YUMNA

YUMNA
Episode 196


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 8 pagi , Jihan menemui Yumna di rumah nya untuk menyampaikan apa yang terjadi pada Nadia kemarin malam .


" Tumben Han .. ”


" Dennis udah ke kantor ? ”


” Belum , kamu ada perlu ke mas Dennis ? ”


" Enggak . aku ada perlu sama kamu . ”


" Ada apa , kamu bikin aku takut deh ?? ”


" Dennis dimana ? ”


” Lagi siap-siap . Kenapa sih ?? ”


” Nanti aja deh , kalo dia udah berangkat .. ”


" Ya ampun , ya udah kamu udah sarapan ? aku bikin nasi uduk tadi . kamu mau ?? ”


” Udah , aku udah makan .. Na , kalo gitu aku mau telepon mas Raka dulu . ”


" Oke . ”


Jihan pun menelepon Raka sembari membaringkan El di sofa .


Sementara itu sinta menemui Kenan di lapas , dia pergi seorang diri .


Di ruang tunggu , Kenan tiba bersama polisi .


Dia memandang istrinya penuh kesedihan , lain dengan Sinta yang memandangnya dingin .


” Kamu kesini ? ”


" Ya . aku harus mengunjungi suamiku . seburuk apapun kamu .. kamu tetap suamiku kan ?? " Lontarnya datar .


” Apa tujuanmu sebenarnya ? aku yakin kamu kesini bukan untuk memberi semangat . ”


" Kamu lucu ya kak . kamu gak mau tanya keadaan ku ? sekarang aku sudah bisa jalan dan melihat . sekarang aku melihat wajah seseorang yang menyebabkan penderitaan di hidupku . kamu pasti tidak senang karena aku baik-baik saja . ”


” Kamu salah justru aku senang melihat keadaan kamu sekarang . jadi , apa yang membawa mu kemari ?? ”


" Aku harus menyampaikan ini kak , kamu adalah orang yang pertama yang akan aku beri tau .. aku hamil . kenapa kamu tidak berhenti memberikan penderitaan kepada ku ?? sekarang aku harus mengandung darah daging mu .. kalo ibuku tau bagaimana ya kak . dia mungkin sangat marah karena aku melayani mu meski aku di siksa lahir batin . hidup ini melelahkan .. di saat semuanya akan berakhir , Tuhan beri aku ikatan dengan mu lewat janin ini .. tapi aku sudah memikirkan nya . maafin aku kak .. setelah dari sini , aku akan pergi ke klinik untuk menggugurkan janin ini ..” Lontarnya puas .


Kenan tampak pucat mendengar ucapan Sinta yang seolah benar .


” Bayi itu gak salah sin , kamu bukan orang seperti itu . kamu tidak akan sanggup . " Katanya percaya diri .


” Oya ? kamu aja bisa gila kalo marah .. kenapa aku gak bisa . aku akan menghabisi bayimu ..” Katanya penuh dendam .


" Aku tau maksudmu datang kemari . kamu ingin aku tersiksa lewat bayi ini ? kamu pikir aku percaya kalo kamu akan menggugurkan nya . itu tidak mungkin . hatimu bukan terbuat dari api .. makanya aku jatuh hati dengan mu sampai sekarang ... aku tidak akan pernah meminta maaf padamu atas semua dosaku , karena aku tau itu hal yang percuma . aku menerima semua perlakuan mu .. kita bercerai dan aku menebus dosaku disini , tapi tolong lahirkan anakku . kalo kamu tidak mau , berikan pada ibuku . kamu boleh melanjutkan hidup dan bahagia ..” pintanya datar membuat Sinta muak .


” Kamu pikir siapa memintaku itu ? pikirmu aku bisa menjalani hidup ini dengan normal kembali setelah trauma yang begitu dalam ?? kak Kenan tidak akan pernah bisa merasakan penderitaan ku . jadi jangan meminta ku apapun . sudahlah .. aku takut telat , aku sudah ada janji dengan dokter untuk mengurus janin ini . aku pamit ya kak .." Katanya sembari beranjak .


