
Waktu menunjukkan pukul 11 malam , Pengantin kembali ke hotel untuk beristirahat .
Rendy tampak lelah ,Dia menjatuhkan badannya ke sofa sambil melonggarkan dasi .
Sementara itu kedua istrinya buru-buru menghampiri suaminya yang sudah tertidur pulas dalam hitungan detik .
” Rasanya seperti mimpi ..” Lontar Nadia sembari memandangi wajah Rendy .
” Harus nya kamu tidak berada disini . Kenapa sih kamu tidak membiarkan aku berdua 1 malam ini bersama mas Rendy ?” Gerutu Rinjani .
” Mau apa kamu dengan nya ? Dia sudah tidur pulas .”
” Besok aku tidak mau melihat mu ..Awas kalo kamu berusaha mengganggu ..Aku ini istri pertamanya , Jadi biarkan aku bersamanya terlebih dulu .”
” Biarkan Mas Rendy yang memutuskan .. Mau istri pertama atau kedua kita punya hak yang sama . ”
” Jadi kamu gak mau ngalah sama aku ? Setelah aku rela berbagi suami dengan mu ?”
” Bahas itu lagi .”
” Dengar ya kalo kamu gak mau mengalah , Aku pastikan kamu terima resikonya .” Ancam Rinjani .
” Kamu pikir aku takut ? Kamu mau aku Hajar lagi ?” Tantang Nadia .
” Apa kalian bertengkar lagi ? ” Lontar Rendy sambil memejamkan matanya .
” Ah tidak , Kami sedang bernegosiasi sayang .. Kami sedang membicarakan tentang rumah kita .” Jawab Nadia .
” Ini sudah malam , Kalian tidur saja .. besok kita bicarakan masalah rumah . Kalian tidur berdua sana di tempat tidur .” Suruh Rendy membuat keduanya menganga .
" Sayang , Masa kamu tidur disini .. Ayo pindah .” Bujuk Rinjani .
” Akan sesak jika kita tidur bertiga . Lain kali aku akan membelikan tempat tidur yang besar untuk kita bertiga .. Untuk sementara aku tidur disini .”
Nadia dan Rinjani meringis mendengar ucapan Rendy .
Mau tak mau mereka tidur di ranjang yang sama saling membelakangi .
” Yang benar saja , Suamiku itu gila atau apa membuat ku tidur seranjang dengan maduku .” Gerutu Rinjani .
” Jika bukan karena mu , Aku mana mau lakukan ini .” Kata Nadia kesal .
Keesokan harinya , Nadia dan Rinjani sudah mandi dan berdandan sangat cantik .
Mereka sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya .
” Pagi suamiku .” Sapa Nadia kepada suaminya yang baru selesai mandi .
” Kalian sudah rapih mau kemana sepagi ini ? ”
” Bukankah kita akan pergi ke rumah baru untuk di tempati ? ” Jawab Rinjani .
” Kalian bisa hidup dalam satu atap ? ” Pertanyaan Rendy membuat mereka kembali menganga .
” Maksud kamu sayang ? ”
__ADS_1
” Akan ribet jika kalian hidup di rumah berbeda .. Aku pikir akan lebih simpel jika kita menghuni rumah bersama-sama . Aku sudah membeli rumah agak besar , Cukuplah untuk kita bertiga ..”
” Sayang bukankah lebih baik kita pisah rumah saja .. Mengenai waktunya kita bisa bergiliran .”
” Aku sudah bilang itu akan ribet .. Nanti aku lupa harus pulang ke rumah siapa .. Kalian keberatan gak kalo kita serumah ?”
Kedua istrinya kembali meringis mendengar pertanyaan Rendy . Entah apa yang Rendy pikirkan hingga ingin membuat keduanya selalu bersama-sama .
” Kalian tidak menjawab ? ”
” Aku ikut kamu saja .. gimana baik nya .” Jawab Nadia setengah hati .
” Kamu gimana Rin ? ” Tanya Rendy lagi kepada istri pertama nya .
” Aku .. Ya jika Menurut kamu itu yang terbaik .. aku akan menurut saja .”
” Oke deal , Tadinya aku harus nyari 1 rumah lagi ..Tapi karena kalian sudah setuju ,,Aku tak perlu repot kan ." Lontarnya Dengan wajah datar .
“ Mas Rendy ini gimana sih ..Masa dia membuatku hidup seatap dengan maduku . Bertemu dengan nya setiap hari dan menjalani hari-hari dengannya ? Ya tuhan aku bisa gila .“ Gerutu hati Rinjani .
“ Kenapa malah seperti ini , Apa dia sudah gila .“ Gerutu Nadia kesal .
