YUMNA

YUMNA
Kisah 18


__ADS_3

*masih cerita flashback ke belakang ya... πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯


Siang itu Diki sampai di rumah Opanya dan setelah melepas kangen ke Opanya buru buru Diki beranjak dari rumah Opanya


" heeee nak mana kau tu ?" tanya Opa


" mau ketemu adek Una, Opa... Diki bawain boneka lucu " jawab Diki bahagia


" sini duduklah dulu dekat Opa, kau ni kangen Ops atau kangen Una ?" panggil Opa


Diki lalu mendekati Opanya


" kalo sama Opa kan masih banyak waktu " kata Diki pelan


" mari sini... bukan gitu nak... Una gak ada di rumah tu " kata Opa


" pergi mana Opa ? tapi ntar kan balik rumah " kata Diki


" nak ku...Opa mu bener, Una gak di rumah itu lagi, dia gak akan balik sini " jawab Oma


" haahh... maksud Oma Opa apa ni ?" tanya Diki


" Diki... 2 tahun lalu kakek Una meninggal πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί ya karena dia masih memikirkan putranya yang meninggal yang pernah Opa ceritakan dulu, nah Nenek Una kan bukan asli orang sini sehingga sepeninggal suaminya dia kembali ke asalnya kabarnya di Jawa hanya di mana pastinya Opa gak begitu faham dan dia membawa Una... kebun ladangnya sebagian di titip Opa dan kekuarganya sini " kata Opa menjelaskan


Seketika Diki kaget dan sangat sedih πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ˜’😒 karena tujuan dia ketemu Yumna kecil gagal bahkan di mana pastinya posisinya pun tidak tau.


" Nak... ini ada titipan dari Una..." kata Oma memberikan amplop besar kepada Diki.


Diki lalu membuka amplop tersebut dan ada gambar kupu kupu semua adalah lukisan tangan Yumna kecil.


Diki selalu menyimpan lukisan mewarnai gambar kupu kupu ini dan berharap suatu saat Allah mempertemukan mereka 😒😒πŸ₯ΊπŸ€²πŸ™.


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


πŸ’™πŸ’™πŸ’™* FlashON ...


" loooo Den Diki masih di rumah ? bukannya tadi sudah berangkat den ? " tanya bik Inah melihat Diki.di dalam kamarnya.

__ADS_1


" hhhmm iya bik tadi sudah berangkat tapi ada barang yang tertinggal jadi saya balik lagi... oke saya berangkat ya bikk...byeee " jawab Diki menyembunyikan raut matanya yang sudah berair.


Saat Diki menuju mobilnya... Diki berpapasan dengan Yumna dan Yumna menundukkan kepalanya agar tidak bertatapan mata dengan Diki karena Yumna di ajarkan di pondok tempat dia menimba ilmu agama agar menghindari tatapan mata dari bukan muhrimnya.


Diki hanya tersenyum simpul berpapasan dengan Yumna dan Yumna pun membalas sekilas.


Sementara Putra yang sibuk kuliah dari pagi sampe sore tapi baru pulang ke rumah malam hari karena dia harus ketemu dulu dengan Cindi pacar lamanya.


Tanpa Putra sadari di saat Putra sedang makan malam dengan Cindi di restaurant di saat itu Diki pun sedang ngobrol dengan temannya sesama dokter laki laki yang sedang mengikuti seminar juga, tapi Diki hanya diam dan melihat dari kejauhan segala aktifitas Putra dengan Cindi yang benar benar jijik Diki lihat.


Malam itu Diki pulang ke rumah Putra duluan.


" Assalalmualaikum wr wb " kata Diki sesampainya di dalam rumah.


" walaikumsallam wr wb Den Diki.... " jawab bik Inah cemas dan panik


" bibik kenapa ? ada apa ? " tanya Diki.


