
Keesokan harinya Paman meminta Yumna dan Natan untuk pulang ke Jakarta duluan membawa Nayla .
Paman tidak mau memperlihatkan keadaan Sinta pada putri bungsunya .
” Tapi Paman . Aku mau disini .. aku masih mau temenin Sinta . ”
” Paman ngerti sayang . Tapi Nayla . Paman gak tau harus menjawab pertanyaan apapun darinya . Kasihan dia kalo sampai melihat kakaknya seperti itu . ”
” Lalu Natan ? Dia pasti ingin disini ? ”
” Natan kan harus jaga kamu . Tentu dia harus ikut kamu . Udahlah .. Paman bisa urus ini sendiri kamu gak usah khawatir . ”
” Iya .. Nanti aku ngomong sama Natan . ”
Yumna tampak sedih karena harus meninggalkan Sinta secepat itu .
" Mbak .. Mbak gak usah khawatir , Sekarang kan aku udah sama ayah . Nanti kalo ibu udah baikan kita pasti nyusul ke Jakarta .” Kata Sinta .
Paman membawa Sinta ke hotel .
Mereka sudah menjebloskan Ken ke penjara , Tapi itu tidak membuat bibi puas .
Bibi drop dan sempat dilarikan ke rumah sakit .. Keadaan malah semakin membuat Sinta semakin sedih .
” Aku sudah pulih , Ayo kita pulang ke Jakarta . ” Pinta bibi .
” Tunggu beberapa hari lagi , Kamu harus sehat betul . ”
” Kita hanya memerlukan waktu 2 Jam kan , Aku bisa kok . " Bujuk bibi .
” Bu .. ”
” Aku sudah tidak sanggup lagi yah . semua ini adalah kesalahan ku .. Kalo saja . ”
" Bu , Sinta sedih kalo ibu ngomong gitu . kita kan gak tau kalo akan kayak gini. ” Lontar Sinta berusaha membuat ibu tidak menyalahkan dirinya sendiri.
” Tidak Nak , Kalo saja ibu dengar semua ucapan ayahmu . Demi tuhan sayang ibu tidak bisa memaafkan diri ibu sendiri . Apa yang harus ibu lakukan ?? ” Keluhnya .
” Bu .. ini sudah terjadi . Ayah janji akan membuat dia di hukum seberat-beratnya . Sekarang tidurlah dulu .. Kamu harus istirahat . Ayo sin biarkan ibumu tidur . ” Lontar Ayah sembari menyelimuti istrinya lalu mendorong kursi roda Sinta menuju ke balkon .
” Sin .. Apa ayah boleh menanyakan semua nya ? ”
” Ya ayah .. tanya aja . ”
” Dia memukulmu dengan apa ? apa dengan tangannya ? Atau . ”
” Aku lupa ayah , Maksud ayah pukulan yang mana ? seingat ku .. Setiap hari dia marah dan memukulku . Saat 1-3 kali aku menerima pukulan darinya , Aku menangis tiada henti .. Aku bertanya kepada nya kenapa dia berubah padahal kami baru menikah 2 hari .. Dia hanya bilang , Dia membenciku . Dia merasa telah aku lukai karena pernikahan terpaksa itu . Aku mengabaikannya hanya karena seorang supir . Setelah hari itu , Aku tidak bisa memberi tau ayah atau ibu , Aku yakin kalian akan sangat terluka . ”
” Itu kesalahan kamu Nak . Harus nya kamu beri tau ayah .. Bagaimana kamu bisa berpikir kesana . ”
” Melihat ibu tidak berdaya di rumah sakit jauh lebih menyakitkan dari pada menerima semua hinaan dan pukulan dari kak Ken . Biarlah , Toh aku juga sudah menjadi istrinya. ”
” Lalu apa ini alasanmu tidak bisa menerima Videocall ? Yumna mengeluh setiap hari karena kamu bilang Hp kamu rusak ?? ”
” Bagaimana aku sembunyikan luka di wajahku ? Tolong maafkan aku dan semua kebohongan itu ayah . ” Katanya kembali menangis .
” Tidak Nak . Ayah yang harus minta maaf . Ayah tidak mampu menjagamu .. Ayah tidak berguna kan ?? Harus nya ayah dapat merasakan jeritan hati kamu Nak .. ”
” Tidak ayah .. Jangan katakan itu . Ayah sudah melakukan tugas ayah dengan baik .. Ayah mencintai ku meski aku hanya putri Sambung mu . ”
" Sayang .. Itu tidak akan menjadi batasan Nak . Kamu adalah putriku .. Kamu adalah hidupku Nak . ”
__ADS_1
Sinta dan Ayah menangis berpelukan di saksikan Yumna dibalik pintu Kaca .
Yumna segera pergi lalu meraih Hp .
Dia pergi ke kamar hotelnya sendiri , Kemudian dia menghubungi suaminya.
” Kamu dimana ? ”
” Bentar lagi aku sampe kok . ”
” Kamu kesini Mas ?? ”
" Iya . Aku takut Natan melupakan kamu setelah Apa yang terjadi . ”.
” Mas aku .. Apa aku boleh minta sesuatu ? ”
” Boleh dong sayang . ”
” Berikan hukuman yang setimpal pada Kenan . Aku tidak rela . ”
” Akan aku berikan . Sekarang kamu tenang tunggu aku . Dah . ”
Dennis menutup telepon darinya , Lalu Nayla menghampiri .
