YUMNA

YUMNA
Kisah 15


__ADS_3

Sebelumnya maafin Auto karena lama kembali melanjutkan cerita kisah YUMNA dan PUTRA ini di karenakan Auto ada kerjaan yang tugas lain yang sangat melelahkan dan niat hati malam membuka lanjutan cerita kisah ini tidak terealisasi terus 😌.


...----------------...


Kini sudah hampir 3 hari Mami Papi Putra berada di kota pelajar ini untuk menemani Yumna da Putra apalagi mendengar Yumna sedang hamil cucunya semakin perhatian ibunda Putra terhadap menantu kesayangannya ini.


Yumna dan Putra berusaha tampil harmonis di depan kedua orang tua Putra walau sebenarnya bukan ini kenyataannya.


" Mas tidurlah di kasur, biar Na tidur di sofa " kata Yumna


" hhhhmm gampang , kamu tidurlah dulu " jawab Putra singkat.


" gimana kabar kehamilanmu apakah baik baik saja ?" tanya Putra sambil fokus ke laptopnya.


" inshaAllah Mas.... " jawab Yumna pelan sambil mengelus perutnya yg rata.


" selama Mami Papi disini kalo kamu ada sesuatu katakan ke saya, ingat ini selama ada Mami Papi !!!!" kata Putra tegas


Yumna hanya diam sambil memalingkan wajah dari Putra suaminya itu dengan menahan air mata pelan yang jatuh ke pipinya.


" iya...Na paham" jawab Yumna pelan dan lalu memejam kan matanya untuk istirahat malam itu.


Pagi itu di meja makan saat sarapan, Mami Papi sudah duduk di meja makan.

__ADS_1


" Putra... Yumna...mohon maaf Papi Mami harus kembali ke Jakarta karena ada pekerjaan yang harus Papi pantau jadi pagi ini kami mohon pamit ya. Putra jaga istrimu dan bayinya baik baik, Yumna juga jaga kesehatan ya nak " kata Papi tegas.


Putra dan Yumna hanya tersenyum sambil saling menatap.


" oiya Putra... Mami akan siapkan 1 pembantu untuk membantu Yumna dalam mengurus rumah, kasihan kalo semua harus Yumna yang mengerjakan " kata Mami


" mmm... Mami tidak usah, Na bisa melakukannya sendiri lagian belum repot repot kok Mi, gpl biar Na saja Mami " kata Yumna


" jangan menolak nak, Mami gak mau kamu terlalu capek huuusst Mami tidak suka penolakan ya" jawab Mami.


Yumna akhirnya hanya menuruti permintaan Ibunda mertuanya yang sudah Na anggap orang tuanya sendiri.


" nak...jaga kesehatanmu ya... kalo Putra nakal bilang Mami ya " kata Mami sebelum ke bandara untuk kembali ke Jakarta..


Yumna lalu memeluk Ibunda Putra dengan erat dan tanpa terasa keluar air mata dari pipinya..


Kini kehidupan rumah tangga Yumna dan Putra kembali seperti semula dan Yumna kembali beristirahat di kamarnya.


...----------------...


Bik INAH... ya beliau bernama Bik Inah, salah satu Asissten rumah tangga paling senior yang di miliki Ibunda Putra bahkan bisa di katakan beliau adalah assistem rumah tangga kepercayaan Ibunda Putra.


" non Yumna sudah istirahat saja biar bibik yang mengerjakan semua ya " kata bik Inah meminta Yumna duduk karena Yumna mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga yang seharusnya di kerjakan Bik Inah.

__ADS_1


" bibik gak apa... kan ini tugas Na juga, perempuan gak boleh malas " jawab Yumna


" ya ampun Non....beruntung Den Putra punya Nona ya, sudah baik, cantik lagi dan orang tua Nona pasti mengajarkan etika yang bagus sejak kecil ya non " kata Bik inah sambil membersihkan meja makan.


Yumna tiba tiba teringat Almh Ibu dan Ayahnya yang sudah lebih dulu di panggil Allah dan tanpa terasa Yumna mengeluarkan air mata pelan tapi deras.


" subhanaAllah non kenapa nangis ?" tanya bik inah bingung.


" Na tidak apa bik , hanya Na rindu Ayah dan Ibu semoga surga buat mereka ... Aamiin " ucap Yumna sambil menghapus air matanya yang sudah turun ke pipimya.


" maafin bibik ya non soal tadi " kata bik inah


" Bibik gak salah kok, yang salah air mata saya yang jatuh Bikkkk." goda Yumna biar bibik tersenyum lagi.


Saat mereka sedang ngobrol bersama tiba tiba Putra datang ke meja makan untuk sarapan dan Yumna reflek langsung mengambil nasi goreng dan meletakkam di meja tempat Putra duduk.


" bibikkkkk aku mau sarapan " teriak Putra sambil mengacuhkan Yumna.


" looo Mas...ini sudah Na bawain sarapan buat Mas " kata Yumna menjelaskan.o


" aku mau yang dari bik Inah , bukan kamu " kata Putra dengan nada tegas.


" bedanya apa Mas ? atau Na punya salah sama Mas... ? " tanya Yumna pelan.

__ADS_1


" sudahlah ....aku mau sarapan, males dengar ocehanmu " kata Putra keras.


Yumna akhirnya membawa kembali piring berisi makanan buat suaminya ke dapur, sambil berjalan menahan air mata yang akan tumpah ke pipinya.


__ADS_2