
Dennis pulang lebih awal hari ini . Dia bergegas mencari keberadaan istrinya .
” Sayang . ” Panggilnya sembari memeluk mesra dari belakang .
” Kok kamu udah pulang mas ? ”
” Kangen sama kamu . ” Jawabnya menciumi rambutnya .
” Dih .. Malu nanti ada orang . Ya udah mandi gih . ”
" Kamu lagi ngapain sih ? Jangan capek-capek .. Aku gak mau kalo kamu sakit . ”
” Iya sayang . Aku cuman nyiapin piring doang kok . ”
" Ya udah aku mau mandi dulu . ”
Dennis pergi ke kamar tanpa Yumna , Yumna terasa tak sabar ingin memberi tau suami tentang kehamilannya .
” Ini sudah sore . 2 jam lagi mereka datang . ”
Yumna tidak bisa berhenti tersenyum ketika dia terus memandangi jam dinding .
”Ya Allah , Ini adalah kado terindah untuk kami . Aku tidak sabar memberitahu kabar bahagia ini kepada suamiku , Mertuaku , Keluarga dan sahabatku . Terimakasih untuk hadiah ini Ya Allah . ” Batinnya disusul air mata yang agak mengalir .
Yumna nampak bahagia , Tiba-tiba saja Dennis datang dan memeluknya mengagetkan dirinya .
” Sayang kamu hamil ? ” Tanyanya membuat Yumna kaget .
” Kamu tau dari mana ? ” Jawab Yumna Heran .
” Barusan dokter Lois mengabari ku . Jadi kamu beneran hamil ? " Tanyanya lagi tak percaya .
" Iya . " Jawab Yumna simpel dengan wajah kecewa .
” Lho kok wajah kamu jadi sedih . ”
" Aku menyimpan kabar ini untuk nanti malam , Aku harus sabar untuk beberapa jam lagi untuk menyampaikan semua ini ke kamu . Tapi dokter itu malah memberitahumu lebih dulu . Kenapa dia mengacaukan rencana ku .. Aku ini istri kamu , Aku ingin jadi yang pertama kasih tau kamu . ” Lontarnya kesal .
” Sayang , Ini bukan saatnya kamu marah lho . Kita lagi bahagia kan ? Tidak perlu marah karena dokter lebih dulu kasih tau aku .. Karena itu tidak berarti apa-apa kok . ” Bujuknya sembari memegang wajah sedih Yumna .
" Tetep aja . Dia udah ngerusak mood aku .. Kacauin semuanya . Kamu tau gak sih mas , Aku minta Sinta untuk tutup mulut . Tapi malah Dokter pribadi mu itu .. Aku tidak kepikiran untuk jangan kasih tau kamu dulu . Aku lupa .. Tapikan harusnya dia peka dong . Aku kesel . ” Lontar Yumna kesal lalu beranjak menuju kamar .
__ADS_1
" Sayang !!! ” Panggil Dennis sembari mengikutinya .
Setibanya di kamar , Yumna masuk ke kamar mandi . Entah kenapa dia begitu sedih . Dia melanjutkan menangis disana dengan mengunci kamar mandi .
" Sayang .. Aku gak ngerti kenapa kamu nangis . Aku gak mau sekarang kita bertengkar . buka pintunya . ” Lontar Dennis heran .
” Hati aku sesak Mas . Kenapa bukan aku yang kasih tau kamu .. Kenapa harus orang lain ? Aku udah siapin ini semua , Aku menyimpan dan menundanya untuk beberapa Jam tau . Saat kamu pulang kerja tadi , Aku tidak sabar buat kasih tau kamu . Tapi apa ? Dokter itu malah bikin semuanya sia-sia . ” Gerutunya di balik pintu .
” Ya udah buka pintunya . Aku minta maaf ya .. Oke Anggap saja aku belum tau kabar ini . Aku akan pura-pura belum tau . Nanti malam kamu bisa kasih tau aku ya . ” Bujuk Dennis pelan .
Yumna keluar dari kamar mandi memandangi wajah suaminya .
” Aku gak bisa pura-pura . Apalagi sandiwara . Udahlah mas . Toh bukan kamu yang salah . ”
" Sayang , Aku gak mau banget liat kemarahan di wajah kamu ini . Apalagi disaat hal yang membahagiakan ini . ” Lontarnya lagi .
” Aku sudah menata semuanya mas . ” Katanya disusul air mata yang mengalir .
