YUMNA

YUMNA
Episode 43


__ADS_3

Sinta tiba dengan mobilnya,dia melirik-lirik kost an Natan.


"Dia gak ada kayaknya."


Yumna keluar menemui sepupunya.


"Dah nyampe,Ih hebat nyetir sendiri capek enggak?"


"Lumayan."


"Masuk Yuk,Kenapa sih nyetir sendiri..kenapa gak sama supir?"


"Kalo bawa supir gak bisa nginep ."


"Katanya gak betah,disini sempit,gak ada AC lagi."


"Ih Mbak gitu sih."


"Lupa ya kemaren bilang gitu."


"Iya iya maaf."


"Ok Paman sama Bibi sehat lain kali ajak Mereka kesini."


"Mau tidur dimana,Kost an Mbak se mungil ini ?"


"Ngeledek,tapi kamu kesini lagi hayo."


"Kan badan aku Ramping jadi bisalah tidur di kamar Mbak yang mungil ini."


"Iya iya terserah kamu deh puas ngeledek Mbak."


"Ngomong-ngomong tetangga di depan kemana ya kok gak ada ?"


"Siapa?"


"Itu tuh kost-nya Mbak."


"Sin ..kamu kesini mau ketemu Natan??kenapa??"


"Ya enggak sih Mbak."


"Jujur ke Mbak,kamu ada rasa?"


"Enggak kok apasih Mbak,nanya gitu aja dibilangin suka..enggaklah..aku mau ke kamar mandi dulu."


Yumna sangat curiga dengan gelagat Sinta,tapi dia berusaha tak berpikir yang macam-macam.


"Mbak aku laper."


"Mbak udah masak,maaf ya sederhana gini."


"Enggak apa-apa,Mbak masak sendiri."


"Iya dong,biar Hemat."


"Aku salut sama Mbak semua dikerjain sendiri."


"Jangan memuji ."


"Udah kerja capek,sempet masak..aku sih boro-boro Bisa gitu."


"Kamu kan banyak uang,jadi gak usah susah payah..kamu beruntung."


"Ya udah Mbak aku makan."


"Kamu gak takut gemuk,badan kamu bagus banget gak makan nasi apa gimana?"


"Makan,sedikit aja ."


"Kalo Mbak makan nya banyak, kadang-kadang kalo laper masak mie instan."


"Tapi Mbak cantik,malahan aku kalah."


"Kata siapa,kamu dari tadi muji Mbak terus..ada maunya atau gimana..curiga nih."


"Apa kali Mbak,emang bener kok."


"Udah makan ..Mbak jadi Geeran dibilang cantik."

__ADS_1


"Emang Sebelumya gak pernah ada yang bilang kalo Mbak Cantik."


"Ibu sama Nenek sih seingat Mbak."


"Pacar Mbak?"


"Lupa."


"Masa iya lupa sih, enggak mungkin deh."


"Udah abisin terus istirahat capek kan."


"Iya,Mbak aku bawa sedikit oleh-oleh tuh di bagasi,kasi in tetangga aja separo."


"Ih makasih lho ..senengnya dibawain oleh-oleh."


1Jam berlalu,Yumna membongkar oleh-oleh Yang Sinta bawa,dia pergi ke semua tetangganya untuk membagikannya,


Ketika Yumna hendak mengetuk pintu Natan,Sinta langsung keluar dari rumah dan menghampiri Yumna.


"Mbak panas di dalem ya."Celotehnya basa-basi.


"Iya,Tok tok tok assalamualaikum.."


Natan keluar dengan kaos polosnya


"Waalaikum Salam,,eh Mbak Yumna..ada apa?"


"Ini ada sedikit Oleh-oleh,Sinta dari Jakarta.."


"Makasih Mbak Repot-repot gini."


"Ya udah masuk aja lagi.."


"Oke.."


"Sin,Yuk masuk."


Sinta tak mendengar ajakan Yumna,ia hanya tersenyum melihat Natan.


"Sin,Sinta.."


"Saya Natan."


"Nama yang bagus, seperti orangnya."


"A aapaa?"


Natan Dan Yumna heran dengan Sikap Sinta.


Sin ayo ke dalem masuk."


" Oke.."


Sinta mengikuti Yumna dan terus melihat Natan,


"Sin .. Mbak ke belakang dulu ya..Kamu duluan tidur gih."


"iya."


Saat Yumna pergi kedapur,Sinta mengambil Hp Yumna dan mencari kontak Natan.


"Ini dia."Sinta mengirimkan kontak Natan ke nomernya lalu menghapus Chat tersebut agar Yumna tak curiga.


Lalu Sinta berbaring,ia begitu bahagia karena sudah mendapatkan nomor Natan.


"(Mungkin ini yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama)"Gumamnya sangat senang.


Saat Yumna kembali,dia melihat Sinta sedang senyum-senyum.


"Sin,Mbak takut ih kamu senyum-senyum terus."