” Mbak .. Aku kok gak ketemu kak Sinta sih . Mana ayah sama ibu ? Di kamar sebelah ya ? Aku mau kesana aku kangen . ”
” Sayang . Kak Sinta lagi pergi katanya .. Ayah sama ibu lagi bobo jadi jangan ganggu ya . ”
” Terus kapan aku ketemu kakak ?? ”
” Nanti ketemu kok .. Nayla main dulu sama Mbak ya . ”
” Ah aku ngeri main sama Mbak . Takut kena perut .. Nanti Dede bayinya nangis . ”
Yumna berupaya mengalihkan Nayla .
Sementara itu Ayah membawa Sinta menemui Natan di balkon kamar Natan .
” Kok berhenti Yah . Emang kita mau kemana ? ” Tanya Sinta .
” Sayang , Ini ada Natan .. Kalian harus bicara . ” Kata ayah .
” Apa ? .. ” Katanya sembari meraba mencari tangan ayahnya .
” Ayah disini .. Kamu tenang ya . “
Natan hanya diam melihat Sinta yang bersikap seolah tak mau bicara padanya .
” Sayang .. Akan lebih enak kalo kita mengobrol sambil minum kopi . Ayah akan buatkan ya . Kalian tunggu sebentar ya . ” Kata Ayah lalu terburu-buru meninggalkan mereka .
” Ayah .. Aku enggak ngopi . Ayah mau kemana ? ” Panggilnya berusaha menghentikan Ayah ..
” Non gak mau ngomong sama aku ? ” Timpal Natan membuat Sinta terdiam .
” Enggak kata siapa ? Kamu apa kabar ? ”
” Tidak baik setelah aku disini . Apa yang ada dipikiran non hingga non diam saja di perlakukan seperti ini ?? Apa non gak ingat aku , Nomer telepon ku gak ganti . Aku sudah bilang , Aku melepaskan mu untuk membiarkan kamu bahagia . bukan untuk ini . ”
” Apa yang harus aku adukan ? Suamiku menyadap Hp ku . Dia tau apa saja yang aku lakukan . Aku juga tidak mau membebani mu . ”
” Jangan katakan itu .. Itu sangat melukai perasaan ku . ”
__ADS_1
“ Kak . apa yang terjadi padaku mungkin memang karena semua salahku . Karena aku belum pernah bisa mencintai dia . ”
” Itu bukan alasan untuk melukaimu . Dari awal dia tau semua nya .. Lalu kenapa sekarang dia tidak terima ? ”
” Semua sudah terjadi Kak . Aku harus pergi menemui ibu .. Ayah .. ” Panggil Sinta sembari meraba kursi roda nya .
” Biar aku bantu . ” Kata Natan sembari menyentuh kursi roda Sinta .
” Panggilkan ayah saja . ” Pinta Sinta sedikit melukai hati Natan .
Tiba-tiba ayah datang dengan segera .
” Kenapa ? Apa kalian sudah selesai Ngomong nya ? ”
” Yah .. Aku mau liat ibu .. Antar aku kesana ya ? ”
” Oke .. Tinggal ya . ”
Ayah membawa Sinta ke kamar Ibunya . Dalam perjalanan , Sinta terlihat sedih karena sikapnya kepada Natan .
Meski begitu , Dia merasa jika itu yang terbaik bagi mereka .
Setibanya di kamar ibu , Mereka mendapati ibu masih tertidur .
” Ibumu masih tidur Sin . ”
” Yah .. Sini duduk sebentar . Aku mau ngomong . ”
” Ada apa sayang kok kayaknya serius ? ” Tanya ayah sembari duduk mendekati Sinta .
” Apa maksud ayah bawa aku ke kak Natan ? ”
” Gak ada maksud apa-apa sih .. Menurut ayah kalian mesti bicara . ”
” Menurut ayah apa yang mesti kami bicarakan ? ”
” Kamu gak merasakan kalo Nak Natan masuk care sama kamu ? ”
” Gak adil buat dia yah . Ayah gak liat aku kayak apa sekarang ? Dengan keadaan aku yang kayak gini aku bisa apa buat melayani dia . Gak Yah .. tolong jangan berpikir kesana . Dia pria yang baik .. Dia pantas mendapatkan wanita yang lebih dari aku . ”
” Sayang kamu jangan kayak gitu . Kamu akan sembuh . ”
” Enggak Yah . Meskipun kebutaan aku ini sementara .. Tapi tetap aja itu gak adil buat kak Natan . Aku malu , Aku malu dia lihat keadaan aku yang kayak gini . ”
” Sayang . ”
Sinta menangis , Lalu Ayah memeluknya .
Sementara itu Ibu mendengar semua pembicaraan mereka berdua . Air matanya kembali menetes mendengar putrinya yang amat menderita karena pilihan hidup yang dia paksakan .
” Sayang .. Jadi kamu gak mau kembali pada Natan ? ”
” Aku cukup tau diri ayah . ”
” Seandainya ayah tau Nak . kalo semua akan seperti ini .. Ayah tak akan membiarkan pernikahan itu terjadi . ” Keluh ayah agak berkaca-kaca .
” Ayah tidak pernah mematahkan hatiku .. Jadi jangan bersikap seolah ayah telah gagal . ”
" Sayangku , Bagaimana ayah membalut luka di hatimu .. Pasti sangat sakit ya Nak .. Ayah tidak mampu membayangkan apapun ... Dada ayah terasa sesak Nak . ”
Sinta menangis mendengar ucapan ayah sambungnya yang sepenuh hati mencintai nya .
__ADS_1
” Aku bisa menahan semua luka . Tapi , Aku tidak bisa melihat air mata ayah dan ibu . ”