” Aku gak tau kenapa kamu sesedih ini sayang . Kamu kecewa ? Aku minta maaf ya . ”
Dennis kembali mengusap air mata Yumna , Membuat suasana menjadi hening .
Dennis masih sabar menghadapi kelakuan istrinya Yang diluar nalar . Hahaha ya gitu kalo bucin .
2 Jam sudah berlalu , Yumna merias wajah nya agak ringan. Dia tak menambah kan Glitter atau semacam lainnya di wajahnya .
Dennis masih terpesona meski dia hanya berdandan sederhana . Dia berdiri di depan cermin melihat wajah istrinya .
" Sudah cantik kok sayang . Kapan kamu tidak cantiknya sih . Bangun tidur sampe mau tidur lagi masih saja cantik , apalagi kalo memakai bedak . " Gombalnya .
” Gombal banget nih orang . ” Lontarnya sembari beranjak lalu mendekati suaminya .
" Udah yuk Bentar lagi mereka pasti udah datang . ” Ajak Yumna .
” Ini masih ada waktu untuk sekedar berciuman . ” pintanya .
” Aku sudah pakai lipstik kok . Kamu jangan suka mengacau sih . Kebiasaan banget kalo orang sudah rapih suka pengen ancur in .dikira menggoda . Kamu segitunya sih sama aku Mas ? ” Katanya sembari merapikan kerah baju Dennis .
” Bukan segitunya sayang , Tapi kenyataannya . ”
” Jangan gitu ih mas . Kalo nanti aku meninggal gimana ? Aku gak mau ya di tangis in kamu terus . Nanti arwah aku gak tenang lho . ”
__ADS_1
" Kok jadi bahas kematian sih , Orang lagi romantis gini kok yang . ” sela Dennis heran .
" Ya namanya hidup kita gak ada yang tau , Siapa tau aku lebih dulu pergi atau kamu yang duluan . Kita pasti meninggal . ” Lontarnya .
” Terus kalo aku mati duluan , Kamu mau nangis Bentaran gitu . Atau jangan-jangan kamu mau cepet-cepet nikah lagi ..” ujar Dennis .
" Ya gak tau .. Tapi bisa jadi sih . ” Kata Yumna mendelik .
" Sayang , Aku gak mau ya kamu kasih ayah tiri buat anakku . Nanti kamu sia-siakan Anakku . Awas kamu ya . ”
" Kan kita gak tau kehidupan nanti .. Ya siapa tau aku yang duluan pergi , Terus kamu punya istri .. Kamu kasih anak kita ibu tiri .. Sukur-sukur kalo gak kejam. gimana kalo kejam , Kalo dia ngapa-ngapain anakku .. Aku santet sekalian . ”
Mendengar ucapan Istrinya , Dennis terkikik geli ..
" Sayang , Kan ceritanya kamu meninggal . Kok kamu bisa santet dia ? ” Katanya lagi disusul tawanya semakin jadi .
” Ya kalo enggak aku dorong dia dari tangga atau apa gitu . ”
" Namanya orang mati ya udah gak ada lah .. Masa gentayangan kayak di film-film . Kamu korban sinetron ya . " Ledek Dennis .
” Ya bukan gitu mas , Emang rata-rata ibu tiri hanya cinta sama ayahnya aja tapi enggak sama anaknya . Ditambah bapaknya ganteng dan tajir gini kok . Mereka tuh baik kalo ada bapaknya doang . Makanya aku gak akan diam aja kalo anakku mengalami hal itu . Aku abisin dia . " Ancamannya sembari menarik dasi suaminya hingga Dennis kesakitan .
" Sayang .. !!! ” Teriak Dennis .
” Ngomong sama kamu gak kelar-kelar . Malah kemana-mana . ” Lontar Yumna kesal .
" Perasaan yang Ngomong nya ngawur tuh kamu kok , Jadi aku yang salah .. Sabarkan hati hamba ini ya Allah menghadapi istriku yang sedang hamil ini . ”
Yumna malah tersenyum geli melihat tingkah Dennis yang terus mengalah Darinya.
” Sayang , Emang kamu harus sabar . ” Lontarnya sambil tersenyum .
" Tuh kan kamu senyum . Kamu udah gak marah sama aku ? Sayang . ”
Yumna kembali memeluk Suaminya mesra .
" Kamu bahagia sama aku ? Padahal seperti yang kamu bilang .. Aku ngeselin kan kan kan . ”
” Lebih ngeselin banget banget banget !!!! ”
".Gak apa-apa . Yang penting cinta . ”
__ADS_1