
Hari ke 3 Yumna di RS sudah di perbolehkan pulang dan selama 3 hari Putra sama sekali tidak mencari Yumna.
Yumna sering melamun dan menatap keluar memandang kosong keluar.
" Una...." sapa Diki pelan melihat Yumna sedang melamun
" abang... " kata Yumna pelan memandang Diki.
Diki mendekati Yumna dan ikut memandang keluar yang terlihat adalah pohon rindang.
" Una rindu mengejar kupu kupu , bang " kata Una pelan.
" adek... sudah siap ? apa tidak di pikirkan lagi " kata Diki pelan.
" adek sudah mantap bang, ini semua demi kehidupan bayi ini bang... " kata Yumna pelan.
" baiklah kalo adek sudah mantap, sore ini kita berangkat semua sudah abang siapin " kata Diki
" bang.... boleh adek minta sesuatu ?" Yumna memegang lengan Diki di saat Diki akan keluar ruangan kamar Yumna
" katakan , apapun itu Abang kabulkan semaksimal kemampuan abang " jawab Diki
" jika nanti... jika nanti adek pergi menyusul orang tua, kakek nenek tolong jaga anak Una bang, anggap dia anak abang ya... jangan biarkan dia bersama Ayahnya karena Ayahnya tidak pernah menginginkannya bang " kata Yumna pelan dengan suara parau menahan tangisan.
__ADS_1
" kita akan menjaga dan mengurusnya Una... kamu gak boleh pergi !!" jawab Diki tegas.
" boleh Una memeluk abang ?" ijin Yumna
Diki lalu merentangkan tangannya dan membiarkan Una berada di dadanya, menangis kuat dan Yumna menangis kuat di dada Diki.
" ayoo kuat gadis kecilku... semangat menjalani harimu buat bayi di dalam kandunganmu dek, kamu gak sendiri... abang akan selalu berada di sampingmu" kata Diki yang sudah menganggap Yumna seperti adiknya sendiri.
Sore itu Diki, Yumna dan bik Inah berangkat ke Sumatra dengan penerbangan sore.
Keberangkatan ini Yumna ijin dengan orang tua Putra dan orang tua Putra mendukung.
Di dalam perjalanan Yumna lebih banyak diam dengan tatapan kosong sehingga Diki lebih fokus dari jauh menjaga Yumna.
Diki melihat Yumna sangat lelah.
" hhmm Una... kita lanjutkan perjalanan besok pagi ya dek , ini matahari sudah mau berganti malam " kata Diki setelah pesawat mendarat.
" kenapa Bang ? adek sehat kok..." jawab Yumna berusaha semangat.
" hhhhmm Abang agak capek dek..." jawab Diki berbohong..ya terpaksa Diki berbohong agar Yumna mau untul beristirahat.
" baiklah bang " jawab Yumna
__ADS_1
Diki memesan 2 kamar hotel untuk Yumna dan bik Inah dan untuk dirinya.
" bik...tolong urus nona ya, makan dan minumnya di jaga usahakan ya bik...saya gak mau dia terjadi sesuatu " kata Diki saat Yumna sudah masuk kamar dan bik Inah masih mengambil tas di parkiran.
" baik Den... oiya Den Diki terima kasih sudah menyayangi nona ..." kata bik Inah sedih.
Diki hanya tersenyum simpul membalas kata kata bik Inah.
Malam itu Yumna berusaha menenangkan dirinya dari segala masalah yang sedang menghampirinya karena dia harus bertahan untuk babynya di dalam kandungannya.
Yumna belum bisa memejamkan mata sehingga dia berinisiatif ke balkon di kamarnya sambil menatap bulan dan bintang di langit.
Tanpa Yumna sadari Diki sudah sejak lama di balkon kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Yumna... Bahkan sejak awal Yumna menatap langit Diki melihat Yumna.
Diki hanya diam , tidak menyapa Yumna karena ingin memberikan ruang buat Yumna sendiri.
Allah...terima kasih atas semua nikmat yang di berikan kepadaku, aku hanya hambaMu yang lemah tolong tuntun dan beri kekuatan buatku Allah...
Kenapa kita baru bertemu bang ???? hickss...hickss... padahal aku selalu menunggu mu di depan rumah, setiap saat berharap abang datang dan menemaniku bermain lagi hicksss...hickksss...π₯Ίπ₯Ίπππ
Tangiss Yumna yang bersuara tertuju buat Diki yang sudah dia anggap kakaknya.
Seketika jantung Diki bergetar kencang, ada rasa bersalah, penyesalan dan iba karena ternyata diapun sama dengan Diki saling merindukan satu sama lain dan Diki tanpa terasa ikut menangis.
__ADS_1
Abang janji akan menjagamu dek !!!! batin Diki berjanji malam itu di saksikan bulan bintang.