YUMNA

YUMNA
Episode 226


__ADS_3

Yumna menggendong banyu sembari terus melihat ke kaca luar rumah, Dia tampak cemas karena Dennis tak kunjung pulang, sementara waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam.


Bukan hanya itu yumna ingin meminta penjelasan sang suami soal dirinya yang di datangi beberapa karyawan Dennis tadi siang. Mereka mengeluh karena Dennis telah memecat mereka karena alasan yang tidak fatal.


" Nomer telepon nya pun gak aktif. mas Dennis marah banget apa ya . " Keluh yumna sembari memangku banyu.


Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil dan pintu gerbang di buka security .


Yumna bergegas ke kamar banyu untuk menidurkan.


Saat kembali dan menuruni anak tangga, Yumna melihat ayah ibu mertua datang sedang mengomeli suaminya.


" Pak dani datang ke kantor ayah. dia menceritakan semua nya.. kamu ini gila atau apa main pecat sembarangan? pak dani itu kerjanya bagus lho nis. " Omel ayah gemas.


Yumna memilih untuk menguping pembicaraan mereka di balik dinding.


" Dia itu sombong banget yah. udah bagus aku pecat doang .. tadinya mau aku pukuli sampe babak belur. Beraninya dia menceramahiku. siapa dia? dia menyarankan untuk mengganti istriku . hanya karena aku menunda hasil meeting ?? kesel gak?? "


" Emang kamu lagi ada masalah apa sama yumna sampe kamu bawa permasalahan ke kantor? yang profesional dong nis. kamu itu anak ayah, Masa kayak gitu aja ke bawa ke kantor. " Tegur ayah lagi.


" Sabar yah. biarin sih mungkin Dennis gak nyaman sama pak dani. " Bela ibu.


" Tapi bu, Dia bahkan engga cuma mecat pak dani doang . dia memecat 11 staf sekaligus. anakmu ini mau jadi apa bu??? "


" Kok bisa? "


" Ayah tau soal itu juga?? "


" Iya lah. Ayah datang kesini untuk mendengar penjelasan mu??? "


Dennis terlihat malas dengan situasi itu.


# Flashback #


Di kantor, Saat pak dani kembali dari ruangan Dennis, Wajahnya terlihat sedih dan kesal.


Para staf sangat menghormati pak dani karena beliau merupakan manager di sana.


Saat pak dani menceritakan kepada seseorang mengenai pemecatan yang di lakukan Dennis. Hal itu langsung menjadi pergunjingan di kantor.


Menurut mereka Dennis terlalu berlebihan hanya karena ucapan pak dani mengenai seorang wanita.


Meski pak dani hanya mengatakan itu, Tetapi menurutnya dia tidak sedang merendahkan seorang wanita.


Hingga waktu berjalan beberapa menit, Pak dani sudah siap menata barang nya .


Kemudian para staf menyayangkan keputusan Dennis.


" Dia memang terlalu menyukai istrinya. "


" Ya. kenapa harus baper gitu, Kalo gak suka tinggal tegur aja kan. kenapa harus di pecat. "


" Kenapa orang-orang beruang selalu melakukan apapun semaunya? mereka tidak tau rasanya susah mencari pekerjaan. "


" Dari awal bos memang sangat tergila-gila dengan istrinya. bahkan aku pernah dengar jika nona yumna itu mau menikahi pria lain. "


" Aku juga tau. kabarnya bos merampas wanita itu dari pacarnya. "


" Ah masa? tau dari mana kamu?? "


" Iparku bekerja di kantor paman nona . dia menceritakan semuanya . "


" Jadi benar soal kabar miring itu. tapi kenapa? bos bisa mendapatkan wanita lain kan?? "


" Sebenarnya sih kalo pak Dennis mau dia bisa memilih wanita yang lebih . ya walaupun aku tau kalo istrinya memang sangat baik . "


" Sudah ah, Kalo kedengaran orang lain dan sampai ke telinga pak Dennis . kita akan selesai. "


" Gak tau deh. aneh banget. " Ujar mereka yang rupanya sudah di dengar oleh Dennis sedari tadi.

__ADS_1


" Memang sudah selesai? kalian datang kemari untuk bekerja atau bergosip? " Lontarnya dengan wajah marah.


