
Waktu menunjukkan pukul 7 malam , Rendy duduk di meja makan .
” Mas aku ambilkan sayur ya . ” Kata Jani .
Tak mau kalah , Nadia pun ikut mengambil kan ikan ke piring suaminya .
" Ada apa dengan wajah kalian ? Apa kalian berantem lagi . ” Tanya Rendy membuat kedua istrinya diam dan saling memandang .
” Ah tidak mas , Tadi aku menggaruk pipiku , tidak sengaja meninggalkan luka . ” Sangkal Nadia .
” Aku juga mas .” Timpal Jani .
” Oya ? Kok bisa samaan ya . Aku kira kalian saling cakar . ” Kata Rendy sembari menikmati hidangan .
" Kami kan sudah janji tidak akan bertengkar , Mana mungkin kami mengingkari janji . ” Sangkal Nadia lagi mencoba menyakinkan .
” Kalian takut sekali sama aku ? Takut aku balikkin ke orang tua kalian ya . ” Lontar Rendy dengan wajah datar .
Mendengar ucapan suaminya , Mereka menjadi canggung .
Rendy seperti tau apa pun yang mereka lakukan dan mereka rasakan .
” Ngapain bengong , Makan lah . ”
" Iya mas . ”
” Ngomong-ngomong , Malam ini aku tidur di kamar tamu saja ya . Daripada ribut lagi kan . ”
” Terserah mas saja ..” Kata Jani pasrah , Lain dengan Nadia yang kesal .
Dia nampak tidak selera makan mendengar Suaminya yang setiap hari selalu menghindar dan tidak memperdulikan Nadia .
Nadia hanya mengaduk-aduk nasinya dengan wajah yang cemberut .
Sementara itu di rumah Dennis , Yumna sedang mengganti sprei di kamar tidur nya .
Dennis kembali menggodanya , Dia memeluk istrinya .
” Minggir ngapa mas , Gak liat Aku lagi ngapain ..” Suruh nya kesal..
” Kenapa gak nyuruh bibi , Kamu suka repot sendiri . ”
” Kasian bibi , Ngurusin rumah Segede gini .. Kamu gaji berapa bibi sampe betah kerja sama kamu mas . ”
” Tanya aja si bibi sendiri , Nanti kamu gak percaya kalo aku Bilang . ”
” Paling 3 juta . ”
” Dih , Kalo 3 juta si bibi mana betah . ”
” Udah ah gak usah di terusin , Oya mas rencananya besok aku mau ke bank . Aku mau ambil uang dari kamu .. Jihan ngajak aku nyari kado buat Diana . ”
” Sekarepmu lah . Sayang , Kita liburan yuk . Aku bosan kerja Mulu . Kapan kita punya baby kalo hubungan kita monoton . ”
" Apa monoton ? Mau gaya apa sih . Mau dimana-mana tempat nya juga kalo belum di kasih ya engga ngaruh . Kamu nih ngomong kayak kita jarang melakukan hubungan itu .. ”
” Ibu aku nanyain terus kapan kamu telat haid . Ampe pusing jawabnya ..”
” Jawab aja , Do'akan saja gitu . ”
” Udah sayang , Tapi tetap aja balas chat nya gak enak , Dibilang aku jarang makan sayur sama buah . ”
” Iya nanti aku bilang sama ibu ya .. Sekarang tidur gih .. Kamu harus ngantor besok . Istirahat . ” Suruh nya sembari menyiapkan bantal .
” Sayang . ” Dennis berbaring sembari memegang tangan istrinya .
__ADS_1
” Kalo nanti udah punya anak jangan manja Mas . udah gede masih kayak gini kelakuanmu . ”
” Gak janji . ”
Keesokan harinya Yumna mencari Natan untuk pergi ke Bank .
” Natan yuk kita pergi . ” Suruh nya .
” Baik non.”
" Tunggu , Kamu kenapa ? Wajah kamu kok pucat sih ? Kamu sakit ya . ” Yumna reflek menaruh tangannya ke kening Natan .
” Ya ampun kamu panas , Udah minum obat ? ”
" Tidak apa-apa kok non saya baik-baik saja . ” Sangkalnya .
" Ah kamu gak boleh gitu , Udah tau panas gini . Ke dokter ya ?di antar pak Danang . Pak ..pak .” Panggil Yumna .
Pak Danang pun datang ,
” Ada apa non ?.”
” Tolong antar Natan ke dokter ya , Kayaknya dia sakit deh . ”
" Baik non . ”
” Kalo pak Danang antar saya , Gimana sama non ? Non kan mau Pergi . Supir yang lain sedang libur ? ” Tanya Natan .
" Gampang , tinggal nyari taxi aja .. Udah Natan kamu gak boleh menyepelekan ini .. Ini uang buat periksa ya ..Jangan lupa tebus obat nya . ” Lontar Yumna .
" Baik Non . ” Mereka pun pergi meninggalkan rumah .
Sementara itu Yumna keluar gerbang dan berjalan mencari taxi .
” Mobil ada tapi aku tidak bisa nyetir . Aku ini Memang payah .” Gerutunya .
1Jam sudah berlalu , Aditya mengendarai mobil menuju kantor .
Dia tersenyum melihat kotak perhiasan yang sudah ia siapkan untuk Diana .
Dia sudah benar-benar mencintai Diana kali ini , Sama hal nya dengan Raka , Dia bahagia dengan Jihan yang sudah memberi nya bayi yang lucu dan menggemaskan .
