YUMNA

YUMNA
Kisah 11


__ADS_3

🀎 Maafin jika ceritanya gak menarik, maklum Autho baru belajar 😊 . 🀎


Kita lanjut ya kisah Putra dan Yumna... oiya di bagian ini ada bab dewasanya jadi mohon yang di bawah umur agar sedikit bijak dalam membaca ya...


πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Putra melihat Yumna tertidur di sampingnya dengan duduk di kursi, lama Putra memandang istrinya ini dan Putra memegang kepala Yumna pelan.


" hhmm maaf Mas kok Na malah ketiduran... Mas mau butuh sesuatu ? biar Na ambilkan " tanya Yumna terbangun dari tidurnya.


" gak butuh apa apa... Na naik sini, tidur sini " kata Putra menunjuk arah kasur sebelahnya.


" gak usah Mas... Na di sini aja " jawab Yumna


" kamu tidur sambil duduk kan gak enak Na dan suami sudah menyuruh tapi di tolak gak baik Na " kata Putra.


Yumna lalu menuruti kata kata Putra untuk naik ke atas kasur beristirahat.


Putra lalu menyuruh Yumna istirahat dengan lengan Putra sebagai sandaran kepala Yumna.


" tidurlah...kamu capek " kata Putra sambil membelai rambut istrinya dan Yumna merasa risih karena belum pernah di pegang Putra walau mereka sudah sah sebagai suami istri.


Saat Yumma tertidur, udara di luar rumah turun hujan lebat dan Yumna saking lelahnya tetap tertidur.


Putra bangun dari tidurnya karena melihat ada jemuran pakaian dan menutup jendela karena hujan turun sangat lebat dan di sertai angin , bahkan Putra sampai terkena hujan saat hendak mengambil jemuran...


Putra kembali ke kamar untuk mengganti baju yang terkena hujan dan melihat Yumna masih terlelap tidurnya bahkan terlihat sangat nyenyak.


Sore itu Yumna terbangun dari tidurnya dan tidak mendapati Putra di kasur, Yumnapun turun dari kasur dan berusaha mencari suaminya.


Putra sedang berdiri di depan rumah sambil menatap air hujan yang turun sangat deras.


" mas maafin Na tertidur lama ... " kata Yumna


" sudah bangun Na... gpp kamu kelelahan" jawab Putra sambil memandang Yumna.


" Na buatin makan mas ya... Na ke dapur ya " kata Yumna pamit


Yumna lalu ke dapur untuk memulai memasak dan membuat minuman cemilan buat suaminya.


Selesai memasak segera di letakkan semua di meja makan.


Yumna pun memanggil suaminya untuk makan dan Putrapun makan di temani Yumna.


" ini obat Mas sekalian ya..." kata Yumna meletakkan obat buat Putra.


Selesai makan Putra ijin ke kamar untuk mandi karena hari sudah mau maghrib dan hujan makin deras di sertai suara gemuruh petir.

__ADS_1


Saat Yumna sedang hendak ke kamarnya tiba tiba suara petir dan per listrikpun padam dan Yumna segera ke kamarnya dan duduk di sudut kamar sambil diam dan menangis.


πŸ’œ Flashback πŸ’œ


Saat Yumna berusia 6 th dia sudah harus mandiri karena keterbatasan kehidupan ekonomi keluarganya.


Yumna hanya tinggal bersama Ibunya dan sejak kecil Yumna sudah mandiri artinya seharusnya anak seusianya dia banyak bermain tapi Yumna membantu Ibunya berjualan.


Hari itu suasana hujan deras dengan petir keras , dan Yumna harus melihat Ibunya meninggal πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί ya sudah 1 minggu ini Ibu Yumna sakit demam tapi tidak mau berobat dan... ibunya meninggal di rumah.


Saat itu listrik padam karena hujan deras dan di sertai petir... Yumna sedih dan menangis karena melihat ibunya meninggal dalam keadaan gelap dan husnul khotimah karena tanpa sakit kesakitan parah.


Inilah yang membuat Yumna trauma dengan listrik padam yang di sertai hujan deras.


" Ibuuuuuu.... Na takutttt " inilah suara yang keluar dari mulut Yumna jika listrik padam.


FlashON.


Putra heran sudah 20 menit listrik padam tapi Yumna belum menyalakan lampu emergency di ruang keluarga dan akhirnya Putra bernisiatif menyalakan lampu emergency.


Setelah menyalakan lampu emergency Putra heran tidak melihat Yumna


" Na.... Na... di mana Na ? " panggil Putra mencari Yumna dan lalu di Putra membuka kamar Yumna dan kaget melihat Yumna sedang duduk di ujung sudut kamar sambil menundukkan wajahnya diantara dua tangannya.


