
Keesokan harinya, Yumna meminta semua orang di rumah untuk melarang dennis masuk ke rumahnya.
Hal itu pak danang beritahu kan pada dennis lewat chat, dennis hanya tersenyum membaca pesan dari pak danang.
" Oke. kamu mau main-main sama aku. " Lontar nya mengelus poto yumna di dinding.
Sementara itu paman datang menemui yumna di rumah.
" Dennis pasti sangat marah ya Na ?? "
" Hmmm. ya gitu lah paman. tapi mau gimana lagi, Dia harus terima semuanya. "..
" Tapi Na, Kenapa kamu gak berpikir ulang buat balik sama dia ? paman tau benar kok kalo yumna sangat mencintainya. "
" Ucapan ibunya selalu terngiang di telinga. Meskipun mas dennis engga melakukan kesalahan apapun, tapi aku sudah berjalan sejauh ini tanpa mas dennis. aku sudah punya kehidupan yang lain , aku nyaman kok menjadi single parent. "
" Paman ngerti, pasti sangat berat buat kamu menjalani semua ini. "
" Aku punya paman kok. aku gak sendiri.. aku juga kuat karena banyu. aku gak khawatir tentang apapun. "
" Terus bagaimana reaksi dennis ?? "
" Dia tidak mau. dia bilang, dia tidak akan tinggal diam. "
" Paman kok khawatir ya Na. bagaimana kalo dia seperti dulu. "
" Paman tenang aja. sekarang kan alhamdulillah aku udah ada uang. kalo dia macam-macam, Aku bisa bertindak. "
" Bukannya paman mau nakut-nakutin kamu . Tapi firasat paman gak enak. "
" Aku juga merasakannya paman. aku terus kepikiran setelah pulang dari rumah mas dennis. " Batinnya.
" Dulu dia bertindak sejauh itu untuk mendapatkan kamu. dia merencanakan semuanya dengan matang.. "
" Dessy lagi nyari bodyguard buat aku. jadi aman kok.. paman gak udah khawatir sama aku ya. "
" Paman gak akan maafin dia, kalo dia kembali melukai kamu. "
" Aku tau seperti apa mas dennis. aku gak mau dia ngapa-ngapain paman . aku dah bilang, Biar aku yang urus mas dennis . "
" Iya. paman gak akan ikut campur. tapi kalo dia ngapa-ngapain kamu, janji sama paman buat kasih tau ya. "
" Iya. "
Yumna berkaca-kaca setelah mendapat perlakuan dari paman.
1 Jam berlalu, Dennis datang ke rumah yumna bersama bibi dan natan. Pak satpam mengikuti perintah dari yumna untuk tidak membiarkan Dennis masuk
" Telepon gih bi. " Ujar dennis mengerutkan kening .
" Nona pasti sedang tidak di rumah, kita pulang aja yuk. "
" Katanya, bibi kangen sama banyu. masa pulang lagi. dia ada di rumah .. jadi telepon aja. "
Bibi segera mengambil ponsel di tas dan terpaksa menghubungi yumna.
" Halo.. non lagi sibuk gak ? non ada di rumah ? Ini non.. bibi lagi di depan, mau main sebentar. "
" Masuk aja bi. "
" Engga di bolehin masuk sama security nya. "
" Kenapa ?! "
" Katanya gak boleh sama non. "
__ADS_1
" Ih. ya udah bibi tunggu ya. aku ke depan sekarang. "
Yumna segera pergi ke depan untuk menjemput bibi, setibanya di depan garasi. yumna tertegun melihat dennis sedang nangkring di di samping mobilnya.
" Pantes. "
" Non.. " Sapa bibi.
" Hai sayang. " Sapa dennis tak tau malu.
" Kamu ngapain kesini ? " Tanya yumna sebal.
" Nganter bibi katanya pengen kesini. tapi kasian deh gak di bolehin masuk . " Lontarnya menyudutkan.
" Ya udah kamu pulang aja sana. biar bibi yang masuk. "
" Aku mau ketemu banyu. "
" Kamu punya niat lain ?? "
" Kamu kok gitu sih sayang. kamu gak bolehin aku ketemu banyu ? "
" Ya asal kamu janji mau berubah pikiran soal pembicaraan kita kemarin ??? "
" Engga. ya udah sana bi masuk. aku juga lagi buru-buru ada janji sama pengacara. "
Ujarnya membuat yumna terbelalak " Maksud kamu apa ?? "
" Aku mau minta pendapat nya, kalo kamu gak biarin aku bebas temui banyu. aku terpaksa mengajukan hak asuh banyu ke pengadilan. "
" Kamu ngancem aku ?? " Protes nya kehabisan kesabaran.
" Engga kok. jangan baper dong sayang,, aku kan cuman ngomong.. lagi nego sama kamu. "
Yumna menatap nya penuh kebencian " Buka gerbang nya pak. biarkan dia masuk. " Pinta yumna terpaksa kepada pak satpam.
Sementara itu bibi dan natan sangat tidak tega pada yumna, tetapi mereka tidak berdaya untuk membantu yumna .
" Sabar ya non. " Ujar bibi mengelus pundak yumna.
" Iya bi. yuk masuk.. tan kamu juga. "
Yumna membawa mereka ke dalam rumah dengan raut wajah yang lumayan kesal.
20 menit berlalu, Bibi menggendong banyu di kamarnya. sementara itu yumna terlihat menyiapkan beberapa peralatan ke dalam tas . " Dimana Lipstik ku. pasti ketinggalan di kamar. " Ujarnya lalu segera meninggalkan kamar banyu dan berjalan menuju kamar nya.
Saat yumna tiba, Dia hendak menutup kembali pintu nya. tetapi seseorang malah mendorongnya dari luar. ya siapa lagi kalo bukan dennis, Dia menerobos masuk ke dalam kamar tanpa izin dari nya.
