
Yumna pulang pukul 7 malam, setelah mandi dan solat isya. dia bergegas menemui banyu.
" Sus, istirahat aja sana. biar aku yang pegang banyu. " pinta yumna .
" Baik non. " Ujar suster lalu segera pergi .
Yumna Menimang banyu yang sudah mengantuk. Sesekali dia menciumnya dengan lembut " Mami gemas deh sayang. kamu udah besar gini ya. " Lontarnya sembari mengelus pipi banyu.
Yumna segera meletakkan banyu ke box bayi dan bersiap untuk tidur. Yumna meraih ponsel dan memilih tak membaca chat dari Dessy yang tiada henti berbunyi. " Kenapa perempuan ini tidak membiarkan ku untuk santai. pasti dia ingin aku melakukan ini itu lagi. aku matiin aja lah hape nya. " Katanya sembari menaruh ponsel dan segera berbaring di tempat tidur.
" Nyamannya. "
Keesokan harinya, Yumna sibuk merapikan pakaian banyu. dia tersenyum melihat lemari anaknya sangat rapi. Tiba-tiba Dessy datang entah dari mana. " Yumna. " Panggilnya dengan wajah agak menyeramkan.
" Waduh, Pagi-pagi sekali kamu kesini. " Pekiknya.
" Kamu kenapa gak baca chat ku semalam ?? pake acara mati ponselmu ??? " Cecarnya berdecak kesal.
" Kita kan udah ketemu setiap hari kenapa kamu terus ingin Menghubungi ku ?? Sekangen itu apa ?? "
" Alah kamu. aku kasih kabar soal dennis. liat nih. " Ujarnya segera memutar video wawancara dennis pada beberapa wartawan.
" Oh, iya kami kembali dekat. Do'a kan saja. " Ujarnya dari sebagian video tersebut.
" Sekarang beberapa media sedang menggunjingkan mu gara-gara mantan suamimu itu. Makanya jangan di kasih hati. lagian kenapa kamu sampe beradegan kayak gini sih. " Makinya lagi lalu memperlihatkan poto saat menyelamatkan dennis kemarin di studio.
" Seseorang mengunggah nya dan langsung jadi buah bibir . Jelasin sama aku kenapa kamu sampe jatuh di pangkuannya ?? "
" Mas dennis dalam bahaya. masa aku diam aja. tapi mas dennis kok bilang kayak gini ya ke wartawan. "
" Ya apa lagi kalo bukan masih mau sama kamu. "..
Yumna mengambil kunci mobil dan segera pergi untuk menemui dennis di rumahnya. " Kamu mau kemana ?? " teriak Dessy.
" Ke rumah mas dennis. Aku titip banyu ya. Aku udah bikin bubur tim.. berikan padanya. " Pinta yumna sembari berjalan tanpa menoleh.
" Apa aku perlu ikut. "..
" Engga usah. ribet. "
" Tapi ?? Jangan pergi tanpa alis dan bedak. di depan ada wartawan. " Teriak Dessy.
" Apa aku harus pergi berdandan dulu ? Kenapa kamu sangat menyebalkan. " Cecarnya lagi.
Yumna menaiki mobil dan menolak pak danang untuk mengantarnya. pak satpam segera membukakan gerbang.
Saat keluar dari gerbang, para wartawan terlihat sedang menunggu nya untuk wawancara.
Mereka segera menghalangi mobil yumna meminta untuk berhenti, Yumna berhenti dan segera membuka kaca mobil " Mbak, apa tanggapan anda soal mantan suami anda ?? "
" Apa benar kalian kembali bersama ?!"
" Apa ini alasan anda tidak berkencan dengan pria lain ?? "
Pertanyaan demi pertanyaan dari mereka membuat yumna sesak.
" Maaf ya, saya Buru-buru. boleh kasih jalan.. nanti saya jawab ya. tapi gak sekarang. soalnya lagi ada keperluan mendesak.. " Pintanya amat sopan.
" Tapi bener ya mbak. kita butuh tanggapan anda. " Pintanya lagi.
" Iya nanti pasti saya luangkan waktu untuk membicarakan ini. boleh saya lewat ?? Maaf ya... terimakasih. " Ujarnya dengan senyuman membuat mereka meleleh .