” Aku tidak percaya . kamu tidak akan pernah melakukannya .. jadi sia-sia saja sebenarnya usaha kamu untuk membuat aku takut . " Katanya membuat Sinta berhenti melangkah .


" Oya ?? kamu tunggu saja . ”


Sinta meninggalkan ruangan itu , Sementara Kenan berupaya untuk meminjam telepon . Dia berusaha menelepon Yumna .


Entah mengapa yang terlintas di otak nya adalah Yumna .


10 menit kemudian , kenan menceritakan semua kepada Yumna , namun Yumna tidak percaya begitu saja .. Yumna tampak masih membencinya .


” Omong kosong !!! ” Cecar Yumna lalu menutup telepon .


“ Siapa sayang ?? muka kamu bete gitu . " Tanya Dennis .


" Kenan . kamu udah siap .. berangkat gih. ”

__ADS_1


" Oke , kamu gak usah anter aku ke depan . aku pergi ya . ” Katanya lalu mencium kening Yumna .


Dennis meninggalkan Yumna di ruang depan , saat dia berjalan ke luar . Dennis melihat Jihan sedang menggendong bayi nya .


” Ngapain kamu disini Han ?? ”


” Ini Nis , aku bete di rumah pengen ketemu Yumna ngobrol-ngobrol aja . bolehkan ?? ”


" Boleh . tapi jangan bikin dia pusing aja .. apa lagi bikin dia capek . ”


" Aman . ”


" Ya udah . "


Dennis pun segera pergi , dia terburu-buru karena pekerjaannya sangat banyak .


Sementara itu , Yumna memanggil Natan ke ruang tengah .


" Kamu cari sinta sana . Kenan telepon kalo dia hamil dan hendak menggugurkan kandungan . sebenarnya aku gak percaya tapi aku khawatir. ini di telepon aja gak di angkat . kamu mau kan bantu aku ?? ”..


” Tentu non . ” Jawab Natan agak lemas .


” Cari dia di sekitar lapas , kata Kenan barusan dia kesana . aku tunggu di rumah aja .. ”


" Baik non . ”


" Sebenarnya aku pengen ikut , tapi aku takut malah bikin kamu susah di jalan . perutku sudah gak memungkinkan untuk berjalan cepat . ”..


" Tidak apa non . saya permisi , nanti saya kabari . ”


” Ya .. pergilah . ”


Natan pun pergi meninggalkan rumah , dia khawatir jika itu semua benar .


Lalu Jihan menghampiri Yumna yang sudah duduk agak termenung .


" Eh Han .. ”


" Ada apa lagi dengan sepupumu ? ”


” Aku heran Han , masalah Sinta tuh gak abis- abis . sekarang kalo dia hamil gimana ? kasian kan dia .. suaminya kayak gitu . ” Keluhnya memasang wajah sedih .


" Sabar ya na . ini adalah hidup .. dia pasti bisa melewati nya . ”


” Usai pernikahannya baru 1bulan , tapi dia sudah mendapatkan banyak cobaan . aku gak tau apa yang bisa aku lakukan untuk dia . kasian dia kalo semua yang Kenan bilang itu benar . ”


Keluhan Yumna membuat Jihan berubah pikiran untuk menyampaikan hal tentang Rendy .


Dia tidak mau membuat Yumna semakin stres memikirkan Rendy .


” Oya tadi katanya kamu ada perlu sama aku , ada apa ?? mas Dennis juga udah pergi ? Tanya Yumna .


” Enggak , bukan sesuatu yang penting kok . ”


" Hah .. yakin ? tadi kamu keliatan serius Han ...” Tanyanya lagi heran .


” Ini na tadi aku pengen pinjam uang sama kamu , tapi tadi aku ketemu Dennis . dia udah kasih ..”


" Oya ? kata kamu ada perlu sama aku dan nunggu mas Dennis pergi dulu . kok aneh sih ?? ”.


” Hehe , iya tadinya aku malu .. tapi pas ada orangnya aku malah jujur . " Katanya meyakinkan .


” Dasar kamu Han . kirain ada apa gitu . ”


" Gak apa-apa kan kalo aku pinjam uang Dennis ?? ”


" Ya gak apa-apa lah , tapi dia gak nyinyirin kamu . dia kan agak gitu orangnya ?? ”.


