YUMNA

YUMNA
Episode 192


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 9 malam , Dennis melihat Yumna sudah tidur , dia bergegas keluar dari kamar .


Dennis memanggil ke 3 supirnya ke ruangan kerja .


” Tadi yang antar istriku ke luar siapa ? ”


” Saya tuan . " Jawab pak Danang .


” Jadi tadi siang istriku mengunjungi rumah pamannya ? pak Danang tau mereka membicarakan apa ? ” Tanyanya sembari memandangi .


Pak Danang tertegun dengan pertanyaan Dennis , baru tadi sore dia di minta Yumna untuk tutup mulut .


Melihat reaksi wajah pak Danang , Dennis semakin yakin jika pak Danang tau sesuatu .


" Soal itu , saya tidak terlalu jelas tau , lebih baik tuan tanya nona saja . saya takut salah .. ”


” Istriku sudah tidur . bilang aja pak .. ”


Pak Danang malah semakin gelisah di buatnya , dia berharap Yumna datang dan menyelamatkan .


” Kenapa sih ? saya jadi takut kalo itu sesuatu hal yang serius . " Kata Dennis lagi .


" Saya hanya mendengar sedikit saja tuan . daripada menjadi salah paham .. lebih baik , besok tuan tanya langsung pada nona . ”


" Jadi pak Danang gak mau bilang ya ?? " Katanya sembari menatap dan beranjak dari duduknya membuat pak Danang ketar-ketir .


” Anu tuan . Bu Yasmin hanya bilang ,, apa anda memperlakukan nona dengan baik ? jika anda seenaknya pada nona .. ” Katanya terputus , membuat pak Anto dan Natan ikut khawatir .. mereka berdua saling memandangi pak Danang yang seperti di interogasi .


” Ya terus ?? ”


” Saya tidak dengar kelanjutan nya tuan . ”


” Hmmm saya tau reaksi wajah seseorang kalo bohong pak . jangan gitu lah .. ini saya lagi baik . ”


” Sungguh tuan , saya . ”


” Ya udah kalo pak Danang gak mau bilang , gak apa-apa .. " Katanya datar .


” Maafkan saya tuan . ”

__ADS_1


” Jangan minta maaf , saya heran semua orang kok minta maaf melulu sama saya . Oya mumpung kalian disini saya mau bilang , pak Anto dan pak Danang kan udah berumur banget ya .. saya perlu supir yang usianya lebih muda . gak apa-apa kan kalo bulan ini bulan terakhir kalian kerja disini ? ” Lontar Dennis jelas membuat pak Danang sadar jika Dennis sedang mengancamnya .


Pak Anto meringis mendengar ucapan Dennis , pikirnya kenapa dia di bawa-bawa padahal dia tidak tau apapun .


Pak Danang hanya tertunduk , dia begitu bingung .. tidak mungkin baginya membiarkan pak Anto di pecat juga .


” Kok gak ada yang jawab ? ” Lontar Dennis semakin memojokkan pak Danang .


” Anu tuan , biarlah saya saja yang di pecat . pak Anto masih butuh pekerjaan ini . " Jawab pak Danang memberanikan diri .


” Pak Anto juga udah tua . ngapain saya masih pekerjakan ?? Ya udah kalian boleh pergi , sebelum nya saya mohon maaf .. pasti ini bukan berita baik . ”


” Tuan .. saya .. !! Bu Yasmin menyarankan nona untuk menceraikan anda apabila anda tidak memperlakukan nona dengan baik . " Lontarnya sembari meringis .


Dennis diam dan hanya memandangi ke 3 supirnya itu .


" Apa ada yang lainnya ? ”


” Nona bilang , Beliau hanya mencemaskan keadaan nona itu saja . " Tegasnya lagi berusaha membuat Dennis tidak salah paham .


“ Aman kok pak jangan khawatir. Saya berubah pikiran deh .. kayaknya kalian gak jadi di berhenti kan . saya pikir-pikir kalian sudah terlalu lama bekerja dengan saya . kalian sudah saya anggap teman sendiri .. oke kalian boleh pergi dan istirahat. ”


Mereka bertiga keluar dari ruangan tersebut , setibanya di luar .. Natan mempertanyakan hal itu.


" Apa Bu Yasmin sungguh mengatakan itu pak ? ”


" Iya . bagaimana ini ? Saya takut tuan melakukan yang enggak-enggak . ”


” Kita bisa apa ? jangan di pikirkan pak . nona pasti mengatasi ini , hanya nona yang mampu menghentikan tuan . ” Kata Natan berusaha menenangkan pak Danang .


