
Yumna menjalani hari harinya dengan selalu tersenyum, baik sedih yang sedang dia hadapi semua tetap dia tersenyum.
" maaf Mas... " kata Yumna pagi ini sebelum Putra masuk ke dalam mobilnya untuk menuju rumah sakit.
" iya ada apa Na ? " kata Putra menghentikan langkahnya dan memandamg Yumna yang sedang menundukkan wajahnya.
" Mas nanti boleh saya ijin ke Panti jenguk Umi Abah dan adek adek dan memakai uang yang dari Mas untuk naik angkutan umum ?" tanya Yumna
" looo jadi uang belum kamu pakai Na hehehe... pakailah... boleh tapi pulang jangan terlalu sore ya " pesan Putra yang lalu masuk ke dalam mobil.
Hari itu... Yumna mengunjungi Abah Umi dan adek adek asuhnya di pondok.
Tanpa terasa sudah waktunya Yumna harus segera kembali ke rumah Adi Wijaya.
" nak tunggulah dulu...lihatlah di luar sejak tadi hujan deras, bahaya pula kalo kamu nekad tetap pulang nak " kata Umi cemas sambil melihat keadaan di luar hujan deras
" iya Umi tapi Yumna harus pulang sebelum Mas pulang rumah " kata Yumna pelan dan kalut.
Abah dari kejauhan mendengar pembicaraan istri dan anak asuhnya sehingga Abah berinisiatif menelpon Putra.
Assalamualaikum Nak Putra ini Abah... Nak ini Yumna masih di tempat kami , dia berniat mau pulang tapi di luar hujan deras dengan petir bahaya buat wanita pergi... Apakah nak putra mengijinkan jika Yumna kembali ke rumah setelah reda hujan ? tanya Abah di telpon
Putra call
Walaikumsallam Abah... ya Abah tahan Yumna... saya jemput dalam 45 menit lagi
Abah call
Alhamdulillah terima kasih nak...
Setelah menelpon Putra, Abah tidak memberitahu kepada Yumna maupun istrinya karena biar surprise buat Yumna.
Tidak sampai 45 menit Putra pun telah tiba di pondok dan Abahlah yang menerima kedatangan Putra...
Putra dan Abah duduk di ruang tamu sambil ngobrol.
" Abah... Na pul..... looo Mas Putra ? " kata Yumna saat mau pamiit kaget melihat suaminya datang.
" iya tadi Abah yang nelpon suamimu karena bahaya kalo Yumna tetap pulang dalam keadaan hujan dan lihatlah hujan belum reda kan ...berarti langkah Abah benar " kata Abah menjelaskan.
" tapi kasihan Mas , Bah...beliau masih sibuk " kata Yumna pelan
" gak juga sih memang sudah waktunya pulang kok " jawab Putra agar Yumna tidak merasa bersalah.
Akhirnya Yumna dan Putra pamit sama Umi dan Abah... dan di dalam mobil hanya keheningan yang terjadi.
" Mas maafin saya karena merepotkan Mas... sebenarnya saya bisa pulang sendiri " kata Yumna pelan
__ADS_1
" gak ada yang salah, Abah sudah betul... lagian kamu sekaramg tanggung jawab saya " jawab Putra
💙💙💙
Subuh ini Yumna bangun dengan wajah kusut dan segera ke dapur membantu bibik dan beberapa kali Yumna hendak jatuh.
" neng Yumna kenapa ? " tanya bibik mendekati Yumna
" saya gak enak badan Bik... rasanya pusing sekali " jawab Yumna pelan
" ya ampunnn badan neng panas sekali, sudah neng istirahat saja di kamar ya dan minum obat " kata bibik
" ya bik nanti saya istirahat setelah semua kerjaan selesai dan yang penting sarapan dan minum Mas Putra saya siapkan dulu " jawab Yumna sambil berdiri berusaha membuat teh panas buat Putra.
Disaat Yumna hendak menuang air panas ke gelas tiba tiba pusing mendera hebat sehingga air panas malah mengenai tangan Yumna dan Yumna menangis pelan.
" neng...tuh kan sudah sudah sekarang harus manut Bibik... ayo bibik anter ke kamar dan untuk minum den Putra biar bibik siapkan semua " kata bibik menuntun Yumna ke kamar dan menidurkan Yumna ke kasur empuknya.
