
Kini pernikahan Yumna - Putra sudah masuk umur 8 bulan dan Yumna masih sabar menghadapi kerasnya hati Putra..
" Putra malam ini ada yang harus Papi bicaraksn sama kamu, segera pulang jika tugasmu selesai " kata Papi pagi itu sebelum Putra berangkat kerja
" iya Pi " jawab Putra
Saat Putra hendak berangkat kerja dan mengekuarkan mobilnya...sepintas Putra melihat Yumna berdiri di balik pohon seperti mengantar keberangkatannya.
entah terbuat dari apa hatimu Yumna Putri... maafkan aku, maafkan aku... kata Putra dalam hatinya.
Yah Putra mulai mencintai Yumna ♥️♥️
Malam itu selepas makan malam... Papi Mami Putra dan Yumna berkumpul di ruang keluarga.
" sengaja Papi kumpulkan kalian ber 2 malam ini karena Papi gak tega melihat Yumna selalu kamu sakiti... " kata Papi sambil memandang Putra
Putra hanya diam mendengarkan kata kata orang tuanya.
" Yumna... kami sudah mengannggapmu anak kami sendiri , tapi kami kasihan kalo kamu harus selalu sedih menangis dengan kelakuan suamimu yang mana dia adalah anak kami... terima kasih atas kesabaranmu nak... dan buatmu Putra silahkan kalo kamu ingin menceraikan Yumna, kami sudah pasrah apapun itu... lebih baik kalian berpisah dari pada Yumma kamu siksa " kata Papi pelan menahan sedihnya.
Suasana semakin hening di ruangan itu... cukup lama tidak ada yang bersuara
" Nak... jika kamu ingin bahagia kami rela kamu berpisah dari Putra " kata Mami pelan sambil memegang tangan Yumna.
" Saya... saya hanya ikut kata suami, Mami... jika suami saya menginginkan saya pergi maka saya akan pergi, karena sejatinya surga istri adalah restu dan kata kata suami " kata Yumna pelan
" sekarang keputusan di tanganmu Putra " kata Papi
Cukup lama Putra terdiam hingga akhirnya Putra bersuara
" berikan saya waktu... waktu yang akan menjawab " jawab Putra singkat.
💙💙💙
__ADS_1
Pagi itu seperti biasa Yumna bangun pagi dan melakukan tugasnya di dapur dan bersih bersih rumah bersama bibik.
Pagi itu Yumna membantu menyiapkan sarapan buat mertua dan suaminya , di saat akan menuangkan makan dan minum ke bagian Putra ada keraguan pada diri Yumna dan ragu ragu
" bisa tolong ambilkan buah dan sayur itu ?" tunjuk Putra meminta Yumna.
Dan Yumna melakukan apa yang di perintahkan Putra.
Malam itu Putra pulang kerja agak larut dan Yumna seperti biasa menunggu kepulangan Putra.
Saat datang Putra langsung menuju ke kamarnya dan gak lama Yumna mengetuk kamar Putra untuk membawa minuman dan camilan buat Putra
" masuklah...pintu tidak di kunci..." kata Putra
Yumna lalu membuka pintu kamar Putra dan meletakkan gelas berisi teh hangat di nakas kamar Putra.
" hhmm saya permisi dulu Mas " pamit Yumna pelan
" belum Mas " jawab Yumna
" kenapa belum ? " Putra balik bertanya
" saya...saya... saya tidak makan malam kalo Mas tidak makan malam di rumah " jawab Yumna pelan
Ya Allah jadi selama ini dia tidak makan malam kalo aku pulang terlambat batin Putra
" bisa tolong bawain makan malam buatku ?" tanya Putra
" bisa Mas, saya ambil dulu " jawab Yumna pelan dan keluar dari kamar Putra.
Putra segera membersihkan badannya ke kamar mandi.
Yumna sudah membawakan nasi dan lauk pauk buat Putra di kamarnya.
__ADS_1
" mau kemana ? " tanya Putra melihat Yumna hendak keluar kamar
" mas butuh apa lagi biar Yumna ambilkan " Yumnw balik bertanya
" gak ada, sudah " jawab Putra
" kalo gitu Yumna biar kembali ke kamar " jawab Yumna
" sini duduklah di sofa temani aku makan " pinta Putra
Yumna kaget dengan perkataan Putra dan diapun menuruti permintaan suaminya duduk di sofa.
Putra berdiri dari duduknya dan menyerahkan piringnya ke Yumna.
" makanlah... " kata Putra
" tapi ini kan buat Mas " kata Yumna heran
" aku tadi sudah makan di rumah sakit, tadi ada pasien emergency sehingga aku lembur dan dapat nasi dus " kata Putra
" ooo ya Mas kalo gitu biar Yumna makan di dapur saja ya " kata Yumna
" yang nyuruh kamu pergi ke dapur siapa ? sudahlah makan di sini....kalo sudah habis baru kamu boleh keluar " kata Putra sambil menonton tv di kamarnya
Akhirnya Yumna makan di kamar Putra dan Putra diam diam memperhatikan istrinya makan dengan lahap...sungguh berdosa kelakuan Putra selama ini ke Yumna.
Gak lama kemudian... Yumna sudah selesai menghabiskan makanannya.
" Mas... sudah habis, bolehkan Yumna keluar ? " tanya Yumna
" ya boleh... " jawab Putra
Yumna lalu pergi dari kamar Putra dan ke dapur untuk membersihksn piringnya.
__ADS_1