
💚💚
Maafin Autho yang selama beberapa hari ini tidak up date karena ada tugas lain yang harus Autho kerjakan dan di tambah kondisi lagi gak sehat sehingga mohon di maapkeun ya man teman semua 🙏😊.
Mohon koreksinya
💙💙💙
Cindi mulai mencari keberadaan Putra tapi nihil info yang di dapat.
Sore itu Cindi nekad menunggu sahabat Putra di rumah sakit saat Diki sudah selesai tugas sore itu.
" selamat sore Dik.... " sapa Cindi saat Diki keluar dari ruangannya hendak menuju parkiran.
" sore Cin " jawab Diki
" bisa kita mgobrol sebentar di kantin ?" tanya Cindi
" maaf Cin aku lelah..." jawab Diki sambil berlalu dari hadapan Cindi karena Diki tau tujuan Cindi untuk mencari info tentang Putra.
" Diki... plisss !! elu tau kan di mana Putra ???? " kata Cindi setengah berteriak karena kesal Diki mengabaikan dirinya.
Diki lalu menghentikan langkahnya dan berjalan ke arah Cindi.
" gue tau atau tidak sebaiknya kamu Cindi Anastaya lupakan dan tinggallan Putra , oke !!! karena apa ?? karena dia sudah bahagia dengan keluarga kecilnya, oke !!!" kata Diki setengah mengancam.
" tidak !!!! Putra tidak boleh menjadi milik perempuan lain , aku akan menghabisi siapapun wanita yang di dekat Putra !!!" ancam Cindi.
" perempuan gila !!! jangan sentuh wanita Putra atau aku yang akan menghabisimu !!! " kata Diki mengancam.
" woooww... jangan jangan kamu ada main sama istri Putra..." kata Cindi setengah suara licik.
Diki lalu pergi dari hadapan Cindi dan membiarkan perempuan yang dia anggap gila itu berteriak sesuka hatinya.
Cindi mulai bermain licik dan jahat...ya Cindi berniat akan tetap mencari Putra sampai ke lubang semut sekalipun (hehehe ini istilah 😁).
Diki call Putra
apa kabar looe broo ?.
Putra
baik... gimana broo kangen ya sama aku, memang kita ni bagai perangko susah terpisahkan... ( suara Putra menggoda Diki )
__ADS_1
Diki
jiiisss... gue masih normal lah doyan sama kaum Hawa bukan kaum Adam apa lagi kayak eluuu tidakkkk !!!!
Putra
sialan loooo... btw ada apa ni tumben nelpon gue ?
Diki
sabar broo... oiya gimana kabar istri solehah looe ?
Putra
elu jangan sampai ada rasa suka apa lagi cinta sama bini gue looo , gue habisin loo kayak telor dadar ( Putra mengancam dengan nada canda dan serius )
Diki
eitsss sabar brooo... gak lah...gue seneng liat lo bahagia dengan istri soleha eluu...doain gue dapat yang begitu ya brooo.
Gini pacar loe yang gila tu tadi siang teriak teriak mencari elu di sini.
Emang semua akses sudah looe closed ?
Diki
wooyyy... elo masih di situ kan brooo ?
Putra
masih Dik... iya Dik sudah gue tutup akses dia ke gue...gue pingin sedikit jadi anak nurut sama orang tua...
Diki
good ini yang gue suka dari elu...tumben dan ini yang gue suka.
Nyokap pasti ada alasan kuat tidak merestui hubungan elu dengan nenek sihir itu, sorry gue panggil nenek sihir karena elu kayak kena pelet jumpa jampi dia hehehe.
Putra
Sialan loooe
💙 💙 💙
__ADS_1
Kini sudah hampir 1 bulan lebih Putra dan Yumna berada di Yogya untuk bersekolah meneruskan pendidikan spesialis Putra.
Malam itu Yumna mengantarkan minuman hangat dan cemilan ke kamar Putra yang merangkap ruang belajar Putra.
" Mas... mau anter minuman dan cemilan Mas " ijin Yumna di balik pintu kamar Putra
" masuklah...gak di kunci " jawab Putra dari dalam kamar sambil sibuk dengan bukunya.
Yumnapun masuk dan segera berjalan ke arah meja kerja Putra dan meletakkan nampan berisi minuman dan makanan.
Tanpa sengaja Putra melihat wajah Yumna yang pucat dan lemes
" Na sakit ? kenapa wajah Na pucat ..." tanya Putra
" enggak apa apa Mas... Na sehat...Na permisi dulu " jawab Yumna sambil berlalu hendak pergi dari hadapan Putra.
Baru beberapa langkah... tiba tiba Yumna pingsan , Putra terkejut dan langsung menggendong Yumna ke atas kasurnya.
Putra memeriksa kondisi Yumna yang agak hangat dan Putrapun segera melakukan pemeriksaan dan memberi obat penurun panas lebih dulu.
2 jam kemudian Yumnapun tersadar dari istirahatnya dan kaget berada di kasur Putra suaminya, ya walau mereka suami istri tapi mereka tidur terpisah kamar.
Yumna melihat Putra masih di meja belajarnya sambil belajar.
Pelan pelan Yumna bangun dari tidurnya dan berusaha berdiri walau pusing berat yang dia rasakan.
" sudah bangun Na ..." sapa Putra
" kok Na bisa tidur disini Mas ?" tanya Yumna pelan sambil memegang kepalanya yang pusing.
" tadi Na pingsan di depan pintu " jawab Putra
" ya ampun maafin Na ya Mas karena menyusahkan Mas.. maafin Na , Mas... dan Na permisi dulu Mas mau pindah ke kamar Na " jawab Na pelan berusaha berdiri dan baru beberapa langkah Yumna lunglai hampir jatuh lagi dan untung Putra reflek segera lari untuk menahan Yumna agar tidak terjatuh.
" sudah gak usah pindah...tidur disini saja kan ini juga kamar Na " jawab Putra sambil mengendong Yumna untuk istirahat di kasurnya.
Putra lalu memberi selimutnya untuk Yumna istirahat.
" tidurlah... aku nanti tidur di sofa " kata Putra
Akhirnya malam ini mau tidak mau Yumna tidur di kamar Putra.
Yumma tidur di atas kasur dan Putra sesuai katanya yaitu tidur di sofa
__ADS_1