YUMNA

YUMNA
Episode 282


__ADS_3

1 Minggu berlalu, ayah diizinkan dokter untuk pulang. Yumna dan denis ikut pulang mengantar ayah ke rumah .


Rona bahagia di wajah ayah terlihat jelas, sementara itu denis pura-pura bersikap mesra pads istrinya .


Di ruang tengah, yumna melabrak denis karena sudah keterlaluan menyentuh dirinya di depan ayah.


" Aku hanya memegang tangan mu. " Lontar denis pelan.


" Tangan ? jelas-jelas kamu merangkul ku tadi. jangan mengambil kesempatan kamu ya mas. "


" Na.. ingat kita lagi di rumah ayah. pelan kan suaramu.. ayah bisa dengar. " pinta denis .


" Terserah. pokoknya aku gak suka kamu main rangkul-rangkul kayak tadi. " Katanya yang kemudian berlalu meninggalkan.


Denis hanya bisa menahan emosi dengan sikap sang istri. " Aku tidak percaya hanya demi dia, aku sampai rela mengalah terus menerus. " Katanya sembari mengikuti yumna ke kamar ayah .


" Yumna. kemari sayang. mana banyu, harus nya kalian bawa dia. ayah sangat merindukan nya. " Keluh ayah di tempat tidur.


" Iya ayah, aku sama mas denis belum sempat pulang ke rumah tadi. kami buru-buru kesini pengen antar ayah pulang. " Jawab yumna yang segera duduk di samping ranjang.


" Iya yah. maaf ya. " Tambah denis .


" Malam ini kalian nginep ya, suruh supir untuk membawa banyu kesini. " pinta ayah membuat kedua suami istri itu saling memandang .


" Yumna tidak bawa baju ganti yah. lain kali saja . " beralasan menolak dengan halus.


" Kan bisa minta bibi ambilkan. jangan pusing karena hal sepele Na. " .


Yumna tersenyum mendengar jawaban ayah. " Pokoknya ayah pengen kalian nginep disini. gak boleh di tolak titik. "


" Iya yah.. apapun itu asal ayah sehat. " Kata denis amat halus.


Ayah tidak percaya jika denis bisa semanis itu bicara kepada nya.


" Kamu berubah sangat banyak, pasti karena yumna ya ? Ular raksasa yang menakutkan sudah kembali pada pawang nya ya. " Ledek ayah berusaha melucu.


" Hehe ayah bisa aja. ".


" Panggil ibumu, minta bibi menyiapkan kamar kalian malam ini. "


" Iya yah.. biar yumna cari ibu. " Kata yumna segera beranjak dan meninggalkan mereka berdua.


Sementara itu denis duduk di tepi ranjang sesaat setelah yumna pergi.


" Kamu bahagia ? " Tanya ayah penuh tatapan.


" Menurut ayah ? apa yang ayah lihat ?? "


" Boleh ayah jujur ? ayah merasa ada yang lain dari pernikahan kalian. sikap kamu membuat ayah sedikit ragu. "


" Maksud ayah ? Ayah kira aku akan membiarkan yumna ? dia adalah hidupku. sekuat tenaga aku habiskan untuk mendapatkan dia kembali.. jadi kenapa ayah berpikir ada sesuatu yang membuat ayah ragu. "


" Entah lah. mungkin ayah sedikit berlebihan .. "


Saat denis berupaya meyakinkan ayah, yumna mencari ibu untuk membantunya menolak permintaan ayah untuk menginap.


" Bu.. otomatis kalo nginep , aku sama mas denis tidur satu kamar dong. " Rengek yumna.


" Untuk kali ini lakukan demi ayah lagi ya Na?? meskipun kalian sudah satu kamar, ibu jamin denis tidak akan macam-macam . "


" Tapi untuk tinggal satu rumah saja aku gemetar, bagaimana aku harus tidur satu kamar. "


" Denis sudah merelakan kamu Na. pagi tadi mosha dan denis datang dan ingin hubungan mereka serius. " Kata ibu meyakinkan yumna, tapi malah membuat yumna sedikit sedih.

__ADS_1


" Ibu percaya mas denis menyukai nya?? "


" Dia putra ibu, ibu tau.. jika perasaannya ke kamu sudah mulai dia lepaskan sedikit demi sedikit. "


" Baik bu. aku dengar ibu saja. "..


