
Yumna membereskan kotak makan yang tadi di bawanya .
" Yumna , Aku ingin memulainya lagi . Aku ingin kita yang dulu ,Kamu yang mencintaiku ." Lontar Dennis penuh perasaan .
" Kita sudah menikah , Apa lagi yang kamu mau ?"
" Hatimu .."
" Jujur saja aku belum mencintai pacarku , tapi itu bukan berarti aku tidak mencoba mencintainya .
Lelah rasanya mencintai seseorang , Kamu atau pun Raka adalah Orang yang pernah ada di dalam hatiku .Tapi kalian hanya mampu membuatku menangis .Sedangkan Mas Rendy , Dia tidak pernah membuat ku kecewa .Jadi bagiku akan lebih baik jika kita menikahi orang yang mencintai ku dari pada sebaliknya .Biar tidak terluka ."
" Jadi Kamu berusaha mencintai orang lain daripada Suamimu ."
" Iya ."
" Kamu belum memutuskan dia ?"
" Sudah , Tapi dia tidak mau ..Aku salut dengan nya meski sudah ku beri tau semua kepadanya .Dia tetap ingin memperjuangkan cinta kita ."
" Oh ya ,mana bisa jangan berhayal ."
" Aku yakin Mas Rendy akan menemukan cara ..Pacarku begitu tabah menunggu ku ..Dia akan melepaskan aku darimu ."
Dennis hanya tersenyum mendengar ocehan Yumna .
" Jika dia tidak ingin menyerah baik-baik kalau begitu tunggu saat waktunya tiba , kita lihat apa dia bisa melawanku ."
Yumna keluar dari ruangan Dennis , Dia terus menerus kesal dan marah pada Dennis .
" Lihat saja Mas Rendy pasti bisa mengalahkan mu ."
Dalam perjalanan menuju pulang ,Yumna mampir ke Rumah paman .
" Pak tunggu sebentar ya ."Lontarnya kepada pak Anto .
" Baik Non ."
Yumna membawa beberapa boneka untu Nayla ,Adik Sinta yang berusia 6tahun .
" BI , Dimana Nayla ?"
" Di ruang tamu dia lagi main sama pacar Sinta ."
" Pacar Sinta ?"
" Natan , Kata Sinta kamu kenal dia ."
Yumna pergi ke ruang tamu menemui Natan dan Sinta .
" Mbak ." Sapa Sinta .
" Dia disini ?" Lontarnya sambil melihat ke arah Natan .
" Iya , Ayah bilang jika aku serius disuruh ke ajak ke rumah ."
" Nay , Mbak bawa boneka nih ..Nayla suka gak..kita main di kamar yuk ." Yumna mengajak Nayla ke kamarnya .
Natan dan Sinta tau betul jika Yumna masih kesal kepada mereka .
Sinta pergi menemui Yumna di kamar Nayla .
" Mbak , Aku mau ngomong ."
__ADS_1
" Ngomong aja ,Aku tau Mbak masih marah sama aku .. Tapi kenapa mbak juga marah sam kak Natan ? "
" Apa ngaruhnya buat kalian ,Perduli apa kalian sama kemarahan Mbak ? Kalian pikirin saja kebahagiaan kalian ."
" Aku tau aku gak bisa di maafin , tapi Mbak aku benar-benar mencintai kak Natan ."
" Ya udahlah Sin ngapain harus di bahas lagi.."
" Tapi aku gak mau Mbak marah terus ."
" Kamu egois ya ..Mbak juga manusia biasa kali sin ,Masa iya Mbak masih bersikap manis sama kamu ."
" Terus apa yang bisa bikin mbak gak marah lagi sama aku ?"
" Mbak benci sama kamu bukan karena mbak yang terjebak dalam pernikahan ini , tapi kamu membuat ayah dan ibumu sedih .Mbak masih belum lupa bagaimana paman berlutut kepada Dennis karena kamu .Itu yang gak bisa Mbak maafkan ."
Sinta menangis dan pergi dari kamar Nayla .
" Kak Sinta menangis , apa tadi kalian bertengkar ?" Tanya Nayla polos .
" Kami tidak bertengkar kok Nay ."
" Tapi Mbak Yumna kok marahin kak Sinta ?" Tanyanya lagi .
" Itu karena kak Sinta nakal ,Dia gak mau makan ..Jadi Mbak marahin deh . Nayla juga harus makan ya biar perutnya gak sakit ,kalo perutnya sakit Nayla gak bisa main ."
Saat Yumna asik bermain dengan Nayla ,Bibi menghampiri nya .
" Yumna , Maafkan Sinta ya ." Pintanya sambil memegang tangan Yumna.
