
Pagi itu Yumna sibuk mengeringkan Rambutnya dengan Hairdryer .
Suaranya mengganggu tidur Dennis .
" Sayang , Berisik banget sih . Ini baru jam 5 pagi ." Omelnya .
" Mandi dan sholat sana . Karena Mu , Aku harus mandi sepagi ini .Aku malu dengan Ibu dan Ayahmu kalo ketahuan basah seperti ini ."
" Kenapa harus malu ? Mereka juga pernah mengalaminya ."
" Dasar . Tetap saja aku malu ."
" Terserah ." Lontarnya sambil kembali menarik selimut .
" Kapan kamu akan solat dengan benar ? Kamu tidak takut mati ? sehari pasti ada yang terlewat .Mau jadi apa ?" Omelnya lagi .
" Sayang , Ini masih terlalu pagi untuk mengomeli ku . "
" Nenek ingin kamu menjadi suamiku bukan hanya untuk menjagaku saja , Tapi menjadi imam yang baik buatku . Jangankan menjadi imam dalam solatku, solat sendiri saja susah ."
" Oh ya ampun.. Apa seperti ini punya isteri ? "
" Bangunlah usiamu sudah 28 tahun tapi solat saja masih bolong-bolong sih .. Harta mu tidak akan bisa membuatmu masuk ke dalam surga ."
" Sayang !!! " Jengkelnya .
" Kamu tau, Hanya orang yang tidak ber akal yang di perbolehkan untuk meninggalkan solat , Kamu sehat dan punya akal apa mau disamakan dengan orang yang tidak ber akal ? "
" Baik , Aku akan mandi dan solat . Jadi hentikan ceramah mu ." Lontarnya sambil beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi .
" Isterinya tidak boleh mengomel tapi sikapnya selalu ingin di omeli ."
Setengah Jam berlalu , Yumna dibantu bibi sudah masak dan menyiapkan makanan untuk suami dan mertuanya .
" Kamu masak sendiri ? " Tanya Ayah .
" Di bantu Bibi Yah , Mana Ibu ? kita sarapan yuk ."
Tiba-tiba Ibu datang bersama Dennis dengan merangkul putranya itu .
" Yah , Hebat nih anak kita sekarang sudah bisa solat subuh loh . "
" Oya ? Yah pasti dipaksa Yumna , Iya kan ?"
" Apasih Ayah ? " oleh
" Sepagi ini kamu juga sudah mandi ." Lontar ibu berusaha meledek . Yumna mengerutkan Dahinya mendengar Ibu mertuanya bicara .
" Mandi pagi kan bagus bu ." Lontar Dennis sambil menarik kursi dan duduk .
" Putramu selalu di keceng in melulu , Ayo sarapan ." Ajak Ayah .
" Maaf Yah bu kalo masakannya kurang enak ." Lontar Yumna .
" Ah pasti enak . Yumna kan bisa masak ." Puji Ayah .
" Yumna setiap hari memasak buat Dennis ?"
" Iya , Mas Dennis ingin aku memasak untuknya , Padahal masakan Bibi jauh lebih enak ."
" Siapa bilang ? Masakan istriku lebih enak ." Lontar Dennis .
Mereka sarapan bersama , Ibu dan Ayah sangat bahagia dengan momen itu .Mereka me,,lihat Dennis tak berhenti tersenyum karena Yumna .
2 Jam sudah berlalu , Yumna pergi ke rumah pamannya .
" Assalamualaikum ."
" Waalaikum Salam . Yumna ."
" Paman tidak ke kantor ?"
" Belum , Na..Temui Sinta gih ."
" Kenapa Sinta ?"
" Gak tau , Dari kemarin dia tidak keluar kamar . Tapi tidak cerita ada apa .."
__ADS_1
" Ya udah deh ..Aku ke kamar Sinta ."
Yumna pergi menemui Sinta di kamarnya .
" Sin , Ini Mbak ..Mbak boleh masuk ?"
" Masuk aja ."
" Eh ada Nayla juga , Sini sayang ." Lontar Yumna sambil menaikan Nayla ke pangkuannya .
" Nay sudah sarapan ? "
" Udah Mbak .."
" Oh hebat .. Makan apa ? Harus makan sayur ya . Suka gak sama sayur ?"
" Suka Mbak sayur kan enak ."
"Selain enak Sayur juga baik buat kamu . "
" Iya Mbak ."
Tiba-tiba ibu Nayla datang .
" Nay , Ayo mandi . sebentar lagi kan berangkat sekolah ."
" Iya bu ."
" Ditinggal dulu ya Mbak ."Lontar Bibi pada Yumna .
" Iya bi ..Dah ."
Bibi dan Nayla pun meninggalkan mereka berdua .
" Kamu kenapa ? "
" Mbak sudah tidak marah ? "
" Mbak tidak pernah marah sama kamu . Cuman kesal saja ."
" Natan . Mungkin dia sedang ke luar kota ."
" Tapi tidak biasanya dia tidak mengabari ku seperti ini ."
" Mungkin HP nya mati . Jangan memikirkan yang tidak-tidak . Sana makan dan mandi , Tidak baik berdiam diri dikamar terus ."
