YUMNA

YUMNA
Episode 93


__ADS_3

Pagi itu Nadia menemui Yumna di rumah sakit , Sebelum tiba disana ..Nadia bertemu dengan Jihan dan Diana di luar rumah sakit yang bermaksud untuk pulang .


” Hai Nad .” Sapa Diana ramah .


” Kamu mau jenguk Yumna ya ?” Timpal Jihan .


” Lebih tepat nya aku ingin melabrak sahabat kalian itu .. Karenanya Rendy menjadi murung dan enggan mengangkat telepon dariku .” Lontarnya penuh emosi .


” Memang apa salah Yumna ? ”


” Kalian Taulah , Lama-lama aku kesel deh sama dia ..Heran , Kok dia bisa bikin Mas Rendy menjadi seperti itu ..Apa jangan-jangan dia main dukun kali ya ?” Lontarnya ceplas-ceplos tanpa dosa , Mendengar ucapannya ..Diana naik pitam .


” Kenapa kamu enggak akui saja jika Yumna lebih segala-gala nya dibandingkan kamu . Dengar ya Yumna tidak seburuk itu .” Belanya sambil melotot .


” Duh please deh kalian , Kenapa kalian mesti se munafik ini sih ..Aku tau pacar kalian juga belum move on dari Yumna . Jadi jangan sok berhati Malaikat deh .” Lontar nya lagi semakin membuat Diana terpancing .


” Emang kenapa ? Sorry ya kita gak kayak kamu yang jahat. Tarik ucapan mu barusan ..”


” Ucapan ku yang mana ?” Tanyanya menantang .


” Yumna wanita yang baik dan dia tidak pernah merebut siapapun .. Apalagi kamu , Aku dengar kamu berusaha merebut Rendy saat mereka bersama kan? Jadi yang kegatelan itu siapa ? Kamu kali . ” Lontar Diana .


” Oya ? sok tau banget sih ..Siapa juga yang merebut mas Rendy ..Aku memperjuangkan nya saat Yumna mencampakkan dia . Jadi jangan salah paham .. Sudahlah akui saja jika Yumna emang dasar agak genit kali kalo dibelakang kita ..”


” Apa ? Ulangi perkataan mu barusan ?” Lontar Diana semakin emosi .


Sementara Jihan bingung dengan perdebatan di antara mereka berdua , Ia tak bisa melerai karena dia menggendong bayinya .


" Kalian apa-apaan sih , ini rumah sakit loh .”Lontar Jihan .


” Udah Han , Aku sudah tidak sabar menghadapi wanita jalang ini ..Apa dia belum pernah digigit wanita sebaik diriku ..Kamu tau jika aku marah , Kamu takkan tersisa .” Lontar Diana .


” Hahaha ..” Nadia tertawa terpingkal mendengar ucapan Diana yang agak berlebihan .


Merasa disepelekan , Diana menjambak rambut Nadia yang masih tertawa geli .


” AW ..Sakit tau .” Gerutunya .


” Itu bukan apa-apa .. Aku tidak terima dengan apa yang kamu katakan barusan .”


Diana penuh kemarahan mengatakan semua hal itu kepada Nadia , Merasa tidak terima Nadia balik menyerang Diana dengan kembali menjambak rambut nya .


Alhasil mereka berdua saling Jambak dan berputar-putar saling menyakiti , Sementara Jihan tidak dapat memisahkan mereka karena dia sedang menggendong bayinya ..Jihan berteriak berusaha menghentikan mereka .


” Apa kalian sudah gila ? Tolong berhenti ..” Teriak Jihan .


Tiba-tiba 2 security datang dan memisahkan keduanya .


” Maaf non , Ini rumah sakit ..kalian tidak bisa ribut disini .” Lontar salah satu security sembari memegang kedua tangan Nadia .


Nadia dan Diana terlihat bak seperti macan dan harimau dengan sorot mata yang tajam dengan rambut acak-acakan tak karuan .