" Yumna, terimakasih sayang. ibu janji sama kamu.. ibu akan mengendalikan putra ibu. jika perlu segera menikahkan mereka, supaya kamu lega. " Ujarnya memeluk yumna, Namun suasana hati sang menantu malah agak lain.


29 Menit kemudian, Bibi merapikan kamar denis yang dulu saat dia belum menikah. Sementara denis meminta sus rini dan pak anto menyiapkan keperluan banyu dan mengantar ke rumah ayah.


Lalu yumna masuk ke dalam kamar dan berjalan perlahan. di sana dia melihat lukisan dan beberapa poto bersama denis terpampang dengan apik.


" Sepertinya kamu lupa membuang poto kita ya mas. padahal di rumah kita, sudah tak ku temui satu pieces pun potoku. " Katanya sembari menatap poto-poto tersebut.


" Seribu kali aku meminta dia melupakan ku dan memberi kesempatan wanita lain. sekarang dia mau melakukannya.. aku sangat bahagia dan lega. " Katanya membohongi diri sendiri.


Yumna tersenyum dan berupaya mengumpulkan semua poto tersebut. Tiba-tiba denis datang tak mengetuk pintu. Dia amat kaget karena yumna menurunkan poto dirinya.


" Kamu ngapain? " Tanya denis yang segera menutup pintu dan berjalan ke arahnya.


" Poto-poto ini tidak seharusnya ada disini. aku mau membereskannya. " Jawab yumna tersenyum.


" Itu poto sebelum kita bersama. apa tidak boleh aku menyimpan nya? "..


" Pacarmu akan sakit hati jika melihat ini. jadi jangan gila. " Katanya lagi yang kembali meraih poto lain..


" Aku gak minta apapun lagi sama kamu na. aku biarin kamu bersikap seperti hari ini dan kemarin. tapi jangan menyentuh barang ku. " Pinta denis.


" Barangmu? aku adalah orang yang ada di dalam bingkai sialan ini. jadi aku rasa aku berhak membuangnya. "


" Aku tidak mau kita bertengkar. ayah akan curiga kalau nanti beliau masuk kesini. ayah sudah sangat bahagia dengan sandiwara kita, jadi aku harus jawab apa saat ayah menanyakan keberadaan poto mu? "


" Jadi kamu meminta ini untuk ayah mas. bukan karena... ah apa yang terjadi padaku, kenapa aku ini??? " Batinnya membingungkan.


Denis kembali menata poto yang beberapa sudah yumna copot dari dinding.


Meski sangat sedih, denis harus tegar. dia menata sembari berkaca-kaca menatap poto-poto sang istri .


" Aku pantas mendapatkan nya Na. kebencian yang berlipat ganda darimu akan ku terima dengan baik. meski bukan demi ayah, Ini juga untuk hati ku na.. hatiku yang sampai detik ini tak mau melepas mu. Nenek... denis tak tau lagi harus bagaimana. bagaimana caranya supaya aku bisa merelakan dia.. " Ujarnya amat lirih dan putus asa.


Malam menunjukan pukul 8 malam, yumna dan yang lain selesai makan malam . Kemudian yumna segera memberi sepotong apel yang telah ia kupas kepada ayah.


Denis dan ibu begitu tersentuh dengan sikap yumna yang begitu menyayangi ayah mertuanya.


" Makasih sayang. " Kata ayah penuh senyuman.


" Janji sama yumna, ayah harus semakin sehat dan membaik ya. " Pinta yumna kepadanya.


" Tentu. bagaimana tidak.. ayah sudah mendapatkan semuanya. "


" *Seandainya ini sungguhan Na. kita.. ayah, ibu, aku, kamu, banyu, ini mungkin terlalu sempurna untuk aku . tapi gapapa, dengan semua pengorbanan kamu untuk ayah, aku janji gak akan membuat yang engga-engga lagi ke kamu. " Batin denis.


" Ibu sudah pernah mengeluarkan kamu dari keluarga kita Na. sekarang apa mungkin.. jika bukan karena ayah , kamu* tidak akan sudi duduk disini sekarang bersama kami. bagaimana bisa ibu membuang mutiara.. jelas-jelas kamu sangat kecewa dengan sikap ibu, tapi kamu masih mau menolong kami. bagaimana ini yumna?? semakin hari rasa bersalah ibu kian bertambah... selain menjodohkan denis dengan wanita lain? apa ibu punya pilihan untuk menebus dosa ibu. " Batin ibu yang hampir menangis namun ia berusaha kuat .