1 Jam berlalu Mereka keluar dari hotel menunju Mobil , Saat Rendy tiba dengan mobilnya , Kedua istrinya berebut untuk duduk di samping Rendy .
" Aku istri pertamanya , Jadi aku lebih berhak .”
” Aku juga istrinya , Kenapa sih kamu gak pernah mau ngalah sama aku ? ”
Mengetahui mereka berdebat lagi , Rendy keluar dari mobil . Dia bergegas memasukkan barang-barang mereka ke bagasi mobil ..
” Kalian duduk di belakang saja .” Pintanya sembari kembali masuk kedalam mobil .
” Tidak akan selesai jika kalian masih tidak ingin mengalah . Cepat masuk atau aku tinggal .” Ancamannya .
Mereka bergegas masuk ke dalam dan kembali memasang wajah suram .
Lagi-lagi mereka tidak berdaya menghadapi Rendy yang mudah marah menghadapi mereka.
” Jika karena hal sepele saja kalian masih ribut , Bagaimana nanti jika sudah tinggal satu rumah . Kalian yakin ?” Tanya Rendy sembari menyetir .
” Ya Menurut ku harus nya kita tidak satu rumah .” Kata Nadia tergesa-gesa .
” Oh berarti kalian tidak akan rukun ? Ya sudah kamu tinggal di rumah mu saja Nad , Aku tinggal di rumah baru bersama Rinjani ya .” Pinta Rendy membuat Nadia kesal , Lain dengan Rinjani yang tersenyum meledeknya .
” Kok gitu mas ?”
” Aku belum sempat mencari rumah untuk mu , Kenapa tidak tinggal dulu di rumah Ayahmu .”
” Tidak aku ingin dengan kamu mas , Ya meskipun ada dia .” Jawab Nadia lagi .
” Makanya kalian harus akur dong , Belum Apa-apa aja aku udah pusing sama kalian .”
” Maaf Mas .”
" Ancaman ku masih berlaku ya , Jika kalian masih bertengkar ..Aku tidak segan mengembalikan kalian pada orang tua kalian .”
__ADS_1
Ancaman Rendy membuat keduanya menciut .
” Kami tidak akan bertengkar lagi .”
” Buktikan ..”
20 menit kemudian , Rendy membawa barang bawaan istrinya dan meletakkannya di atas meja .
” Gimana ? Kalian suka ? ”
” Iya mas , Tidak penting rumahnya seperti apa , yang penting ada kamu .” Lontar Nadia membuat Rinjani mendelik .
” Gombal , gembel .” Celetuk Rinjani .
” Kamar di atas ada 4 , Kamar utama dan tamu .. Sana lihat-lihat mana yang mau kalian tempati .”
” Aku mau kamar utama aja mas .” Kata Rinjani .
” Aku juga mau ..” Timpal Nadia .
" Aku istri pertama mu mas , Harus aku yang berhak .”
” Senjata mu itu melulu deh dari kemarin .” Lontar Nadia geram .
” Ya sudah Kalian tempati saja berdua .” Jawab Rendy datar membuat keduanya menjerit .
” Enggak !!! ” Teriak keduanya .
” Kan kompak , Kalian cocok deh lama-lama jadi teman .”
” Mas yang benar aja .. Aku gak mau sekamar dengannya .” Keluh Nadia .
” Siapa juga yang mau sekamar dengan mu .”
” Apa tidak cukup dengan kami hidup dalam satu rumah ? Masa iya aku harus sekamar juga .”
” Ya makanya salah satu dari kalian harus mengalah dong . Kalo masih sama-sama keras gak akan selesai urusan .. yang ada aku stres ngadepin kalian .. Sekarang urus urusan kalian .. duduk dan bicarakan baik-baik, Bukan bertengkar dan menaikan nada bicara kalian .. Aku mau pergi keluar mencari makanan .”
” Jangan lama-lama mas .”
Rendy meninggalkan mereka berdua ke mini market .
” Duduk .”
” Ayo kita suit , Jika aku menang ,Aku yang tempati kamar utama .” Kata Nadia .
” Oke ...”
Mereka pun melakukan permainan itu untuk mengatasi solusi perdebatan diantara mereka .
” Siap .”
” Satu , Dua , Tiga .”
” Hahaha aku yang menang , Aku sudah bilang ..Aku yang menang kan .” Lontar Rinjani sambil bersorak bahagia .
__ADS_1
” Jangan senang dulu .Oke kamu boleh menempati kamar utama .. Tapi malam ini kamu harus membiarkan Mas Rendy denganku .”
” Enak saja .. Biar dia yang memutuskan . ” Jawabnya kesal .