" Lepaskan , Biar ku habisi wanita gila ini .” Teriak Diana sembari berusaha melepaskan tangan dari security tersebut .


” Jika aku gila lantas bagaimana dengan mu .. Munafik .” Timpal Nadia .


Sama-sama kesal dan marah , Keduanya begitu gatal untuk melanjutkan perkelahian diantara mereka .


" Maaf jika kalian masih ribut seperti ini , dengan terpaksa kami akan menghubungi polisi . karena kalian berdua sudah mengganggu ketertiban rumah sakit ." Ancam security .

__ADS_1


” Bawa aja pak , Biar polisi yang mengurus mereka .” Lontar Jihan memprovokasi .


” Apa sih Han .” Sahut keduanya kompak dengan mata yang sama-sama memelototi .


" Jadi kalian mau berhenti atau kami telepon polisi ? ”


” Iya ..iya kami berhenti .” Tegas Nadia terpaksa .


” Lepasin dong .” Kata Diana .


” Baik kami akan lepaskan , tapi awas jika kalian membuat keributan lagi disini .. kami tak segan langsung menelpon polisi .” Gertak security .


” Iya .” Kata Nadia Judes .


Kedua security pun pergi setelah mendengar jawaban mereka .


Nadia dan Diana saling pandang , Diana tersenyum melihat pipi Nadia kena cakar kukunya .


Sementara Nadia merasa tak puas dengan perlawanan nya , Karena dia tidak meninggalkan luka kepada Diana .


Nadia sibuk menjambak dan memutar pegangan tangan nya , Lain dengan Diana yang begitu ada kesempatan mampu mencakar pipi Nadia .


” Tidak sia-sia aku memanjang kan kuku ku , Sekarang dia begitu berguna .” Lontar Diana merasa memenangkan pertarungan diantara mereka .


” Ini bukan apa-apa buatku , Jadi berhentilah meremehkan ku .”


” Oya ? Akui saja jika cakaran ku sangat menyakitkan .”


” Di .. sudah ayo kita pulang .” Ajak Jihan agar mereka tidak kembali bertengkar


” Dengar , Sekali lagi aku dengar kamu menjelekkan Yumna ..Aku tak ragu melukaimu lebih dari ini .” Ancam Diana sembari menelunjukkan jarinya kepada Nadia .


Nadia tampak kesal , Dia masuk kedalam rumah sakit memegangi pipinya .


Sementara Diana malah membuntuti , Dia begitu khawatir jika Nadia benar-benar akan melukai Yumna .


” Bukankah kita akan pulang ? ” Tanya Jihan sembari mengekori Diana .


” Aku takut jika dia membuat masalah kepada Yumna . Jika kamu ingin pulang .. pulang lah .” Suruh nya sembari mempercepat langkah kaki .


” Ah tidak , Biar aku ikut denganmu .”


Setibanya diruang an Yumna . Nadia tak menemukan Yumna .


” Kemana dia ? Apa dia tau jika aku mau datang ..Apa dia takut padaku ..pasti si Diana menelepon nya .. ” Gerutunya percaya diri .


Sementara itu Diana dan Jihan masuk kedalam ruangan Dennis , Benar saja mereka melihat Yumna sedang bersama Dennis .


” Kalian , Bukannya kalian mau pulang ya ..Apa ada yang ketinggalan ? ”


” Tidak ..” Jawab Diana .


” Lalu ? Tunggu ..ada apa dengan rambutmu ? Kenapa acak-acakan ? ” Tanya Yumna cemas .


” Dia baru saja berkelahi ." Lontar Jihan cekikikan .


” Apa ? ”


Yumna dan Dennis kaget dengan jawaban Jihan .

__ADS_1


” Dengan heels setinggi itu , Bagaimana kamu melakukannya ? ” Tanya Yumna heran .


” Sayang , Wanita yang berkelahi tidak akan saling tinju kan .. Pasti Jambak-jambakkan rambut .” Pangkas Dennis.


” Han , Gak bener kan ..Jawab yang serius ? ” Tanya nya lagi .