" bibik mau cari taksi, den...ini nona Yumna pingsan Den...bibik takut " jawab bik Inah


Diki lalu berlari ke kamar Yumna dan kaget Diki melihat Yumna sudah pingsan...dengan reflek Diki lalu menggendong Yumna dan membawanya ke mobil


" iya Den " jawab bik Inah lalu membawa 2 stel baju Yumna


Diki lalu melajukan mobilnya menuju rumah sakit di kota Yogyakarta dan sesampainya di RS Yumna segera di bawa ke IGD dahulu.


Diki dan bik Inah menunggu di luar ruangan dengan panik dan selalu berdoa buat kesembuhan Yumna.


keluarga Ibu Yumna Putri !! panggil suster keluar dari ruangan IGD


ya saya, gimana suster ? kata Diki reflek segera beranjak dari duduknya


Di saat perawat ingin menjelaskan tentang kondisi Yumna tiba tiba ada dokter lewat dan hendak masuk ke ruang IGD


looo ini dokter Diki kan ?" tanya dokter terssbut


iya betul... jawab Diki

__ADS_1


dokter keluarga pasien Yumna Putri ? masuklah...kita jelaskan di dalam dokter ... kata dokter tersebut.


Diki masuk ke dalam ruangan dokter di IGD dan dokter tersebut menjelaskan tentang hasil pemeriksaan terhadap Yumna.


kesehatannya kurang baik, mengarah ke pre - eklampsia , dan sepertinya ada yang menjadi pikiran berat pasien ,mohon suaminya terutama menjaganya ya dok... pesan dokter tersebut ke Diki


baiklah terima kasih penjelasannya dokter ... jawab Diki


walahh seharusnya saya yang belajar banyak dari dokter Diki ni... jawab dokter tersebut merendah.


Diki meminta agar Yumna di rawat di RS dan Diki memesan kamar VIP buat Yumna.


Dan setelah Diki mendapat penjelasan dari dokter, Yumna segera di pindah ke ruangannya yang sudah di pesan Diki.


" bik Inah temani nona ya...biar saya tidur di luar " kata Diki kepada bik Inah setelah Yumna di pindah ke kamarnya di RS.


" looo kenapa den Diki di luar kamar ? tidur sini saja kan ada bibik juga " kata bik Inah


" ya gampanglah bik nanti... yang penting bibik jagain nona muda ya, apa yang dia mau segera hubungin saya...saya ada di depan ruangan " kata Diki keluar dari kamar Yumna.


Ya Allah seandainya Den Putra sebaik Den Diki sungguh bahagia hidup nona muda...sabar ya non πŸ₯ΊπŸ₯Ί kata bik Inah


Bik Inah segera menghubungi Ibunda Putra untuk memberitahu kabar Yumna termasuk memberitahu kalo Putra belum pulang ke rumah.


Jam menunjukkan pukul 21.45 wib....


" bik Inah....kemana ya, kenapa pintu rumah gak di kunci ?" panggil Putra saat masuk ke dalam rumahnya


Putra keliling rumahnya dan tidak menemukan bik Inah, Yumna maupun Diki sahabatnya... dan akhirnya Putra masuk ke kamarnya untuk istirahat.


Jam 23.30 wib... Orang tua Putra tiba di kota Yogyakarta.


Setelah mendapat kabar dari bik Inah , Ayah Putra segera merencanakan untuk segera ke kota Yogyakarta dengan menggunakan pesawat, selama perjalanan Ibunda Putra tak henti hentinya menangisi Yumna menantu kesayangannya.


Sesampainya di bandara Yogyakarta, keluarga Putra sudah di tunggu supir keluarga mereka dan mereka segera menuju ke RS yang di katakan bik Inah.


Karena Yumna adalah pasien ruangan VIP sehingga akses masuk dapat bebas.

__ADS_1


" Diki.... " sapa Papi melihat Diki duduk di luar kamar Yumna


" Om...Tante..." sapa Diki sambil mencium tangan orang tua Putra sahabatnya ini, kedekatan keluarga Diki dan Putra sudah terjalin lama sehingga mereka sangaf dekat.


__ADS_2