YUMNA

YUMNA
Episode 181


__ADS_3

Keesokan harinya Paman meminta Yumna dan Natan untuk pulang ke Jakarta duluan membawa Nayla .


Paman tidak mau memperlihatkan keadaan Sinta pada putri bungsunya .


” Tapi Paman . Aku mau disini .. aku masih mau temenin Sinta . ”


” Paman ngerti sayang . Tapi Nayla . Paman gak tau harus menjawab pertanyaan apapun darinya . Kasihan dia kalo sampai melihat kakaknya seperti itu . ”


” Lalu Natan ? Dia pasti ingin disini ? ”


” Natan kan harus jaga kamu . Tentu dia harus ikut kamu . Udahlah .. Paman bisa urus ini sendiri kamu gak usah khawatir . ”


” Iya .. Nanti aku ngomong sama Natan . ”


Yumna tampak sedih karena harus meninggalkan Sinta secepat itu .


" Mbak .. Mbak gak usah khawatir , Sekarang kan aku udah sama ayah . Nanti kalo ibu udah baikan kita pasti nyusul ke Jakarta .” Kata Sinta .


Paman membawa Sinta ke hotel .


Mereka sudah menjebloskan Ken ke penjara , Tapi itu tidak membuat bibi puas .


Bibi drop dan sempat dilarikan ke rumah sakit .. Keadaan malah semakin membuat Sinta semakin sedih .


” Aku sudah pulih , Ayo kita pulang ke Jakarta . ” Pinta bibi .


” Tunggu beberapa hari lagi , Kamu harus sehat betul . ”


” Kita hanya memerlukan waktu 2 Jam kan , Aku bisa kok . " Bujuk bibi .


” Bu .. ”


” Aku sudah tidak sanggup lagi yah . semua ini adalah kesalahan ku .. Kalo saja . ”


" Bu , Sinta sedih kalo ibu ngomong gitu . kita kan gak tau kalo akan kayak gini. ” Lontar Sinta berusaha membuat ibu tidak menyalahkan dirinya sendiri.


” Tidak Nak , Kalo saja ibu dengar semua ucapan ayahmu . Demi tuhan sayang ibu tidak bisa memaafkan diri ibu sendiri . Apa yang harus ibu lakukan ?? ” Keluhnya .


” Bu .. ini sudah terjadi . Ayah janji akan membuat dia di hukum seberat-beratnya . Sekarang tidurlah dulu .. Kamu harus istirahat . Ayo sin biarkan ibumu tidur . ” Lontar Ayah sembari menyelimuti istrinya lalu mendorong kursi roda Sinta menuju ke balkon .


” Sin .. Apa ayah boleh menanyakan semua nya ? ”


” Ya ayah .. tanya aja . ”


” Dia memukulmu dengan apa ? apa dengan tangannya ? Atau . ”


” Aku lupa ayah , Maksud ayah pukulan yang mana ? seingat ku .. Setiap hari dia marah dan memukulku . Saat 1-3 kali aku menerima pukulan darinya , Aku menangis tiada henti .. Aku bertanya kepada nya kenapa dia berubah padahal kami baru menikah 2 hari .. Dia hanya bilang , Dia membenciku . Dia merasa telah aku lukai karena pernikahan terpaksa itu . Aku mengabaikannya hanya karena seorang supir . Setelah hari itu , Aku tidak bisa memberi tau ayah atau ibu , Aku yakin kalian akan sangat terluka . ”


” Itu kesalahan kamu Nak . Harus nya kamu beri tau ayah .. Bagaimana kamu bisa berpikir kesana . ”


” Melihat ibu tidak berdaya di rumah sakit jauh lebih menyakitkan dari pada menerima semua hinaan dan pukulan dari kak Ken . Biarlah , Toh aku juga sudah menjadi istrinya. ”


” Lalu apa ini alasanmu tidak bisa menerima Videocall ? Yumna mengeluh setiap hari karena kamu bilang Hp kamu rusak ?? ”


” Bagaimana aku sembunyikan luka di wajahku ? Tolong maafkan aku dan semua kebohongan itu ayah . ” Katanya kembali menangis .


” Tidak Nak . Ayah yang harus minta maaf . Ayah tidak mampu menjagamu .. Ayah tidak berguna kan ?? Harus nya ayah dapat merasakan jeritan hati kamu Nak .. ”


” Tidak ayah .. Jangan katakan itu . Ayah sudah melakukan tugas ayah dengan baik .. Ayah mencintai ku meski aku hanya putri Sambung mu . ”


" Sayang .. Itu tidak akan menjadi batasan Nak . Kamu adalah putriku .. Kamu adalah hidupku Nak . ”

__ADS_1


Sinta dan Ayah menangis berpelukan di saksikan Yumna dibalik pintu Kaca .


Yumna segera pergi lalu meraih Hp .


Dia pergi ke kamar hotelnya sendiri , Kemudian dia menghubungi suaminya.


” Kamu dimana ? ”


” Bentar lagi aku sampe kok . ”


” Kamu kesini Mas ?? ”


" Iya . Aku takut Natan melupakan kamu setelah Apa yang terjadi . ”.


” Mas aku .. Apa aku boleh minta sesuatu ? ”


” Boleh dong sayang . ”


” Berikan hukuman yang setimpal pada Kenan . Aku tidak rela . ”


” Akan aku berikan . Sekarang kamu tenang tunggu aku . Dah . ”


Dennis menutup telepon darinya , Lalu Nayla menghampiri .


