YUMNA

YUMNA
Episode 285


__ADS_3

Denis tiba di kolam renang dan mengarahkan pistol pada natan, natan dan mosha sangat terkejut dengan todongan pistol dari Denis.


" Jangan mas !! " Pinta yumna amat shock.


" Aku tidak perduli jika harus di penjara. aku ingin menyakiti nya, dan aku ingin kamu melihat ini. " Kata denis menatap natan.


" Kak, apa yang sedang kak Denis lakukan ? kenapa kak Denis mau menembak natan ?? " Tegur mosha heran.


" Istri ku menyukainya. beraninya dia menggoda nya. " Kata denis membuat natan dan mosha shock.


" Gak mungkin tuan. bagaimana anda bisa berpikir seperti itu. saya tidak se lancang itu . " Kata natan tak habis pikir.


" Tolong berhenti mas. aku mau ngomong sama kamu. " Pinta yumna.


" Aku tidak mau mendengar mu. tidak perduli apa pun usahamu untuk Menghentikan ku, aku tidak akan berhenti. " Tolak denis segera menarik pelatuk.


Yumna segera berlari menghalangi dirinya dengan berdiri di posisi natan.


" Sebelum kamu menghabisi natan. langkahi aku dulu. tembak aku kalo kamu berani. " Tantang yumna.


" Jangan kamu kira aku tidak berani. "


" Kak !!! "


" Tuan. jangan.. ayo kita bicarakan ini baik-baik. pasti ada kesalahpahaman. " bujuk natan.


" Diam.. " Teriak denis.


Kemudian yumna berjalan mendekati semakin menantang sang suami " Coba lakukan !! ayo aku menunggu mu. "


Denis tak habis pikir yumna begitu membela tan " Jadi ini perasaan mu padanya ? kamu rela mati untuknya. "


" Ya. aku tidak akan biarkan kamu melukai siapapun. "


" Yumna !!!! " Bentak nya semakin marah


" Apa ? aku lelah berselisih denganmu. tembak aku !!! "


Denis menatap dirinya semakin emosional, " Apa yang kamu pikirkan sampai berani mencintainya dan membuang perasaan ku ??? " Teriak denis tak terima .


" Siapa yang membuang siapa ? kamu bahagia dengan mosha, lalu kenapa aku tidak boleh menyukai pria lain. sekalipun natan hanya seorang supir tapi di mataku dia sempurna. " Cecar yumna.


" Ocehan mu membuat ku semakin ingin membunuh nya. "


" Silahkan. tapi bunuh aku dulu. " Teriak Yumna sembari merampas pistol dari tangannya dan mengarahkan pada kepalanya sendiri. yumna tak bisa membiarkan Denis melukai tan.


" Jangan non. "


" Yumna !! " teriaknya.


" Jika kematian ku bisa membuat mu tenang. aku mau melakukannya untuk kamu mas. Tan pergilah dari sini. " Pinta yumna dengan pistol di kepalanya.


" Tidak non. saya tidak akan pergi kemana-mana, jika nona melakukan itu, seumur hidup saya , saya gak akan memaafkan diri saya sendiri. tolong hentikan ini non. "


" Aku bilang, cepat tinggalkan rumah ini tan. ini perintah. " Teriak yumna kepadanya.


Denis semakin benci dengan perhatian yumna padanya, dia semakin yakin jika yumna memiliki perasaan pada sang supir.


" Pergi tan. pergii !! "


Mengambil kesempatan saat yumna bicara pada natan, denis kembali merebut pistol tersebut .


" Kisah cinta yang memilukan. tapi sayang sekali ini tidak akan berlanjut. " cecar denis berhasil mengambil pistol dan kembali mengarahkan pada natan.

__ADS_1


Sadar semakin terpojok, Yumna mendorong denis ke kolam bersamanya. dia tidak bisa diam saja dengan apa yang denis lakukan.


Di dalam air, Yumna berambisi mengambil pistol dari tangan denis.


Dengan cepat, Yumna membuang pistol itu ke arah yang sangat jauh hingga mereka tidak bisa menggapainya.


" Puas kamu !! Aku benci sama kamu Na !!! " Teriak Denis.


Yumna tak mau mendengar cacian Denis, Dia berupaya naik dari kolam. Sementara itu mosha dan natan hendak menolong mereka untuk naik.


" Ayo non.. saya bantu. " Kata natan mengulurkan tangan.


Tak terima dengan perlakuan sang supir, Denis naik dari kolam dan menghajar natan habis-habisan.


Sementara natan tak mau membalas pukulan dari sang majikan. Dia pasrah di pukuli hingga babak belur.


" Mati lo a*jing. " cecar Denis.


Yumna naik dari kolam , Bersama mosha, yumna mencoba melerai Denis.


" Hentikan !! kamu benar-benar keterlaluan !! " Maki yumna mendorong denis dari tubuh tan.


" Kamu takut dia mati ??? kamu gak akan ngeliat dia lagi. aku pastikan itu !!! " Cecar denis di kuasai amarah .


" Gak terima ? kenapa gak terima, bukankah kamu sudah menemukan cinta mu yang baru ? jadi kenapa kamu tidak terima ?? "


Yumna berbalik hendak menolong tan yang tergeletak berlumuran darah. Satu sentuhan darinya membuat Denis diambang kehancuran . Amarah nya hampir tak terkendali lagi kali ini


" Ayo tan. kita pergi dari sini. " Ajak yumna meraih badan natan, namun dengan segera dihempaskan Denis.