" Ayah bahagia sebahagia-bahagianya. denis sudah berubah dan yumna masih mau menerima putra kita bu . " Kata ayah berkaca-kaca.


" Ayah!!! " Yumna menyentuh tangan ayah.


" Kalo ayah boleh tau, kenapa yumna mau kembali pada denis?? "


" Ah kenapa harus di tanya? jelas karena dia sudah keterlaluan. kalau mas denis tidak mau bertanggungjawab, aku akan melapor polisi . " Kata yumna meyakinkan.


" Bukan karena masih cinta???? " Tanya ayah lagi membuat keduanya saling memandang .

__ADS_1


Yumna tersenyum pada ayah, " Dimana akan ku temui pria setampan dia. putra ayah sangat seksi. " Sela yumna membuat ibu dan ayah tertawa.


Namun tidak dengan denis, dia hanya tersenyum mendengar sang istri memujinya.


" Sudah, ini sudah malam ayah harus istirahat. " Ajak yumna beranjak hendak mendorong kursi roda ayah.


" Buar ibu saja. yumna segera istirahat gih.. besok kan pasti kerja. " Pinta ibu.


Ibu membawa ayah menuju kamar, sementara yumna pergi tanpa mengatakan apapun pada denis.


Dia ke kamar mencari sus rini dan banyu " Sus. "


" Ssstt non.. den banyu baru bobo. pelan-pelan ya. "..


" Oh udah bobo toh. ya udah deh sus rini istirahat sana. "


" Iya non. "


Sus rini meninggalkan kamar, sementara yumna menghampiri box banyu. dia tersenyum melihat wajah putra semata wayangnya yang tertidur pulas.


Kemudian tiba-tiba denis masuk dan mengagetkan nya " Udah tidur? ya udah kamu istirahat gih . " Kata denis yang kemudian membuka lemari mengambil sebuah bantal.


" Kamu mau kemana? " Tanya yumna.


" Aku mau tidur di kamar tamu. kamu pasti sangat risih kalo kita sekamar. "..


" Nanti ayah tau gimana? "


" Gak lah. "


" Semua orang taunya kita nikah beneran. jadi kalau pegawai lihat kita gak tidur satu kamar dan menyampaikan ini pada ayah bagaimana?mending kamu gak usah aneh-aneh deh. "cecar yumna.


" Terus kamu mau aku tidur disini? kamu gak takut sama aku? "


" Kenapa ? kamu masih berniat buat melecehkan aku? "


" Engga. yumna.. aku tau mungkin ini sudah terlambat. tapi aku sungguh minta maaf, kalau kamu mau tuntut aku.. aku gapapa di penjara. "


" Penjara tidak akan menebus apapun. apalagi mengembalikan kehormatan ku mas. "


" Yumna. "


" Bagaimana aku memenjarakan mu dengan keadaan ayah yang seperti sekarang? "


" Kalau gitu kamu boleh hukum aku dengan apapun. kamu mau pukul aku sampai berdarah juga tidak apa.. " Katanya mengambil tangan yumna memukuli kedua pipi denis.


" Stop mas. kekecewaan di hati aku terlalu dalam, hingga untuk memukul kamu atau menyayat leher kamu dengan pisau saja itu tidak ada gunanya. bagiku tidak ada satu hal yang bisa aku balaskan yang setimpal dengan apa yang kamu lakukan. kamu tau mas, hanya kita yang tau kalo kamu sudah menodai ku. aku meminta bibi dan yang lain tutup mulut. jangan sampai hal ini terdengar oleh pamanku, juna atau Dessy. karena kalau sampai mereka tau.. aku gak tau lah mas bagaimana nasib kamu. "


" Karena itu, aku janji sama kamu .. aku gak akan ngejar kamu lagi. aku mau lepasin kamu.. biarin kamu seperti yang kamu mau. "


" Itu saja tidak cukup mas. "


" Lalu kamu mau aku apa??? "


Yumna menggeleng kan kepala dan pergi ke sopa dan mulai tidur.


" Kenapa kamu tidur disini? "


" Kamu tidur di ranjang saja. biar aku tidur disini. "


" Tapi na. "..


" Aku ngantuk mas. jangan ganggu aku. "..

__ADS_1


__ADS_2