" Pak!! "


" Kalian tau apa? kalian keberatan saya memecat pak dani? kalo begitu kalian boleh ikut pergi dari sini. ini hari terakhir kita bertemu. kemasi barang kalian dan pulanglah. kami tidak perlu orang-orang dengan mulut sampah seperti kalian. "


" Maksud pak Dennis kita di pecat? " Tanya salah satu dari mereka.


" Kenapa bertanya lagi? kalian sudah berani menjelekkan istriku tadi kan. kenapa kalian mau makan dengan uangku ? semoga kalian mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. tapi saya jamin, Kalian tidak akan mendapatkan nya. " Ancam Dennis lalu segera pergi.


" Pak!! " Panggil nya terhenti melihat kepergian Dennis yang begitu marah.


" Apa yang harus kita lakukan?? "


# Flashback off #


" Ya ampun. hanya karena dia mengomentari hidupmu.. kamu harus memecat mereka. " Lontar ayah tepuk jidat.


" Kalau mereka hanya menjelekkan ku, Aku tak apa. tapi mereka bilang jika istriku tidak pantas untukku. mereka kira siapa?? "


" Adududu putraku ini, Mengapa sweet banget sih. ayah mu mana pernah bersikap seperti itu pada ibu. Ibu tidak sangka kalo kamu sangat lucu. "


" Apanya yang lucu? ada juga menjengkelkan . Dennis.. sadar dong, Bucin nya udahan aja.. kayak gitu doang juga. " Cecar ayah tak habis pikir.


" Itu kan perusahaan ku . kenapa ayah ikut campur. "


" Kamu pikir mudah mendapatkan karyawan yang berpengalaman? semua orang di sana adalah orang-orang terbaik untuk memajukan perusahaan, Ini malah main tendang aja. sebenarnya yang sombong itu kamu atau mereka sih. "


" Sombong pada porsinya kan wajar yah. aku sudah bilang kalo aku tidak suka siapapun menjelekkan istriku. mereka tau apa soal yumna? beraninya mereka menilai istriku dengan mulutnya itu. "


" Oke. Sekarang ayah mau balik ke pertanyaan pertama lagi. Apa masalah mu dengan yumna sampe kamu datang ke kantor uring-uringan? Pak dani bilang, Kamu sedang berselisih dengan yumna. "


" Itu masalah pribadi. kami hanya sedang tidak bicara. jadi ayah tidak perlu tau . "


" Oke. Kalo kamu gak mau jelaskan. ayah akan panggil yumna. " Ancam ayah membuat nya cemas.


" Jam segini yumna pasti udah tidur. ayah dan ibu pulang aja. "


" Aku kan suaminya. aku tau dia tidur jam berapa. makanya aku pulang selarut ini. aku tidak mau bertemu yumna dan membuat semua nya menjadi semakin sulit . Hanya masalah sepele kok yah. gak usah khawatir. " Timpalnya.


" Masalah sepele yang bikin kamu uring-uringan dan sampe memecat banyak orang ? gimana kalo masalahnya serius, Bisa-bisa kamu akan memecat semua orang di kantor. Terus kamu mau bekerja dengan siapa? otaknya di pake dong nis. "


" Aku capek banget deh, Ayah datang cuman bisa marahin aku terus. apa-apa salah. "


" Emang iya.. dari dulu kamu tuh salah mulu. gak ada bener nya sama sekali. coba deh mikir.. "


" Udah dong yah, Gini-gini aku itu anak ayah . gak bersyukur banget sih. "


" Yah. udah dong .. kita pulang yuk. biarin Dennis melakukan apapun sesukanya.. dia putra kita satu-satunya. " Bela ibu lagi.


" Biarpun putra kita satu-satunya tapi dia gak bisa dong semena-mena sama orang lain. "


" Ya udah ayah tampung aja semua orang yang udah aku pecat tadi ke kantor ayah. ribet amat.. Lama-lama ayah kayak yumna deh. sibuk mikirin orang lain.. ketimbang aku? " Cecarnya segera meninggalkan mereka.


" Tuh anakmu..kayak gitu aja dari dulu. gak mau di Lurusin . " Pekik ayah sembari berjalan menuju keluar pintu.


Sementara itu yumna tampak sedih mendengar pembicaraan mereka .


" Dia sengaja pulang malam untuk menghindari ku. Aku gak tau kalo dia semarah itu. " Lontarnya lalu menaiki anak tangga menuju ke kamar banyu.


30 menit berlalu, Yumna tidur di kamar banyu. Dia segera menutup matanya mendengar seseorang datang .


