YUMNA

YUMNA
Episode 112


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 7 malam , Rendy duduk di meja makan .


” Mas aku ambilkan sayur ya . ” Kata Jani .


Tak mau kalah , Nadia pun ikut mengambil kan ikan ke piring suaminya .


" Ada apa dengan wajah kalian ? Apa kalian berantem lagi . ” Tanya Rendy membuat kedua istrinya diam dan saling memandang .


” Ah tidak mas , Tadi aku menggaruk pipiku , tidak sengaja meninggalkan luka . ” Sangkal Nadia .


” Aku juga mas .” Timpal Jani .


” Oya ? Kok bisa samaan ya . Aku kira kalian saling cakar . ” Kata Rendy sembari menikmati hidangan .


" Kami kan sudah janji tidak akan bertengkar , Mana mungkin kami mengingkari janji . ” Sangkal Nadia lagi mencoba menyakinkan .


” Kalian takut sekali sama aku ? Takut aku balikkin ke orang tua kalian ya . ” Lontar Rendy dengan wajah datar .


Mendengar ucapan suaminya , Mereka menjadi canggung .


Rendy seperti tau apa pun yang mereka lakukan dan mereka rasakan .


” Ngapain bengong , Makan lah . ”


" Iya mas . ”


” Ngomong-ngomong , Malam ini aku tidur di kamar tamu saja ya . Daripada ribut lagi kan . ”


” Terserah mas saja ..” Kata Jani pasrah , Lain dengan Nadia yang kesal .


Dia nampak tidak selera makan mendengar Suaminya yang setiap hari selalu menghindar dan tidak memperdulikan Nadia .


Nadia hanya mengaduk-aduk nasinya dengan wajah yang cemberut .


Sementara itu di rumah Dennis , Yumna sedang mengganti sprei di kamar tidur nya .


Dennis kembali menggodanya , Dia memeluk istrinya .


” Minggir ngapa mas , Gak liat Aku lagi ngapain ..” Suruh nya kesal..


” Kenapa gak nyuruh bibi , Kamu suka repot sendiri . ”


” Kasian bibi , Ngurusin rumah Segede gini .. Kamu gaji berapa bibi sampe betah kerja sama kamu mas . ”


” Tanya aja si bibi sendiri , Nanti kamu gak percaya kalo aku Bilang . ”


” Paling 3 juta . ”


” Dih , Kalo 3 juta si bibi mana betah . ”


” Udah ah gak usah di terusin , Oya mas rencananya besok aku mau ke bank . Aku mau ambil uang dari kamu .. Jihan ngajak aku nyari kado buat Diana . ”


” Sekarepmu lah . Sayang , Kita liburan yuk . Aku bosan kerja Mulu . Kapan kita punya baby kalo hubungan kita monoton . ”


" Apa monoton ? Mau gaya apa sih . Mau dimana-mana tempat nya juga kalo belum di kasih ya engga ngaruh . Kamu nih ngomong kayak kita jarang melakukan hubungan itu .. ”


” Ibu aku nanyain terus kapan kamu telat haid . Ampe pusing jawabnya ..”


” Jawab aja , Do'akan saja gitu . ”


” Udah sayang , Tapi tetap aja balas chat nya gak enak , Dibilang aku jarang makan sayur sama buah . ”


” Iya nanti aku bilang sama ibu ya .. Sekarang tidur gih .. Kamu harus ngantor besok . Istirahat . ” Suruh nya sembari menyiapkan bantal .


” Sayang . ” Dennis berbaring sembari memegang tangan istrinya .

__ADS_1


” Kalo nanti udah punya anak jangan manja Mas . udah gede masih kayak gini kelakuanmu . ”


” Gak janji . ”


Keesokan harinya Yumna mencari Natan untuk pergi ke Bank .


” Natan yuk kita pergi . ” Suruh nya .


” Baik non.”


" Tunggu , Kamu kenapa ? Wajah kamu kok pucat sih ? Kamu sakit ya . ” Yumna reflek menaruh tangannya ke kening Natan .


” Ya ampun kamu panas , Udah minum obat ? ”


" Tidak apa-apa kok non saya baik-baik saja . ” Sangkalnya .


" Ah kamu gak boleh gitu , Udah tau panas gini . Ke dokter ya ?di antar pak Danang . Pak ..pak .” Panggil Yumna .


Pak Danang pun datang ,


” Ada apa non ?.”


” Tolong antar Natan ke dokter ya , Kayaknya dia sakit deh . ”


" Baik non . ”


” Kalo pak Danang antar saya , Gimana sama non ? Non kan mau Pergi . Supir yang lain sedang libur ? ” Tanya Natan .


" Gampang , tinggal nyari taxi aja .. Udah Natan kamu gak boleh menyepelekan ini .. Ini uang buat periksa ya ..Jangan lupa tebus obat nya . ” Lontar Yumna .


" Baik Non . ” Mereka pun pergi meninggalkan rumah .


Sementara itu Yumna keluar gerbang dan berjalan mencari taxi .


” Mobil ada tapi aku tidak bisa nyetir . Aku ini Memang payah .” Gerutunya .


1Jam sudah berlalu , Aditya mengendarai mobil menuju kantor .


Dia tersenyum melihat kotak perhiasan yang sudah ia siapkan untuk Diana .


Dia sudah benar-benar mencintai Diana kali ini , Sama hal nya dengan Raka , Dia bahagia dengan Jihan yang sudah memberi nya bayi yang lucu dan menggemaskan .