__ADS_1
Yumna pun tancap gas segera pergi " Ya ampun, Dia sangat manis. "
" Dia bahkan tidak memakai make up. "
" Dia fresh sekali. "
" Ya ampun, Kalo begini Lama-lama aku masuk ke anggota klub fans nya. " Tutur para wartawan mengagumi.
" Siapa yang tidak ingin menjadi suaminya ? . " Pujinya lagi menambahkan.
Beberapa waktu berlalu, Yumna tiba di depan rumah dennis. pak satpam segera membukakan gerbang untuknya.
" Nona ?? " Sapanya amat girang.
" Mas dennis ada ?? " Tanyanya.
" Ada non. lagi sarapan. "
" Ya udah , Tolong parkiran mobilku ya pak. aku mau masuk. "
" Baik non. " Yumna keluar dari mobil dan berjalan menuju ke dalam rumah.
" Boleh gak ya minta poto, Nona kan sekarang udah jadi artis. " Ujar pak satpam pada temannya
" Jangan sekarang deh, muka nona kayaknya lagi marah.."
" Iya gitu ?? "
" Emang gak keliatan ?? "
" Enggak. "
" Dasar lu udin. " Ledek nya kesal.
" Bi. apa kabar ? kenapa gak tengok aku ke rumah. gak kangen sama banyu ?? " Ujarnya masih sempat bersikap manis.
" Malu non. emang non gak keberatan kalo bibi ke rumah non ?? "
" Ya enggak lah. bibi itu udah aku anggap keluarga sendiri. kapan-kapan main ya. aku juga gak ganti nomor telepon. "
" Iya non. "
" Oya bi, Mas Dennis ada ? "
" Ada. ayo bibi antar. "
Bibi mengantar yumna ke dalam, Saat masuk ke dalam suasana di ruangan itu tak berubah. poto-poto yumna masih terpampang di setiap sudut. perasaan Yumna jadi tak karuan melihat setiap vas bunga masih di hiasi bunga kesukaan dirinya. Dennis memang tidak ingin merubah apapun di rumah itu.
" Apa ini mas?? bahkan pengharum ruangan nya masih sama seperti dulu. kamu tak mengganti nya atau kebetulan aja. " Batinnya sembari berjalan melihat semua area rumah.
Setibanya di meja makan, Dennis sudah selesai sarapan. dia mengambil berkas ke ruang kerja.
" Non tunggu aja, biar bibi yang memanggil tuan. " Ujar bibi.
" Engga usah bi. aku aja yang cari mas dennis. " Lontarnya lalu segera berjalan menaiki anak tangga.
Setibanya di atas , Yumna mengetuk pintu ruang kerja Dennis.
" Siapa ?! " Tanyanya sembari sibuk memperhatikan beberapa berkas tanpa melihat dirinya.
" Aku . " Jawab yumna lalu masuk menatapnya lumayan tajam.
__ADS_1
Dennis terbelalak karena sepagi ini wanita dambaannya datang. " Na.." Sapa nya lalu segera merapikan berkas dan beranjak.
" Apa maksud ucapan kamu pada wartawan ?? " tanyanya tanpa basa basi.
" Duduk dulu deh, Kamu mau minum apa ? " Tanya Dennis padanya sembari menatap.
" Aku tidak ingin minum apapun. aku ingin mendengar jawaban dari pertanyaan ku. "
Dennis tersenyum dan agak memalingkan wajahnya " Kamu kira apa ? "
" Kita sudah sepakat untuk menjaga hubungan kita kan ?? lalu apa maksud dari ucapanmu di video itu ?! orang akan salah paham. "
" Sepakat untuk menjadi mantan ?? sekarang aku akan mengakuinya, Aku tidak bisa menerimanya. Aku tidak mau kita hanya seperti ini saja. " Ujarnya membuat yumna mendengus.
