
Yumna datang ke rumah paman bersama Natan .
Saat dia tiba , Dia melihat Bibi sedang duduk di dalam kamar seorang diri .
Tampak nya dia sedang kurang sehat .
Yumna pun menghampiri nya .
” Bibi sakit ? Udah ke dokter ? ”
” Buat apa pergi ke dokter , Mungkin lebih cepat mati itu lebih baik . ” Lontarnya .
Sinta menguping pembicaraan mereka di balik pintu kamar .
Dia sangat sedih karena ibunya masih marah dengannya .
” Kenapa bibi bicara seperti itu . Apa bibi enggak kasian sama Nayla dan Sinta ? ”
” Bibi merasa tidak berguna dan berarti untuk kedua putriku . Salah satu dari mereka mengabaikan aku . Dia lebih memilih seorang pria daripada ibunya sendiri. ” Lontarnya sembari terisak .
” Bi .. Itu semua enggak benar . Sinta sangat perduli dengan bibi . ”
” Apa seperti ini rasanya Yumna , Seperti inikah rasanya sakit yang dulu almarhum Nenekmu terima . Anak sendiri meninggalkan orangtuanya demi kekasihnya . Apa ini Karma ? ”
" Bi . ”
” Aku bahkan tidak mengandung darah daging pamanmu . Dia harus menikahi aku yang sedang hamil . ” Katanya lagi semakin menangis .
” Itu sudah menjadi masa lalu bi . Paman juga sudah bahagia kan menikahi bibi . ”
” Tapi sekarang putriku mengalami hal yang sama . Bicaralah dengan nya Yumna , Kalo pria itu sama sekali tidak baik untuknya . Kenapa dia tidak ingin dengar .. Apa dia tidak perduli jika ibunya menangis dan sakit . ” Keluhnya disusul tangisan lagi .
” Apa bibi sudah bicara dengan Paman ? ”.
” Dia membela putrinya . Mereka menentang ku .. Mereka bahkan kuat tidak bicara denganku berhari-hari . ”
" Bibi .. Aku yakin Paman dan Sinta pasti sedih dengan semua keadaan ini . Jangan pernah mengira kalo bibi tidak penting bagi mereka . Bibi adalah wanita yang sangat mereka hargai . ”
” Yumna , Jika dia menghargai ku kenapa dia mengabaikan bibi ? ”
” Sinta berusaha untuk melawan hatinya bi saat dia tau kebohongan Natan . Tidak mudah baginya melupakan semua perbuatan Natan . Tapi cinta yang dia miliki sudah mengalahkan kemarahan dihatinya . Bibi tau , Sinta sangat menderita dengan perasaan nya sendiri . Bukalah hati bibi .. Biarkan Sinta melakukan apapun untuk kebahagiaan nya . Beri mereka kesempatan . Jika Natan kembali membuatnya terluka , Aku sendiri yang akan menghadapinya . Bibi tidak percaya Yumna ? ”
" Pamanmu juga mengatakan hal yang sama . Dia ingin aku memberi mereka kesempatan . Tapi Yumna .. Bagiku ini bukanlah satu hal yang patut untuk dibawa negosiasi . Aku tidak mempercayai nya setelah dia merusak nya . Jadi , Tolong maafkan bibi . " Lontarnya sembari mengusap air matanya .
” Baiklah , Aku hargai semua keputusan bibi . Tapi tolong jangan sampe membuat bibi sakit seperti ini . Sarapan dan minum obat ya Bi . ”
Bibi Sudah tidak menjawab lagi ucapan dari Yumna . Bibi merasa Yumna juga berada di pihak mereka .
" Yumna tinggal dulu ya. Yumna mau ketemu Paman . Bibi istirahat . ” Lontarnya lalu beranjak dan pergi meninggalkan kamar bibi .
__ADS_1
Saat Yumna menutup pintu , Dia melihat Sinta sedang berdiri di samping pintu Kamar.
Dia tampak sedih , Yumna yakin jika Sinta telah mendengar semua pembicaraan mereka berdua barusan .
” Kamu memutuskan untuk berjuang . Jadi jangan lemah saat bibi mengeraskan hati nya . Harusnya kamu tau kan jika ini harus kamu lalui .. Berdo'alah agar hati bibi melunak .”
” Aku tidak tau mengapa ibu sekeras itu . ”
” Sin , Dia hanya seorang ibu . Dia khawatir dengan keadaan mu jika kamu masih berhubungan dengan pria yang pernah melukaimu . Mbak akan selalu ada untukmu . Kamu jangan sedih ya . ”
" Makasih Mbak . ”
" Paman dimana ? ”
" Ayah udah berangkat ke kantor . Kasian Ayah .. Dia banyak masalah di kantor . Ditambah sekarang Maslah aku .. Karena ayah ada di pihak ku .. Ibu tidak berbicara padanya . Mbak , Apa keputusan aku salah ? " Tanyanya dengan wajah yang putus asa .
