YUMNA

YUMNA
Episode 260


__ADS_3

Keesokan harinya waktu menunjukkan pukul 8 pagi, yumna bangun dari tidurnya. dia merasa kepalanya agak pusing.


" Kepala ku pusing banget !!! kenapa tidur masih menggunakan gaun ini . "


Yumna mencoba mengingat kejadian semalam, " Aku tidak ingat bagaimana aku pulang . " Ujarnya.


Tiba-tiba bibi mengetuk pintu dan membawa teh hangat untuk yumna " Pagi non. non baru bangun ? ini bibi buatin teh. "


" Makasih bi, oya.. semalam bagaimana aku bisa pulang ? " Tanyanya sembari beranjak.


" Mas natan mengantar non. bibi liat non gak sadar ya. non minum terlalu banyak ?? "


" Gak sadar ? minum apa bi ? aku gak minum apa-apa. "


" Tapi mulut non bau alkohol. "


" Mana pernah aku minum alkohol, enak aja. "


" Beneran non. non pulang aja sampai di gendong mas natan. "


" Iya gitu ? terus mas dennis kemana kok natan yang anterin aku pulang ?? "


" Bibi gak liat pak dennis. ya udah ya non, bibi mau lanjut ke dapur. nyiapin sarapan. "


" Iya bi. "


Bibi pun keluar, Yumna meminum teh dan mencoba mengingat apa saja yang terjadi, Sepenggal bayangan yumna ingat saat dirinya berciuman dengan dennis, sontak membuat nya menyemburkan teh yang sedang ia minum.


" Apaan ? gak mungkin. ya kali aku gila kalo benar. " Lontarnya tak percaya.


" Tapi kenapa berasa nyata. mimpi kali ya.. gak usah dipikirin. " Yumna mengikat rambut dan mengambil handuk. dia pergi ke kamar mandi untuk mandi.


Sementara itu dennis sedang menginterogasi natan di balkon, Wajahnya sudah bertaring ketika natan sampai.


" Jadi siapa yang memukulku dari belakang ? " Tanyanya .


" Saya tuan. " Kata fandi tiba-tiba datang entah darimana.


Dia berdiri sejajar dengan natan dengan wajah yang menunduk .


Dennis mengepalkan tangan dan geram mendengar jawaban fandi .


" Siapa yang meminta mu melakukan itu ? " Tanyanya berusaha sabar.


" Saya tidak bisa membiarkan anda melakukan hal yang tidak-tidak pada nona. keputusan anda salah tuan. nona akan semakin membenci anda. " Jelas fandi beralasan.


" Siapa yang meminta saranmu. kalian hanya bodyguard, bukan ayah dan ibuku. berani sekali melakukan hal tanpa perintahku. gara-gara kalian aku kehilangan kesempatan. kalian sudah bosan bekerja denganku ?? " Cecar dennis yang kemudian membanting fas di samping.


" Maaf tuan kami lancang. " Kata natan masih dengan posisi awal.


" Maaf ? aku tidak butuh kata maaf.. bagaimana kalian akan bertanggungjawab dengan apa yang kalian lakukan padaku ? coba katakan kenapa kalian selancang ini ?? "

__ADS_1


Natan membisikkan sesuatu di telinga dennis dengan pelan. hingga membuat affandi penasaran.


Mendengar ucapan natan, dennis jadi memandang fandi agak lain.


" Berikan ponselmu. " Pinta dennis baik-baik.


" Tuan mencurigai saya ? " Tanyanya tak terima.


Dennis memberikan kode pada natan untuk meringkusnya. Dengan cepat natan segera menyerang tanpa perlawanan.


Kemudian tan segera merampas ponsel di saku celana fandi dan memberikannya pada dennis.


Dennis mencoba menghidupkan tombol dan terlihat layar terkunci.


" Apa sandinya ? " Tanya dennis masih sabar. namun fandi tak mau mengalah begitu saja. ia memilih bungkam .


" Maaf tuan, anda memang tuan saya, tapi anda tidak berhak membuka barang pribadi saya. " ujar fandi berusaha mempertahankan misi dari ayah dennis.


" Jawabanmu membuat ku semakin curiga. " Dennis menarik pistol di balik pinggang nya dan menodong kan pada fandi.


" Jangan menguji kesabaranku, Cepat katakan atau aku akan menghancurkan kepalamu. "


Fandi tertegun dengan ancaman Dennis, dia tidak mau bilang mengingat ayah Dennis sangat berjasa dalam hidupnya.


" Tembak saja tuan. " tantang fandi tak gentar.


Dennis kehilangan kesabaran menghadapi fandi, " Jangan kira aku tak berani menembak mu. " lontar nya bersiap menembak, namun secara tiba-tiba ayah datang tepat pada waktunya.


Seketika Dennis memandang sang ayah dan mulai berpikir " Apa ayah takut aku membunuh mata-mata ayah ? " Sindir Dennis .


" Maksud mu ? "


" Seingatku, ayah yang mengirim dia untuk bekerja padaku. apa ayah menggunakannya untuk me mata-mataiku ? " Tebak Dennis memandang fandi.


" Singkirkan pistol mu. bicara baik-baik. " pinta ayah.


" Ya atau tidak ?? "..


" Ya. " Ujar ayah simpel, Membuat Dennis sangat marah.


