YUMNA

YUMNA
Episode 148


__ADS_3

Malam pun tiba , Aditya membawa Diana ke rumah dan bergegas untuk makan malam bersama kedua orang tua nya .


” Bu , Kami pengen cepetan nikah . " Lontar Aditya disusul Senyuman .


" Ya tinggal nikah aja dit . ” Jawab ibu biasa saja menanggapi ucapan Aditya.


” Sayang , Kamu mau konsep yang kayak gimana kalo kita nikah ? Outdoor atau gimana ? ”


" Aku sih terserah kalian aja Mas . Gak usah terlalu mewah .. Yang penting hikmat aja . ” Jawab Diana .


" Ya ampun calon menantu kita ini Bu sangat sederhana sekali ya . " Puji ayah .


Namun Ibunya sama sekali tidak menanggapi ucapan suaminya . Dia sibuk mengaduk makanan nya dan bersikap dingin kepada Diana .


Sadar akan hal itu , Ayah dan Aditya berusaha mencairkan suasana agar Diana tidak berpikir yang tidak-tidak.


" Oya ibu tau desainer yang bagus gak buat merancang gaun pengantin ? " Tanya Aditya .


" Enggak . Ibu kan gak tinggal disini . Kenapa tanya ibu ,, cari aja sendiri . " Jawab ibu agak ketus .


Aditya menghela nafas menghadapi kelakuan ibunya.


Sementara itu Diana mengusap tangan Aditya , Dan menganggukkan kepalanya . sebagai kode kalo Aditya harus sabar menghadapi ibunya itu .


" Oya Tante , Makasih ya undangan makan malam nya . Diana seneng sekali bisa makan disini . kenalan sama Tante dan Paman . " Lontar Diana tidak berhenti tersenyum .


" Sama Dii .. Paman dan Tante juga seneng banget lho bisa kenalan sama Diana . Kalian udah berapa lama pacaran ? ” Tanya ayah Adit .


" Belum lama ya Mas . kira-kira 5bulan . ” Kata Diana lagi .


” Oh , Jadi kapan rencananya kalian nikah . Ayah gak sabar nih pengen cucu . ”


" Hehe do'akan aja yah. Aku juga gak sabar .. Lagi nabung dulu . ” Kata Adit .


20 Menit kemudian . Mereka beralih tempat .. Kini mereka duduk santai di ruang tamu .


Susana terasa kaku melihat Ibu Aditya yang sama sekali tidak berupaya menanyakan apapun kepada Diana . Yang sibuk bicara cuma Aditya dan ayahnya . Sementara Ibunya hanya sibuk memainkan HP .


Aditya tampak kesal dengan sikap ibunya .


Ibunya tersenyum saat dia melihat-lihat akun media sosial milik Yumna .


" Dia sangat manis . " Lontarnya sembari tersenyum .


Aditya kembali tak berdaya di hadapan Diana karena ulah ibunya itu .


" Tante sedang melihat apa ? ” Tanya Diana sembari beranjak dan duduk menghampiri ibu Adit .

__ADS_1


” Oh bukannya itu Yumna ? " Lontarnya .


" Kamu kenal dia ? ”


" Tentu , Dia teman baikku Tan . Tante juga kenal ? ”


" Kenal dong , Dulu kan dia karyawan Aditya . Tadi kami tidak sengaja ketemu . Dia semakin Manis dan cantik . " Pujinya kepada Diana .


Aditya semakin kesal dibuatnya , Mendengar Ibunya memuji Yumna .


” Oh iya . Mas Adit juga pernah bilang sama aku . Kami udah lama kenal. Dia sangat baik dan ramah .. Aku juga sangat suka dia . " Timpal Diana mengabaikan perasaannya .


Dia tersenyum melihat gelagat Ibu Adit yang bersemangat ketika membicarakan Yumna .


” Lain kali apa kita bisa jalan bersama . Ajaklah dia untuk pergi sama-sama ? " Pinta Ibu Adit .


" Nanti aku telepon dia ya . Dia pasti mau. Biasanya kami shoping bareng dan mencari diskon yang besar-besaran lho Tan . ”


" Oya ? kamu ajakin dong ya . ”


” Iya Tan . Nanti aku hubungi Yumna ya . "


" Makasih ya Dii . Ngomong-ngomong Tante boleh minta alamat rumah Yumna gak ? Ini Tante minta kok gak di bales-bales ya sama Yumna . Apa dia lagi sibuk kali ya . ”


" Tante mau main kesana ? Kalo gitu besok ke rumah Yumna aja sama aku . ”


" Mau dong , Janji ya . Duh kamu baik banget sih. ”


" Kok sewot sih. Apa salahnya kalo Ibu main ke rumah Yumna ? ”


" Bu , Kita sedang membahas tentang aku dan Diana . Kenapa ibu malah sibuk membicarakan Yumna . Ibu punya hati gak sih ? Gak menghargai perasaan pacarku banget . Aku kan udah bilang , Jangan membicarakan tentang Yumna pada pacarku ? ”


" Memangnya kenapa ? Apa dia punya masalah dengan Yumna ? Diana .. Kamu keberatan dengan itu ? ” Tanya ibunya kesal .


