
Baru 2 hari Putra berada di Sumatra untuk tugasnya tapi dia selalu ingat anaknya dan untungnya Putra punya foto anaknya yang tersimpan di hapenya.
Hari berlalu begitu cepat , tanpa terasa kini sudah 2 bulan berada di Sumatra dan yang sering dia lakukan adalah video call ke anaknya Rizki melalui hape yang khusus dia beli untuk bisa komunikasi dengan Yumna dan anaknya.
🌝🌞🌞🌞🌜🌜🌜🌜
Tanpa terasa waktu sudah berjalan 1 tahun dan setiap 2 bulan sekali Putra pasti mengusahakan untuk pulang ke kota J untuk bertemua anaknya yang mulai makin besar dan lincah juga cerewet dengan ngoceh macam macam dan itulah yang buat Putra selalu merindukan anaknya.
Tugas Putra di Sumatra hanya tinggal 1,5 tahun saja dan setelah itu Putra berencana kembali ke kota J dan hidup normal bersama Yumna dan anak mereka yang sudah beranjak batita dan sudah bisa ngoceh memanggil Putra dengan ocehan
" Aaahhhhh ...." yang artinya Papah.
Hubungan Putra dan Yumna masih kaku , setiap Putra datang dan berusaha mengajaknya ngobrol mesti Yumna selalu menghindar.
🌷🌷🌷🌷🌷
Di Tanah Sumatra
" dok ... ada pasien cito " panggil perawat ke kamar jaga dokter di rumah sakit besar itu.
" pasien dengan ? " tanya Putra sambil mengucek matanya yang mulai terasa ngantuk.
__ADS_1
" perdarahan dok " jawab perawat
Putra lalu masuk ke ruang jaga untuk memeriksa keadaan pasien dengan seksama.
" siapkan ruangan tindakan , pasien ini dengan Abortus Incomplet , pasang infus 2 jalur 35 - 40 tetes drip yaaa , 5 menit segera kita kerjakan , dan tolong evaluasi nadi dan tekanan darah " perintah Putra tegas kepada tim assisten yang jaga dengannya.
Ketika Putra hendak mengganti bajunya dengan baju yang steril sekilas Putra mengenali wajah perempuan ini ... yaa mirip Cindy ... Cindy wanita yang pernah dekat dengannya.
" Apakah nama wanita ini Cindi Dinartu Prasetya ? " tanya Putra ke perawat laki laki yang bersama dia untuk assistennya.
" tepattt dokter !! apakah selain menjadi dokter spesialis dokter juga seorang pesulap ? " kata perawat laki laki yang bersama Putra di ruangan tindakan.
Seketika Putra tertawa kecil mendengar jawaban assisten perawat laki lakinya.
Sementara assisten perawat laki laki tersebut hanya diam terpaku dengan jawaban sang dokternya yang gagah ganteng dan humoris ini
" perasaan belajar ilmu kedokteran lebih sulit daripada ilmu sulap , ini kenapa dokter Putra berbeda lebih sulit ilmu sulap katamya , haduhhh... mungkin sulap jadi davif coperpile ya ... ya ya ya okelah " kata perawat tersebut.
Tindakan medis berlangsung hanya 10 menit dan Putra segera kembali ke ruangan kerjanya untuk menulis data dan tindakan.
" keluarga pasien Cindi bisa nemuin saya ?" perintah Putra ke perawat lain.
__ADS_1
" siap dokter " kata perawat yang langsung ke ruang tinggu untuk memanggil keluarga Cindi.
Dan tak berapa lama seoramg laki laki datang menemui Putra.
" dokter ... ini keluarga pasien Cindi " kata sang perawat lalu mempersilahkan laki laki tersebut untuk duduk.
" baiklah perkenalkan saya dokter Putra yang menangani kasus pasien nona Cindi dan tadi setelah melihat kondisi pasien kami segera tindakan dan mohon maaf janin tidak bisa di selamatkan " kata Putra menjelaskan.
Seketika wajah laki laki yang berada di depan Putra langsung menutup matanya dengan tangannya sendiri dan menangis.
" hhhhh ... twrima kasih dokter , walau saya sedih sekali karena saya menginginkan anak itu tapi Allah berkehrndak lain ... " kata laki laki tersebut.
Putra hanya senyum simpul.
" Anda suaminya kan dan mohon beri dukungan buat istri anda " kata dokter Putra
" kami baru rencana akan menikah di bulan depan dokter , tapi ... " kata pria tersebut.
💚💚💚💚💚
Disini Putra tanpa sengaja ketemu dengan nenek sihir panggilan Mamih Putra untuk Cindi.
__ADS_1
Lalu ... apakah ada rencana jahat dari nenek sihir ini ??? ahahaha mari kita lihat 😅😅