” Mbak .. Aku kok gak ketemu kak Sinta sih . Mana ayah sama ibu ? Di kamar sebelah ya ? Aku mau kesana aku kangen . ”


” Sayang . Kak Sinta lagi pergi katanya .. Ayah sama ibu lagi bobo jadi jangan ganggu ya . ”


” Terus kapan aku ketemu kakak ?? ”


” Nanti ketemu kok .. Nayla main dulu sama Mbak ya . ”


” Ah aku ngeri main sama Mbak . Takut kena perut .. Nanti Dede bayinya nangis . ”


Yumna berupaya mengalihkan Nayla .


Sementara itu Ayah membawa Sinta menemui Natan di balkon kamar Natan .


” Kok berhenti Yah . Emang kita mau kemana ? ” Tanya Sinta .


” Sayang , Ini ada Natan .. Kalian harus bicara . ” Kata ayah .


” Apa ? .. ” Katanya sembari meraba mencari tangan ayahnya .


” Ayah disini .. Kamu tenang ya . “


Natan hanya diam melihat Sinta yang bersikap seolah tak mau bicara padanya .


” Sayang .. Akan lebih enak kalo kita mengobrol sambil minum kopi . Ayah akan buatkan ya . Kalian tunggu sebentar ya . ” Kata Ayah lalu terburu-buru meninggalkan mereka .


” Ayah .. Aku enggak ngopi . Ayah mau kemana ? ” Panggilnya berusaha menghentikan Ayah ..


” Non gak mau ngomong sama aku ? ” Timpal Natan membuat Sinta terdiam .


” Enggak kata siapa ? Kamu apa kabar ? ”


” Tidak baik setelah aku disini . Apa yang ada dipikiran non hingga non diam saja di perlakukan seperti ini ?? Apa non gak ingat aku , Nomer telepon ku gak ganti . Aku sudah bilang , Aku melepaskan mu untuk membiarkan kamu bahagia . bukan untuk ini . ”


” Apa yang harus aku adukan ? Suamiku menyadap Hp ku . Dia tau apa saja yang aku lakukan . Aku juga tidak mau membebani mu . ”


” Jangan katakan itu .. Itu sangat melukai perasaan ku . ”

__ADS_1


“ Kak . apa yang terjadi padaku mungkin memang karena semua salahku . Karena aku belum pernah bisa mencintai dia . ”


” Itu bukan alasan untuk melukaimu . Dari awal dia tau semua nya .. Lalu kenapa sekarang dia tidak terima ? ”


” Semua sudah terjadi Kak . Aku harus pergi menemui ibu .. Ayah .. ” Panggil Sinta sembari meraba kursi roda nya .


” Biar aku bantu . ” Kata Natan sembari menyentuh kursi roda Sinta .


” Panggilkan ayah saja . ” Pinta Sinta sedikit melukai hati Natan .


Tiba-tiba ayah datang dengan segera .


” Kenapa ? Apa kalian sudah selesai Ngomong nya ? ”


” Yah .. Aku mau liat ibu .. Antar aku kesana ya ? ”


” Oke .. Tinggal ya . ”


Ayah membawa Sinta ke kamar Ibunya . Dalam perjalanan , Sinta terlihat sedih karena sikapnya kepada Natan .


Meski begitu , Dia merasa jika itu yang terbaik bagi mereka .


Setibanya di kamar ibu , Mereka mendapati ibu masih tertidur .


” Ibumu masih tidur Sin . ”


” Yah .. Sini duduk sebentar . Aku mau ngomong . ”


” Ada apa sayang kok kayaknya serius ? ” Tanya ayah sembari duduk mendekati Sinta .


” Apa maksud ayah bawa aku ke kak Natan ? ”


” Gak ada maksud apa-apa sih .. Menurut ayah kalian mesti bicara . ”


” Menurut ayah apa yang mesti kami bicarakan ? ”


” Kamu gak merasakan kalo Nak Natan masuk care sama kamu ? ”


” Gak adil buat dia yah . Ayah gak liat aku kayak apa sekarang ? Dengan keadaan aku yang kayak gini aku bisa apa buat melayani dia . Gak Yah .. tolong jangan berpikir kesana . Dia pria yang baik .. Dia pantas mendapatkan wanita yang lebih dari aku . ”


” Sayang kamu jangan kayak gitu . Kamu akan sembuh . ”


” Enggak Yah . Meskipun kebutaan aku ini sementara .. Tapi tetap aja itu gak adil buat kak Natan . Aku malu , Aku malu dia lihat keadaan aku yang kayak gini . ”


” Sayang . ”


Sinta menangis , Lalu Ayah memeluknya .


Sementara itu Ibu mendengar semua pembicaraan mereka berdua . Air matanya kembali menetes mendengar putrinya yang amat menderita karena pilihan hidup yang dia paksakan .


” Sayang .. Jadi kamu gak mau kembali pada Natan ? ”


” Aku cukup tau diri ayah . ”


” Seandainya ayah tau Nak . kalo semua akan seperti ini .. Ayah tak akan membiarkan pernikahan itu terjadi . ” Keluh ayah agak berkaca-kaca .


” Ayah tidak pernah mematahkan hatiku .. Jadi jangan bersikap seolah ayah telah gagal . ”


" Sayangku , Bagaimana ayah membalut luka di hatimu .. Pasti sangat sakit ya Nak .. Ayah tidak mampu membayangkan apapun ... Dada ayah terasa sesak Nak . ”


Sinta menangis mendengar ucapan ayah sambungnya yang sepenuh hati mencintai nya .

__ADS_1


” Aku bisa menahan semua luka . Tapi , Aku tidak bisa melihat air mata ayah dan ibu . ”


__ADS_2