” Ikuti kata hati kamu saja . Tapi , Mbak merasa kalo Natan sudah berubah jauh lebih baik . Dia sudah sangat tulus sama kamu . ”
" Aku gak tau gimana meyakinkan ibu . Dia tidak keluar kamar dan makan .. Aku khawatir Mbak . Dia juga marah kalo aku masuk ke kamar . ”
" Ya Mbak ngerti kok . Kamu harus sabar . Semuanya perlu proses , Hasil dari kesabaran itu indah sin . ”
Sinta merasa tenang mendengar ucapan Yumna , Dia memeluk Yumna dan menangis .
” Kekuatan aku cuma Mbak dan Ayah . Makasih ya Mbak . ”
" Iya . ”
Dia sedih dan tak berdaya , Dia bingung harus bagaimana dengan keadaan itu .
Natan kembali ke luar dan masuk kedalam mobil . Dia membuka Ponsel membuka galeri penyimpanan Poto .
" Semuanya karena aku non . Aku yang salah .. ”
1 Jam Kemudian .
Yumna menemui Paman di kantor , Dia ingin membahas bibi .
Yumna menunggu Paman di ruangannya , Menurut sekertaris nya . Paman sedang meeting .
Sekertaris paman masuk kedalam ruangan membawa teh untuk Yumna .
" Ini teh non . Silahkan diminum . " Lontar pak Jaka , Sekertaris Paman .
” Terimakasih , Kok repot segala . Oya Ngomong-ngomong Paman masih lama gak ya meeting nya ? ”
" Kayaknya sih non sebentar lagi . Non , Saya boleh duduk ? ”
" Duduk aja Pak . ”
__ADS_1
" Non , Maaf kalo saya lancang . Perusahaan ini akan mengalami kebangkrutan .. Semua aset pak Hassan sudah di jual .. Saya kasian dengan pak Hassan non .. Perusahaan yang dibangun selama ini akan berakhir dengan bangkrut . ”
" Sebenarnya kenapa perusahaan Paman sampe colleps seperti ini ? ”
" Kantor kami mengalami kerugian yang sangat besar . Produk kami tidak bisa bersaing di pasaran dengan harga yang sangat murah . ”
" Terus menurut pak Jaka kira-kira upaya apa yang harus dilakukan supaya Paman tidak mengalami kebangkrutan ? ”
" Kami harus mempunyai investor yang bersedia memberi kita suntikan dana . ”
" Kenapa kalian tidak cari saja ? ”
" Kami sudah berusaha non tapi . ”
” Saya bisa bantu apa pak ? ”
" Pak Dennis mungkin bisa memberikan pertolongan . Saya sudah mengatakan ini pada pak Hasan tapi beliau bilang , Dia enggan menyulitkan pak Dennis lagi . Dulu dia pernah membantu perusahaan ini katanya . Maaf kan saya yang sudah lancang ini . Saya ingin sekali bertemu non Yumna , Saya ingin membicarakan ini .. Saya sempat meminta nomor telepon non ke pak Hasan , Tapi beliau tidak ingin memberikan karena beliau tau saya akan meminta bantuan non . Selain nona , Saya tidak tau harus meminta bantuan siapa ? ” Tegas pak Jaka lagi dengan keringat di dahinya .
Dia tidak percaya akan mengatakan hal ini kepada Yumna .
" Kalo gitu saya akan mencoba bicara dengan suamiku. Terimakasih karena pak Jaka sudah menyampaikan ini kepada saya . Paman saya memang selalu tidak enak hati kepada saya , Saya permisi ya pak . Saya pamit . ”
" Katanya mau ketemu dengan pak Hassan non ? ”
" Nanti saja . Saya tinggal ya . ”
" Baik Non . ”
Yumna pun pergi meninggalkan ruangan Paman , Lalu pak Jaka mengikutinya keluar , Saat dia keluar terlihat beberapa staf menghampiri pak Jaka.
" Gimana pak ? Anda sudah meminta bantuan pada istrinya pak Dennis ? ” Tanya salah satu dari mereka .
" Sudah . " Jawabnya sembari mengusap keringat .
" Lalu ? ”
" Nona akan mencoba bicara dengan pak Dennis . Katanya dia akan berusaha membantu . ”
" Syukurlah . Hebat kamu Jak .. Bisa juga meminta bantuan nona . " Puji temannya ..
" Mau gimana lagi . Saya harus mengumpulkan keberanian untuk meminta bantuan nona . Tangan dan dahi berkeringat , Rasanya saya tidak percaya dengan apa yang sudah saya katakan pada nona barusan . Tapi , Saya ingin sekali membantu pak Hassan . Dia tidak bisa menyerah begitu saja .. seenggaknya kita sudah berusaha kan . ”
" Semoga saja nona bisa menolong . ”
" Tapi pak Hasan pasti marah kalo tau kamu minta bantuannya . ”
" Itu lebih baik daripada melihat kantor ini tutup . ”
" Iya , Saya heran sama pak Hassan . Punya keponakan bersuami pak Dennis .. Kenapa enggan sekali meminta bantuannya . ”
__ADS_1
" Yah seperti itu lah bos kita . Tidak senang menyusahkan orang lain . ”