" Na... Na... " panggil Putra pelan mendekati Yumna dengan lampu senter dari hape Putra


" Na... " kata Putra sambil menyentuh pundak Yumna


Yumna lalu reflek memeluk Putra , memeluk kuat kuat dan sangat kuat sambil menangis


" Mas... Na takut 😭😭😭 " kata Yumna menangis pelan dan memeluk Putra.


" ya iya... sudahlah tenang, Mas di sini...tenang ya, kamu gak akan kenapa napa karena mas di sini " kata Putra berusaha menenangkan Yumna.


Putra lalu menuntun Yumna duduk di atas kasurnya dan setelah Yumna agak tenang, Putra turun dari ranjang Yumna


" Mas mau kemana ?" tanya Yumna pelan melihat Putra beranjak dari sebelahnya.


" mau ambil lilin di dapur dan nutup pintu dulu Na... kenapa ? mau ikut ?" jawab Putra dan balik bertanya


" Na ikut Mas... " jawab Yumna yang langsung menggandeng tangan Putra.


Hujan masih terus turun dengan suara petir yang kuat.


Putra menyalakan lilin di kamar Yumna dan lalu Putra duduk di sofa kamar Yumna


" Na tidurlah... Mas tungguin disini " kata Putra sambil duduk di sofanya.

__ADS_1


Yumna lalu istirahat di kasurnya dan Putra duduk di sofa.


Sekitar 20 menit kemudian Yumna melihat Putra tertidur di sofa dan Yumnapun merasa kasihan , di satu sisi Yumna takut dengan suara petir dan lampu padam dan akhirnya Yumnapun mengalah menyuruh Putra utk kembali ke kamarnya walau aslinya dia takut.


" mas... mas Putra " panggil Yumna pelan


" ya Na... gimana ada apa ? " tanya Putra kaget dan terbangun dari tidurnya.


" kalo Mas mau istirahat di kamar Mas gpp silakan biar Na sendiri gpp " kata Yumna pelan


" gpp kah ? nanti Na takut... " jawab Putra pelan


" gpp Mas kasihan mas juga , Na gpp " kata Yumna pelan.


Cukup lama Putra diam sambil mencerna kata kata Yumna karena sesungguhnya Putra sangat ngantuk sekali tapi Putra gak tega ninggalin Yumna di kegelapan... Putra menduga Yumna ada trauma pada kegelapan.


" kalo Mas tidur di kasur boleh ? bantal.guling taruh tengah deh biar Mas gak khilaf " tanya Putra.


Yumna terdiam dan ragu untuk menjawab tapi Yumna sadar kalo mereka sekarang adalah susmi istri walau Yumna belum pernah tersentuh.


" boleh Mas... mari Mas " kata Yumna lalu menggeser posisinya dekat tembok dinding agar Putra bisa tidur di sebelahnya.


Putra lalu naik ke kasur dan dia menyusun bantal guling di tengah.


" sudah malam...tidurlah... hujannya awet bagai.di formalin ya Na sejak siang sampe malam gak berhenti " kata Putra.


Yumma pun lalu tertidur perlahan lahan.


Saat Putra dan Yumna tengah tertidur tiba tiba Putra samar samar mendengar Yumna menangis dalam tidurnya


" Na... Na...Yumna bangunlah... " panggil Putra sambil menupuk pipi Yumna pelan tapi Yumna tetap tidak terbangun dan yang ada Yumna malah semakin nangis memanggil ibunya sampai mengeluarkan air mata.


Akhirnya Putra memeluk Yumna dengan erat agar Yumna tidak mengingau lagi dan cukup ampuh Yumna tidak mengingau lagi.


Saat Putra memeluk Yumna ada perasaan berbeda yang Putra rasakan... apa lagi udara syahdu karena turunnya hujan dan pelan pelen Putra turun menatap wajah Yumna lalu Putra turun ke bibir Yumna dan mulai mencium pelan.


Awalnya ciuman Putra tidak membuat Yumna terbangun tapi karena Putra sudah bernafsu lama lama Yumna terbangun.


" hhmm Mas... " kata Yumna terbangun dari tidurnya dan melihat Putra sudah berada di atas dada Yumna.


" huusstt sudah Na merem aja " kata Putra pelan sambil menatap mata Yumna dan penuh hasrat.


Tangan Putra pelan pelan mulai membuka kancing baju Yumna dan masuk ke dalam dada Yumna hingga terlihat 2 gunung kembar Yumna (* maaf ini di skip ya mengandung dewasa 😁😁)


Malam itu dalam keadaan hujan lebat, listrik padam dan Putra menang banyak karena 11 bulan pernikahan mereka baru ini Putra menyentuh Yumna merasakan surga dunia.


Walau Putra berpacaran sama Cindi tapi Putra sangat menjaga hal yang satu itu

__ADS_1


__ADS_2