YUMNA

YUMNA
Kisah 4


__ADS_3

( singkat cerita langsung ke acara pernikahan Putra dan Yumna )


Hari ini adalah hari pernikahan Putra dan Yumna yang di laksanakan di Panti dan pondok berlangsung secara sederhana tapi meriah.


Pihak keluarga Adi Wijaya sudah hadir dan Yumna masih di kamarnya.


" dek.... " panggil Hasan yang datang ke kamar Yumna yang sedang di dampingi Umi


" kakakkkkk..... " Yumna memanggil Hasan dan memeluk Hasan dengan erat.


Yah mereka sangat dekat bagai hubungan kakak adik kandung, Hasan sangat meyayangi dan menjaga Yumna.


Umi terharu melihat pemandangan Hasan bertemu Yumna setelah beberapa tahun tidak berkunjung ke Indonesia.


Umi Abah pun tidak tau kalo Hasan akan hadir di pernikahan Yumna.


" heiii kenapa menangis adekku yang menyebalkan, lihatlah air matamu jatuh ntar bedaknya luntur lo dan nanti di kirain Abah kalo kakak habis memarahi adekku yang menyebalkan ini " kata Hasan menghapus air mata Yumna dan berusaha tersenyum walau hati Hasan sedih.


" kakak kapan datang ? kok gak bilang bilang... Umi apa tau kalo Kakak datang Umi ?" tanya Yumna sambil melirik Umi


" Umi gak tau nak, tau tau tadi subuh datang ni anak Umi " jawab Umi melucu


" datanglah...adek kesayanganku mau menikah masa aku gak datang, melihat terakhir kalinya adekku yang menyebalkan ini karena lepas ini dia milik orang lain kan gak bisa ku godain lagi" kata Hasan menggoda


" selamat ya dek... jadilah istri yang solehah seperti apa adanya Yumna Putri yang kakak tau, jaga kehormatan suami dan keluarga, mengalah dan patuh pada perintah suami karena surganya istri ada pada suami dan... jika kamu butuh kakak datanglah kakak selalu ada untukmu " pesan Hasan sebelum meninggalkan Yumna karena acara akan segera di mulai.


" hiks hiks hiks (menangis) ... kakak bolehkah Yumna meminta sesuatu sama kakak untuk terakhir kalinya sebelum Yumna menjadi istri orang ?" panggil Yumna saat Hasan berjalan hendak keluar kamar Yumna


" katakanlah dek, apapun itu Kakak akan kabulkan nyawa sekalipun buat kamu adekku " jawab Hasan sambil menghapus air matanya di balik punggung.


" Yumna pingin di peluk kakak ...." kata Yumna menangis sedih


Hasan lalu membalikkan badannya dan mengangkat kedua tangannya menyambut Yumna di pelukannya... Yumna berlari dan memeluk Hasan dan menangis di dada kakaknya seakan tidak ingin melepas pelukan seorang Kakak yang selama ini melindunginya.


Dari kejauhan Umi menangis melihat pemandangan Hasan dan Yumna yang sangat dekat bagai adek kakak kandung , Hasan sangat menjaga Yumna sejak kecil.


💝💝


saya terima nikah dan kahwinnya Yumna Putri dengan seperangkat alat sholat di bayar tunai... ucap Putra


Dan hari ini Putra dan Yumna menjadi pasangan suami istri walau tanpa proses yang lama


" Nak Putra... Abah Umi titip Yumna, tolong jaga dia baik baik karena saat ini dia menjadi tanggung jawabmu jika dia salah tegur dia, jangan jatuhkan dia ke neraka tapi bawalah dia ke surga ya nak... jika kamu tidak mengharapkan dia lagi kembalikan dia kepada kami baik baik nak...." pesan Abah sambil menangis dan memeluk Putra


" inshaAllah Abah akan saya jaga Yumna " kata Putra


Hasan yang sejak acara selalu memperhatikan Putra merasa ada yang aneh, Hasan memiliki feeling Putra tidak mencintai Yumna.


" Putra selamat semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah, tolong jaga Yumna... dia permata berlian yang kamu dapatkan, tolong jangan sakiti dia, dia adek saya yang sangat saya sayangi, jika dia salah tegur nasehati dia... air matanya berharga buat saya karena sejak kecil dia tidak pernah bersedih ... tolong jaga dia baik baik, jika sedikit saja kamu menyakitinya sama saja kamu menyakiti saya dan keluarga saya " kata Hasan berhadapan dengan Putra sementara Yumna berada jauh dari 2 pria ini.