"Apasih Mbak,masa orang senyum ditakutin."


" Ya kalo senyum-senyum sendiri ya orang juga takut kali liatnya."


"Maksud Mbak aku gila gitu."


"Ya kurang lebih gitu."

__ADS_1


"Ih cantik gini dibilang gila."


"Ya udah kamu cerita kenapa sih kayaknya kamu happy banget?"


"Emang keliatan?"


"Keliatan banget tau."


"Udah ah aku ngantuk."


" Tuh kan gitu,.. ngomong-ngomong Mbak seneng kamu nengokin Mbak,, sering-sering aja biar Mbak ada temen,,biasanya sendiri sepi."


"Iya ntar aku kesini nengokin Mbak..tidur Yuk udah malem ."


"Oke.."


1Minggu sudah berlalu,Yumna menghubungi Nadia jika ia mau ikut ke Reunian,dia terpaksa melakukannya supaya Nadia mau memperpanjang kontrak kerjanya,Dia berpikir bahwa dia tidak akan bertemu dengan Dennis,Dennis sudah menjadi pengusaha yang sukses,mana mungkin dia akan datang ke Reuni tersebut,padahal Natan terus memberi tau semuanya kepada Dennis..


"Hanya 1hari setelah itu aku langsung balik kesini lagi,aku juga harus ke makam Nenek,Ibu,dan Ayah udah lama Aku gak nyekar."


Yumna pergi ke Jakarta dengan Nadia,mereka menginap disebuah hotel.


Yumna tak bisa kembali ke rumah Neneknya yang dulu,karena rumahnya di kontrakan oleh Pamannya.


Pikir paman sayang sekali jika rumah dibiarkan kosong begitu saja ...


Keberadaan Yumna di Jakarta dan dimana dia menginap,Natan Laporkan semua kepada Dennis.


Natan terus mengikutinya kemanapun Yumna pergi.


Pagi itu Yumna pergi ke Makam,Dia melihat makam Nenek dan kedua orang tua nya sangat rapih,pertanda jika Makamnya diurusi dengan baik , ada beberapa karangan bunga disana,Yumna berpikir jika paman yang mengurusi makam Nenek dan kedua orang tua nya.


"Assalamualaikum Nek,Bu, yah..Yumna disini."


Yumna membuka kitab suci Al-Qur'an,dia membacakan Surat Yasin untuk Mereka.


"Bismillahirrahmanirrahim ."


1jam berlalu Yumna bersiap untuk pulang


"Aku pamit ya Nek,Bu,Ayah..lain kali Yumna akan datang lagi,Yumna akan terus mengirim do'a buat kalian.. Assalamualaikum."


Yumna beranjak dari duduknya dan melewati makam-makam yang lain,saat Yumna berjalan dan memutar pandangan nya ke depan,dia melihat seseorang sedang berdiri tepat dihadapannya..


"Deggg.!!!


Yaa dialah Dennis,Dennis berjalan perlahan mendekati nya, sementara Yumna entah bingung atau apa mengapa dia berada disana,Yumna berusaha mencoba menghadapinya.


Ia menarik Nafas ketika Dennis semakin mendekat.


"Bagaimana aku menyapamu,Hai atau apa kabar,kata yang mana yang tepat yang harus aku katakan?"Lontar Dennis


"Tidak perlu saling menyapa."Yumna begitu judes berjalan dan melewatinya,Rupanya dia ingin cepat-cepat pergi dari Dennis,,tapi Dennis tidak membiarkannya begitu saja


"Aku merindukanmu."


langkah kaki Yumna terhenti,dan berbalik ke arah Dennis.


"Kamu tidak berhak merindukanku."Lontarnya simpel berusaha melukai harga diri Dennis.


"3 bulan sudah berlalu,bagiku serasa 3ratus tahun Yumna,apa aku sudah di maafkan?"


"Aku tidak membencimu atau menghukum mu,,jadi kenapa perkataan mu seolah aku ini menyakitimu."


"Aku yang menyakitimu,,aku biarkan kamu pergi ..membasuh rasa sakit,menyembuhkan kekecewaan yang sudah aku beri..apa sekarang hatimu sudah lebih baik?"


"Tidak ..sejauh manapun aku pergi,tidak akan membuatku jauh lebih baik."


"Dosaku ..apa aku tidak layak di maafkan ."


"Sudahlah, jangan membahas masa lalu..aku sudah bahagia dengan hidupku yang sekarang."


"Kapan kamu kembali."


"Semakin banyak pertanyaan mu akan sulit bagimu melupakan ku ..jadi berhentilah."


"Jadi,jawabanmu tetap tidak..kalo kamu memilih untuk tetap tidak kembali padaku,biar aku dengan caraku Yang melakukannya..Aku akan menepati janjiku kepada Nenek."


Dennis pergi membawa kebingungan dihati Yumna.

__ADS_1


"Entah apa yang dia bicarakan tadi..membuat pusing."


__ADS_2