YUMNA

YUMNA
Kisah 24


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 04.15 pagi seperti biasa Yumna bangun lalu melaksanakan shalat subuh dan membersihkan diri.


" bik...bisa saya minta tolong ? tolong anterin teh hangat ni ke kamar Abang Diki karena ini hotel pasti susah dia buat minum apa lagi laki laki " kata Yumna menyodorkan segelas teh hangat buat Diki.


" baiklah non... kamar den Diki di sebelah kok " jawab bik Inah sambil mengambil gelas di tangan Yumna.


" looo abang kamar di sebelah bik ? serius kah ? " tanya Yumna kaget karena tersadar tadi malam dia menangis bersuara.


" iya non..." jawab bik Inah


Bik Inah lalu ke kamar Diki di sebelah kamar mereka


" Den.... " panggil bik Inah


" iya bik..." kata Diki membukakan pintu buat bik Inah.


" ini teh hangat buatan nona Yumna, bibik di suruh kasihkan den Diki " kata bibik menyodorkan gelas berisi teh hangat.


" wahh... makasih bik " kata Diki bahagia menerima teh manis hangat buatan Yumna.


Merekapun sarapan di lantai bawah restaurant, Diki mengambilkan beberapa buah, makanan kecil untuk Yumna, intinya Diki melayani Yumna begitu bagai bidadarinya.


" bang... tadi malam abang ada duduk di balkonkah ?" tanya Yunna pelan.


Sejenak Diki berpikir dengan kata kata Yumna.


" gak dek... abang habis shalat Isya tidur, capek dan badan agak meriang gitu " jawab Diki berbohong yang paham arah tujuan Yumna bertanya.


" ooo ya bang , Alhamdulillah berarti abang tak dengar adek nangis kan? kata Yumna pelan malu

__ADS_1


" gak lah... emang adek nangis tadi malam ??" tanya Diki dengan mimik lucu hahahha...


Diki sengaja bilang tidak agar Yumna tidak malu karena pada dasarnya Diki mendengar semua tangisan Yumna.


Setelah selesai sarapan mereka melanjutkan perjalanan ke desa kakek Diki dan Yumna berasal, perjalanan yang sangat melelahkan tapi di nikmati oleh mereka.


Perjalanan memakan waktu sekitar 8 jam dan akhirnya sampailah mereka di desa yang tenang di Sumatra Utara.


Mereka lalu menuju ke rumah kakek Yumna dan di sambut oleh pekerja suruhan Diki.


Saat akan masuk ke dalam rumah tiba tiba Yumna menghentikan langkahnya dan menatap penuh sendu rumah tersebut lalu tiba tiba Yumna menangis dan terjatuh ke lantai beralas rumput 🥺🥺😭😭


Diki reflek langsung memegang bahu Yumna agar tidak terjatuh.


" adek kenapa ?" tanya Diki


" Kek...kakek ... Una masih jelas mengingat kepergian Kakek, bang... di teras ini kakek pergi selama lamanya dalam keadaan duduk , dia tidak sakit...dia sedang melamun bang...Una melihat kakek hanya duduk melamun tapi ternyata...hickss...hickkss ... kakek pergi menyusul Mamah Papah..." kata Yumna sambil menangis seperti anak kecil yang sangat kehilangan orang yang dia cintai.


" menangislah dek.. Abang disini " kata Diki pelan sambil mengusap kepala Yumna.


" kenapa Kakek , Mamah - Papah begitu cepat meninggalkan Una bangggg , Una masih butuh kehangatan mereka, hampir tiap malam Una menamgis mengingat kepergian mereka yang mencintai Una hickss...hickss... hickss... " tangisan Una semakin besar sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Diki lalu memeluk Una membiarkan dadanya menjadi sandaran Una.


" sudah jangan di tangisi dek, inilah yang namanya Takdir Allah dan Allah pun yakin adek kecil Abang ni kuat menghadapinya dan saat ini ada Abang di sini selalu buatmu dan keponakanku yang sebentar lagi akan hadir je dunia ni " hibur Diki sambil menahan butiran air matanya yang akan tumpah.


Di rumah kakek suasananya masih terasa desa, jika malam tiba suasana hening dan hanya suara hewan seperti jangkrik, kodok, dan kunang kunang yang menerangi malam.


Diki sudah menyuruh assistennya untuk memperbaiki beberapa bagian rumah yang rusak, mengecatnya ulang tapi tidak merubah bentuk awal bangunan.

__ADS_1


Rumah ini bisa di katakan cukup besar dengan ornamen kayu, rumah panggung yang bagus.


" adek... apa kamu tidak ingin menghubungi Putra ? " tanya Diki pelan di halaman depan sambil duduk tenang.


" tidak bang , Una sudah memutuskan untuk membuang nama itu dari hidup Una, Una ingin hidup tenang dengan bayi ini... Dia tidak mengharapkan kami bang, biarkan dia hidup dengan wanita sempurnanya...Una tidak sempurna bagi dia " jawab Yumna pelan.


Diki hanya diam , tidak bisa berkata apa apa.


" Una... besok pagi abang harus kembali ke Jakarta " kata Diki pelan.


" besok bang ? hhmm ya iya... terima kasih selama ini abang sudah baik sama Una, kalo tidak ada abang entahlah apa yang akan terjadi mungkin Una tidak punya harapan hidup hehehe...terima kasih abang , terims kasih..." jawab Yumna berusaha tersenyum tapi batinnya menangis mendengar kalo Diki harus segera kembali ke ibu kota.


Yumna berusaha menahan air matanyw agar tidak jatuh ketahuan Diki.


" abang... adek istirahat dulu ya " pamit Yumna tiba tiba menghindari kontak mata dengan Diki.


Diki tau kalo itu alasan Yumna untuk menghindari dia melihat Yumna menangis.


" abang segera kembali ke sini, abang akan lebih sering kemari untuk menjenguk adekku ini " kata Diki tegas.


" terima kasih Bang... " kata Yumna pelan dan melanjutkan langkah ke kamarnya, Yumna sengaja gak berbalik memandang Diki karena air matamya sudah mulai jatuh.


Yumna sudah mulai nyaman dengan kehadiran Diki di dekatmya


Sementara Diki hanya diam setelah Yumna masuk ke dalam rumah untuk istirahat.


Diki akhirnya memanggil orang suruhannya dan mulai menata keadaan.


" selalu standby ya...kalo ada sesuatu segera kabarin saya " pesan Diki tegas.

__ADS_1


" siap " jawab orang suruhan Diki.


__ADS_2