" inshaAllah akan saya jaga " jawab Putra singkat.


Malam ini acara resepsi pernikahan Putra dan Yumna di hotel yang diadakan oleh keluarga Adi Wijaya secara meriah.


" wwooyyy selamat broo... istri loe cantik... kalo loe gak mau gue siap menerima " kata Diki saat berjabat tangan dengan mempelai


" sialannn looo " kata Putra

__ADS_1


Acara resepsi berlangsung selama 3 jam dan tamu keluarga Adi Wijaya sangat banyak yang hadir.


Malam selepas acara Yumna dan Putra tidur di satu kamar dan ada perasaan canggung yang Yumna rasakan.


Tidak ada perbincangan yang terjadi antara merela ber dua.


Setelah mereka ganti baju... Yumna menyapa Putra untuk mengajak shalat Isya


" maaf Mas... kita belum shalat Isya, bagaimana kalo kita shalat berjamaah Mas..." kata Yumna pelan


" silahkan kalo kamu mau shalat gak usah bareng saya... oiya satu lagi pernikahan ini karena saya menghormati Mami saya dan pernikahan ini hanya sebatas kertas... jangan mengharapkan saya mencintaimu karena di hati saya sudah ada perempuan lain hanya Mami tidak merestui hubungan kami, kamu paham kan kata kata saya " kata Putra


Seketika Yumna kaget dengan kata kata laki laki yang baru saja menikah dengannya dan Yumna hanya menahan tangisannya agar tidak di lihat Putra.


" iya saya paham..." kata Yumna pelan dan lalu melaksanakan shalat Isya yang tertunda.


Selepas shalat Isya ,Yumna duduk di sofa karena kelelahan sejak pagi dan tanpa terasa Yumna tertidur di sofa.


Jam 02.00 Yumna terbangun dan melihat Putra sudah tertidur di kasurnya, Yumna lalu melaksanakan shalat tahajud malam itu dan dia menangis sejadi jadinya pada Allah dan Yumna pasrahkan hidup dan matinya hanya buat Allah.


Karena masih pagi Yumna tidur di sofa dengan berselimutkan sarung, ya sarung itu adalah sarung pemberian kakaknya Hasan sejak mereka kecil.


Pagi itu selepas shalat subuh Yumna langsung ke dapur untuk bantu bantu masak dan beres beres rumah keluarga Adi Wijaya.


" Assalamualaikum bibik... " sapa Yumna ramah ke ART di rumah Mami Putra


" Walaikumsallam wr wb eee neng Yumna... kok sudah bangun neng..." kata bibik


" sudah Bik, kan ini sudah pagi " kata Yumna yang langsung ikut membantu bibik masak


Yumna langsung membantu bibik memasak, nyapu, ngepel rumah , nyapu halaman rumah yang terbilang sangat luas


Saat Yumna sedang menyapu halaman diam diam Mami memperhatikan Yumna dari balik jendela kamar.


" Mami ngapain sih ngintip di rumah sendiri ?" tanya Papi


" husst Papi berisik ah... lihat tuh Yumna...Mami gak salah pilih menantu, dia sangat rajin dan solehah Pi...Mami senang sekali dia menjadi menantu kita " jawab Mami terharu.


Pagi itu jam 7 semua pekerjaan rumah sudah selesai karena pekerjaan Bibik di bantu Yumna. Pagi itu seluruh anggota keluarga berada di meja makan.


Yumna membantu Mami membereskan piring di meja makan dan saat Yumna hendak menuangkan teh manis di gelas Putra langsung Putra protes


" bibikkkkk.... mana minumanku !!!! " panggil Putra tanpa menghiraukan Yumna


Bibik datang dan menuangkan teh ke dalam gelas Putra dan Yumna hancur hatinya karena suaminya gak mau dia yang menuangkan air ke gelasnya, semua perlakuan Putra di lihat Mami Papi


Yumna hanya diam berusaha tersenyum melihat Mami Papi dan Yumna ijin ke dapur.


Mami Papi menunggu kedatangan Yumna yang ke dapur tapi lama gak balik ke meja makan.


Di dapur Yumna menangis sambil menutup matanya.