Semua harapan Yumna terkabul , Mereka berempat bahagia dan menjalani hidup yang penuh kebahagiaan .
Saat Aditya fokus menyetir , Dia melihat Yumna sedang berdiri di pinggir jalan seorang diri sambil menangis .
Aditya memutuskan berhenti dan menyapanya .
” Yumna . ” Sapa Adit membuat Yumna menghapus air mata .
” Dit . ”
" Kamu ngapain disini ? Kamu sendiri ? Mana supir atau suamimu ? ” Rentetan pertanyaan membuat Yumna canggung .
" Natan sedang sakit , Mas Dennis lagi di kantor .” Jawab Yumna pelan .
” Ada apa ? kamu habis nangis ? ” Tanyanya lagi penasaran .
” Aku . ” Bukannya menjawab , Dia malah kembali menangis . Membuat Aditya bingung .
Selain itu semua orang mengira jika Aditya pacarnya yang telah membuat wanita yang sedari tadi berdiri di pinggir jalan tak henti menangis .
" Mungkin dia diputuskan . ”
" Ah itu pacarnya datang . ”
__ADS_1
” Jika ku lihat dia cantik , Kenapa harus di campakkan .” Lontar orang-orang terdengar Aditya .
” Na kamu masuk mobil gih , Ayo aku antar . ”
Aditya membawanya ke dalam mobil dan mengantar Yumna .
Yumna masih menutup wajahnya dengan kedua tangan. Dia masih saja menangis meski Aditya mencoba bicara .
" Aku harus antar kamu Kemana Na ? Ke kantor atau rumah ? ”
" Ke kantor saja Dit . ” Katanya sembari kembali menangis .
Aditya tidak mengerti apa yang telah terjadi ,tapi dia tidak ingin bertanya apapun lagi pada Yumna .
Setibanya di depan kantor Dennis , Aditya membuka pintu mobil untuk Yumna . Hal itu terlihat oleh Dennis . Seperti biasa , Cemburunya mulai mengembara melihat istrinya keluar dari mobil Aditya .
Dennis menghampiri dengan amarah yang segera meledak .
” Apa-apaan nih ? ” Tanyanya mulai Nyolot .
” Sabar , Gue liat dia dipinggir jalan sambil nangis . Lo apain dia ? " Balik tanya dari Aditya.. Dia malah hendak marah kepada Dennis .
” Mas Kamu mau marah dan tuduh kami selingkuh seperti dulu lagi . ” Kata Yumna disusul air mata yang masih berlinang .
” Enggak sayang , Kamu ngapain sama dia ? Terus kamu kenapa nangis ? Mana Natan ? Lo apain bini gue ? ” Lontar Dennis memegang kerah baju Aditya .
” Mas lepaskan , Aditya gak salah apapun . Dit makasih ya udah antar aku .. Kamu pergi aja , Taulah suamiku itu kalo liat kamu .. Bawaannya pengen marah.”
" Ya udah Na aku pergi ya . ” Adit pergi dengan mobilnya .
" Mas . " Yumna masih bersedih .
" Sayang kamu kenapa? ngomong dong .. Apa ada orang yang udah nyakitin kamu ? ” cecar pertanyaan dari suaminya cemas .
” Tadi aku ke bank , Terus ada peramapok . mereka mengambil uang di petugas bank .. kami yang ada disana panik , Sampe uang ku juga di ambil mas .. Itu uang dari kamu .. Semua uang handphone perhiasan dibawa juga . Gimana ini ? Aku gak punya apa-apa lagi kan . Aku gak punya uang sekarang . ” Kata Yumna sambil menangis lalu duduk di hadapan suaminya . Dia begitu sedih karena uangnya hilang dengan sekejap.
” Ya ampun sayang , Tapi gak apa-apa kan ? Kamu gak ada yang luka kan ? ”
” Maafin aku ya mas , Aku hilangkan uang dari kamu . Padahal kamu nyari uang nya pasti capek .. Itu uang buat tabunganku beberapa bulan ini .. Kenapa mereka mengambilnya . Gimana Dong mas . ” Lontarnya lagi masih dengan posisi duduk sembari menangis .
" Sayang , Udah .. yang penting kamu gak apa-apa . ” kata Dennis .
" Itu uangku semua mas .. Kok tega sih maen ambil .. Aku mau rebut kembali tadinya tapi mereka bawa pistol semua . Gimana kalo dia tembak aku mas ? ”
” Sayang , Udah bangun .. Ya udah gak apa-apa . ”
" Apa nya yang enggak apa-apa ? Itu uang kita lho mas .. Banyak .. Kok kamu kamu gitu sih . ” Kata Yumna kesal .
" Ya terus gimana .. Ayo kita ke dalam . Malu , Karyawan ku melihat semua . ”
" Gak peduli . Aduh gimana ini .. Uang ku . ” Bukannya berhenti , Yumna malah kembali menangis seperti lebih hancur daripada putus cinta .
Dennis menggendong Yumna menuju ruangan nya tanpa mengatakan apapun .
Hal itu dilihat para staf dan karyawan , Mereka melihat Dennis Sangat perduli dengan istrinya .
" Sudah jangan menangis terus . ” Lontarnya sembari berjalan menuju ruangan .
Dia tidak memperdulikan Karyawan lagi .
” So sweet banget deh lah pak Dennis , Jadi pengen punya suami kayak gitu . ”
" Pengen tau , Dia galak juga gak ya sama bini nya . ”
" Hahaha .. Enggak kali , Keliatannya dia bucin gitu kok .” Lontar para karyawan .
__ADS_1