Dia jelas tau kalo yang datang adalah Dennis.


Dia berjalan dengan langkah kaki yang pelan. Kemudian dia menghampiri box bayi dan mencium banyu yang sedang tertidur pulas .


Selesai itu, Dennis menghampiri sang istri di ranjang.


Dia mengusap rambut yumna penuh perasaan, Dennis hendak mencium keningnya, Belum sempat bibirnya mendarat , Yumna membuka matanya.

__ADS_1


Dennis segera beranjak dari yumna, " Kamu masih marah? " Tanya yumna.


" Kenapa gak tidur? tidur situ. " Ujarnya.


" Aku minta maaf. "


" Pelan kan suaramu. banyu bisa bangun. " Pekik Dennis.


" Aku hanya bercanda, kenapa kamu serius. kamu juga suka menggoda ku. tapi aku engga marah. "


" Udah tidur sana. aku mau balik ke kamar. " Timpalnya lagi bergegas meninggalkan, Kemudian yumna berlari memeluk sang suami .


" Gimana aku mau tidur kalo kamu masih marah. tadi siang kamu engga makan masakanku, Kamu juga pulang larut demi menghindari ku. aku sedih. " Lontarnya memeluk erat.


Dennis tidak berdaya melihat yumna lagi.


" Aku gak marah, Aku cuman lagi kesel aja sama kamu. " Ujarnya sembari berbalik pada yumna.


" Aku gak tau kalo kamu semarah itu. "


" Siapa yang gak kesel, Aku lagi serius.. kamu becandain kayak gitu. emang kamu pikir aku cowok apaan sih sampe kamu merekomendasikan wanita gituan ke aku? kamu mau aku melakukan itu?? "


" Aku kan bercanda. mana mungkin aku serius. "


" Tetep aja gak lucu. itu bukan bahan candaan. "


" Iya-iya aku ngaku salah. aku keterlaluan. makanya aku minta maaf. "


" Gak tau deh. mending kamu tidur aja. aku juga capek. "


" Kamu udah makan? "


" Aku gak laper. "


" Dari tadi siang kamu gak makan, Masa iya gak laper? aku angetin lauk ya. "


" Yumna !!! " Bentak Dennis reflek membuat yumna lumayan terdiam.


Dia keluar dari kamar banyu dan tak menoleh lagi, Dia merasa jika Dennis tidak perlu dirinya saat ini.


" Sayang.." Panggil Dennis


" Aku gak maksud. aku gak laper kenapa kamu maksa? " Ujarnya lagi sembari terus mengikuti yumna .


" Aku mau ambil apel ke dapur, kamu istirahat aja. aku gak akan ganggu kamu . " katanya agak tersenyum.


Yumna berbalik dan pergi ke dapur segera, Setibanya di dapur. yumna membuka kulkas dan mengambil apel merah 1 buah.


Dia mencuci buah tersebut dan segera menggigitnya.


" Nenek . apa aku keterlaluan hingga membuatnya sangat marah. " Batin yumna sembari mengunyah apel.


Tiba-tiba bibi menghampiri yumna yang sedang terduduk di meja dapur seorang diri, Bibi melihat yumna sedang menguatkan hati untuk tidak menangis karena sikap suaminya.


" Non belum tidur? "


" Bibi sendiri? aku laper bi. bibi mau apel?? " Tanyanya menawarkan.


" Tuan udah balik ke kamarnya, jadi non bisa nangis kalo non mau . kalo perlu bibi akan liatin area sekitar supaya tidak ada yang liat non nangis. bibi juga engga akan banyak tanya non kenapa? "


Mendengar bibi yang begitu memahami nya, Yumna menjadi agak berkaca-kaca.


" Aku merindukan nenek, ibu dan ayah.. mereka membiarkan aku hidup tanpa mereka . mereka tidak pernah membentak ku. " Ujarnya dengan air mata yang mulai mengalir.


" Non .. "


" Tidak perduli kesalahan apa yang telah aku lakukan, Tapi mereka tidak pernah membentak ku sama sekali. "


Bibi mengusap lengan yumna, dia ikut sedih dengan keadaan Yumna.

__ADS_1


" Tadi sore bibi mandi dan baju bibi baru, non bisa memeluk bibi kalo non mau. bibi juga memakai parfum. "


Yumna segera memeluknya tanpa mengatakan apapun, Dia menangis tersedu-sedu karena sikap Dennis .


__ADS_2