" Jangan sentuh dia !!! " Maki denis.


Denis menarik tangan yumna sangat kuat dan menyeret sang istri pergi dari area kolam.


Denis membopong yumna menaiki anak tangga, Sekuat tenaga dia memberontak namun tidak bisa membuat dirinya lepas dari cengkraman sang suami.


Denis membanting yumna ke tempat tidur dan mengunci pintu. Yumna beranjak dari tempat tidur dan mencoba menyerang " Apa ? sekarang apa yang mau kamu lakukan ?? "


" Tarik kembali ucapanmu " Pinta Denis berusaha sabar.


" Aku tidak mau. "


Denis berusaha menciumi nya dengan paksa, Karena kesal dengan jawaban darinya.


Yumna mendorong dirinya hingga terbentur tembok.


" Lagi-lagi kamu melecehkan aku, aku akan bicara pada ibu atas kelancanganmu. " Yumna menarik pintu dan berupaya membuka kuncinya.


Kembali, Denis menggagalkan upayanya.


" Lancang katamu, akan ku tunjukkan betapa aku sangat lancang padamu. " Denis merobek baju yumna, hingga membuatnya terbelalak.


" Aku kembali menikahimu untuk ayah. Jadi jangan menginjak-injak pengorbanan ku. " Cecar yumna .


".Oya .. awalnya aku memang mau membiarkan mu. tapi sikapmu seolah menghina perasaan ku.. aku jadi berpikir kalo aku salah mengambil keputusan. sekarang akan ku lakukan apapun yang mau kulakukan. "


" Jangan maju, atau aku terpaksa. " Ancam yumna membanting vas bunga dan menodongkan potongan vas tersebut.


Bukannya mundur Denis malah maju menantanginya.


" Ayo lakukan. tunjukkan keberanian mu. " Tantang denis.


" Apa maumu ? kamu jangan lupa perjanjian kita. "

__ADS_1


Denis merebut potongan vas tersebut dan membanting nya kuat-kuat hingga hancur.


" Saranku, cepat ralat ucapanmu. atau kamu akan menyesal. katakan kalo kamu tidak pernah menaruh perasaan pada nya . Simpel yumna. "


" Apa hakmu meminta itu dariku ? "


" Hak, kamu bicara soal hak padaku ? cepat katakan ??? "


" Aku tidak mau !!! " teriaknya lagi.


Kesal karena tak bisa di minta baik-baik, Denis menyeret yumna ke ranjang.


" Kamu jangan lupa pengorbanan ku ?? " Teriak yumna lagi.


Yumna merasa takut karena Denis kembali akan memaksakan sesuatu darinya.


" Pengorbanan, Tentu aku tidak akan melupakan nya. aku akan membalas budi , Tapi jawab pertanyaan ku dengan jujur, kamu tidak mungkin menyukai nya kan ?? atau kamu ingin aku benar-benar menghabisinya." Tegasnya lagi sembari beranjak menakutinya.


" Aku memang tidak menyukai nya. puas ?? " jawab yumna menghentikan Denis.


Denis berbalik " Sudah ku duga. lalu apa alasan kamu berbohong ? "


" Aku tidak suka pacarmu menggoda natan, natan adalah pacar sinta. kamu tau itukan. "


" Tau, tapi yang jadi pertanyaan. kenapa kamu bilang kalo kamu menyukainya. "


" Suka-suka aku mau jawab bagaimana . "


" Yumna. "


Denis kembali memandangi nya kesal. " Apa lagi yang mau kamu tanyakan ?? "


" Kamu yakin jika sinta satu-satunya alasan mu berbohong ? "


" Kamu kira apa ? kamu mau bilang kalo aku cemburu soal hubungan mu sama mosha ?? baik akan ku katakan yang sebenarnya, aku tidak suka perempuan itu dekat denganmu. aku memang payah, puas ?? sekarang biarkan aku pergi dan berhenti menekan ku lagi . "


Yumna tak sanggup lagi menghadapi denis, dia berjalan melewati nya , Denis meraih nya dan segera memeluk perempuan itu .


" Jika itu kenyataan nya kenapa harus berputar-putar. kamu cemburu dan masih menyukaiku. "


" Lepaskan. kenapa ? kamu mau meledek ku sekarang ?? " Yumna menghempaskan denis darinya sembari terisak menangis.


" Kalau masih cinta katakan saja , jangan bilang tidak tapi kenyataan nya iya.. "


" Diam kamu mas. "


Denis tak sabar lagi menghadapi Yumna, dia kembali menciumi Yumna penuh nafsu.


" Lepas. jangan gila kamu ya. " Yumna menamparnya sangat keras.


Denis semakin tak karuan, Dia kembali menyerang yumna bertubi-tubi.


Hingga mereka berakhir di tempat tidur , Denis tak ingin melepaskan dirinya sedikitpun. dia tidak bicara satu katapun meski yumna mencacinya habis-habisan.


" Tolong . " Teriak yumna di dalam kamar membuat para pekerja kelimpungan.


" Tidak mungkin kan tuan mau membunuh nona. " Kata bibi di ruang depan bersama yang lain.


" Ngeri bi. jangan tanya itu. "


".Entah kapan akan ada kedamaian di rumah ini. "


"

__ADS_1


__ADS_2