Semua harapan Yumna terkabul , Mereka berempat bahagia dan menjalani hidup yang penuh kebahagiaan .


Saat Aditya fokus menyetir , Dia melihat Yumna sedang berdiri di pinggir jalan seorang diri sambil menangis .


Aditya memutuskan berhenti dan menyapanya .


” Yumna . ” Sapa Adit membuat Yumna menghapus air mata .


” Dit . ”


" Kamu ngapain disini ? Kamu sendiri ? Mana supir atau suamimu ? ” Rentetan pertanyaan membuat Yumna canggung .


" Natan sedang sakit , Mas Dennis lagi di kantor .” Jawab Yumna pelan .


” Ada apa ? kamu habis nangis ? ” Tanyanya lagi penasaran .


” Aku . ” Bukannya menjawab , Dia malah kembali menangis . Membuat Aditya bingung .


Selain itu semua orang mengira jika Aditya pacarnya yang telah membuat wanita yang sedari tadi berdiri di pinggir jalan tak henti menangis .


" Mungkin dia diputuskan . ”


" Ah itu pacarnya datang . ”

__ADS_1


” Jika ku lihat dia cantik , Kenapa harus di campakkan .” Lontar orang-orang terdengar Aditya .


” Na kamu masuk mobil gih , Ayo aku antar . ”


Aditya membawanya ke dalam mobil dan mengantar Yumna .


Yumna masih menutup wajahnya dengan kedua tangan. Dia masih saja menangis meski Aditya mencoba bicara .


" Aku harus antar kamu Kemana Na ? Ke kantor atau rumah ? ”


" Ke kantor saja Dit . ” Katanya sembari kembali menangis .


Aditya tidak mengerti apa yang telah terjadi ,tapi dia tidak ingin bertanya apapun lagi pada Yumna .


Setibanya di depan kantor Dennis , Aditya membuka pintu mobil untuk Yumna . Hal itu terlihat oleh Dennis . Seperti biasa , Cemburunya mulai mengembara melihat istrinya keluar dari mobil Aditya .


Dennis menghampiri dengan amarah yang segera meledak .


” Apa-apaan nih ? ” Tanyanya mulai Nyolot .


” Sabar , Gue liat dia dipinggir jalan sambil nangis . Lo apain dia ? " Balik tanya dari Aditya.. Dia malah hendak marah kepada Dennis .


” Mas Kamu mau marah dan tuduh kami selingkuh seperti dulu lagi . ” Kata Yumna disusul air mata yang masih berlinang .


” Enggak sayang , Kamu ngapain sama dia ? Terus kamu kenapa nangis ? Mana Natan ? Lo apain bini gue ? ” Lontar Dennis memegang kerah baju Aditya .


” Mas lepaskan , Aditya gak salah apapun . Dit makasih ya udah antar aku .. Kamu pergi aja , Taulah suamiku itu kalo liat kamu .. Bawaannya pengen marah.”


" Ya udah Na aku pergi ya . ” Adit pergi dengan mobilnya .


" Mas . " Yumna masih bersedih .


" Sayang kamu kenapa? ngomong dong .. Apa ada orang yang udah nyakitin kamu ? ” cecar pertanyaan dari suaminya cemas .


” Tadi aku ke bank , Terus ada peramapok . mereka mengambil uang di petugas bank .. kami yang ada disana panik , Sampe uang ku juga di ambil mas .. Itu uang dari kamu .. Semua uang handphone perhiasan dibawa juga . Gimana ini ? Aku gak punya apa-apa lagi kan . Aku gak punya uang sekarang . ” Kata Yumna sambil menangis lalu duduk di hadapan suaminya . Dia begitu sedih karena uangnya hilang dengan sekejap.


” Ya ampun sayang , Tapi gak apa-apa kan ? Kamu gak ada yang luka kan ? ”


” Maafin aku ya mas , Aku hilangkan uang dari kamu . Padahal kamu nyari uang nya pasti capek .. Itu uang buat tabunganku beberapa bulan ini .. Kenapa mereka mengambilnya . Gimana Dong mas . ” Lontarnya lagi masih dengan posisi duduk sembari menangis .


" Sayang , Udah .. yang penting kamu gak apa-apa . ” kata Dennis .


" Itu uangku semua mas .. Kok tega sih maen ambil .. Aku mau rebut kembali tadinya tapi mereka bawa pistol semua . Gimana kalo dia tembak aku mas ? ”


” Sayang , Udah bangun .. Ya udah gak apa-apa . ”


" Apa nya yang enggak apa-apa ? Itu uang kita lho mas .. Banyak .. Kok kamu kamu gitu sih . ” Kata Yumna kesal .


" Ya terus gimana .. Ayo kita ke dalam . Malu , Karyawan ku melihat semua . ”


" Gak peduli . Aduh gimana ini .. Uang ku . ” Bukannya berhenti , Yumna malah kembali menangis seperti lebih hancur daripada putus cinta .


Dennis menggendong Yumna menuju ruangan nya tanpa mengatakan apapun .


Hal itu dilihat para staf dan karyawan , Mereka melihat Dennis Sangat perduli dengan istrinya .


" Sudah jangan menangis terus . ” Lontarnya sembari berjalan menuju ruangan .


Dia tidak memperdulikan Karyawan lagi .


” So sweet banget deh lah pak Dennis , Jadi pengen punya suami kayak gitu . ”


" Pengen tau , Dia galak juga gak ya sama bini nya . ”


" Hahaha .. Enggak kali , Keliatannya dia bucin gitu kok .” Lontar para karyawan .

__ADS_1


__ADS_2