" Enggak kok Tan . ” Jawab Diana .


" Tuh , Masalah kamu tuh Sebenarnya apa sih Dit ? Ibu tuh heran sama kamu . ”


” Tante , Mas Adit pernah menyukai Yumna . " Lontar Diana membuat mereka terkejut apalagi dengan Aditya .


” Apa ? ”


” Tolong Jangan bertengkar . Mas , Sungguh aku tidak apa-apa kok . Kamu tidak perlu cemas dengan perasaan ku . Kenapa kamu tidak bilang yang sebenarnya kepada Paman dan Tante .”


” Sayang itu kan dulu . Sekarang aku sukanya sama kamu . ”


” Terus apa salahnya kalo Tante membahas tentang Yumna ? ”

__ADS_1


” Dit , Kenapa kamu gak bilang sama ibu ? ”


” Buat apa Bu ? Ibu bisa apa .. Percuma , Itu sudah berlalu . Sekarang perempuan satu-satunya yang ada didalam hati ku hanya Diana . Jadi jaga sikap ibu untuk nya . Aku mohon .. Aku pernah melukai dan menyia-nyiakan dia . Aku tidak mau ibu juga melukai gadis yang sangat mencintai putramu ini . Dia yang Sudi menunggu dan memahami meski itu sangat melukainya , Ibu tidak pernah tau pengorbanan apa yang sudah dia lalui untuk membuatku membuka mata. "


Aditya pergi meninggalkan rumah tanpa menoleh lagi. Diana hanya terpaku melihat wajah kedua orang tua Adit.


" Tante , Jangan masukin ke dalam hati ya ucapan Adit . mungkin dia sedang kesal . ”


" Pergilah temui Adit Nak . " Pinta Paman .


" Kalo gitu , Diana pamit ya Tan , Paman. ”


Setelah Diana mencium tangan keduanya , Dia pergi mencari keberadaan Aditya.


" Kemana perginya tuh orang . ”


10 Menit berlalu , Diana menemukan Aditya sedang duduk di bangku taman rumah nya .


Entah apa yang sedang ia lamunkan .


” Aku telepon kok gak di jawab. Kamu kenapa sih mas , Lagi PMS ya .. Marah-marah gitu ? " Ledek Diana sembari duduk di samping Adit .


" Maafin ibuku ya . Aku tuh gak habis pikir sama dia . Dia gak jaga perasaan kamu banget Dii . ”


" Apa yang Tante lakukan gak ada apa-apanya dibanding dengan semua yang kamu lakukan . ”


" Sayang ? ”


" Aku udah bilang aku udah kebal , Kamu tau gak .. Saat kamu ngejar Yumna dulu , Setiap hari setiap detik kamu telepon aku untuk membicarakan Yumna . Kamu gelisah karena Yumna tidak ingin bertemu sama kamu .. Itu lebih menyakitkan daripada apa yang Tante lakukan . Mas , Jangan berbicara keras kepada ayah dan ibumu .. Walau mereka salah bagimu , Tapi kamu tidak boleh bicara seperti itu padanya . jika jalan satu-satunya untuk mengambil hati ibumu lewat Yumna , Aku tak apa . Aku tidak akan berjuang satu kali lagi , Tapi seribu kali lagi .. Aku mau , Aku sanggup untuk kamu . ”


Aditya menangis mendengar kesungguhan hati Diana yang terasa tulus baginya .


" Apa aku membuat kamu sedih ? Kamu itu seorang pria . bagaimana kamu bisa menangis dengan mudah . " Ledek Diana .


" Aku ingin memeluk mu . ”


" Aku lupa tidak memakai deodorant . Jadi sebaiknya tidak usah. Aku ingin buru-buru kesini sampe aku lupa memakai deodorant . ”


Aditya tak menghiraukan nya sama sekali , Dia menarik dan memeluk nya .


" Aku tidak perduli dengan bau badanmu . Tolong maafkan aku Dii .. Maafkan aku yang baru sadar setelah waktu yang sangat lama bagimu . Terimakasih karena masih bersedia sabar menghadapi aku . ”


.


" Aku melakukannya bukan untukmu , Aku menyukaimu . itu alasan ku tetap disini . ”


.

__ADS_1


Aditya melepaskan pelukannya dan memandangi wajah Diana begitu dalam .


Tanpa pikir panjang , Dia menciumi kekasihnya .


__ADS_2