" Jangan memikirkan Sinta ,Dia sudah besar .bibi harus sehat ya..Makasih sudah setia mendampingi paman .Dia adalah pria yang baik ,Aku bersyukur Allah anugrahin Paman untukku ."
" Yumna ."
" Tidak perlu minta maaf ,Jika bukan karena mu ,bibi tidak tau akan jadi apa Na ."
"Bibi ." Yumna memeluk Bibi dan mengusap punggung nya.
" Sekarang ibu menangis , Mbak Yumna tadi membuat kak Sinta menangis sekarang ibuku , Apa ibu juga tidak mau makan ?" Lontar Nayla membuat mereka tersenyum .
" Nay Nay .."
Di Rumah Dennis .
*
*
Yumna kembali dari Rumah Paman ,Dia melihat mobil Dennis sudah terparkir di halaman.
" Baru jam 7 ,Tapi kok dia sudah pulang .lewat belakang saja lah ..Males banget ketemu dia ."
Yumna pergi lewat dapur menuju kamarnya .
Sesampainya di kamar , Yumna menaruh tas dan Hp di meja rias lalu pergi ke kamar mandi .
Saat keluar dari kamar mandi ,Dia melihat Dennis sedang memegang Hp nya .
" Kamu ngapain Nis , Itu barang privasi aku .Kamu gak berhak balikin ."
" Apa ? Gak berhak .. Aku bersikap lunak dari kemarin agar hubungan Kita kembali seperti dulu .Tapi kok sekarang aku salah ya ."
" Maksud kamu ? Balikin HP ku ."
__ADS_1
" Kalian masih chatting an , apa yang kalian bahas ? Kalian mau terus melanjutkan hubungan ini ?"
" Kenapa ? Kamu mau marah ? balikin ." Yumna berusaha mengambil HP nya .
" Kayaknya kamu lupa deh kalo kita sudah menikah .. Jangankan HP , Aku berhak atas kamu dan semua barang-barang kamu ."
" Balikin ." Pinta Yumna berusaha sabar .
" Kamu mau Hp ini ? " Dennis membanting Hp Yumna ke lantai sekuat tenaga.Kali ini Dennis mulai marah menghadapi Yumna .
" Hp ku ." Yumna mengambil Hpnya yang sudah rusak .
" Kamu tuh maunya apa sih ..Keluar dari kamar ku ." Teriak Yumna.
Dennis pergi menutup pintu dan kembali berjalan ke arah Yumna .
" Apa ? Kamu mau apa ?"Kemarahan Dennis mulai membuat Yumna takut , Yumna berlari menuju keluar ,Tapi Dennis tak membiarkannya begitu saja . Dennis berusaha menciumi nya ,Yumna berusaha memberontak ,dia mendorong tubuh Dennis kuat-kuat .
" Aku harus membuatmu sadar dan tau ,Aku berhak melakukan apapun padamu ."Lontarnya sambil memaksakan kehendaknya untuk terus menyentuh Isterinya .
" Jangan Nis ."Dennis mendorongnya ke tempat tidur .
Entah sadar ataupun tidak ,Yang jelas Dennis sangat marah kepadanya karena Yumna masih ingin berhubungan dengan Rendy .
Dennis membuat Yumna tak berdaya ,Dia menggaulinya tanpa izin Yumna .
Yumna menangis pun tak diberi ampun .
keesokan harinya Dennis terdiam di kamarnya ,Dia mengingat semua yang dilakukannya terhadap Yumna .
" Pasti sekarang dia terus menerus menangis , Lagian kenapa dia membuatku marah . Membanggakan laki-laki lain ."Gerutunya.
" Bi ,, Isteri ku sudah keluar kamar ?"
" Belum Tuan .."
" Aduh.."Dennis mulai gelisah .
Tiba-tiba Ibu Dennis datang .
" Ada apa sih nyuruh ibu Dateng sepagi ini Dennis ?"
" Bu ,,bujuk in Yumna keluar kamar dan makan ya ."
" Kenapa ? Kalian bertengkar ?"
" Aku sedang marah dan ."
" Dan apasih kalo ngomong yang bener ?"
" Itu Bu ...Aku kalap ya udah ."
" Kamu ngomong apasih, Ibu gak ngerti ."
" Ibu gitu aja gak ngerti sih ."Dennis membisikkan sesuatu ke telinga ibunya .
Ibu malah tersenyum mendengar kelakuan putranya .
"Apa jadi ..Ya ampun bilang dari tadi ."
" Tapi Bu , Yumna pasti marah banget ..tolongin aku ya Bu ."
" Oke ,kamu berangkat ke kantor aja ,,serahkan sama ibu..Jangan banyak pikiran ."
__ADS_1
Dennis berangkat ke kantor dengan perasaan tidak karuan.