Keesokan harinya , Dennis mengantar Yumna ke dokter kandungan .


Raut wajahnya tidak membuat Yumna curiga , Kali ini Dennis sudah tidak ingin marah atau kesal hanya karena sesuatu . dia akan mengurus apapun tanpa memberitahu Yumna .


Mereka bahagia saat melihat perkembangan bayinya .


“ Setiap pagi jalan-jalan ya .. itu akan mempermudah persalinan . semuanya normal . ” tegas dokter .


" Kami sudah tidak sabar , kira-kira 1bulan lagi ya dok . ”

__ADS_1


" Iya .. itu pasti , kehadiran buah hati memang satu hal yang sangat di nantikan oleh orang tua mana pun . ”


” Dia sangat aktif menendang perutku . sampai aku bingung . " Kata Yumna gemas .


1 Jam berlalu , Dennis menyuruh ibunya untuk menemani Yumna belanja keperluan bayi ke sebuah mall .


Sementara dia pergi ke kantor dengan berat hati , dia begitu ingin menemani Yumna belanja tapi pekerjaan di kantor mengharuskannya untuk pergi .


Di ruangan Dennis .


*


*


Dennis membuat keputusan untuk menagih uang yang sudah dia pinjamkan pada Paman .


Paman menemui Dennis , dia bingung mengapa Dennis bersikap lain padanya .


” Kasi Paman waktu ya Nis . ” Pinta Paman .


” Semua total uang yang masuk ke perusahaan paman jumlahnya mencapai 6 milyar . saya tidak dapat apa-apa kan , saya juga tidak minta apapun . Semua saya lakukan untuk istriku .. tapi kenapa istri paman itu sangat keterlaluan sekali . katakan padanya semua barang yang sudah dia beli dan bisa makan enak setiap hari adalah bagian dari uangku . saya yang memberi pinjaman cuma-cuma , tapi apa yang saya dapat ? dia malah membuat ku menyesal karena membantu Paman . saya tersinggung saat dia menyarankan istriku untuk menceraikan ku , entah itu candaan atau apa .. tapi itu cukup membuatku gerah . ”


" Jadi nak Dennis melakukan ini karena istriku ? apa yang dia lakukan pada Yumna ?? kenapa dia bilang seperti itu ?? ”


" Tanyalah sendiri , Yumna tidak pernah mengatakan apapun pada saya . saya tau semua obrolan bibi dan Yumna dari supir . mintalah dia untuk lebih hati-hati bicara . kalo tidak , ya seperti ini akibatnya . ”


" Paman minta maaf karena Paman tidak tau apapun . baiklah nak .. kalo begitu Paman permisi .. terimakasih karena kamu sudi membantu Paman beberapa kali , Paman tidak akan melupakan kebaikanmu . ”


Paman pun pamit pulang , dia bingung dengan semua yang terjadi .


Sepanjang jalan Paman terlihat cemas , dari mana dia akan dapatkan uang sebanyak itu .


Paman memutuskan pulang ke rumah untuk mempertanyakan apa yang telah terjadi pada bibi .


” Kenapa harus mengatakan itu Bu ? Dennis sangat marah . dia bahkan meminta semua uang yang sudah dia pinjamkan . ”


" Hanya karena satu kata itu ? Apa dia lupa apa yang sudah dia lakukan pada kita ?? hanya untuk mendapatkan Yumna , dia menyengsarakan kita . menyusun rencana jahat dan membuat kita seolah berhutang pada Yumna . semua yang terjadi ini adalah karena dia .. Sinta menderita seperti ini adalah karena dia . semua karena dia ? ” Cecar bibi meradang .


" Dia ?? ibu lupa siapa yang memaksa Sinta untuk menikahi pria brengsek itu ? kenapa jadi Dennis yang ibu salah kan ? Ibu tau , saat perusahaan kita di ambang kebangkrutan ? saat ayah harus mem PHK sebagian karyawan ? Dennis yang mau membantu ayah .. dia yang menyelamatkan perusahaan .. kenapa ibu menjadi tidak tau malu seperti ini . sekarang ayah gak tau harus mendapatkan uang 6 milyar untuk mengembalikan uangnya . apa ibu puas ? ibu sudah menghancurkan semuanya .. semua yang ayah lakukan selama ini tidak ada gunanya kan .. ” Cecarnya lalu beranjak dan pergi keluar .

__ADS_1


Paman begitu kesal padanya kali ini .. sementara bibi hanya diam setelah mendengar keluhan Paman yang tampak begitu kecewa karenanya .


__ADS_2