” Enggak kok Na . aku mau pulang nih . ”

__ADS_1


” Gak pengen makan dulu kek , ngobrol ?? ”


" Enggak deh kayaknya . lain kali aja . ”


” Oke deh hati-hati . yuk aku panggil pak Danang buat antar kamu pulang . ”..


" Gak usah Na . aku udah pesan taksi kok . ”


” Oh gitu ya udah . ”


” Kamu disini aja . inget jangan capek-capek , jangan stres kasian bayinya .. ”


” Iya . ”


Jihan pamit pulang sementara Yumna cemas menunggu kabar dari Natan .


20 menit kemudian , Natan belum berhasil menemukan Sinta , dia terus berusaha untuk menghubungi nomor Sinta . namun tidak pernah sekalipun ada jawaban .


Saat dia melewati halte bis , dia melihat Sinta sedang duduk sendiri . dia tampak melamun dan tidak bergerak .


Dengan segera Natan memarkirkan mobil dan menghampiri wanita itu .


” Non disini ?? ” Lontarnya dengan nafas ngos-ngosan .


” Kamu sedang apa disini ? ”


" Mencari nona . aku boleh duduk ?? ”


" Ini tempat umum . duduk saja . ”


" Jadi , ini alasan non menolak ku kemarin ? non hamil ?? ”


" Kamu tau dari mana ? ”


" Kenan telepon nona dan meminta bantuannya untuk mencegah mu mengugurkan kandungan . makanya nona menyuruhku mencari mu . telepon tidak di angkat .. kasian non Yumna cemas . " Katanya .


” Aku memang enggak bawa hp . ”


” Jadi benar nona hamil anaknya ?? ”


" Apa maksudmu ? dia suamiku .. tentu saja ini anaknya , kamu kira aku tidur dengan pria yang bukan suamiku ?? pertanyaan mu aneh Tan . ” Katanya agak tersenyum .


” Maksud ku , apa itu alasan non menolak ku ?? ”..


” Kalaupun aku tidak hamil , aku tetap tidak akan menerima mu . Tan , kamu layak mendapatkan wanita yang lebih baik . tidak ada yang tersisa dariku , jadi apa yang kamu harapkan . ” Lontarnya berusaha tegar .


” Aku ini hanya supir , tapi non mencintai ku tanpa memandang siapa diriku . jadi apa salahnya kalau non sudah pernah menikah ? aku terima non dengan segala kekurangan dan kelebihan non . kenapa non bicara seolah non tidak pantas buat saya ? ”..


" Aku sudah bilang , tidak bisa . tolong hargai keputusan ku . ”


” Jadi saya benar-benar di tolak ?? ”


” Status ku masih istri orang , jangan bicara hal itu . ”


" Lalu non mau apa sekarang dengan bayi itu ?? ”


” Tadinya aku berpikir bagaimana kalau aku lari saja ke tengah jalan agar aku tidak menyakiti kedua orang tua ku .. ibuku pasti tidak bisa menerima bayi ini .. sementara aku tidak mungkin melenyapkannya . ”


” Kenapa non bicara seperti itu . bayi itu tidak salah apa-apa kenapa Bu Yasmin tidak mau menerima nya ? ”


" Bayi ini akan menjadi bayang-bayang kak Kenan untuk ibuku . saat aku tiba di Jakarta dia pernah bilang kalau ” Untung kamu tidak hamil , bagaimana kalo kamu hamil anak penjahat itu . ibu tidak bisa membayangkan nya , dia pernah mengatakan itu . ” Lontarnya semakin sedih .


” Apapun itu non tidak bisa menyerah . anak adalah anugerah . ”


” Aku tidak tau lagi Tan . ini sangat membuat ku lumayan tertekan . bagaimana jika ibuku tidak mau bayi ini ?? ”


” Saya siap menemani non bicara pada Bu Yasmin . ”


Sinta terdiam mendengar ucapan Natan , dia tidak habis pikir mengapa Natan masih begitu perduli padanya .

__ADS_1


__ADS_2