
" apa pasien di dalam keluarga loe Bro ?" tanya Rizal
" yup benar, bagaimana keadaannya setelah loe lakukan pemeriksaan ?" kata Diki
" hhmm apa dia istri loe atau...wah gagal fokus gue nie ...eloo lelaki paling alim dan tidak pernah terdengar ada wanita yang loe dekati dan ini tiba tiba...oohh pusing gue " jawab Rizal.bercanda tapi serius.
" sialan looe " kata Diki
Rizal membawa Diki ke pojok ruangan tunggu dan Rizal pun mulai bercerita tentang keadaan Yumna.
" keadaannya tidak baik, tekanab darah naik terus dan ini yang saya khawatirkan adalah naik menjadi eklampsia , bantu dia broo ada yang dia pikirkan... " kata dokter Rizal menjelaskan.
Rizal memperhatikan raut wajah Diki yang begiti cemas.
" dia siapa broo ?" tanya Rizal menyelidiki
" dia istri Putra... " jawab Diki pelan
" Putra ? Putra Adi Wijaya teman kita ? beberapa kali aku melihat Putra jalan dengan Cindi bukan perempuan ini makanya aku kaget ni kalo eloo bilang ini istrinya Putra karena ...hadeuhhh entahlah " kata Rizal.
" cerita panjang Zal dan gue minta sama eloo tolong pantau dia " jawab Diki memohon.
" wait ... ini tuh istri orang kenapa elo yang sibuk ? Putra aja cuek kenapa eloo yang begitu perhatian jagain bini orang " kata Rizal heran.
Rizal dan Diki berteman sejak mereka sekolah di putih abu abu sampai mereka kuliah di kedokteran, mereka ber - 3 terkenal di sekolah karena sama sama ganteng, baik, walau dari keluarga mampu tapi mereka ber- 3 suka melakukan aksi sosial.
" Zal...masih ingat ceritaku tentang gadis kecilku yang mengejar kupu kupu ?" tanya Diki pelan.
Sejenak Rizal terdiam dan mengingat tentang kisah abadi Diki yang selalu terekam di memorinya.
" oo ya ya... gadis kecil berkepang kuda ? yang 4 tahun kemudian eloo kembali ke sana ternyata dia sudah tidak di sana ? hubungannya apa Dik ?" kata Rizal
Diki hanya diam dan menggangguk kecil.
__ADS_1
" tunggu !!! apa jangan jangan ini gadis kecilmu yang kamu tunggu selama ini ? dan ternyata dia sekarang adalah bininya sahabat kita ? begitukah ???" kata dokter Rizal
" tepat 100 buat eloo " jawab Diki
" astagfirulloh Diki...jelas gak mungkin terjadi, dia sekarang bini Putra sahabat kita broo , setega itu elo ? selama ini eloo paling baik diantara kita, elo yang rela menjomblo demi gadis kecil eloo dan sekarang setelah ketemu dia adalah....ooo tidak Dik " kata Rizal menepuk pelan kepalanya karena kisah Diki sungguh rumit.
" kalo itu gue sadar Dik... hanya gue gak rela jika dia di sakiti, jika Putra akan membuangnya pun sekalipun gue akan mengambilnya bahkan akan menerima bayinya seperti anak ku sendiri.. terlalu rumit untuk ku jekaskan Zal suatu saat biar waktu yang akan memberitahu eloo " jawab Diki menahan sedihnya.
Sejenak Rizal dan Diki terdiam hanyut dalam kisah yang rumit ini.
" oke... aku kabulkan permintaan elo...gue rawat dia semaksimal gue bisa " jawab Rizal.
" terima kasih Brooo " jawab Diki memeluk Rizal.
💙💙💙💙
Sementara di rumah Putra semakin bingung apa yang harus dia lakukan setelah kejadian Yumna melihat dia sedang berdua dengan Cindi walau mereka tidak melakukan apa pun tapi bisa di pastikan Yumna sakit hati dan terpukul.
Yumna sudah mulai sadar , keadaan Yumna sudah mulai membaik tapi Yumna tidak mau makan apapun sehingga membuat bik Inah sedih dan bingung.
Diki melihat semua dan merasa sedih.
" kenapa gadis kecil Abang tidak mau makan ? makanlah sedikit ya dek..." kata Diki pelan
Yumna hanya diam menatap kosong Diki
" kalo adek begini terus akan sedih abang...ingat ada bayi yang harus kamu jaga dek...apa kamu rela bayimu kehilanganmu, dia butuh kamu dek...jangan begini dek, belasan tahun abang mencarimu dan menunggu kabarmu tapi kalo kamu begini abang gak rela lebih baik abang yang mati dek, kamu harus bangkit untuk bayimu " kata Diki yang akhirnya menangis di sebelah Yumna sambil menundukkan kepalanya.
Dalam keheningan di kamar yang ada hanya Yumna , Diki , bik Inah terdengar tangisan Diki yang begitu tulus.
Tiba tiba Yumna menyentuh kepala Diki dan tangam Diki.
" adek lapar bang... " kata Yumna pelan.
__ADS_1
Bik Inah dan Diki kaget mendengar suara Yumna pelan dan reflek Diki pun mengambil makanan dan menyuapinya ke Yumna.
Alhamdulillah 1 piring makanan habis oleh Yumna.
Setelah makan , Yumna shalat dan kembali diam menatap kosong.
Diki selalu berada di sebelah Yumna.
" bang... adek boleh minta sesuatu ?" tanya Yumna pelan sambil memegang tangan Diki
" katakan dek " jawab Diki
" Una pingin tinggal di rumah kakek tanpa ada yang tahu keberadaan kami di sana " kata Yumna pelan sambil menangis
" baiklah, apa pun itu akan abang kabulkan... kita berangkat setelah kondisimu sudah sehat ya...jadi makan yang banyak ya " jawab Diki.
" terima kasih bang... terima kasih... " jawab Yumna sambil menangis
" jangan pernah mengeluarkan air mata di depan abangmu ini karena abang tidak akan rela " kata Diki sambil menghapus air mata Yumna di pipinya.
Setelah Yumna tenang, diapun tertidur dan Diki mulai mengatur semua...menyuruh orang untuk membersihkan rumah kakek Yumna di Sumatra Utara.
Sangat mudah Diki mencari info rumah kakek Yumna karena kunci rumah di titipkan di keluarga Opa Diki.
" bersihkan , ganti semua yang perlu...dalam beberapa hari ini semua harus beres !!!" perintah Diki ke orang suruhannya.
Diki pun segera menemui Rizal dokter yang menangani Yumna dan Diki menceritakan semua permintaan Yumna.
" kalo di lihat dari keadaannya selama beberapa hari ini sebenarnya aman untuk naik pesawat dan melakukan perjalanan jauh... ahh elo ngetes gue ya, elo kan juga dokter handal kenapa juga elo nanya gue " kata Rizal
" ya ksn eloo yang ngerawat dia jadi gue percaya elooo lahh " jawab Diki tersenyum
" sialan looo, bilang aja eloo gak tega " jawab Rizal
__ADS_1