YUMNA

YUMNA
Kisah 31


__ADS_3

Yumna akhirnya kembali ke rumah Mami Papi di Ibu kota , kepulangan dari Rumah Sakit ke kota J dianter oleh Dicki dan Putra yang minta ijin sama pihak rumah sakit dengan alasan mengantar Yumna dan bayi mereka.


Sore itu awan menunjukkan perubahan pada warna dari terang ke arah kegelapan dan mereka pun telah tiba di rumah keluarga besar Adi Wijaya.


Para pelayan menyambut kedatangan Yumna dengan suka cita bahagia , ya para pelayan di rumah keluarga Adi Wijaya sudah dekat dengan Yumna, menantu idaman Nyonya Adi Wijaya yang ramah , baik , solehah dan yang jelas tidak ada perbedaan antara antara majikan dan bawahan.


Yumna kadang ikut makan di dapur bersama para pelayan , bercerita seru sama para pelayan...berbeda dengan anak kandung keluarga Wijaya yang pendiam dan tertutup.


" MasyaAllah neng , bibik kangen neng... Alhamdulillah neng balik sini lagi " kata bibik sambil memeluk Yumna dan memandang bayi Yumna yang sedang tertidur lelap.


Yumna pun membalas pelukan bibik dengan hangat.


Malam menjelang, seluruh keluarga berada di meja makan sudah berkumpul tapi Yumna belum terlihat.


" bik tolong liat Yumna di kamar ... mungkin dia sedang butuh bantuan " perintah Mami ke pada salah satu pelayan karena semua keluarga sudah berkumpul di meja makan.


Ya keluarga Adi Wijaya membiasakan setiap makan malam berkumpul dan membuang semua kesibukan pada setiap anggota keluarga sehingga hubungan kekeluargaan tetap dekat.


Bibikpun menuju kamar Yumna dan mengetok pintu kamar Yumna

__ADS_1


" neng... maaf bibik ganggu tapi di tunggu ibu di meja makan " kata Bibik pelan karena melihat Yumna sedang menggendong bayinya dan habis memberi ASI buat Rizki putranya.


" oiya , maafin ya Bik...ya Bik saya segera ke sana , saya letakkan dulu bayi saya ya Bik " jawab Yumna pelan.


" sudah biar bayi non sama bibik " jawab Bibik yang lalu menggendong bayi Yumna dalam dekapan Yumna


" terima kasih Bik " jawab Yumna.


Yumna pun segera menuju ke ruang makan dan di ruang makan sudah ada Mami Papi dan Putra ( suaminya ) sikap Yumna ke Putra masih kaku dan canggung.


💙💙💙


Walau mereka 1 rumah tapi mereka tidur terpisah kamar.


Yumna bersama bayinya di kamar Putra dan Putra suaminya tidur di kamar lain, tapi Yumna tidak pernah membatasi jika Putra ingin bertemu anaknya karena Yumna sadar bagaimanapun Putra adalah ayahnya secara biologis.


Sore itu saat Yumna sedang bersama Mami dan bayinya di ruang keluarga ,Putra datang dan ikut ngobrol bersama


" Mami... besok aku harus kembali ke Sumatra , masa cutiku sudah habis " kata Putra pelan.

__ADS_1


Yumna yang mendengarnya tiba tiba ada perasaan yang aneh seperti ada perasaan sedih.


" hhhmm maaf Mami... Yumna permisi dulu mau liat Rizki di kamar ... kata Yumna pamit dari pembicaraan Putra dan Ibunya agar lebih nyaman.


" iyalah nak , kalo butuh bantuan segera bilang Bibik atau panggil Mami ya ... Mami ngobrol sebentar ya sama si anak Mami yang hhhmm ... kata Mami Putra


Yumna hanya tersenyum ke arah Mami menjawab kata kata Mami dan sekilas Yumna bertatap wajah dengan Putra.


" permisi Mas .... " kata Yumna hormat saat lewat di depan Putra.


" nggggngg ... ya Na ... " kata Putra canggung kayak anak ABG jatuh cinta gitu 😅😅😅.


Cukup lama Putra menatap Yumna berjalan ke arah lantai 2 rumah hingga tak terlihat bayangan wanita solehah yang telah dia sia sia kan.


" udahh jangan kelamaan kalo mencuri pandang , sekarang rugikan ??? pilihan orang tua mana ada yang buruk , mana ada yang jelek untuk anaknya , anaknya aja yang gak percaya ... " kata Mami Putra sewot melihat ada penyesalan di mata Putra.


" Mamihhh bisa gak sih gak selalu menyalahkan anak Mamih yang ganteng ini ? coba bantu deh caranya agar kami bisa bersama lagi , Putra akui Putra salah Miiiii , apakah gak ada maaf buat saya Miiii di hati Yumna ???" kata Putra.


" Mana Mamih tauuu, itu kamu tanya Yumna aja , tapi kalo Mamih jadi Yumna sih Mamih akan lebih parah lagi yaitu mending minta ceraiiii sama laki laki kayak gini ni ..." kata Mamih sambil menunjuk putra kesayangannya.

__ADS_1


Pembicaraan antara Mamih dan Putra berlangsung cukup lama hingga tanpa terasa waktu sudah menunjukkan jam 23.00 wib padahal besok jam 10.00 wib dia harus kembali ke Sumatra dengan pesawat penerbangan ke dua.


__ADS_2