" Kamu mau apa ? Kamu jangan macam-macam ya Mas !!!! " Ancam yumna amat marah.
" Kamu tenang aja sih. takut amat. aku cuma mau Mastiin sesuatu aja kok. "
" Mastiin apa ?! "
" Kalo di kamar kamu masih ada poto kita . " Ujarnya sembari menunjuk ke arah dinding.
" Aku menyimpan nya untuk menghargai mu. gak lebih. aku ingin banyu tau kalo dia punya ayah. "
" Oya ? hanya itu saja ?? " Tanyanya menatap serius.
" Udahlah mas. mending kamu keluar sekarang. orang akan mengira yang engga-engga . " Lontar nya sembari menyeret dennis keluar, Namun dennis malah memegang kedua tangan yumna " Bagaimana aku bisa melupakan mu ? sekarang kamu masih cantik, Bahkan jauh lebih cantik. " Goda dennis menyentuh wajah yumna .
" Kamu jangan kurang ajar ya !!! " Ujarnya lagi berusaha sabar.
Tatapan itu membuat yumna agak risih, " Keluar mas !!! "
__ADS_1
" Oke santai dong. gak usah pake marah . "
Yumna melepaskan tangan dan pergi ke laci untuk mengambil barang yang dia cari. Tak sampai di situ, Dennis kembali berulah. bukannya pergi keluar dari kamar, Dia malah berjalan dan memeluk nya dari belakang yumna tampak kaget " Mas !!! "
" Jangan berteriak atau semua orang akan kemari dan melihat kita. " ancamnya sembari menghirup aroma parfum di leher yumna dalam-dalam.
Yumna mencoba berontak melepaskan diri darinya. Kemudian dia mendorong dan menampar nya amat keras " Kamu jangan kurang ajar !!! " Ancamnya di bawah tekanan.
Dennis malah tersenyum menanggapi kemarahan yumna, Sekali lagi dia berusaha mendekat hingga wajah mereka berada dalam jarak beberapa senti saja " Kenapa kamu gak berteriak, Kamu takut semua orang kemari ?" Ledek Dennis lagi.
" Tutup mulut kamu, keluar. " Ujarnya kembali menarik tangan sang mantan amat kasar, Namun hal itu malah menjadi kesempatan baginya untuk menyeret yumna ke tempat tidur. " Mas !!! " Hardiknya.
Dennis memegang kedua tangan yumna dengan kuat. Dia tidak bisa mengendalikan diri, Dennis mulai berusaha meraih bibir yumna, Yumna hanya mampu menggoyangkan kepalanya untuk menghindari . " Teriak sayang. ayo teriak. " Pekik Dennis.
" Mas. lepasin.. kamu mau apa ? " Lontarnya lagi semakin takut.
Dennis mencium yumna beberapa kali penuh dengan nafsu , Yumna mulai menangis di buatnya " Jangan !!! " Rintihnya .
Dia mulai berhenti dan melepaskan yumna " Karena sudah terlalu lama. rasanya sangat enak. bibirmu masih saja seperti ini rasanya. " Ujarnya tersenyum dan berjalan keluar meninggalkan yumna yang sedang shock.
Dia menangis tidak percaya dengan apa yang Dennis lakukan padanya. " Ibu, Nenek.." Panggil nya di Sela-sela tangisan.
Sementara itu Dennis mengajak bibi dan natan untuk pulang tanpa berpamitan pada yumna .
Rona wajahnya tampak sumringah setelah Dennis tak terlihat beberapa menit yang lalu. natan memandanginya penuh curiga.
Dennis mengambil Ponsel dan mengirim kan chat pada yumna " Aku pulang, Nanti kita ketemu lagi ya sayang!!! " isi pesan darinya.
Yumna membanting ponsel setelah membaca pesan tersebut.
" Keterlaluan kamu mas. "
20 menit kemudian, Dessy datang menjemputnya. Dia masuk ke kamar dan mendapati yumna sedang termangu di sudut ranjang. " Kamu belum siap ? hari ini ada pemotretan. " Ujarnya sembari menghampiri.
Yumna malah menangis saat Dessy tiba " Aih. kamu kenapa ?? "
" Mas Dennis. " Ujarnya tak sanggup.
" Dia kemari ? dia ngapain kamu ? bilang sama aku ?! "
" Dia.. menciumi ku tadi. kenapa kamu terlambat datang ?? " Lontarnya kesal.
" Apa ? kurang ajar. akan ku habisi dia. kenapa dia bisa masuk ke kamar ? kalo dia macam-macam kenapa kamu gak teriak ?? "
" Aku takut des. kalo semua orang datang dan melihat itu gimana ?? aku gak mau. "
" Sialan tuh orang. tapi dia gak sampe itu in kamu kan ?? "
" Engga. tapi tetap aja. dia beberapa kali mencium ku. aku harus gimana des.. aku gak mau. "
" Ya ampun. dasar bajingan. kita akan balas dia.. kamu sabar ya. "
" Gimana ini. kenapa aku gak bisa cegah dia .. tanganku di pegang in dia sangat kuat des. " Lontarnya menangis.
Dessy segera memeluknya menenangkan sang artis. " Kita lapor polisi aja supaya Dennis jera. "
" Terus karir aku gimana ? pasti hancur. "
" Iya juga sih. terus gimana dong ?? "
" Aku gak tau. "
" Kamu gak usah khawatir. ini gak akan terjadi lagi. aku udah dapet bodyguard buat kamu. "
Yumna kembali memeluk Dessy seperti seorang kakak. " Lakukan apapun agar aku gak ketemu dia. "
__ADS_1
" Iya. aku akan berusaha. "