
Maafin Auto yang lama tidak masuk ke kisah YUMNA di karenakan kesibukan yang sudah membuat waktu habis , maafin yaa π₯Ίπ.
π π π π π
Masih di pertemuan Cindi dan Putra.
Pertemuan ini sebenarnya tidak nyaman buat Putra karena dia sedikit paham tujuan Cindi menemuinya.
" Aku kemari bukan membahas soal keguguranku tempo hari tapi aku memang ingin menemuimu Putra, selama ini aku mencarimu tapi kamu bagai di telan bumi ... menghilamg tanpa jejak " kata Cindi
" hehehe aku belum siap mati Cindi , aku masih ingin hidup bersama istriku dan putra kecil kami bahkan menambah bibit Putra lebih banyak " kata Putra sambil berseloroh tapi serius
" Putra ... Jadi benar kabar kamu sudah menikah ? " tanya Cindi pelan
" yes, that is true " jawab Putra tegas dengan ulasan senyum yang mengembang.
" kamu jahat Putra !!! " tangis Cindi pelan
__ADS_1
" Cindi ... Kita pisah baik baik , aku sudah berusaha menjadi apa yang kamu mau bahkan aku rela melawan orang tuaku demi kamu tapi ... kamu yang tidak pernah menghargaiku, but its oke itu masa lalu ... saat ini kita sudah punya kehidupan masing masing , laki laki mu jauh lebih baik dari ku ... Aku bisa bicara gini karena saat kamu urgent dan dalam tindakan , dia samgat sedih dan sangat mengkhawatirkanmu , terima dia jaga dia baik baik " pesan Putra
Pertemuan Cindi dan Putra tidak berlangsung lama karena Putra memilih pamit duluan oleh karena tugas di Rumah Sakit tersebut.
Saat Cindi dan Putra berbicara , dari kejauhan ada sepasang mata yang memandang mereka dengan tatapan tajam dan dia adalah laki laki yang sedang bersama Cindi
" ooo ... jadi dia laki laki yang selama ini kamu kagumi " batin laki laki tersebut.
Sementara di tempat lain ada seorang anak kecil yang selalu merengek ingin menelpon Papinya , yaaa siapa lagi kalo bukan Rizki anak dari dokter Putra ππ.
" ndaaa auu pokokna mau teponnn Papi " ( gak mau pokoknya mau telpon Papi ) rengek Rizki ke Yumna yang mana sudah buat Yumna kehabisan cara menasehati Rizki
Karena Rizki terus menangis dan Yumna kehabisan cara menenangkan anak semata wayangnya akhirnya Yumna beranikan menelpon Putra.
Tuutt ... Tuuttt ... Nada dering yang tidak ada jawaban dari Putra.
Beberapa menit kemudian handphone Yumna berdering
__ADS_1
" Assalamualaikum Na , maafin tadi ada pasien jadi gak sempet pegang hp " kata Putra menjelaskan
" Walaikumsallam wr wb Mas , iya Na tau mas pasti sibuk, maafin Na ya mas ... Ini Rizki menangis terus nunggu telpon Mas sejak siang , Na sudah jelasin kesibukan Mas tapi Rizki masih saja merengek ... maafin ya Mas " jawab Yumna pelan
" Astagfirulloh iya Mas lupa karena tadi ada pasien ... ya ya ya ... baiklah Mas mau bicara sama Rizki " kata Putra
Yumna lalu memberikan handphone ke Rizki agar Ayah Anak bisa komunikasi lewat video call ... π
Cukup lama Putra berbincang dengan Rizki hingga terasa Rizki tertidur sambil hamdphone masih tetap ON.
Saat video call Putra dan Rizki anaknys , Yumna hanya sibuk menyiapkan kebutuhan Rizki seperti susunya, cemilannya, dan Yumna shalat malam ... semua di lihat dan di pantau Putra dari hapenya.
" Na ... Rizki udah tidur lagian ini udah larut malam , Na tidur ya bareng Rizki " kata Putra
" iya Mas dan mas juga istirahat ya " balas Yumna pelan.
Pelan pelan Putra mulai tumbuh benih benih sayang dan cinta sama Yumna , gadis yatim piatu pilihan Maminya yabg di tenuin Maminya di panti asuhan.
__ADS_1
π₯Ί
π₯Ί