" bik maafkan Yumna ya gak bisa bantu bibik... " kata Yumna lirih dengan sedih
" sudah neng, itu tugas bibik disini neng majikan bibik justru terima kasih selama ini di bantu neng " jawab bibik.
Bibik lalu keluar kamar dan Yumnapun beristirahat di kamarnya.
Jam 7 pagi saat Putra turun ke meja makan dia tidak melihat istrinya yang meladeninya karena semua bibik yang melayani.
" anu den...tadi pagi neng sudah bangun ternyata dia sedang sakit dan tadi berusaha buatin minum den Putra ee ... malah tangannya kena air panas dan sekarang bibik suruh istirahat... jangan marah ya den sama neng Yumna " kata bibik menjelaskan
Putra segera beranjak.dari duduknya dan menuju kamar Yumna, di lihatnya Yumna sedang istirahat sambil memegang tangannya yang mulai melepuh kena air panas.
Putra melihat Yumna tertidur tapi matanya berair seprti menangis.
Putra lalu mengambil peralatan kesehatan dan kembali ke kamar Yumna dengan membawa perban dan salep juga obat obatan.
Putra memegang tangan Yumna yang tersiram air panas dan saat itu Yumna terbangun karena dia tertidur sambil menahan sakit
" sudah biarin saya bantu... kamu istirahat saja " kata Putra memegang tangan Yumna dan memberi salep luka bakar.
Putra melihat Yumna hanya diam sambil mengeluarkan air mata yah...Yumna menahan rasa sakitnya
" sakit ?? tahan bentar ya ..." kata Putra sambil melihat wajah Yumna dan Yumnapun hanya membalas dengan anggukan.
Setelah selesai mengobatin luka di tangan Yumna, Putra memberi obat turun panas buat istrinya lalu Putra menyuapin Yumna makan.
" biar saya makan sendiri Mas... " kata Yumna sambil mengambil sendok yang di pegang Putra
" jangan bandel... sudah biarkan saya menyuapinmu..." kata Putra cuek.
__ADS_1
Akhirnya Yumna makan di suapin Putra sampai habis dan Putra menyuruh Yumna untuk istirahat.
Hari itu Putra putuskan untuk tidak berangkat kerja karena dia ingin menemani Yumna yang sedang sakit yaaah Putra mulai ada tumbuh benih benih cinta di hatinya ke Yumna.
Putra call Diki
Dik... hari ini aku ijin ya tolong gantikan visitku ya
Diki call
okey tapi kalo boleh tau kenapa elu ijin tumben ni
Putra call
Yumna sakit broo gue nemenin
Diki call
sebentar gak salah denger kan gue ? sejak kapan seorang Putra Adi Wijaya mulai mengaku punya istri ?
Putra call
sialan loooe ... gue serius ni gue nungguin istri gue, istri sah gue
Diki call
Alhamdulillah... padahal gue siap menerima istri lo kalo loe campakkan ... goda Diki
Putra call
enak aja loooe bini sahabat loo mau diembat juga, awas looe kalo berani nyentuh bini gue
Diki call
hahaha kalo ini gue gak berani, angkat tangan... oke lekas sembuh ya buat Yumna
Siang itu Putra membawakan makanan buat Yumna ke kamarmya dan Putra memeriksa kondisi Yumna masih panas
Putra heran padahal obat sudah dia berikan.tapi panas belum turun bahkan tambah panas... Putra lalu memberikan Yumna obat lagi dan mengompres dahi Yumna dan kali ini Putra tidak beranjak dari kamar Yumna, Putra duduk di sebelah Yumna.
Tengah malam Yumna mengingau mungkin karena suhu tubuhnya panas tinggi...Yumna berteriak dan memanggil Ayah Ibunya yang sudah meninggal.
Ayah... Ibu... Yumna ikut , jangan tinggalkan Yumna, Ayahhhhhh Ibuuuuuuu ..... panggil Yumna dalam tidurnya berteriak memanggil orang tuanya yang sudah tiada.
Putra lalu mendekati Yumna, memeluk Yumna dengan kuat agar dia gak berteriak lagi dan akhirnya malam itu Putra tidur di atas ranjang Yumna sambil memeluk istrinya.
Putra tersadar subuh dan memeriksa kondisi Yumna alhamdulillah sudah tidak panas tinggi dan Putrapun segera melaksanakan shalat subuh di kamar Yumna
__ADS_1