
Pagi itu setelah sarapan yang di buat Yumna, Diki berniat kembali ke ibu kota.
" abang pergi dulu ya dek... " kata Diki menemui Yumna di dapur yang sedang sibuk.
Yumnapun hanya memandang Diki dan memberikan senyuman tanpa mengeluarkan suara.
" jaga kesehatan ya dek ingat ada nyawa yang harus kamu jaga... Abang sudah belikan beberapa bahan makanan dan susu ibu hamil buatmu dek... Abang juga sudah menyuruh orang untuk menjaga rumah ini sehingga adek dan bik Inah aman tanpa aku di sini " kata Diki
Yumna memandang Diki lama , gak percaya begitu perhatiannya Diki kepadanya dan ini berbanding terbalik dengan Putra suaminya yang sudah mengkhianati pernikahan mereka.
" boleh Una memeluk abang ?" tanya Yumna pelan dan menahan sedihnya.
" tentu " jawab Diki lalu membalas pelukan Yumna
Yumnapun lagi lagi menangis kencang di dada Dik.
" di dunia ini saat ini hanya abang yang Una miliki, abang jaga kesehatan ya... Una pasti merindukanmu bang " kata Una sedih
...----------------...
Di tempat lain... Putra Adi Wijaya
Putra sudah 1 minggu ini harus sendiri mengurus keperluannya karena bik Inah dan Yumna gak ada di rumah, entah kemana dan Putrapun tidak mencari.
Hubungan Putra dengan Cindi makin dekat tapi Putra masih ada batasan dalam hubungannya dengan Cindi karena dia tahu dia sudah berkeluarga.
__ADS_1
Kini... sudah hampir masuk bulan ke 2 Putra sendirian di rumah di Yogya, Putra mengira kalo Yumna dan bik Inah kembali ke rumah orang tuanya.
Hari itu...Putra liburan ke rumah orang tuanya di ibu kota.
" mamih papi...." sapa Putra melihat orang tuanya sedang berada di ruang tv sedang santai
" looo kenapa kamu gak bilang dulu kalo mau pulang haaahh " kata Papi
" kan kejutan " jawab Putra.
Setelah Putra meletakkan tasnya di dalam kamar dan ke dapur untuk ambil minum, Putra sambil mencari mata ...mencari Yumna dan bik Inah tapi ke dua orang ini tak satupun ada terlihat batang hidungnya.
" mbokkk...bik Inah mana ?" tanya Putra sama assisten rumah tangga orang tuanya yang sudah bekerja sama orang tuanya sejak Putra masih kecil.
" gak ada Den...loo bukannya bik Inah sama aden di Yogya " jawab si Mbok
Saat makan malam, Putra sudah mau duduk di meja makan tapi seketika itu Maminya langsung pergi dari meja makan seakan menghindari dirinya.
" Pih... sepertinya Mami selalu menghindariku, apa aku ada salah sama Mami ?" tanya Putra ke Papinya.
Sejenak Papi berhenti dari makannya dan meletakkan sendok makan di piring.
" kamu anak kami sorang, kami mengajarkanmu budi pekerti sejak kamu kecil , Mamimu adalah wanita yang sangat peka...sedikit kesalahanmu sama dia masih bisa dia maafkan, apakah Papi pernah mengajarkanmu untuk tidak hormat sama wanita ? pernahkah ???? " kata Papi
" ma....ma .... maksud Papi gimana ?" tanya Putra pelan.
__ADS_1
" dimana istrimu ?" tanya Papi
" Putra gak tau Pi " jawab Putra pelan
Papi langsung menggebrak meja makan dengan keras kaget dengan pengakuan anaknya.
" bagaimana kamu tidak tau di mana dia sementara dia sama kamu di Yogya , dan kondisi dia sedang hamil Putra !! dia hamil anak kamu, cucu kami, penerus keluarga kita, penerus keluarga Adi Wijaya !!! " jawab Papi emosi.
Cukup lama Putra terdiam merasa bersalah.
" Putra kirain dia dan bik Inah kesini Pih...karena hanya kita keluarganya, makanya beberapa bulan ini Putra tidak mencari dia karena Putra yakin dia disini " kata Putra pelan.
" sudah liat rumah ini , adakah dia ?" tanya Papi
" sudah Pi...dan dia tidak ada, inilah yang Putra sedang pikirkan " kata Putra.
" bayangkan jika dia adalah Ibumu, tegakah kamu ???? Dia yatim piatu Putra, dia tidak punya keliarga selain kita, paham !!! dan saat ini dia sedang mengandung keturunan generasi ADI WIJAYA , di mana pikiranmu Putra ???? Mamih sejak kecil mengajarkanmu, mendidikmu untuk menjadi laki laki bertanggung jawab tapi...kami gagal mendidikmu " kata Papih emosi.
Papi lalu beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Putra sendiri di meja makan.
Seketika Putra sadar, dia merasa bersalah terhadap Yumna, tapi Putra bingung harus mencarinya kemana.
Selama 1 minggu berlibur di rumah orang tuanya, Putra tidak pernah bicara sama Mamih Papihnya karena mereka selalu menghindar.
Putra merasa kehilangan orang tuanya , walau mereka bertemu secara fisik tapi jiwa mereka mereka asing.
__ADS_1
" apa yang harus Putra lakukan agar mengembalikan kondisi seperti dulu lagi ? Mamih yang cerewet sekarang hilang ..." tanya Putra menemui orang tuanya yang sedang duduk di halaman belakang.
" temukan menantuku dan calon cucuku !!!" jawab Mamih tegas