" Aku tidak ingin melakukan apapun Mbak ."
" Cinta jangan membuatmu lemah Sin . Do'akan kan saja semoga Tidak terjadi apa-apa padanya ."
" Masalahnya kok hatiku kayak gak tenang gini ."
" Iya . Tapi kamu harus makan .. Jangan kayak gini ah ."
Sinta pun beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi .
2 Jam berlalu Yumna datang ke rumah Diana membawa kue .
Dia melihat Diana hendak berangkat ke kantor .
" Di ." Panggilnya .
" Ada apa Na ..Tumben ?"
" Mau kerja ya ? Aku mampir sebentar mau kasi kue , Aku membuatnya kemarin . Lumayan buat Cemilan ."
" Ya ampun kenapa repot-repot gini . Makasih ya ."
" Ya udah aku pergi , Aku juga mau ke rumah Jihan ."
" Oke ."
Yumna pergi menuju rumah Jihan . Dalam perjalanan Mobil yang di kendarai nya di hadang mobil lain . Sang pemilik keluar dari mobil membuat Yumna terkejut .
Ya dia adalah Rendy .
" Aku ingin bicara denganmu ." Lontarnya mengetuk kaca mobil .
__ADS_1
Yumna pun keluar .
" Ada apa Mas ?"
" Kenapa kamu lakukan ini padaku ? Apa salahku ? Secara tiba-tiba kamu membuatku bahagia lalu kamu tidak perlu butuh lama untuk membuang ku seperti ini . Tega sekali ." Lontarnya dengan penuh penyesalan .
" Aku tau aku salah , Sudahlah Mas . Lebih baik kamu menjalani hidupmu yang baru ."
" Kenapa ? Apa kamu melakukan ini karena kamu tidak pernah mencintaiku ? Aku dengar Suamimu adalah kekasihmu sebelum aku , Apa itu benar ?"
" Kamu tau darimana ?"
" Kamu tidak perlu tau , Jadi itu benar ? Dan suamimu ini merencanakan semuanya untuk merebut kembali kamu dariku ?"
" Tidak Mas , Ini hanya kebetulan ."
" Kebetulan ? Bagaimana kamu berpikir seperti itu . Orang seperti Dennis akan melakukan banyak hal ."
" Berhenti bicara yang tidak-tidak .Tolong pinggirkan mobilmu .Aku mau lewat ."
" Kamu bilang kamu akan bertahan denganku , Tapi apa ini . Bukankah kita akan mencari cara untuk semua masalah ini ? Kamu mengambil keputusan untuk memtuskan aku karena apa ? Apa karena Kamu masih mencintainya atau karena dia mengancam pamanmu ?"
" Jujur saja karena dua alasan itu . pertama karena pamanku , Kedua karena aku masih mencintainya ."
" Rasanya begitu menyakitkan Yumna , Tega sekali kamu lakukan ini ." Lontarnya sembari memasuki mobil dsn berlalu .
Yumna kembali masuk mobil , Ia merasa bersalah karena dia kembali harus melukai Rendy .
" Ini yang aku takutkan, Jika aku bertemu denganmu dan terus melukai kamu Mas . Maafkan Aku ." Gumamnya .
30 menit kemudian Yumna mengurungkan niatnya untuk pergi ke rumah Jihan , Dia kembali ke rumah .
Setibanya di rumah , Nadia sudah menunggunya di dalam untuk menemuinya .
" Ada apa kamu kesini ?" Tanya Yumna .
" Yumna , Apa tadi kalian bertemu ?"
" Siapa ? Maksud mu Mas Rendy ?"
" Iya ."
" Iya , Aku kembali melukainya . Entah kenapa dia selalu tau dimana aku berada ." Lontarnya sambil duduk .
" Mas Rendy di jodohkan dengan wanita kaya Na . Aku patah hati sekali lagi ."
" Apa ?"
" Orang tuanya menjodohkan dia dengannya karena bisnis . "
" Baguslah semoga dia bahagia dan mencintai calonnya ."
" Apa ? Lalu aku ? Kenapa kamu men do'akan mereka bahagia . Aku ini temanmu ."
" Kapan kita berteman ? Teman tidak akan bersikap sepertimu ."
" Apa salahku ?"
" Kamu kan yang memberitahu Mas Rendy jika dulu aku dan Suamiku berpacaran ?"
" Apa yang salah dengan itu ?"
" Mas Rendy jadi mengira bahwa Suamiku merencanakan sesuatu kepada pamanku dan merebut ku darinya ."
" Itu memang benar , Dennis memang merampas mu dari Mas Rendy ."
" Oh ya ampun wanita ini ."
" Aku kesini ingin curhat , Tapi malah di omeli begini .Aku menyesal datang kesini ."
" Pergilah , Dan jangan datang lagi ."
" Yumna , Jangan lupa aku ini pernah menjadi bos mu ya , Jangan kurang ajar . Dulu kamu minta pekerjaan padaku . Lupa?"
" Ya habis kamu bersikap seperti ini padaku ."
" Dasar ."
__ADS_1