YUMNA

YUMNA
Episode 56


__ADS_3

5 Hari kemudian , Ada kegalauan di hati Yumna.


Dia menyesalkan karena dia tidak bisa berbuat apapun untuk Sinta .


Yumna duduk di kursi depan , dia hanya memainkan HP-nya .


Saat dia sibuk membalas chat dari Rendy , pandangan Yumna terarah kepada sebrang Kost nya ,Dia melihat Natan mondar-mandir seperti orang yang sedang gelisah .


Merasa ada yang tidak beres ,Yumna menghampirinya.


" Natan , Kamu ngapain ?Ada masalah ?" Tanyanya .


" Mbak ,Enggak ada apa-apa kok .."


" Kok Mondar-mandir ,Kayak orang lagi bingung ."


" Iya ada masalah sedikit ."Jawabnya sambil duduk .


" Natan kamu tau gak Sinta Minggu ini akan nikah ."


" Iya Aku tau Mbak ..Kok mendadak banget ya ."


" Kok kamu tau Sinta mau nikah darimana ?"


" Sinta chat aku Mbak ."


" Kalian suka chatting an ?"


" Iya Mbak ."


" Kamu kok punya nomor telepon Sinta ?"


" Sinta yang hubungi aku duluan ."


" Apa ?? darimana Sinta punya nomor kamu ?"


" Dari Mbak Katanya."


" Dari Mbak ? Perasaan Mbak gak pernah ngasih deh Tan ."


" Masa sih Mbak tapi Sinta bilang gitu ."


" Ya udah deh Mbak masuk dulu ya ."


Yumna meninggalkan Natan sendirian..


" Apa Sinta menyukai Natan ya ?"


Yumna mengingat-ingat kembali saat Sinta bertemu dengan Natan . Ia baru ngeh saat Sinta terus memandangi Natan ketika mengunjungi nya.


" Tapi kalau pun iya juga percuma ,Sinta juga akan segera menikah ..Tapi tadi Natan mondar-mandir kayak gitu apa dia galau ya ,,apa mereka saling mencintai ? "


Yumna bingung dengan teka-teki itu,Dia memutuskan untuk tidak memikirkannya .


Sementara di luar , Natan gelisah memikirkan tugasnya dari Dennis ..

__ADS_1


" Sudah 2 Minggu


, Sampe sekarang gue belum menemukan caranya ,Mana pernikahan si bos makin dekat ,Si bos juga gak mau tau ,tidur gak nyenyak ..Mikir dong Natan mikir ."Keluhnya sambil mengacak-acak rambut .


Keesokan harinya Yumna mengemasi barang-barang nya di meja kerja .


Dia pamit kepada semua karyawan ,Hari ini hari terakhir Yumna bekerja kepada Nadia .


" Pikirin lagi , masih bisa di pertimbangkan kok kalau kamu mau kerja disini ." Bujuk Nadia .


" Enggak ah masa aku lebih menting in kerjaan dari pada Pacarku ."


" Males banget Yumna ih , Aku tuh tau kamu sebenarnya gak suka sama mas Rendy ."


" Sok tau ."


" Orang kalo suka tuh gak gitu Yumna ."


" Emang kamu tau dari mana kalau aku gak suka mas Rendy ."


" Tatapan ku ke dia tuh biasa aja tau ."


" Biasa gimana sih ?"


" Gak ada cinta ."


" Jujur aja untuk sekarang memang belum ,tapi aku lagi belajar cinta sama mas Rendy,Mas Rendy juga tau itu ."


" Terus gimana sama Dennis ,Dia akan menikah


" Kita akan ketemu disana ,,Aku akan membawa calon suamiku ."


" Bawalah ,Aku akan berdandan sangat cantik ..lihat saja aku akan merampas pacar mu itu ." Ancamnya sambil cekikikan .


Yumna kehabisan kata-kata.


" Rebut saja jika bisa ."Timpalnya .


Di kost.


*


*


*


Yumna mengemasi pakaiannya kedalam tas untuk di kenakan besok di hari pernikahan Dennis dan Sinta .


Tiba-tiba HP-nya berbunyi .Rendy mengiriminya Chat .


" Hai sayang ,Maaf ya aku kayaknya gak bisa nemenin kamu datang ke pernikahan Sinta , ada urusan kantor ada meeting di luar kota nih gak bisa di tunda ." Isi chat Rendy.


" Duh , kenapa mas Rendy mendadak gini sih ."


Lalu Yumna membalas nya .

__ADS_1


" Iya gak apa-apa Mas ." Balasnya .