" neng...sing sabar ya... den Putra aslinya baik " kata Bibik mendekati Yumna


Yumna segera menghapus air matanya dan mencuci mukanya agar tidak terlihat habis menangis.


" iya Bik gpp, mungkin ini jalan hidup saya " jawab Yumna berusaha tersenyum

__ADS_1


" kalo begitu neng Yumna kembali ke meja makan ya pasti neng di tunggu " kata Bibik


" hhhmm saya puasa Bik " jawab Yumna pelan berbohong artinya awalnya Yumna tidak berpuasa tapi karena sejak pagi dia belum tersentuh makanan maka dia melanjutkan untu berpuasa saja .


" bibik...tolong panggilkam Yumna " kata Mami pelan.


" maaf Bu, anu...anu... " kata Bibik pelan tidak berani menjawab


Mami tau arah bicara Bibik sehingga Mami sendiri yang berniat menemui Yumna di dapur , di lihatnya Yumna sedang melamun.


" nak... kenapa melamun...ayo kita makan nak " sapa Mami mendekati Yumna.


" hhhm Mami... maaf Yumna salah, maaf Mami hari ini Yumna puasa tapi Yumna akan temani makan di meja makan " jawab Yumna pelan


Mami melihat mata Yumna bengkak dan masih basah karena air mata.


Mami dan Yumna duduk di meja makan bareng.


Yumna meladeni mertuanya dengan baik , Yumna hanya diam terhadap Putra.


" kenapa kamu gak makan nak ?" tanya Papi


" Yumna puasa Pi... kasihan orang sedang puasa harus berhadapan dengan orang jahat... " jawab Mami sambil matanya melirik ke arah Putra.


" hhuuukkk... " Putra tersedak dari makannya karena di sindir Maminya.


" minumlah air putih ni " kata Yumna memberikan air putih ke Putra


Putra lalu membuang gelas berisi air putih yang Yumna berikan ke lantai menjadi pecah berkeping keping.


" Putraaaaaa..... !!! " bentak Papinya


" Maaf Pi , mas Putra gak salah, tadi Yumna salah pegang " kata Yumna melindungi suaminya.


Yumna segera memungut pecahan gelas kaca di lantai sambil menahan sedihnya.


" maaf Yumna ke dapur dulu buang pecahan " pamit Yumna kepada mertuanya dan suaminya sambil berusaha tersenyum.


Di.dapur Yumna gak kuat menahan sedihnya, diapun menangis kuat mengeluarkan air matanya dan berharap tidak ada yang melihatnya, tapi ternyata diam diam bibik dan Mami mengikuti Yumna.


" selepas sarapan temuin Papi di ruang kerja , tidak ada alasan !!!!!!" perintah Papi menghentikan acara makan paginya.


Setelah sarapan Putra ke ruang kerja Papinya dan di ruangan itu sudah ada Maminya juga dan Putra tahu apa yang akan di bicarakan orang tuanya.


" kamu pasti sudah paham apa yang akan kami bicarakan , jelaskan sama Papi Mami..." kata Papi


" saya belum siap menerima pernikahan ini, Putra perlu waktu untuk penyatuan diri dengan Yumna... ijinkan Putra untuk mengenal dia tapi jangan paksa Putra... Putra sudah mengikuti kemauan Mami dan kali ini tolong Mami ikuti kemauan Putra " kata Putra menjelaskan isi hatinya.


Papi dan Mami cukup lama terdiam hingga akhirnya Mami bersuara.


" baiklah Mami ikuti kemauanmu, untuk sementara biar Yumna di kamar lain hingga kamu bisa menerima kehadiran dia... Mami kasih kamu waktu jika dalam 1 th kamu belum bisa menerima Yumna maka Mami ikhlaskan kamu bercerai dengan dia tapi ingat jangan menyesal karena berlian di lumpur pun akan mahal walau di jual bekas " kata Mami pelan dan tegas


" Mami kenapa mereka harus pisah kamar ?" tanya Papi


" karena Mami yakin 1000 % Yumna pasti tidak tidur satu kasur dengan anakmu ini " jawab Mami yang langsung meninggalkan ruangan kerja suaminya.


" Papi mau memikirkan langkahmu ke depan dengan seksama, kami sudah tua dan umur kami sudah tidak muda lagi, istrimu pendampingmu adalah baju yang kamu kenakan seumur hidupmu " kata Papi

__ADS_1


__ADS_2