" Jangan main-main dengan ku mas. jangan merusak semua kepercayaan dariku. aku memberi kelonggaran agar kamu bisa datang ke rumah ku semaumu. jangan balas kebaikan ku dengan pengkhianatan seperti ini mas. "
" Maaf untuk pengkhianatan kecil ini. tapi , Aku serius. aku ingin kembali. "
Yumna tersenyum agak kesal pada mantan suaminya itu " Berapa kali aku bilang. meski kita tidak bersama. kita tidak akan membiarkan banyu kehilangan kasih sayang, Tapi kalo kamu berbuat semua ini. apa kita akan memberikan kasih sayang yang penuh padanya ?! "
" Justru aku ingin memberinya kasih sayang yang penuh dengan membuatmu kembali. "
" Mas !! "
" Aku tidak mau. "
Yumna mulai membulatkan matanya mengancam Dennis " Jangan merusak ketulusanku. "
" Siapa yang sedang merusak ? justru aku sedang memperbaiki semuanya."
" Jadi kamu mengabaikan ucapanku kemarin-kemarin ?? "
" Udahlah yumna. mari kita lupakan semua yang sudah terjadi..ayo kita kembali dan merawat banyu sama-sama. aku sungguh ingin keluarga kita utuh lagi. "
" Engga. itu jawabanku ."
" Kenapa ? apa karena ibu kamu menolak ??"
" Aku tidak sanggup menjadi beban seseorang lagi. menyalahkan segalanya atas apa yang tidak ku lakukan itu cukup memuakkan. luka dari ibumu masih utuh , Jadi tolong jangan membuatku kembali merasakan itu. "
" Aku sudah bicara dengan ibu. aku akan meyakinkan dia untuk kita. "
" Gak usah mas. jangan repot untuk itu. aku cuma mau kamu terima hubungan kita sebagai mantan lalu kita akan baik-baik saja, Atau sebaliknya. "
" Aku memilih sebaliknya. meski sikap mu berubah. aku tidak akan menyesal. "
" Rasa sakit di hatiku. tidak bisa hilang begitu saja. "..
" Lalu apa aku harus menerima rasa sakit dari perpisahan sialan ini setelah aku pulih dari koma ?? apa adil untukku ?? aku bahkan mengabaikan ibuku karena semua ini. tapi mau sampai kapan aku meratapi nya yumna ?? Seluruh hatiku terlalu sakit bahkan hanya sekedar mendengar permintaan mu itu. apa salahku sampai kamu menghukum ku seperti ini ?? "
" Lalu apa ini juga adil untukku ?? sepahit apa pun kenyataan aku tetap berjalan tanpa kamu selama ini. jadi tolong jangan bicara soal keadilan padaku. karena aku juga tidak diperlukan adil oleh ibumu. " Cecarnya lalu segera berbalik untuk pergi, Dennis tak membiarkan nya begitu saja . dia membanting pintu dan mendorong yumna penuh emosi. " Aku tau semua adalah kesalahan ibuku tapi Terlepas dari semua yang terjadi , akui saja kalo kamu masih menyukai ku. tidak bisakah kamu melupakan egomu untuk kita "
" Jangan terlalu percaya diri karna kalau jatuh, sakitnya luar biasa. sekarang minggir dan pergi dari ku. " Ujarnya menekan.
" Apa kamu setega ini yumna. kamu melepaskan semuanya dengan mudah sekarang. Perasaan ku sungguh tidak berubah, lihat aku. jangan lakukan ini padaku.. aku harus apa untuk mendapatkan maaf darimu ?? "
Yumna mendorong Dennis dengan seluruh tenaganya dan pergi tanpa menoleh lagi. dia begitu hancur memperlakukan Dennis seperti tadi. tapi Yumna memang tidak bisa luluh meski Dennis memohon padanya.
Tak bisa pasrah begitu saja, Dennis berlari menuruni anak tangga mengejar yumna " Aku akan kembali seperti Dennis yang dulu kamu benci jika kamu tetap menolak ku. " Ancam nya tak di gubris yumna yang tetap berjalan meski kesal.
Dia kembali menarik tangan wanita itu " Aku janji akan mengembalikan kita. " Ujarnya lagi serius.
__ADS_1
" Lepas. aku bisa berteriak dan mengancam seperti kamu. jadi jangan memaksa ku . "
Dennis melepaskan tangannya dan membiarkan yumna kembali pergi darinya " Kamu tunggu saja. "