ADS_1
" Penyesalan itu datang belakangan ya tuan . Jangan sampai tuan mengalaminya . Sakit rasanya . ” Sela bibi membuat Dennis ingat masa lalu dulu saat dia menyia-nyiakan Yumna karena kemarahan dihatinya .
Dennis kembali menaruh piring dan beranjak dari duduknya . Dia pergi tanpa mengatakan apapun lagi .