" Apa yang ayah harapkan ? "


" Ayah ingin menghalangi mu melukai yumna. "


" Melukai ? aku menyukai nya bagaimana ayah berpikir kalo aku akan melukainya ?? "


" Sadarlah, kamu sudah seperti psikopat Dennis. karena perasaan mu padanya, haruskah kamu berlebihan seperti ini. semua orang pernah terluka, semua orang pernah mengalami perpisahan. tapi mereka tidak bersikap menjijikkan sepertimu. ayah muak dengan semua yang kamu lakukan pada yumna. bertubi-tubi kamu menyerang yumna dengan berbagai macam ancaman. masih layak kah jika itu di sebut cinta ? kamu sakit, kamu gila, atau tidak waras. kata mana yang tepat untuk ayah katakan ??? berhenti mengejar seseorang yang sudah tak menginginkan mu !!! hidupmu tidak selesai meski yumna tak mau kembali. jadi kumohon berhenti sekarang juga. " Cecar ayah tak sabar.


" Berhenti ? ini bukan waktunya untuk berhenti. ayah dan ibu selalu ikut campur urusanku. memisahkan aku dari yumna dan sekarang mengkhianati ku demi yumna. aku merasa lelah menjadi putra kalian, tidak ada seorangpun yang bisa menghentikan ku. dia istriku, dan aku akan membuat dia kembali padaku. aku tidak perduli ayah bilang aku sakit jiwa atau apa, jadi sebaiknya ayah yang berhenti mengurusi urusanku. " Cecarnya meninggalkan ayah penuh amarah.


" Bagaimana aku bisa punya putra seperti mu, terus melukai orang yang kamu sebut cintamu. itu bukan cinta, tapi obsesi. " Teriak ayah tak tahan kepada putra semata wayangnya.

__ADS_1


Dennis tak lagi menggubris ucapan ayah, dia sadar dia tak bisa terus-terusan bersitegang dengan alasan yang sama,


" Semuanya brengsek. " Cecar Dennis membanting vas dan hiasan di dinding untuk melupakan amarahnya.


" Tidak ada yang mencintai ku, ayah ibu semuanya sama.. kenapa kalian melahirkan aku. " Teriak Dennis lumayan sedih.


Dia segera pergi ke ruangan kerja dan membanting pintu begitu dia sampai.


Dia duduk dan memandang poto yumna di dinding, Matanya seketika berkaca-kaca.


Kemudian bibi mengetuk pintu membawakan sebuah teh hangat.


" Tuan, bibi buatin teh hangat. " kata bibi di balik pintu.


" Aku gak mau. " Teriak Dennis.


Namun bibi tak menggubris ucapan Dennis, dia malah masuk dan mendekatinya.


" Aku bilang aku tidak mau. " cecar Dennis.


" Kenapa tuan marah sama bibi, bibi kan cuma mengantarkan teh. minumlah selagi hangat, meski teh ini tidak meringankan masalah tuan , setidaknya tuan bisa sedikit agak tenang. " Kata bibi amat lembut.


" Teh atau apapun tidak akan mengurangi amarahku. "


" Apa hanya nona yang bisa mengurangi ego, amarah, dan kebencian di hati tuan ?? tuan tidak boleh mencintai nya sedalam ini.. tidak baik untuk hatimu. jika berpisah, hancurnya sangat parah kan ? "


" Bibi mau ikut campur sama seperti ayahku ? " Hardik Dennis melotot.


" Engga kok. bibi cuma mau mengantar teh. "


" Ya sudah bibi keluar. "


Bukannya pergi sesuai perintah, bibi malah duduk di kursi mendekati nya.


" Sejak nona pergi tidak ada kedamaian di rumah ini. Tidak ada cinta, tidak ada kasih sayang. tapi semua orang pernah bercerai, apa sulitnya terima kenyataan ? "


" Mantan istriku tidak se brengsek mantan suami bibi. " pekik Dennis.


" Ya bibi tau.. tapi luka akan sembuh dengan berjalannya waktu. semua akan baik-baik saja jika kita terima dengan lapang dada. "


" Yumna tidak pernah melukaiku , bagaimana aku bisa melepas nya begitu saja. "


" Hmmm terserah, tapi jangan salah mengira jika ayahmu tidak mencintaimu . di dunia ini tidak ada orang tua yang tak menyayangi darah dagingnya. maaf kalo bibi lancang, ibu dan ayahmu mencintaimu lebih dari nyawa mereka, kalau mereka melakukan hal yang kamu pikir salah, itu semata-mata karena mereka tak ingin tuan melakukan kesalahan. ".Ujar bibi berusaha membuka hati Dennis.


" Tidak ada yang aku inginkan bi, apa terlalu berlebihan jika aku ingin keluarga kecil ku kembali utuh. aku mencintai anak dan istriku, salah jika aku perjuangkan ? kenapa ayah selalu menghadang jalanku ?? dia lebih suka bertengkar dengan ku, apapun yang kulakukan selalu salah. aku ini apa buat ayah ? "


" Boleh bibi jawab, tapi jangan marah ya. setau bibi.. nona bersikeras tak mau kembali pada tuan. tapi tuan terus mencari cara untuk membuat nya kembali. tidak perlu caranya salah kan ?? itu yang ayah tuan takutkan, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nona, tidak perduli bagaimana perasaan nona. "


" Jadi aku harus terima begitu saja ? "


" Sabar, kalau nona jodoh tuan. pasti gak akan kemana kok. "

__ADS_1


" Makasih masukan nya bi, tapi soal membiarkan yumna memilih jalannya aku tidak bisa. dia terlalu mendarah daging di hidupku. "


__ADS_2