” Si Nadia datang mengatakan yang tidak-tidak tentang mu ..Aku Hajar saja .”


” Di..” Lontar Yumna melas .


” Apa yang dia katakan hingga membuatmu marah .” Tanya Dennis .


” Dia bilang kalo kamu itu wanita yang genit sampe semua laki-laki tergila-gila dan tidak bisa move on ..Kesel kan .” Lontarnya sembari duduk .


” Harusnya kamu gak usah perduliin dia .. Nadia bersikap seperti itu karena dia takut kehilangan Rendy .. Tapi dulu dia baik kok ." Bela Yumna .


” Tapi aku juga dulu gak bersikap kayak dia waktu Aditya menyukaimu .. sikapku tidak berubah sampai sekarang .” Jawab nya .


” Makanya aku bersyukur karena kamu masih mau baik sama aku meski posisimu sangat terluka.. Aku tidak tau terbuat dari apa hati mu itu .." Puji Yumna .


” Hatiku tidak sebaik dirimu .” Lontar Diana lagi .


” Kamu tau , Aku bersyukur karena Allah mengirimi Orang-orang yang baik seperti kalian ..Terimakasih untuk cinta , Dan kebaikan kalian selama ini ..aku tidak tau harus dengan apa membalas kebaikan kalian ? " Lontarnya sembari mengusap tangan Diana.


Diana meraih tangan Yumna dan memeluk nya , Sementara lain dengan Jihan . Dia malah menangis , Dia mengingat yang telah terjadi mengenai Raka .


” Lain denganku yang lebih dulu melukaimu Na , Diana ..Dia belum lama ini menjadi temanmu ..Tapi dia begitu menjaga harga diri dan perasaan mu didepan orang lain..Dia bahkan tak segan membelamu mati-matian hanya karena Nadia menganggap mu yang tidak-tidak . sementara aku .. Aku adalah temanmu sedari dulu ..yang pernah membuat mu kehilangan orang yang kamu cintai ..Apa aku masih pantas menjadi temanmu .” Lontar hatinya .


Menyadari Jihan sedih , Dennis melemparkan sebuah kain kepadanya .


” Kamu sedih tidak di ajakin peluk kan ? ” Ledeknya .


” Apa sih Nis .”


" Mas , nanti kena bayinya main lempar-lempar kain .” Gerutu Yumna .


" Ah tidak sakit kalo cuma dilempari kain ..”


" Kamu mas .. Han sini dong .” Suruh Yumna .


Jihan mendekat dan menatap Yumna .


” Terimakasih , Kalian adalah temanku mungkin lebih dari itu ..”


Kata Yumna membuat Jihan berkaca-kaca , Dia membuka gendong an bayi nya dan menyerahkan nya kepada Dennis begitu saja tanpa mengatakan apapun . Jihan memeluk erat sahabatnya itu .


” Jika kamu masih menganggap ku seperti dulu , Aku sudah tak menginginkan apapun Na..Ini sudah lebih dari cukup .Akulah yang harus berterimakasih padamu .. karena kamu masih saja Sudi menerima ku meski aku .” Yumna menutup mulut Jihan yang akan melontarkan hal yang membuat nya semakin sedih .


” Tidak perlu di ungkit , Berhentilah berpikir jika kamu pernah melukaiku ..bagiku ini sudah menjadi takdir . Aku hanya manusia biasa .. Bisa membenci ,marah dan kesal ..Tapi aku juga harus bisa memaafkan mu karena aku ini hanya manusia biasa . Allah saja maha pengampun , Bagaimana aku bisa sesombong itu .”


Mereka saling menguatkan satu sama lain, Sementara Dennis menatap nya kesal .


" Apa kalian akan berpelukan terus menerus , Aku pegal nih ..Bayimu ini berat sekali .” Gerutu Dennis .


” Baru segitu .”


” Kamu beri makan apa bayimu ..cepat ambil ." Timpalnya lagi kepada Jihan .


” Dasar .”

__ADS_1


__ADS_2