Tiba-tiba terdengar suara bunyi klakson mobil ,Yumna kedepan menemui Supir Paman nya untuk menjemput Yumna kembali ke Jakarta .


" Non sudah siap ?" Tanya pak Danang .


" Iya pak,Tolong masukin tas nya ,Sebentar ya aku mau ambil jaket dulu ."


" Baik Non ."


Langkah nya terasa berat saat Yumna harus pergi ke Jakarta , Hatinya terasa sulit di mengerti oleh dirinya sendiri , Tapi dia harus kuat untuk tetap pergi .


" Nenek saat ini aku tidak tau apa yang harus aku lakukan ? Aku tidak tau kenapa hatiku seperti ini .. Dennis kekasih Nenek itu ,Sudah membuat semua orang dalam kesulitan ." Lontarnya sembari memandangi photo Nenek .


Beberapa menit kemudian .


Dalam perjalanan menuju Jakarta , Natan mengikutinya di belakang ,Dia menyetir sendiri dan masih memikirkan tugasnya yang tidak kunjung ketemu jalan keluar.


Sementara Di rumah, Sinta masih betah berlama-lama tiduran di ranjangnya .Dia tidak keluar kamar seharian ini .


Ayah dan Ibunya selalu mondar-mandir ke kamarnya untuk menyuruh nya makan .


" Sin ,Makan lah dulu ,Kenapa masih tiduran ." Bujuk Ibu .


" Aku gak laper Bu ,Besok aku akan mengenakan Kebaya , Takut gak muat ." Sangkal nya sembari menutup matanya .


" Di luar semua orang sibuk menyiapkan untuk pernikahan mu ,Setidaknya keluar dan sapa lah mereka ."


" Bu , Boleh tinggalkan aku sendiri ? Aku harus banyak istirahat untuk besok ,Aku akan lelah sekali ,Karena aku akan terus berdiri dan menyalami tamu undangan ."


" Baiklah Nak , Ibu akan keluar .Tapi makan lah satu atau dua suap saja , Kamu harus punya tenaga untuk semua pengorbanan mu besok ." Lontar ibu sambil menitikkan air mata .


Sinta terbangun dari posisi tidurnya .


" Bu ..Alasanku tiduran seperti ini ,Agar air mataku tidak mengalir dan membuat mata ku sembab .Besok aku harus menikah ,Tidak lucu kan jika para tamu undangan membicarakan mataku yang sembab , Percaya lah Ayah dan Ibu tidak sedang mengorbankan aku , Jadi berhenti Khawatir ."


" Sinta , Apapun yang kamu katakan tidak akan membuat ibu berhenti sedih ..Terimakasih Nak ,Ibu tidak akan pernah melupakan semua yang sudah Kamu lakukan ."


" Ibu ." Sinta memeluknya .


" Ibu akan keluar ,Makan lah ,Ibu menaruh nya di meja. "


Ibu keluar dan menghapus air mata nya ,Lalu Ayah menghampiri dan memegang tangan nya .


" Bagaimana Sinta ? Apa dia mengatakan sesuatu ?"


" Dia ingin sendiri ,Tidak mau makan dan enggan beranjak dari tempat tidur nya .Apa yang sudah kita lakukan itu benar atau keliru Ayah ? Hatiku hancur melihatnya seperti itu ,Meski dia tidak mengatakannya ,Tapi aku tau sebenarnya dia sangat sedih ,Aku Ibunya aku tau apa yang dia rasakan .." Keluhnya sembari menangis tak tertahankan .


" Apa kita masih punya waktu untuk membatalkannya ? Ayah siap kehilangan segalanya asal jangan putriku yang menderita ..Ayo kita temui pak Dennis ."


Semua pembicaraan itu di dengar Sinta ,Sinta keluar dan mencegah Ayahnya .


" Ayah , Mengapa masih membahas hal ini ? Aku sudah memutuskan untuk menikahinya , Ayah sudah membangun perusahaan dengan waktu yang tidak sebentar ,Aku tidak akan membiarkan siapapun merampas ataupun menghancurkannya . Termasuk Pria yang ingin menikahi ku itu .Baiklah kemari Aku akan makan dan tidak perduli jika gaun pengantin ku tidak muat .. Masuklah ayo ." Sinta menggandeng ke dua tangan Orang tuanya ke kamarnya .


" Lihat aku akan makan dan aku akan menghabiskan semua ini ,Ibu membuat sup kesukaanku ,Ibu selau membuatku gagal diet harus nya bertanggungjawab ." Sinta ingin membuat kedua orang tua nya tidak sedih lagi dengan berpura-pura tegar .

__ADS_1


__ADS_2